Peluang BUVA dan MINA dari Rencana Pembangunan PFII di Bali

Pemerintah dikabarkan mau membangun Pusat Finansial International Indonesia (PFII) di Bali. Sentimen ini memberikan kabar positif bagi BUVA dan MINA yang punya tanah di sana, kira-kira gimana prospeknya? 

Share
saham PFII

Mikirduit – Baru-baru ini pemerintah tengah mengkaji pembangunan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Rencananya ini akan dibagun di Bali, beberapa emiten di bursa yang punya tanah di sana pun digadang ketiban berkah, siapa saja mereka dan bagaimana prospeknya? 

Apa itu PFII? 

Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) merupakan regulasi yang diusulkan resmi oleh Pemerintah RI melalui inisiasi lintas kementerian dan saat ini statusnya hampir final, di mana Komisi XI DPR RI menargetkan RUU PFII disahkan pada pertengahan Juli 2026 ini. 

Melansir CNBC Indonesia, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyebutkan pemerintah tengah mengkaji dua lokasi KEK sebagai lokasi PFII di Bali, yakni KEK Kesehatan Sanur dan KEK Kura-Kura. 

Namun, pemerintah belum menentukan lokasi final untuk PFII. "Kami masih menunggu arahan pemerintah kalau memang lokasi di KEK di Bali yang ada di 2 KEK itu," ungkap Susiwijono. 

Susiwijono juga memastikan regulasi PFII yang tengah digodok tidak akan menggerus daya saing Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) existing. 

"Ini agak beda, kalau ini IFC kan secara khusus, ini kan kawasan ini, jadi bersinergi. Bahkan hasil review awal kemarin, sebaiknya posisi IFC nanti di Bali juga ada di dalam kawasan ekonomi khusus, jadi saling melengkapi," kata Susiwijono di Kantor Kemenko Perekonomian, dikutip Selasa (6/7/2026).

Pemerintah menerapkan strategi integrasi makro yang saling melengkapi, di mana FII sebagai motor regulasi keuangan offshore (dengan kebebasan arus valas, sistem common law, dan arbitrase internasional). 

Sementara KEK menyediakan infrastruktur fisik siap pakai. Dua kawasan yang dipercepat transformasinya adalah KEK Kura Kura Bali di Pulau Serangan dan KEK Sanur.

Hingga Triwulan I 2026, KEK Kura Kura Bali (498 hektare) telah merealisasikan investasi Rp1,62 triliun dan menyerap 2.146 tenaga kerja, sementara KEK Sanur mencatat Rp5,37 triliun dengan 5.444 tenaga kerja dan ratusan ribu kunjungan wisatawan.

Target jangka panjang untuk hub keuangan ini mencapai Rp104,4 triliun (sekitar US$6,3 miliar).

Kawasan KEK Kura-kura Bali
KEK Kesehatan Sanur

Paket Insentif Pajak Menarik dalam RUU PFII

Salah satu daya tarik utama PFII adalah paket insentif perpajakan yang kompetitif, sebagaimana diatur dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) PFII yang dibahas Komisi XI DPR per 6 Juli 2026. Fasilitas utama meliputi:

  • Pajak Penghasilan (PPh): Pengurangan PPh badan hingga 100% bagi pelaku usaha sektor keuangan, penunjang keuangan, serta kegiatan non-keuangan di PFII. Tenaga ahli asing (WNA) di sektor jasa keuangan juga mendapat pengurangan PPh 100%. Penghasilan investasi bagi subjek pajak luar negeri dibebaskan dari pemotongan/pemungutan PPh, serta pengecualian subjek pajak dalam negeri bagi pemegang golden visa.
  • PPN & PPnBM: PPN tidak dipungut atas penyerahan/impor barang/jasa strategis (termasuk bangunan baru, jasa sewa properti, jasa konstruksi infrastruktur, dan barang modal). Pengecualian PPnBM untuk hunian mewah.
  • Kepabeanan: Pembebasan bea masuk atas impor barang dan bahan untuk pembangunan PFII.
  • Fasilitas Khusus Lainnya: Kemudahan keimigrasian, ketenagakerjaan, perizinan, residensi, dan golden visa.

Paket insentif ini dirancang agar PFII mampu bersaing dengan pusat keuangan global seperti Dubai atau Singapura, menarik investasi asing, memperluas akses pembiayaan, dan mempercepat inovasi jasa keuangan.

Prospek Saham BUVA dan MINA 

Dari lantai bursa, ada dua emiten milik Happy Hapsoro, BUVA dan MINA merespon positif prospek pembangunan PFII ini. 

Harga saham kedua emiten itu kemarin Senin (6/7/2026) naik signifikan. Saham BUVA melejit 13 persen lebih, sementara MINA menguat hampir 10 persen hanya dalam sehari. Lonjakan kemarin mengakumulai penguatan kencang hanya dalam lima hari perdagangan lebih dari 20 persen untuk dua saham itu. 

Sumber: Google Finance, Data ditarik sampai 7 Juli 2026

Jika PFII benar dibangun di kawasan strategis seperti KEK Kesehatan Sanur dan KEK Kura Kura Bali, kedua emiten dinilai memiliki posisi yang cukup menarik untuk menangkap potensi pertumbuhan kawasan.

Saham BUVA

BUVA (PT Bukit Uluwatu Villa Tbk), misalnya, baru saja memperkuat portofolio asetnya melalui akuisisi lahan senilai Rp65,56 miliar seluas 8.395 meter persegi di kawasan Pecatu, Kuta Selatan, Badung pada April 2026.

Langkah ini memperkuat jangkar utama aset BUVA di Badung Selatan yang sebelumnya telah menopang resor ultra-mewah Alila Villas Uluwatu (6,21 hektare) serta land bank seluas 19 hektare di seberang Agra Villas Uluwatu. 

Selain itu, BUVA juga memiliki eksposur di wilayah tengah dan timur Bali melalui kepemilikan Alila Ubud (5,7 hektare) dan Alila Manggis (2,58 hektare). 

Secara geografis, dari KEK Kura Kura Bali (Pulau Serangan, Denpasar), sekitar 20–25 km dengan waktu tempuh darat biasanya 30–50 menit via jalan tol atau Bypass Ngurah Rai (tergantung lalu lintas) untuk ke pecatu berada di koridor selatan Bali yang strategis sebagai buffer zone menuju Serangan.

Sementara dari KEK Sanur butuh waktu tempuh kisaran 45 - 70 menit dengan jarak sekitar 25-32 km. 

Sebagai catatan, Pecatu-Uluwatu adalah kawasan premium pariwisata dengan pemandangan cliff ocean yang ikonik. 

Dengan PFII di Kura Kura (fokus financial hub + marina), properti BUVA dinilai potensial sebagai:

  • Destinasi luxury villas & residensial ultra-mewah bagi ekspatriat, fund manager, dan miliarder.
  • Fasilitas pendukung gaya hidup (hospitality premium, rekreasi).
  • Manfaat spillover dari peningkatan lalu lintas orang dan investasi di selatan Bali.
Nasib 6 Saham Backdoor Listing di 2024, Begini Perkembangan Terakhir dan Prospeknya
Kami mencatat ada 6 saham backdoor listing major yang jadi fokus pada 2024. Lalu, bagaimana nasib keenam saham backdoor listing itu saat ini?

Saham MINA 

Sementara itu, MINA (PT Sanurhasta Mitra Tbk) memiliki posisi yang jauh lebih diuntungkan karena berada tepat di episentrum wilayah perencanaan. 

MINA menguasai landbank matang seluas 4 hektare (40.000 m²) di kawasan Sanur, Bali, yang berbatasan langsung dengan area pusat KEK Kesehatan Sanur.

MINA menunjuk firma arsitektur ternama LAB Architecture pada akhir 2025 lalu, lahan beachfront itu tengah ditransformasikan menjadi kawasan terpadu berkelas dunia yang mencakup luxury resort, service apartment berstandar internasional, destinasi kuliner tepi pantai, serta area ritel dan komersial kontemporer. 

Sanur dikenal sebagai kawasan kesehatan & wellness (medical tourism) yang sedang berkembang pesat. Proyek MINA yang hampir bertepatan di lokasi inti KEK Sanur akan mendapat manfaat langsung dari spillover effect jika PFII benar-benar dibangun di sana, antara lain:

  • Lonjakan permintaan akomodasi jangka panjang, hunian premium, dan ruang komersial bagi profesional finansial serta ekspatriat.
  • Sinergi kuat dengan KEK Kura Kura (financial hub) karena jarak yang sangat dekat, memungkinkan konsep live-work-play terintegrasi antara kesehatan, keuangan, dan gaya hidup.
  • Peningkatan signifikan nilai tanah serta tingkat okupansi properti premium di kawasan pesisir Sanur.

Sementara, kalau dari wilayah properti MINA ke KEK Kura-kura Bali, jarak tempuhnya juga tidak terlalu jauh, hanya berkisar 8-12 km dengan perkiraan waktu perjalanan 15-25 menit. 

Selain di Sanur, MINA juga mengelola butik vila premium The Santai di kawasan Umalas, Badung.

Kesimpulan

Rencana pembangunan PFII di Bali berpotensi menjadi katalis jangka panjang bagi sektor properti, pariwisata, hingga kawasan ekonomi khusus di Pulau Bali. 

Dalam konteks ini, BUVA memiliki posisi yang lebih kuat di segmen pariwisata premium di kawasan Uluwatu, sedangkan MINA berada di lokasi yang strategis di Sanur, yang tengah berkembang sebagai pusat kesehatan dan medical tourism

Kedekatan kedua emiten dengan KEK Kura Kura Bali maupun KEK Kesehatan Sanur membuka peluang untuk menangkap manfaat dari meningkatnya arus ekspatriat, wisatawan berdaya beli tinggi, hingga investasi global yang berpotensi masuk melalui PFII.

Seiring dengan penyempurnaan regulasi PFII dan percepatan pembangunan infrastruktur di kedua KEK sepanjang pertengahan hingga akhir 2026, efek spillover ekonomi diperkirakan akan semakin terasa. 

Mulai dari kenaikan nilai lahan, meningkatnya permintaan properti dan fasilitas komersial, hingga terbukanya peluang kerja sama (joint venture) dengan investor asing.

Meski demikian, potensi tersebut masih sangat bergantung pada realisasi proyek serta implementasi kebijakan pemerintah. 

Untuk saat ini, sentimen positif tersebut masih sebatas narasi dan ekspektasi pasar. Jika dalam perjalanannya proyek tidak terealisasi atau mengalami perubahan signifikan, maka potensi manfaat bagi emiten terkait juga dapat berubah.

Oleh karena itu, kira perlu terus mencermati perkembangan selanjutnya, mulai dari kepastian regulasi, progres pembangunan PFII, hingga daftar tenant atau perusahaan yang akan bergabung. 

Semakin banyak institusi keuangan, perusahaan, maupun brand ternama, baik dari lokal maupun global, semakin besar pula potensi terciptanya aktivitas ekonomi dan nilai tambah bagi kawasan tersebut.

Apabila pembangunan PFII berjalan sesuai rencana, BUVA dan MINA berpeluang menjadi dua emiten yang paling diuntungkan karena telah memiliki eksposur aset di kawasan yang diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Bali.

Kamu Butuh Insight dan Ide Saham Jangka Menengah-panjang hingga Swing Trading dengan Biaya Mulai dari Rp1.600 per hari?

Dapatkan semua benefit Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:

  • Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
  • Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
  • Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
  • Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
  • Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
  • Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
  • Hingga konsultasi private dengan founder kami

Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini

💡
PROMO SPESIAL dari Investing Pro, DISKON 60% + 15% untuk pembaca Mikirduit. Dapatkan tools analisis saham dan mencari Idea hingga tools AI yang berbasis data lengkap dari Investing dengan Klik di sini
join mikirsaham sekarang