Muncul Proyeksi Dividend Payout Ratio bakal Dipangkas, Begini Perkiraan Dividen Saham BBRI di 2027

Muncul kabar BBRI berpotensi memangkas dividend payout ratio. Begini hitungan simulasi dividen BBRI untuk tahun buku 2026.

Share
saham BBRI

Mikirduit – Ada satu riset dari Pluang Maju Sekuritas yang menyebutkan ada indikasi dividend payout ratio PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) diturunkan secara bertahap hingga 60 persen dibandingkan dengan 92 persen pada tahun buku 2025. Sontak hal ini bikin kaget para holder BBRI yang berharap dapat dividen jumbo lanjutan pada tahun ini. Lalu, apakah benar ada potensi penurunan payout ratio?

Key Takeaways

  • Wacana penurunan dividend payout ratio BBRI hingga 60 persen belum terkonfirmasi sebagai kebijakan manajemen, sementara posisi CET 1 for Buffer sebesar 9,65 persen menunjukkan secara regulasi belum ada tekanan mendesak untuk memangkas dividen.
  • Risiko penurunan payout ratio tetap ada jika BBRI ingin mempertebal modal dan kembali agresif mendorong kredit mikro, meski target dividen BUMN Rp200 triliun dapat menjadi faktor yang menahan pemangkasan terlalu dalam.
  • Dengan harga Rp3.410, dividend yield BBRI diperkirakan masih sekitar 9,6 persen jika payout ratio 85 persen, tetapi bisa turun ke kisaran 6,9–7,1 persen jika payout ratio langsung dipangkas menjadi 60 persen.
  • Mikirduit Masterclass 2026, Wealthverse: Dapatkan bocoran aset paling menarik untuk 2026-2027. Early Bird cuma Rp250.000 (kuota terbatas, amankan seat-mu sekarang juga) dengan klik link di sini

Kami melihat narasi itu muncul dari artikel Investor.id yang berjudul Dividen BRI (BBRI) plus Target Sahamnya pada 1 September 2026. Dalam artikel itu menuliskan tentang riset dari Pluang Maju Sekuritas yang dituliskan oleh Jason Gozali selaku Head of Research-nya. 

Jason Gozali mengungkapkan indikasi penurunan payout ratio itu perlu dilihat bersamaan dengan rencana BBRI kembali mendorong pertumbuhan kredit mikro. Strategi itu berpotensi memberikan ruang lebih besar untuk menahan laba demi ekspansi.

BBRI disebut menargetkan tingkat return on Equity kembali menuju 20 persen dibandingkan dengan 18,8 persen. Untuk mengakomodirnya, payout ratio berpotensi diturunkan menjadi 60 persen. 

Namun, belum ada penjelasan lebih detail apakah ungkapan penurunan payout ratio diturunkan menjadi 60 persen itu dari pihak manajemen saat Analyst Meeting atau asumsi sang penulis. Pasalnya, setelah kalimat itu tidak ada penjelasan detail lagi, hanya mengulas realisasi kinerja keuangan kuartal II/2026.

Sorotan Risiko Dividen Big Bank BUMN

Kami mulai menyoroti risiko dari penurunan payout ratio saham big bank BUMN setelah melihat posisi rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) di level 17,52 persen. Kami pun menuliskannya dalam artikel berjudul Memahami Potensi Risiko Penurunan Dividend Payout Ratio di Saham Big Bank pada 30 Juli 2026 di Mikirsaham.com.

Sementara BBRI belum merilis laporan keuangan karena ada penelaahan terbatas. Namun, setelah rilis laporan keuangan kuartal kedua, tingkat CAR BBRI sekitar 19,35 persen. Posisinya lebih bagus ya.

Lalu, apakah ada aturan jika CAR di bawah 20 persen, berarti pembagian dividen tidak boleh terlalu besar? 

Secara aturan, perkembangan CAR terus berubah. Sejak diterapkan pada 2013 dengan basel 3 minimal 8 persen, kini sudah ada beberapa instrumen pendukung untuk mengukur risiko bisnis bank tersebut. 

Penurunan CAR dalam level tertentu bisa membatasi aktivitas saham bank dalam membagikan dividen.

💡
Diskon Spesial Investing Pro untuk Pembaca Mikirduit, agar analisis saham langsung menggunakan tools paling lengkap, Langganan sekarang dengan klik di sini

Dalam perkembangannya, penentuan pembatasan distribusi laba sebagai dividen dilakukan melalui indikator CET 1 (Modal Inti) for Buffer dalam Persen. Jadi, jika kondisi CET 1 for Buffer di bawah dari batas minimal, bank tersebut harus mulai mengurangi rasio pembagian dividen untuk memperkuat permodalan.

Lalu, apakah dividen BBRI sudah darurat untuk diturunkan? 

Jawabannya, secara aturan belum. Toh CET 1 for Buffer BBRI masih 9,65 persen, di atas 5 persen. Bahkan, posisi CET 1 for Buffer BBRI masih lebih besar dibandingkan dengan BMRI yang sebesar 7,79 persen.

Namun, hal itu bukan berarti tidak mungkin payout ratio BBRI diturunkan. Secara historis, BBRI telah mencatatkan kenaikan payout ratio yang cukup signifikan dari 55,79 persen pada 2017 menjadi 92 persen pada 2025. 

Jika Danantara menginstruksikan BBRI mempertebal modal terlebih dulu, bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun ke depan, tingkat payout ratio akan mengalami konsolidasi lagi.

Menakar Strategi dan Peluang Saham CBRE Jelang Right Issue di Akhir Tahun
Akhirnya, saham CBRE mengumumkan right issue resminya dengan harga pelaksanaan Rp108 per saham. Lalu, apakah saham ini menarik?

Di sisi lain, dalam pidato kenegaraan dalam nota keuangan pada 14 Agustus 2026, Presiden Indonesia Prabowo Subianto menargetkan dividen BUMN bisa tembus Rp200 triliun. Padahal, penopang dividen BUMN ada dari 5 perusahaan terbesar, yakni PT Pertamina (Persero), BBRI, BMRI, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), dan PT Telkom Indonesia (persero) Tbk. (TLKM). 

Jika ada penurunan payout ratio antara BBRI dan BMRI, hal itu bisa memberikan dampak penurunan pendapatan dividen bagi Danantara.

Proyeksi Dividen BBRI

Terkait proyeksi dividen BBRI, kammi menerapkan beberapa simulasi dari sisi proyeksi laba bersih hingga payout ratio.

Untuk laba bersih, ada dua skema asumsi laba 2026 yang digunakan, yakni laba bersih per saham twelve trailing month dari kinerja kuartal II/2026 dan konsensus analis.

Dari segi laba bersih per saham twelve trailing month di kuartal II/2026, BBRI berpotensi mencatatkan kenaikan laba bersih sekitar 8,08 persen menjadi Rp404 per saham. Lalu, dari segi konsensus analis, laba bersih BBRI berpotensi tumbuh 4,26 persen menjadi Rp389,72 per saham.

Danantara Kasih Pinjaman Konversi Rp2 triliun ke VKTR, Balas Budi BNBR Bantu WSKT?
Danantara memberikan pinjaman yang bisa dikonversi ke VKTR senilai Rp2 triliun, nominal yang jauh lebih besar dari total ekuitasnya saat ini. Pertanyaannya, apakah pinjaman ini karena balas budi bantuan BNBR ke WSKT atau memang prospek VKTR menarik?

Lalu, berapa potensi yield-nya?

Dengan menggunakan asumsi harga saham per 3 September 2026 di Rp3.410 per saham. BBRI masih bisa memberikan dividend yield di atas 9 persen jika tingkat payout ratio minimal 80 persen. 

Lalu, jika payout ratio langsung ditekan menjadi 60 persen, tingkat dividend yield BBRI menjadi 7,11 persen (dengan asumsi laba bersih per saham TTM kuartal II/2026) dan 6,86 persen dari asumsi proyeksi laba bersih dari konsensus analis.

Saat merilis proyeksi dividen dari 153 saham pada 28 Mei 2026 berjudul 153 saham Dividen Proyeksi Mikirduit untuk Tahun Buku 2026 di Mikirsaham.com, kami menurunkan asumsi payout ratio BBRI menjadi 85 persen. Hasilnya, potensi dividen sekitar Rp328 per saham. Jika menggunakan asumsi harga saham Rp3.410 per saham, potensi dividend yield sekitar 9,6 persen.

Kesimpulan

Lalu, bagaimana strategi investasi saham di BBRI yang sudah kadung naik 16,11 persen sejak 30 Juli 2026?

Jawabannya, untuk saat ini wait and see terlebih dulu. Area Rp2.800 - Rp3.200 per saham masih menjadi yang bisa dilirik untuk jangka menengah di saham bank pelat merah ini.

Dengan menawar harga lebih rendah, potensi dividen yield yang kamu dapatkan juga bisa lebih baik, meski ada pemangkasan payout ratio.

Mau Diskusi Saham Langsung dengan Founder Mikirduit?

Join Mikirsaham sekarang dan dapatkan benefit:

  • Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
  • Tools Trading Plan by Sistem (minimal join Mikirsaham Super dan masih tahap Beta)
  • Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
  • Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
  • Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
  • Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
  • Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
  • Hingga konsultasi private dengan founder kami

Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini

 

Investasi Crypto di PINTU sekarang