Saham ASII Paling Laris Diborong 3 Reksa Dana Saham dengan AUM di atas Rp1 Triliun
Saham ASII tercatat paling laris diakumulasi oleh reksa dana saham dengan AUM di atas Rp1 triliun per Juli-Agustus 2026. Lalu, apa saja saham yang dibeli dan dijual lainnya?
Mikirduit – Data dana kelolaan 3 reksa dana dengan AUM di atas Rp1 triliun ini mencatatkan kenaikan. Lalu, apa saja perubahan dalam portofolio-nya dalam sebulan terakhir?
Key Takeaways
- Tiga reksa dana saham jumbo yang dianalisis sama-sama mencatatkan kenaikan dana kelolaan, dengan indikasi rebalancing aktif pada sejumlah saham sepanjang Juli–Agustus 2026.
- ASII menjadi saham yang paling konsisten diakumulasi, karena masuk daftar indikasi pembelian SAM Dana Cerdas, Schroder Dana Prestasi Plus, dan Sucorinvest Equity Fund Kelas A.
- Pergerakan fund manager cukup beragam, dengan SAM cenderung mengurangi BMRI, PGEO, RATU, dan TINS, Schroder melepas KLBF, MYOR, dan TAPG, sementara Sucorinvest mengurangi BBRI dan BBTN.
- Mikirduit Masterclass 2026, Wealthverse: Dapatkan bocoran aset paling menarik untuk 2026-2027. Early Bird cuma Rp250.000 (kuota terbatas, amankan seat-mu sekarang juga) dengan klik link di sini
Kami mengumpulkan data Fund Fact Sheet dari 3 reksa dana saham jumbo, yakni SAM Dana Cerdas, Sucorinvest Equity Fund Kelas A, dan Schroder Dana Prestasi Plus.
Jika diakumulasikan, per Juli 2026, total dana kelolaan ketiga reksa dana itu mencapai Rp5,7 triliun. Dengan komposisi yang terbesar ada di Schroder Dana Prestasi Plus senilai Rp2,1 triliun, SAM Dana Cerdas Rp1,69 triliun, dan Sucorinvest Equity Fund Kelas A senilai Rp1,57 triliun.
Lalu, apa saja saham-saham yang di-rebalancing oleh produk reksa dana ini?
Reksa Dana SAM Dana Cerdas Borong ASII dan BBCA, Distribusi BMRI, PGEO, RATU, dan TINS
Reksa Dana SAM Dana Cerdas telah merilis fund fact sheet hingga akhir Agustus 2026. Dalam sebulan terakhir (dari periode fund fact sheet), SAM Dana Cerdas mencatatkan kenaikan dana kelolaan sebesar 4,14 persen menjadi Rp1,76 triliun. Angka ini belum tentu mencerminkan penambahan AUM karena dana kelolaan SAM Dana Cerdas dalam sebulan terakhir naik lebih tinggi mencapai 4,3 persen.
Jika dilihat dari komposisi sahamnya per akhir Agustus 2026 dalam sebulan terakhir, SAM Dana Cerdas terlihat mengakumulasi beberapa saham seperti, ADMR, AMMN, ASII, dan BBCA. Asumsi akumulasi berdasarkan pergerakan porsi saham tersebut yang mengalami kenaikan lebih besar daripada kenaikan harga saham dalam periode yang sama.
Dua saham yang diakumulasi terbesar oleh SAM Dana Cerdas antara lain ASII dan BBCA. SAM Dana Cerdas mencatatkan kenaikan porsi saham ASII sebesar 19,02 persen menjadi Rp140 miliar ketika harga sahamnya mengalami penurunan 4,95 persen. Begitu juga dengan BBCA yang mencatatkan kenaikan porsi 11,08 persen menjadi Rp140,8 miliar dengan tren kenaikan harga BBCA sepanjang Agustus 2026 hanya 2,78 persen.
Adapun, beberapa saham yang terlihat dilepas oleh SAM Dana Cerdas antara lain, BMRI, PGEO, RATU, dan TINS. Hal itu terlihat dari porsi saham BMRI turun 29 persen ketika harga saham naik 1,44 persen. Begitu juga dengan PGEO yang mencatatkan penurunan porsi sebesar 17,22 persen ketika harga saham naik 7,66 persen, RATU mengalami penurunan porsi 8,88 persen ketika harga saham naik 2,99 persen, serta TINS mencatatkan penurunan porsi 1,17 persen ketika harga saham naik 7,73 persen dalam sebulan.
Selain itu, SAM Dana Cerdas juga mencatatkan satu saham baru di 10 porto terbesarnya, yakni BBNI dengan porsi Rp54,56 miliar, sedangkan komposisi pasar uang yang ada di Juli 2026 senilai Rp76 miliar keluar dari list daftar 10 aset terbesar.

Reksa Dana Schroder Dana Prestasi Plus Borong ASII, MDKA, dan TLKM, serta Distribusi KLBF, MYOR, dan TAPG
Reksa dana Schroder Dana Prestasi Plus baru merilis fund fact sheet Juli 2026. Dalam periode itu, Schroder Dana Prestasi Plus mencatatkan kenaikan dana kelolaan sebesar 8,95 persen meski dalam sebulan terakhir kinerjanya turun 6,33 persen.
Sepanjang Juli 2026, Schroder Dana Prestasi Plus mencatatkan kemungkinan beberapa aksi beli seperti di saham ASII, BBCA, MDKA, MIKA, dan TLKM. Indikasinya sama, ada kenaikan nilai nominal dana di saham tersebut yang lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan harga saham.
Beberapa yang jumlahnya signifikan ada di ASII dengan tingkat dana kelolaan naik 46,62 persen menjadi Rp170 miliar ketika harga saham hanya naik 10,87 persen. Lalu, MDKA dengan kenaikan nominal dana sekitar 12,2 persen menjadi Rp106 miliar ketika pergerakan harga saham hanya naik 7,09 persen, serta TLKM dengan kenaikan nominal dana sebesar 11,83 persen ketika pergerakan harga saham hanya naik 7,79 persen.
Lalu, beberapa saham yang dilepas oleh Schroder Dana Prestasi Plus antara lain, KLBF, MYOR, dan TAPG. Hal itu terlihat dari tren penurunan nilai nominal lebih besar dari penurunan harga saham.
Untuk yang skalanya cukup signifikan ada di TAPG dengan penurunan nilai nominal sebesar 5,86 persen menjadi Rp84 miliar ketika harga saham naik 18,24 persen. Lalu, MYOR mencatatkan penurunan nilai nominal 8,23 persen menjadi Rp121 miliar ketika harga saham turun 6,91 persen.
Untuk KLBF agak tipis banget, penurunan nominal 5,32 persen menjadi Rp81,86 miliar ketika harga saham turun 5,23 persen.
Catatannya Schroder Dana Prestasi Plus masih nyangkut di saham GOTO senilai Rp81,15 miliar.

Reksa dana Sucorinvest Equity Fund Kelas A Borong PGAS hingga BBNI, Distribusi BBRI dan BBTN
Sucorinvest Equity Fund Kelas A juga baru mengumumkan Fund Fact Sheet edisi Juli 2026. Dari situ, dana kelolaan Sucorinvest Equity Fund Kelas A naik 14,6 persen menjadi Rp1,57 triliun. Kenaikan dana kelolaan dua digit itu selaras dengan tren pergerakan keuntungan dalam 1 bulan terakhir per Juli 2026 sebesar 10,9 persen.
Lalu, apa saja saham yang diakumulasi dan dilepas Sucorinvest Equity Fund Kelas A?
Beberapa saham yang diakumulasi Sucorinvest Equity Fund Kelas A antara lain, ASII, BBCA, BMRI, BBNI, BUMI, PGAS, dan TINS. Hal itu diambil dari indikasi kenaikan nilai nominal saham yang lebih tinggi dari kenaikan harga saham.
PGAS menjadi yang paling signifikan yang mencatatkan nilai nominal aset naik 18,54 persen menjadi Rp94 miliar dibandingkan dengan harga sahamnya yang hanya naik 9,89 persen. Lalu, BBNI juga mencatatkan kenaikan yang signifikan dengan nilai nominal naik 25,85 persen menjadi Rp101 miliar ketika harga saham hanya naik 13 persen.
Lalu, beberapa saham yang dijual antara lain, BBRI dan BBTN. Hal itu terjadi karena kenaikan nilai nominal dana lebih rendah dari kenaikan harga saham sepanjang Juli 2026.
BBRI mencatatkan kenaikan nilai nominal dana sekitar 12,89 persen menjadi Rp144 miliar, tapi harga saham naik 13,86 persen. Begitu juga dengan BBTN yang mencatatkan kenaikan nominal aset sebesar 6,74 persen ketika harga saham naik 12,5 persen dalam sebulan.
Apa yang Kamu Dapatkan Jika Join Mikirsaham?
- Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
- Tools Trading Plan by Sistem (minimal join Mikirsaham Super dan masih tahap Beta)
- Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
- Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
- Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
- Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
- Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
- Hingga konsultasi private dengan founder kami
Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini

