Danantara Kasih Pinjaman Konversi Rp2 triliun ke VKTR, Balas Budi BNBR Bantu WSKT?

Danantara memberikan pinjaman yang bisa dikonversi ke VKTR senilai Rp2 triliun, nominal yang jauh lebih besar dari total ekuitasnya saat ini. Pertanyaannya, apakah pinjaman ini karena balas budi bantuan BNBR ke WSKT atau memang prospek VKTR menarik?

Share
saham VKTR dan Danantara

Mikirduit -  PT Vktr Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR) mendapatkan suntikan dana Rp2 triliun dari Danantara. Aksi ini menjadi sinyal kuat Grup Bakrie tengah mendapatkan dukungan bisnis dari pemerintahan Prabowo Subianto. Lalu, bagaimana prospek saham-saham Bakrie yang mendapatkan berkah tersebut?

Key takeaways

  • VKTR mendapat suntikan dana Rp2 triliun dari Danantara untuk ekspansi bisnis kendaraan listrik, tetapi margin bisnis EV yang masih tipis, beban bunga meningkat, dan valuasi sangat tinggi membuat prospek fundamentalnya belum sepenuhnya sebanding dengan sentimen positif tersebut.
  • BNBR mengambil alih 90 persen Tol Cimanggis–Cibitung senilai Rp3,56 triliun, namun meski trafik sudah sekitar 43.000 kendaraan per hari, estimasi pendapatan sekitar Rp386 miliar per semester masih berpotensi tertekan amortisasi konsesi dan beban bunga yang besar.
  • Sentimen kedekatan Grup Bakrie dengan pemerintah bisa terus menjadi katalis melalui proyek seperti EV, RKAB BUMI, hingga tender Masela, tetapi VKTR dan BNBR tetap lebih cocok diperlakukan sebagai saham trading karena volatilitas tinggi dan valuasinya sudah mahal.
  • Mikirduit Masterclass 2026, Wealthverse: Dapatkan bocoran aset paling menarik untuk 2026-2027. Early Bird cuma Rp250.000 (kuota terbatas, amankan seat-mu sekarang juga) dengan klik link di sini

Jika dilihat sejak Presiden Indonesia Prabowo Subianto dilantik, tren pergerakan harga saham Bakrie juga cukup atraktif. Lalu, beberapa saham seperti PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) juga agresif melakukan ekspansi. Belum lagi, PT Darma Henwha Tbk. (DEWA) yang melakukan restrukturisasi bisnis hingga membuat margin keuntungan membaik.

Kini, dengan VKTR mendapatkan suntikan dana dari Danantara setelah dukungan secara lisan, jika Prabowo berharap emiten perakitan kendaraan listrik itu menjadi champion di Indonesia, hal ini bisa menjadi tanda angin segar saham konglomerasi berlanjut ke Grup Bakrie hingga rezim saat ini selesai memimpin.

Berikut data dan fakta saham-saham Grup Bakrie yang mendapatkan privilege dari pemerintah Indonesia saat ini:

Saham VKTR Dapat Dana dari Danantara, Pilihan yang Tepat untuk Lembaga Investasi Pemerintah?

Pertama, ada VKTR yang masih hangat baru saja teken perjanjian awal dengan Danantara pada 28 Agustus lalu perihal penyuntikan dana dengan skema utang yang bisa dikonversi menjadi saham senilai Rp2 triliun. Rencananya, dana tersebut akan digunakan untuk membeli armada bus dan truk listrik sebagai bagian dari ekspansi bisnis mobility-as-a-service (MaaS).

Hal yang menarik di sini adalah terkait keterlibatan Danantara dalam pemberian utang yang dikonversi. Pasalnya, nilai Rp2 triliun itu mencapai 158 persen dari total ekuitas VKTR yang sekitar Rp1,26 triliun. Artinya, jika dikonversi menjadi saham baru, Danantara bisa menjadi mayoritas di emiten tersebut.

Jika Danantara menganggap ini adalah bagian dari strategi investasi, memang seberapa menarik VKTR sebagai sebuah bisnis?

VKTR dikenal sebagai bisnis manufaktur kendaraan listrik, yang lebih kepada perakitan dari barang impor. Namun, bisnis yang menopang kinerja VKTR saat ini adalah komponen otomotif dan scrap (besi bekas).

Secara historis, VKTR adalah PT Bakrie Steel Industries yang sudah berjalan sejak 2007. Menurut laporan keuangan kuartal II/2026 sampai Juni 2026, bisnis komponen otomotif dan scrapnya masih mencatatkan pertumbuhan pendapatan sekitar 29,9 persen menjadi Rp533 miliar.

Sementara itu, bisnis dari penjualan kendaraan listrik naik signifikan menjadi Rp114,7 miliar dibandingkan dengan Rp6,1 miliar pada periode sama tahun sebelumnya.

Masalahnya, kenaikan pendapatan yang signifikan dari bisnis perakitan kendaraan listrik itu belum memberikan dampak signifikan terhadap keuntungan VKTR. Hingga semester I/2026, gross profit margin VKTR malah turun menjadi 17,4 persen dibandingkan dengan 19,1 persen pada periode sama tahun sebelumnya.

Ada indikasi, penjualan kendaraan listrik hasil perakitan ini memiliki tingkat margin keuntungan yang sangat rendah. Sehingga kenaikan pendapatan dari segmen tersebut tidak mampu mendongkrak margin keuntungan kotor perseroan menjadi lebih baik.

Tantangan lainnya, VKTR mencatatkan kenaikan beban bunga yang signifikan hingga 118 persen menjadi Rp11,88 miliar dibandingkan dengan RP5,45 miliar pada periode sama tahun sebelumnya.

Catatannya, kenaikan beban bunga itu bukan disebabkan adanya kenaikan penarikan utang, tapi disebabkan oleh faktor yang cukup beragam seperti:

  • Ada pelunasan lebih cepat dari pinjaman PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) hingga Rp93,3 miliar dengan bunga 9 persen per tahun. Ini yang membuat catatan utang turun, tapi beban bunga naik.
  • Ada fasilitas pinjaman dari PT Bank MNC International Tbk. (BABP) sekitar Rp45 miliar menjadi tambahan beban bunga yang tidak muncul di periode sama tahun sebelumnya.
  • Bisnis perakitan bus dan truk listrik membuat aktivitas kredit modal kerja senilai Rp50 miliar dengan bunga 9,25 persen meningkat.

Lonjakan beban bunga itu turut menekan laba bersih VKTR hingga semester I/2026 yang membuat penurunan laba bersih hingga 76 persen menjadi Rp1,12 miliar.

Terkait mencari pendanaan bisnis, VKTR sempat merencanakan right issue dengan menerbitkan 25 miliar lembar saham baru dengan rasio 7:4. Dari jumlah itu, jika kami menggunakan asumsi harga pelaksanaan di Rp100 per saham, berarti VKTR bisa mendapatkan dana segar Rp2,5 triliun. Nilai yang hampir sama didapatkan dari Danantara.

Dalam rencana right issue itu, 80 persen dananya juga digunakan untuk anak usahanya PT Sarana Eko Mobilitas Indonesia sebagai modal pembelian kendaraan listrik untuk periode 2026-2027. Rencana penggunaan dana ini juga sama dengan tujuan penggunaan dana pinjaman dari Danantara.

Namun, kabar rencana right issue itu lenyap begitu saja hingga akhirnya muncul VKTR dapat dana dari Danantara tersebut.

Cara Trading Saham Lebih Praktis dengan Fitur Fast Trade Ajaib
Salah satu kunci trader bisa memanfaatkan momen adalah kemudahan dalam melakukan analisis dan transaksi jual-beli dengan cepat. Ajaib menyediakan itu dalam fitur Fast Trade-nya. Apa itu? ini penjelasannya

Kesimpulannya investasi Danantara di VKTR bisa menarik karena keduanya memiliki kepentingan dari segi kebutuhan armada bus listrik hingga truk listrik untuk beberapa bisnisnya. Dari sini, dengan Danantara ada kepentingan di VKTR bisa mendapatkan supply kendaraan listrik rakitan dari perseroan. Dengan begitu, investasi Danantara ke VKTR bisa berdampak dua arah.

Hingga semester I/2026, Damri (salah satu BUMN) tercatat melakukan pembelian 80 bus listrik BYD dan 39 charge Helio Vectra dari VKTR. Total kontribusi pendapatan dari Damri ke VKTR sekitar 17,27 persen atau sekitar Rp111 miliar.

Namun, jika ditanya apakah ini investasi yang akan menguntungkan Danantara? jawabannya belum tentu. Pasalnya, margin keuntungan dari bisnis baru VKTR ini cukup kecil. Jika mendapatkan skala ekonomi besar yang membuatnya bisa untung dari kolaborasi dengan BUMN mungkin bisa menarik. Tapi, risikonya akan ketergantungan dengan skala permintaan dari BUMN, yang mana dari jenis produk bukan tipe muncul permintaan setiap tahun dengan skala yang sama.

Hal terburuk yang bisa terjadi adalah jika ternyata aksi pemberian pinjaman itu hanya sebagai simplifikasi VKTR untuk bisa mendapatkan dana segar setelah membatalkan rencana right issue, tanpa ada perhitungan proyeksi risiko dan keuntungan yang didapatkan Danantara. Hal itu bisa menjadi sentimen buruk jika ternyata tren kinerja VKTR malah terus mengalami penurunan.

8 Saham Dividen Mikirduit 2026 yang Masih Bisa Dilirik di September 2026
Ada 8 saham divden Mikirduit 2026 yang masih bisa dilirik per September 2026. Lalu, apa saja dan bagaimana strateginya?

Saham BNBR Berkorban Demi Sedikit Membantu Derita WSKT

Jika menilik kisah sebelumnya, Grup Bakrie 'mungkin' juga mencoba menyelamatkan sedikit nasib apes PT Waskita Karya (Persero) Tbk, (WSKT). Hal itu terjadi setelah anak usaha PT Bakrie & Brothers Tbk, (BNBR) mengakuisisi 90 persen saham PT Cimanggis Cibitung Tollways senilai Rp3,56 triliun dari WSKT dan PT Sarana Multi Infrastruktur.

Skema pembayaran transaksi dilakukan dengan skema transaksi akuisisi pembelian saham senilai Rp1 triliun dan pengambilalihan piutang senilai Rp2,57 triliun.

Bagi WSKT, transaksi akuisisi perusahaan jalan tol Cimanggis-Cibitung itu meringankan sedikit beban utangnya. Meski, WSKT tidak sepenuhnya mendapatkan dana segar dari hasil penjualan tersebut, tapi perseroan mendapatkan keringanan dari pengalihan kewajiban utang ke anak usaha BNBR.

Dalam membiayai aksi akuisisi itu, BNBR sampai mengajukan utang senilai Rp3,56 triliun dari utang luar negeri jangka panjang seperti Hardman International hingga restrukturisasi bridging loan menjadi utang jangka panjang yang diamortisasi dari arus kas operasional jalan tol.

Lalu, BNBR juga melakukan right issue dengan menghimpun dana sekitar Rp4 triliun. Dari right issue itu, BNBR langsung melakukan pelunasan hutang ke Hardman International senilai Rp3,66 triliun.

Tol Cimanggis-Cibitung diproyeksikan bisa mencatatkan rata-rata pendapatan sekitar Rp850 miliar per tahun pada 2025. Angka itu muncul dengan asumsi 38.500 kendaraan per hari. Dalam data per Maret 2026, rata-rata kendaraan yang lewat mencapai 43.000 kendaraan per hari.

Dengan fakta itu, apakah berarti Bakrie ambil kesempatan beli Tol Cimanggis-Cibitung di harga murah?

Jawabannya tidak juga. Sejak awal, Anak usaha BNBR memang tergabung dalam konsorsium tol tersebut dengan kepemilikan 10 persen.

Kami pun mencoba hitung kasar potensi pendapatan dari Tol Cimanggis Cibitung dengan menggabungkan laporan keuangan BNBR dan VKTR (karena pendapatan jalan tol dicampur dengan manufaktur oleh BNBR).

Hasilnya, dari segi pendapatan jalan tol diperkirakan sekitar Rp386 miliar dengan asumsi pendapatan manufaktur BNBR selain dari VKTR tidak mencatatkan kenaikan yang signifikan.

Masalahnya ada di laba usaha, Tol Cimanggis Cibitung ini punya beberapa biaya seperti amortisasi konsesi senilai Rp113 miliar per semester dan beban bunga diperkirakan sekitar Rp400 miliar per semester. Sehingga ada potensi dari segi laba-rugi bersih masih mengalami kerugian.

Toh, jika mengambil data laba rugi segmen manufaktur dan infrastruktur BNBR sepanjang paruh pertama juga merugi Rp93 miliar dari sebelumnya laba Rp127 miliar. Artinya, angka perkiraan kinerja kami terkait tekanan Tol Cimanggis - Cibitung ini masih merugi sesuai dengan realita kinerja segmen gabungan tersebut yang masih merugi.

💡
Mau dapat stockpick dari AI untuk saham AS dan Indonesia, kamu bisa klaim diskon spesial untuk Investing Pro, Langsung langganan di sini sekarang!

Apakah Ada Potensi Balas Budi Tambahan?

Beberapa kebetulan lainnya adalah saham BUMI tidak mencatatkan pemangkasan RKAB di 2026, ketika beberapa perusahaan tambang batu bara lainnya harus terpangkas. Namun, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) punya alasan kuatnya, yakni kontribusi Pendapatan Negara Bukan Pajak dari BUMI ini cukup besar mencapai 19 persen, menjadi salah satu tertinggi.

Sehingga, kasus RKAB BUMI tidak dipangkas bisa dibilang punya faktor lain selain kebetulan hubungan manis antara Grup Bakrie dengan pemerintah.

Namun, ada satu yang menarik adalah rencana BNBR mengincar megaproyek Masela yang mulai di-groundbreaking pada 2026. Nah, BNBR secara terang-terangan tertarik ikut tender pengadaan pipa baja khusus hulu migas melalui anak usahanya PT Bakrie Pipe Industries.

Jika BNBR mendapatkan sebagian dari proyek tender tersebut, hal itu bisa menjadi sentimen bagus untuk prospek pertumbuhan kinerja BNBR. Namun, apakah Grup Bakrie akan kembali mendapatkan slot di salah satu proyek prestisius pemerintah ini?

Kesimpulan

Karakter dari dua saham Grup Bakrie, VKTR dan BNBR ini cenderung untuk trading karena tingkat volatilitas tinggi dan valuasi juga sudah terlampau tinggi.

Bayangkan, VKTR punya Price to Earning Rasio (PE) rasio secara annualized (karena twelve trailing month masih rugi) per 2 September 2026 tembus 18.180 kali, sedangkan tingkat Price to Book Value (PBV) sekitar 39,25 kali. Tingkat Return on Equity secara twelve trailing month juga masih negatif 1,44 persen.

Jika hitungan kasar pinjaman Danantara senilai Rp2 triliun menjadi ekuitas, tingkat Book Value per Share (BVPS) menjadi Rp74,51 per saham. Tingkat PBV masih tembus 12,51 kali dengan kondisi margin keuntungan bisnis yang sangat tipis.

Jika melihat pergerakan harga, posisi Rp500 - Rp700 per saham bisa diperhatikan sebagai titik menarik untuk dibeli (dengan evaluasi teknikal saat real time). Area tersebut akan berlaku selama tidak ada perubahan fundamental perseroan yang signifikan, terutama terkait masalah utang.

Setali tiga uang, BNBR juga mencatatkan valuasi yang cukup tinggi. Secara PE Twelve Trailing Month per kuartal II/2026 tembus 123,53 kali dengan PBV sekitar 7,1 kali.

Untuk BNBR, jika penasaran bisa pantau angka Rp70 - Rp85 per saham. Asumsi rentang harga itu berlaku selama tidak ada perubahan fundamental terutama terkait risiko utang maupun sentimen negatif lainnya.

Jika mencapai harga tersebut, saham BNBR perlu dianalisis lagi penyebabnya penurunan. Apakah hal teknis saja atau ada sentimen negatif termasuk terkait fundamental yang memburuk. (Diedit oleh: Surya Rianto)

Apa yang Kamu Dapatkan Jika Join Mikirsaham?

  • Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
  • Tools Trading Plan by Sistem (minimal join Mikirsaham Super dan masih tahap Beta)
  • Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
  • Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
  • Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
  • Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
  • Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
  • Hingga konsultasi private dengan founder kami

Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini

Investasi Crypto di PINTU sekarang