MSCI Ubah Aturan Extreme Price Increase, Begini Dampaknya ke Pasar Saham Indonesia
MSCI melakukan perubahan terkait kebijakan extreme price increase. Dampaknya bisa cukup kurang bagus untuk saham MSCI small caps dengan FIF rendah. Begini penjelasannya
Mikirduit – MSCI membuat perubahan untuk saham dengan status extreme price increase (EPI) untuk berpeluang masuk indeks MSCI Global Standard Index hingga Small Caps Index dengan syarat Foreign Inclusion Factor atau FIF di atas 0,75 kali. Apa maksudnya dan dampak terhadap saham-saham di Indonesia?
MSCI membuat perubahan untuk saham yang harga sahamnya naik terlalu ekstrem atau termasuk Extreme Price Increase (EPI). Kebijakan ini akan berlaku mulai dari rebalancing Agustus 2026 nanti.
Jadi, jika saham yang berstatus EPI itu memiliki tingkat FIF di atas 75 persen atau 0,75 kali. Saham tersebut boleh masuk MSCI Global Standard dan Small Caps jika memenuhi persyaratan utama lainnya.
MSCI memiliki alasan saham-saham yang memiliki FIF di atas 75 persen memiliki tingkat free float saham besar sehingga seharusnya peluang untuk mencatatkan kenaikan harga saham secara ekstrim cukup rendah.
Adapun, saham dengan status EPI dan FIF di bawah 75 persen tidak akan bisa masuk MSCI Global Standard maupun Small Caps.
Lalu, untuk saham EPI dengan FIF di bawah 75 persen yang sudah masuk MSCI small caps akan dikaji lagi apakah langsung ditendang dari indeks atau tetap dipertahankan.
Dalam skemanya, MSCI akan melihat dua faktor saham di small caps indeks tersebut, yakni:
Pertama, full market cap minimal 1,8 kali dari standar untuk Global Standard.
Kedua, free float adjusted market cap mencapai minimal setengah dari standar 1,8 kali atau setara 0,9 kali untuk Global Standard.
Misalnya, jika ada batas market cap di MSCI Global Standard sekitar Rp100 triliun. Berarti, indikator yang dilihat untuk saham di indeks MSCI small caps itu antara lain, batas full market cap sekitar Rp180 triliun atau 1,8 kali, serta batas free float adjusted market cap sekitar Rp90 triliun atau setengah dari 1,8 kali.
Hasilnya, jika saham yang terhitung EPI dan FIF di bawah 75 persen dengan kondisi salah satu dari dua metriks itu masih di bawah standar, saham MSCI small caps itu masih bisa bertahan di indeks.
Namun, jika saham yang terhitung EPI dan FIF di bawah 75 persen mencatatkan keduanya telah mencapai batas atau melampaui standar global standar, berarti saham itu akan dikeluarkan dari indeks small market cap.
Alasannya, skala market cap dan adjusted free floatnya market cap sudah berada di global standard, tapi tidak memenuhi syarat FIF yang masih di bawah 75 persen. Sehingga, jika tetap di small caps akan menjadi terlalu besar, tapi naik ke global standard tidak memenuhi syarat.
Dampaknya Terhadap Pasar Saham Indonesia
Lalu, apa dampaknya terhadap pasar saham Indonesia? secara teknis, dampaknya akan cukup kurang bagus. Alasannya, pasar saham Indonesia masih di-freeze dalam rebalancing MSCI pada Agustus 2026.
Hasilnya, kenaikan FIF tidak akan mempengaruhi kenaikan bobot maupun potensi saham baru masuk ke Global Standard maupun Small Market Cap. Sebaliknya, karena posisi rebalancing di freeze, jika ada perubahan atau penambahan saham dan bobot dari negara lain, membuat bobot pasar saham Indonesia semakin menciut. Hal ini membuat, ada tekanan outflow dari fund manager passive yang mengacu ke indeks MSCI emerging market.
Di sisi lain, jika ada saham-saham Indonesia di small caps yang mencapai status EPI, tapi FIF di bawah 75 persen. Ada potensi terkena depak.
Lalu, bagaimana Perhitungan sebuah saham dianggap sebagai EPI?
EPI adalah indikator sebuah saham mencatatkan kenaikan harga yang ekstrem dengan membandingkan tren pergerakan harga saham dalam periode 5 hari - 250 hari terakhir dengan harga sebelum pengumuman MSCI, serta rata-rata pergerakan harga saham di Investable Market Index (IM) atau saham yang sudah masuk ke MSCI.
Jika sebuah saham dalam 1 periode antara 5-250 hari mencatatkan perbandingan return harga dengan rata-rata sektor di MSCI di atas 100 persen, berarti dianggap EPI. Dalam ketentuan perbandingannya, jika 1 sektor saham yang masuk MSCI di bawah atau sama dengan 5, akan dibagi dengan rata-rata pergerakan harga seluruh saham yang termasuk IMI di negara tersebut.
Apakah ada banyak saham MSCI Small Caps di Indonesia yang masuk status EPI? jika menggunakan data per 17 Juli 2026 (asumsi hari cut off-nya di 17 Juli 2026), ada satu saham small caps indeks yang termasuk EPI. Kami akan ulas di Member Mikirsaham pada 20 Juli 2026.

Kesimpulan
Jadi, apakah kebijakan dari MSCI terkait perubahan aturan EPI ini sebagai pelonggaran atau malah pengetatan, dan bagaimana dengan dampaknya terhadap pasar saham Indonesia?
Jawabannya, perubahan kebijakan MSCI ini cenderung netral. Pasalnya, dengan FIF 0,75, jarang sebuah saham menjadi berstatus EPI. Pasalnya, ada perbandingan dengan sektoral sama di satu negarnya. Sehingga, jika ada booming sektor pun statusnya tidak serta merta menjadi EPI. Lalu, menggoreng saham dengan tingkat FIF di atas 0,75 kali jelas cukup susah.
Artinya, secara dampak, bukan berarti kebijakan ini akan mempermudah saham seperti konglo dengan free float yang terbatas lebih mudah untuk kembali masuk MSCI.
Hal yang perlu dipahami, pasar saham di Indonesia perlu terus mendorong perbaikan dari risiko saham dengan konsentrasi kepemilikan pemegang saham tertentu yang cukup tinggi. Dengan begitu, peluang masuk MSCI akan kembali mudah.
Jadi, aturan EPI ini tidak memiliki kaitan yang cukup kuat secara positif untuk pasar saham Indonesia, serta cenderung netral untuk dampak negatif (karena tidak ada perubahan dari kebijakan sebelumnya kecuali terkait saham status EPI dengan FIF 0,75 kali bisa tetap masuk atau berada di MSCI Global Standard).
Namun, kebijakan perubahan EPI ini bisa jadi seleksi alam untuk saham MSCI small caps yang posisinya dianggap tidak relevan lagi di small caps indeks dengan ketentuan terbaru tersebut.
Mau Dapat Insight Saham Apapun yang Kamu Tanya untuk Membantu Conviction hingga Action Mulai dari Rp50 ribu per Bulan?
Dapatkan semua benefit Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:
- Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
- Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
- Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
- Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
- Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
- Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
- Hingga konsultasi private dengan founder kami
Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini
