INDY Mau Divestasi Kideco, Begini Hitungan Prospek Bisnis Emas Awak Mas Indika

Rumor INDY mau melepas cash-cow-nya kembali muncul ke permukaan. INDY dikabarkan mau lepas Kideco di harga 1 miliar dolar AS. Kira-kira, bagaimana prospeknya INDY tanpa bisnis batu bara?

Share
INDY Mau Divestasi Kideco, Begini Hitungan Prospek Bisnis Emas Awak Mas Indika

Mikirduit – INDY disebut mempertimbangkan untuk divestasi bisnis batu bara terbesarnya, yakni PT Kideco Jaya Agung. Jika bisnis batu baranya itu dilepas, bagaimana prospek saham INDY?

Kabar itu muncul dari Bloomberg yang menyebutkan INDY tengah bekerja sama dengan penasihat keuangan untuk menjajaki potensi divestasi Kideco. Bahkan, INDY disebut sudah menghubungi sejumlah calon pembeli untuk mengukur minat awal. Nilai transaksi penjualan Kideco disebut mencapai 1 miliar dolar AS.

Lalu, bagaimana nasib INDY jika melepas bisnis batu bara terbesar yang juga cash cost-nya? 

Sebagai catatan, Kideco bisnis tambang batu bara INDY adalah motor dari pertumbuhan bisnis perseroan saat ini. Kontribusi Kideco ke pendapatan sebesar 78 persen, sedangkan untuk laba usaha mencapai 95 persen dari total kinerja perseroan.

Di sisi lain,INDY yang gencar ekspansi ke bisnis yang dianggap lebih hijau termasuk ke bisnis kendaraan listrik, masih belum menghasilkan keuntungan signifikan. Bahkan, INDY juga terpaksa memundurkan target porsi pendapatan non-batu bara tembus 50 persen pada 2025 menjadi pada 2028.

💡
Sebelumnya, rumor INDY ingin melepas Kideco juga sempat tersiar antara 2024-2025. Namun, rencana itu menguap tanpa ada action yang jelas.

Adapun, beberapa ekspansi ke bisnis non-batu bara yang telah dilakukan INDY sejak 2021 antara lain:

  • Bisnis energi surya via entitas EMITS yang sudah komersial dengan kontrak kapasitas terpasang 61,3 MWp dan dalam proses instalasi 14,5 Mwp.
  • Tambang emas Awak Mas-Masmindo yang ditargetkan mulai beroperasi komersial pada kuartal I/2027
  • Perdagangan nikel dan produksi Bauksit via Rockgeo, PIM, dan Mekko Metal Mining. Dari bauksit sudah menghasilkan pendapatan meski kontribusinya masih sangat kecil
  • Kendaraan listrik via ALVA,INVI, dan Kalista untuk produksi motor listrik, bus dan truk listrik, penyewaan armada dan charging. Semuanya sudah komersial, tapi dampak ke kinerja keuangan masih belum optimal
  • Nature-based Solution via Indika Nature, TMK, Jaya Bumi Paser terkait Biomassa, perkebunan energi, Karbon, dan Agroforestri, yang mayoritas baru pengembangan atau belum menghasilkan pendapatan
  • Essential Oils dan aroma kimia via Natura Aromatik Nusantara. Bisnis ini sudah komersial, tapi belum optimal berkontribusi ke kinerja perseroan
  • Perdagangan bahan bakar via Pahala Global Energi masih menjadi ekspansi baru dalam bisnis perdagangan dan distribusi bahan bakar
  • Bisnis kesehatan via PT  Indika Medika Nusantara untuk diagnostik dan layanan kesehatan, alat kesehatan dan farmasi, laboratorium dan diagnostik molekuler, serta Genomik dan personlized HealthCare. Tapi, skala bisnis masih sangat kecil.

Perubahan Mesin Pendapatan dan Laba INDY

Perbandingan kontribusi dan profitabilitas segmen FY 2025 dengan Q1 2026

Pendapatan konsolidasian--
Margin hasil segmen--
Margin laba bersih--

Komposisi pendapatan eksternal

Klik segmen untuk melihat detail

Margin hasil segmen

FY 2025 Q1 2026 Nilai negatif

Jembatan pendapatan menuju laba

US$ juta; margin terhadap pendapatan konsolidasian
PeriodePendapatanHasil segmenMarginLaba sebelum pajakMarginLaba bersihMargin

Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian INDY FY 2025 dan Q1 2026 (belum diaudit). Pendapatan segmen memakai penjualan eksternal; margin hasil segmen memakai jumlah pendapatan segmen sebelum eliminasi. Run-rate Q1 x4 bukan proyeksi atau guidance.

Lalu, jika Kideco dijual, siapa yang akan menggantikan posisinya sebagai cash cow bisnis perseroan?

Tambang Emas Awak Mas Calon Cash Cow Baru INDY

Dari deretan bisnis baru INDY, yang skalanya paling besar adalah tambang emas Awak Mas. Dari data terakhir, cadangan emas Awak Mas mencapai 1,51 juta ounce. Ekspektasinya, rencana produksi sekitar 100.000 ounce per tahun. 

Nantinya, INDY akan mulai uji coba produksi pada Desember 2026 dan ditargetkan produksi komersial pada kuartal I/2027.

Dengan rata-rata cash cost (angka kasar) untuk tambang emas di Indonesia sekitar 900 - 1200 doar AS per ounce. Kami menilai tambang emas ini bisa menggantikan posisi Kideco sebagai cash cow perseroan.

Dengan menggunakan data terakhir terkait cadangan emas Awak Mas sekitar 1,51 juta ounce, serta rencana produksi normal 100.000 ounce per tahun (yang ekspektasi mulai berjalan pada kuartal I/2027). Kami membuat perhitungan potensi pendapatan dalam 12 bulan dengan asumsi harga emas moderat di 3.500 dolar AS per troy ounce.

Hasilnya, di tahun pertama penuh (12 bulan), INDY berpotensi mencatatkan pendapatan kotor sekitar 350 juta dolar AS. Jumlah itu hanya setara 21 persen dari pendapatan batu bara selama setahun di 2025. Kami belum bisa menghitung biaya produksi juga sehingga baru terlihat dari segi pendapatan.

Strategi Keluar dari High Shareholding Concentrate, Begini Aksi 9 Saham HSC Sejak April-Mei 2026
Masalah dari saham high shareholding concentrate adalah tidak bisa masuk indeks saham lokal dan global yang membuatnya semakin kering. Lalu, apa yang bisa dilakukan agar lepas dari status tersebut?

Jika ingin dihitung dengan rata-rata cash cost operasional tambang emas di Indonesia sekitar 900-1.200 dolar AS per ounce. Berarti, potensi laba dari bisnis emas INDY sekitar 230 juta - 260 juta dolar AS.

Nah, jika kisaran angka cash cost dengan asumsi moderat dan rata-rata industri ini akurasinya mendekati tepat, tambang emas INDY jelas bisa menjadi pengganti Kideco. Pasalnya, dari segi hasil segmen Kideco dalam 1 tahun (di 2025) itu bisa mencapai 246 juta dolar AS.

Sehingga, keputusan menjual Kideco bisa menjadi benefit yang menarik untuk generate cash pengembangan bisnis, serta mencapai target menekan pendapatan dari batu bara secara signifikan.

💡
Butuh Tools dan Screener untuk analisis saham AS yang lengkap hingga AI yang sudah berbasis data yang kuat sehingga nggak halu? Tandanya kamu siap gas PROMO SPESIAL dari Investing Pro, DISKON 60% + 15% untuk pembaca Mikirduit, langsung coba sekarang dengan Klik di sini

Meski begitu, kami menilai ada risiko yang harus diantisipasi. Kami menilai INDY akan memastikan rencana divestasi Kideco jika tambang Awak Mas sudah benar-benar produksi komersial untuk melihat realisasi kinerja keuangannya terlebih dulu. Jika melepas Kideco dengan posisi tambang Awak Mas belum beroperasi, INDY sama saja mengambil jalur yang berisiko tinggi.

Namun, hal itu (transaksi penjualan Kideco sebelum Awak Mas berproduksi) juga masih mungkin jika INDY membutuhkan dana tambahan dalam pengembangan produksi calon cash cow barunya tersebut (si tambang emas). Apalagi, tingkat rasio utang INDY sudah agak mepet dengan debt to equity ratio sekitar 0,89 kali, dan interest coverage ratio sekitar 1,84 kali.

Lalu, Bagaimana Strategi Investasi di Saham INDY Serta Meneropong Saham Calon Pembeli Kideco?

Temukan jawabannya dengan join Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:

  • Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
  • Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
  • Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
  • Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
  • Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
  • Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
  • Hingga konsultasi private dengan founder kami

Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini

💡
Disclaimer: artikel di sini hanya memberikan insight dan edukasi terkait pasar modal, bukan rekomendasi jual-beli.
join mikirsaham sekarang