Prospek Deretan Saham Stock Split, Dari RMKE, RAJA, Sampai MLPT
Sudah ada lima emiten melakukan stock split tahun ini, sebagian sudah selesai dan ada juga yang baru wacana. Siapa saja mereka? kira-kira gimana prospeknya?
Mikirduit - Beberapa waktu belakangan ini, kami melihat ada sederet emiten yang melakukan stock split, beberapa sudah selesai, ada yang baru diusulkan, ada juga yang masih dalam proses. Siapa saja mereka?
Pahami Dulu Tujuan Stock Split di Kondisi Saat Ini
Sebelum membahas emiten yang telah melakukan stock split sepanjang tahun ini, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu tujuan aksi korporasi tersebut dalam kondisi pasar saat ini.
Menurut kami, stock split saat ini bukan hanya bertujuan membuat harga saham terlihat lebih murah, tetapi juga menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan free float dan kualitas likuiditas saham.
Dari awal tahun, risiko teknis sudah bertubi-tubi menghantam market kita, terutama dari MSCI, yang menyeret IHSG trading halt dua kali beruntun, sampai berujung bubble saham konglo. Tak sedikit saham dari awal tahun turun nya sudah separuh porsi sendiri bahkan lebih.
MSCI menuntut pasar kita lebih transparan dan likuid. Hal ini akhirnya membuat regulator bergerak cepat untuk berbenah, mulai dari pergantian pejabat pimpinan, keterbukaan informasi kepemilikan di atas 1 persen, sampai High Shareholding Concentration (HSC).
Soal HSC kami sempat mencatat total ada 51 yang paling baru masuk dalam daftar. Singkat cerita, dari kejadian itu, membuka mata kita, bahwa di market banyak saham yang terkesan banyak dimiliki ritel, tetapi setelah ditelusuri lebih dalam, kepemilikan saham tersebut ternyata cukup terkonsentrasi pada segelintir pihak atau investor tertentu.
Kondisi seperti ini membuat likuiditas pasar tidak sebaik yang terlihat. Aktivitas transaksi mungkin tampak ramai, tetapi jumlah saham yang benar-benar beredar di publik relatif terbatas. Akibatnya, pergerakan harga menjadi lebih mudah berfluktuasi ketika ada transaksi dalam jumlah besar.
Dalam konteks tersebut, stock split menjadi salah satu langkah yang relevan. Dengan harga saham yang lebih terjangkau, semakin banyak investor ritel diharapkan dapat berpartisipasi sehingga porsi saham yang dimiliki publik dapat meningkat secara bertahap. Meski demikian, proses ini tentu tidak terjadi dalam waktu singkat.
Regulator sendiri memberikan masa transisi sekitar dua tahun agar emiten dapat memenuhi ketentuan minimal free float sebesar 15 persen.
Selain meningkatkan free float, stock split juga diharapkan mampu meningkatkan likuiditas perdagangan saham. Dengan harga saham yang menjadi lebih terjangkau dan jumlah lembar saham yang beredar semakin banyak, potensi transaksi harian pun ikut meningkat. Semakin aktif suatu saham diperdagangkan, maka bid-ask spread cenderung menyempit dan proses jual beli menjadi lebih efisien.
Namun perlu dipahami bahwa stock split bukanlah solusi instan. Jika kepemilikan saham masih terkonsentrasi dan free float belum benar-benar bertambah, maka likuiditas belum tentu membaik meskipun harga saham terlihat lebih murah.
Pada akhirnya, keberhasilan stock split tetap bergantung pada bertambahnya partisipasi investor publik serta distribusi kepemilikan saham yang lebih merata. Dan, kinerja fundamental masing-masing perusahaan itu sendiri.
Deretan Saham Stock Split 2026
Ada tiga emiten yang dijadwalkan cum date bulan ini, mereka adalah PT Rukun Raharja (RAJA), PT RMK Energy Tbk (RMKE), dan PT Multipolar Technology Tbk (MLPT). Berikut jadwalnya:

RAJA sudah melewati cum date kemarin Rabu (15/7/2026) dengan rasio stock split 1:5. Nilai nominal turun dari Rp25 menjadi Rp5 per saham, sehingga jumlah lembar saham melonjak dari 4,23 miliar menjadi 21,14 miliar. Adapun per hari ini, Kamis (16/7/2026), harga saham RAJA yang sudah resmi dipecah lima itu menjadi Rp885 per saham.
Berikutnya, yang sedang melewati cum date dari ini ada RMKE dengan rasio 1:5 juga, nilai nominalnya dipecah dari Rp100 menjadi Rp20, sehingga jumlah saham melonjak jadi 21,875 miliar dari sebelumnya 4,375 miliar saham. Setelah dipecah saham RMKE pada besok Jumat (17/7/2026) diperkirakan akan berada di level Rp490 - Rp500 per saham.
Berikutnya, pada 20 Juli 2026, ada saham MLPT yang akan melewati cum date, rasionya jauh banyak yaitu 1;25. Nilai nominalnya turun dari Rp100 menjadi Rp4 per saham, jadi jumlah lembar sahamnya melonjak dari 1,875 miliar menjadi 46,875 miliar saham.
Selain tiga saham itu, ada juga yang masih dalam proses perencanaan, yaitu saham PJAA. Manajemen sempat mengusulkan stock split dengan rasio 1:2 dari harga Rp500 menjadi Rp250 per saham.
Adapun dua emiten yagn sudah lebih dulu menyelesaikan aksi pecah saham lebih awal, mereka adalah CYBR dan DSSA.
CYBR telah menyelesaikan stock split dengan rasio 1:2 pada 13 Mei 2026. Nilai nominal saham turun dari Rp25 menjadi Rp12,5 per saham, sedangkan harga sahamnya disesuaikan dari Rp1.180 menjadi Rp590 per saham.
Meski stock split membuat harga saham lebih terjangkau, sayangnya sampai perdagangan hari ini, harga saham CYBR masih cenderung konsolidasi geraknya, bahkan posisi harganya pun masih sama di level pembukaan ex date stock split. Adapun sejak awal tahun, geraknya terkontraksi sampai hampir 35 persen.
Beralih ke DSSA, yang bisa dibilang merupakan emiten yang pertama kali melakukan aksi stock split tahun ini.
Aksi stock split selesai pada 9 April 2026 lalu, dengan rasio 1;25, memecah harga saham dari Rp63.880 menjadi Rp3.150 per saham dan memecah nilai nominal dari Rp25 menjadi Rp1 per saham. Dengan nilai nominal itu, peluang untuk melakukan stock split lagi praktis sudah habis, kecuali ada perubahan regulasi.
Sayangnya, saham emiten holding batu bara dan energi terbarukan itu juga masih jeblok lebih dari 70 persen setelah stock split, kini berada di Rp805 per saham. Bahkan sempat ke level yang lebih ambles kisaran Rp480 per saham.

Jangan cuma fokus di stock split, lihat juga fundamental dan prospek bisnisnya!
Kembali menggarisbawahi yang sudah dibahas di atas, tujuan dari stock split bukan hanya membuat saham terkesan murah dan terjangkau untuk ritel. Esensi akhirnya adalah saham itu harus likuid.
Karena yang dibutuhkan pelaku pasar saham itu mudah ditransaksikan, ketika bisa beli, di masa depan juga bisa dengan mudah di jual.
Tujuan itu juga harus diiringi dengan kinerja fundamental yang solid. Karena pada akhirnya, investor membeli bisnis perusahaan.
Karena itu, stock split sebaiknya dipandang sebagai alat (tools) untuk meningkatkan kualitas perdagangan saham, bukan sebagai faktor utama yang menentukan kenaikan harga saham.
Dalam jangka panjang, arah harga saham tetap akan ditentukan oleh pertumbuhan laba, prospek bisnis, tata kelola perusahaan, serta kepercayaan investor terhadap fundamental emiten.
Dari sudut pandang kami, ada beberapa indikator yang kami nilai, mulai dari pergerakan harga saham, valuasi, dan kinerja profitabilitas terkini. Selain itu, bagi beberapa emiten jika ada narasi atau potensi aksi korporasi ke depan selain stock split juga kami cermati.

Dari tabel di atas, terlihat perbandingan kinerja lima saham stock split.
Semuanya masih bergerak di zona kontraksi dari awal tahun, DSSA paling parah, turun tajam hampir 80 persen, sementara yang koreksinya paling buncit RAJA sekitar 28 persenan.
Dari sisi valuasi, DSSA, RAJA, RMKE sudah cukup masuk akal. Sementara untuk CYBR dan MLPT meskipun harga sahamnya turun tajam, tetapi valuasi masih tetap mahal.
Dari sisi profitabilitas, menurut kami yang paling menarik RMKE karena pendapatan dan laba bersih sama-sama tumbuh positif. Untuk DSSA dan RAJA kami juga nilai cukup bertahan baik, karena meskipun pendapatan turun, laba masih dipertahankan naik.
Sementara untuk CYBR masih merugi, MLPT mengalami kontraksi laba hampir separuh secara tahunan.
Adapun dari kelima saham stock split, ada dua emiten yang kami lihat punya narasi ekspansi menarik, mereka adalah DSSA dan RAJA>
Dari DSSA dulu, ekspansinya semakin gencar menyasar infrastruktur teknologi. Paling baru, DSSA menambah investasi di salah satu pemegang saham EXCL, yaitu PT Bali Media Telekomunikasi (BMT) sebanyak Rp8,54 triliun.
Memang, secara bisnis DSSA saat ini batu bara masih dominan melalui GEMS. Namun, arus kas dari bisnis itu direinvestasikan ke yang lain, seperti energi hijau (geothermal 480 MW), data center hyperscale SMX01, konektivitas fiber/5G melalui MoraRepublic dan XLSmart, serta aplikasi via DANA sebagai sumber data AI.
RAJA juga tengah agresif melakukan ekspansi bisnis. Perusahaan mulai serius membangun ekosistem LNG melalui akuisisi proyek Floating Liquefied Natural Gas (FLNG) di Blok Kasuri bersama Genting Group, pembangunan terminal LNG di Banten, pengembangan fasilitas LNG di Kalimantan, hingga memperluas rantai bisnis dari hulu, logistik, pelayaran energi, sampai distribusi.
Di saat yang sama, RAJA juga memperkuat bisnis migas melalui pembangunan infrastruktur dan penjajakan akuisisi aset migas yang telah berproduksi.
Dalam jangka panjang, RAJA juga mulai merambah sektor energi baru terbarukan (EBT), seperti blue ammonia, biomassa, hingga pembangkit listrik tenaga air

Kesimpulan
Stock split memang membuat harga seakan jadi lebih murah, semakin terjangkau juga untuk berbagai kalangan. Namun, tujuan utama nya adalah membuat harga saham lebih likuid, sekaligus mendongkrak free float lebih lebih sehat.
Namun, untuk mencapai tujuan utama itu prosesnya tidak instant. Faktor lain dari teknikal sampai fundamental tetap dibutuhkan agar pertimbangan untuk beli saham lebih matang.
Adapun dari lima emiten di atas, kami menilai efek stock split hanya jangka pendek saja. Semuanya sudah mengalami kontraksi hebat dari awal tahun, tetapi menurut kami tetap perlu selektif, karena yang valuasinya masuk akal hanya ada tiga yaitu DSSA, RAJA, dan RMKE.
PR kita tinggal menyesuaikan timing untuk masuk dan monitor narasi dari setiap aksi korporasi atau rencana ekspansi yang setiap perusahaan miliki.
Di luar lima saham itu, ketika kondisi market mulai membaik, akan ada lebih banyak melakukan stock split atau aksi korporasi lainnya, karena ada banyak saham HSC atau memang saham itu sendiri tidak likuid di market.
Jadi, gimana menurut kalian mana emiten stock split paling menarik tahun ini?
Mau Dapat Insight Saham Apapun yang Kamu Tanya untuk Membantu Conviction hingga Action Mulai dari Rp50 ribu per Bulan?
Dapatkan semua benefit Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:
- Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
- Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
- Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
- Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
- Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
- Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
- Hingga konsultasi private dengan founder kami
Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini

