Menerawang Potensi Backdoor dari Saham SQMI dan STRK
SQMI kedatangan calon investor strategis, sedangkan STRK berpotensi berganti pengendali yang terkait dengan DOOH. Apakah keduanya mengarah ke backdoor listing? Simak peluang, risiko, dan kepastian aksi korporasinya.
Mikirduit - Kondisi pasar saham Indonesia memang tidak terlalu bagus, tapi cerita backdoor listing masih berlanjut hingga saat ini. Kini, dua nama emiten yang lagi berpotensi backdoor listing, yakni PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI) dan PT Lovina Beach Brewery Tbk (STRK). Bagaimana prospeknya?
Key Takeaways
- SQMI: Maxglory Capital berpotensi menyuntikkan dana sekitar US$69,91 juta ke induk usaha SQMI. Dana ini direncanakan untuk melanjutkan proyek emas Ciemas, membayar kewajiban, dan menambah modal kerja.
- STRK: PT Beruntung Berkat Sejahtera berencana mengambil alih 61,87 persen saham STRK. Keterkaitannya dengan DOOH memunculkan spekulasi perubahan arah bisnis, tetapi belum ada konfirmasi mengenai injeksi aset baru.
- Cek pilihan saham investasi dengan perhitungan yang jelas antara peluang dan risiko, join Mikirsaham dengan klik link di sini
SQMI kedatangan calon investor strategis di tengah masalah operasional tambang emasnya. Sementara itu, STRK berpotensi berganti pengendali ke pihak yang juga menjadi pemegang saham utama PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH).
Keduanya punya cerita berbeda. SQMI lebih berkaitan dengan upaya menghidupkan kembali bisnis tambang emas, sedangkan STRK memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan perubahan arah bisnis setelah pengambilalihan.
Lantas, apakah kedua aksi korporasi tersebut benar-benar mengarah ke backdoor listing?
SQMI Kedatangan Investor Strategis
PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI) merupakan perusahaan yang memiliki aset tambang emas Ciemas Gold Project di Sukabumi, Jawa Barat, dengan luas area sekitar 3.078 hektare.
Berdasarkan data per 2018, proyek ini memiliki cadangan bijih 3,26 juta ton dengan kadar emas rata-rata 7,7 gram per ton. Tambang mulai beroperasi secara komersial pada Maret 2023 dengan kapasitas pengolahan 250 ton bijih per hari.
Namun, operasional SQMI terus menghadapi kendala. Setelah terganggu dampak El Nino pada 2023, pengolahan emas kembali terhambat pada 2024 akibat kelangkaan sianida dan cuaca ekstrem. Pada 2025, pasokan listrik yang tidak stabil serta kerusakan jalan dan jembatan kembali menghambat kegiatan tambang.
Dampaknya, pendapatan SQMI terus tertekan. Pada semester I 2026, pendapatan hanya mencapai Rp591,04 juta, turun dari Rp925,58 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perusahaan juga mencatatkan rugi bersih Rp20,36 miliar.
Di tengah produksi yang belum optimal, penjualan masih ditopang persediaan emas dore senilai Rp782 juta per Juni 2026, turun dari Rp908 juta pada akhir 2025.
SQMI juga menghadapi tekanan likuiditas dan kewajiban yang belum dibayar. Anak usahanya memiliki pinjaman Rp10,6 miliar yang dijamin dengan 200 juta saham SQMI dan jatuh tempo pada 20 Juni 2026.
Hingga laporan keuangan semester I 2026, belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai pelunasan atau perpanjangannya. Sementara itu, pinjaman Rp15 miliar yang dijamin dengan 750 juta saham telah diperpanjang hingga 5 Februari 2027.
Dengan kondisi tersebut, tambahan pendanaan menjadi penting untuk membantu SQMI memenuhi kewajiban dan melanjutkan pengembangan tambang Ciemas. Sebelumnya, manajemen sempat menyatakan ada pendekatan dengan investor dari China pada Juli 2026, tetapi belum jelas kepastiannya.
Nah, baru-baru ini investor strategis muncul pada Oktober 2026, ketika induk usaha SQMI, Wilton Resources Corporation Limited (WRC), menandatangani perjanjian penempatan saham dan obligasi konversi dengan Maxglory Capital Limited (MCL), perusahaan investasi swasta dari Hong Kong, dengan nilai pendanaan bruto sekitar US$69,91 juta.
Dana tersebut direncanakan untuk melanjutkan pengembangan Ciemas Gold Project, memenuhi kewajiban grup, dan menambah modal kerja. Namun, dana tersebut ditujukan kepada WRC, sehingga tidak otomatis masuk langsung ke kas SQMI.
Lantas, apakah masuknya MCL bisa disebut sebagai backdoor listing? Sejauh ini, transaksi tersebut lebih mengarah pada pendanaan dan potensi perubahan pengendali tidak langsung, bukan pemasukan bisnis baru ke SQMI. Belum ada pengumuman yang mengonfirmasi rencana injeksi aset atau akuisisi perusahaan lain oleh SQMI.
Karena itu, masuknya MCL belum cukup untuk disebut sebagai backdoor listing. Untuk saat ini, aksi korporasi tersebut lebih tepat dilihat sebagai upaya memperkuat pendanaan dan memulihkan bisnis emas yang sudah ada.
Potensi backdoor listing baru layak ditelaah lebih jauh jika muncul rencana akuisisi aset, masuknya bisnis baru, atau perubahan kegiatan usaha yang material setelah transaksi terealisasi.

STRK Mau Masuk Ekosistem DOOH
Berbeda dengan SQMI yang membutuhkan pendanaan untuk memulihkan bisnisnya, cerita STRK lebih menarik dari sisi kemungkinan perubahan arah usaha.
PT Lovina Beach Brewery Tbk (STRK) selama ini bergerak di industri minuman beralkohol, termasuk produksi dan distribusi produk craft beer. Namun, perusahaan berpotensi memiliki pengendali baru yang memiliki keterkaitan dengan bisnis media digital.
Pada Oktober 2026, PT Barito Mas Sukses selaku pemegang saham utama STRK dikabarkan telah menandatangani kesepakatan awal untuk menjual 61,87 persen saham STRK kepada PT Beruntung Berkat Sejahtera (BBS).
Namun, kesepakatan tersebut masih bersifat indikatif dan tidak mengikat. Proses pengambilalihan masih bergantung pada hasil uji tuntas dan pemenuhan persyaratan transaksi.
Nama BBS menjadi perhatian karena perusahaan tersebut juga merupakan salah satu pemegang saham utama PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH), dengan kepemilikan sekitar 15,09 persen berdasarkan informasi yang beredar.
Keterkaitan ini memunculkan spekulasi bahwa STRK berpotensi masuk ke dalam ekosistem bisnis yang lebih luas, terutama jika pengendali barunya ingin mengembangkan lini usaha di luar minuman beralkohol.
Kalau bicara soal DOOH, dalam perkembangannya mereka juga lagi mau naik kelas, bukan hanya di bisnis media dan iklan. Mereka juga merencanakan ekspansi ke sektor infrastruktur digital melalui rencana akuisisi 29,88 persen saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) senilai sekitar Rp2 triliun.
Rencana tersebut dikaitkan dengan pengembangan ekosistem yang mencakup jaringan serat optik, konektivitas, pusat data, dan infrastruktur digital.
Jika BBS benar-benar menjadi pengendali STRK, pasar tentu akan mencermati apakah ada strategi bisnis baru yang akan dibawa ke perusahaan tersebut.
Apalagi, bisnis STRK saat ini berbeda dengan sektor media digital dan infrastruktur teknologi yang sedang dikembangkan oleh sejumlah perusahaan dalam ekosistem terkait.
Namun, keterkaitan pemegang saham bukan berarti seluruh perusahaan otomatis berada dalam satu kendali atau memiliki rencana bisnis yang sama. BBS juga tidak otomatis mewakili seluruh keputusan strategis DOOH hanya karena menjadi salah satu pemegang saham utamanya.
Lantas, apakah STRK potensi jadi kendaraan backdoor listing? jawabannya masih spekulasi.

Hal ini akan ketahuan setelah pengambilalihan STRK oleh BBS selesai.
Jika STRK hanya berganti pemegang saham pengendali dan tetap menjalankan bisnis minuman beralkohol, transaksi tersebut lebih tepat disebut sebagai pergantian pengendali.
Sebaliknya, apabila setelah transaksi STRK mengumumkan akuisisi bisnis baru, menerima injeksi aset dari perusahaan lain, atau mengubah kegiatan usaha secara material, indikasi backdoor listing akan menjadi lebih relevan untuk ditelaah.
Sampai ada pengumuman resmi mengenai rencana tersebut, belum ada dasar yang cukup untuk menyimpulkan bahwa STRK akan menjadi kendaraan masuknya bisnis DOOH, INET, atau perusahaan lain ke bursa.
Gimana menurut kalian aksi mana yang paling menarik dicermati?
Mau Dapat Insight Saham hingga Action-nya Sesuai dengan Kebutuhan?
Join Mikirsaham sekarang dan dapatkan benefit:
- Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
- Tools Trading Plan by Sistem (minimal join Mikirsaham Super dan masih tahap Beta)
- Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
- Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
- Event Online Rutin bulanan
- Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
- Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
- Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
- Hingga konsultasi private dengan founder kami
Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini

