Saham Bagger SQMI yang Penuh Polemik, Begini Arah Peluang dan Risiko Harganya

Saham SQMI naik 144% sepanjang 2026 di tengah rumor masuknya investor China. Namun, tambang emas Ciemas masih menghadapi gangguan operasional. Seberapa besar potensi SQMI jika produksi kembali normal?

Share
Saham Bagger SQMI yang Penuh Polemik, Begini Arah Peluang dan Risiko Harganya

Mikirduit – PT Wilton Makmur Indonesia Tbk. (SQMI) telah mencatatkan kenaikan harga sebesar 144 persen sepanjang tahun 2026 (hingga 9 September 2026). Saham tambang dan pengolahan emas ini telah mengalami kerugian sejak 2017. Hingga, terakhir ada kabar investor China yang mau masuk. Jadi, bagaimana prospek saham SQMI?

Key Takeaways

  • SQMI memiliki aset emas Ciemas dengan grade tinggi 7,7 gram per ton, tetapi operasional tambang dan pengolahannya masih terganggu sehingga pendapatan saat ini lebih banyak berasal dari penjualan persediaan emas dore.
  • Jika fasilitas pengolahan 250 ton per hari kembali beroperasi normal, simulasi menunjukkan potensi pendapatan SQMI sekitar Rp1,1–Rp1,4 triliun per tahun dengan potensi laba bersih Rp220–Rp280 miliar.
  • Potensi masuknya investor strategis China bisa menjadi katalis untuk menghidupkan kembali dan meningkatkan kapasitas proyek, tetapi risiko operasional, kebutuhan modal, utang berjaminan saham, dan data cadangan yang belum diperbarui tetap perlu diperhatikan.
  • Mikirduit Masterclass 2026, Wealthverse: Dapatkan bocoran aset paling menarik untuk 2026-2027. Early Bird cuma Rp250.000 (kuota terbatas, amankan seat-mu sekarang juga) dengan klik link di sini

SQMI adalah saham tambang emas yang punya aset Ciemas Gold Project di Sukabumi Jawa Barat. Proyek itu memiliki area lahan 3.078 hektar. Dari data IQPR per 2018, cadangannya sekitar 3,26 juta ton bijih dengan kadar rata-rata 7,7 gram emas per ton.

Tambang emas itu sudah beroperasi komersial pada Maret 2023 dengan kapasitas pengolahan sekitar 250 ton ore per hari. Namun, manajemen mengaku operasionalnya terganggu oleh El Nino pada kuartal III/2023.

Masalah berlanjut di 2024, operasional pengolahan emas SQMI kembali terganggu karena adanya kelangkaan sianida secara nasional dan La Nina.

Kemudian, SQMI juga mengalami masalah baru di kuartal I/2025, yakni processing facility tidak dapat beroperasi karena pasokan listrik tidak stabil. Ditambah, jalan dan jembatan rusak sehingga supplier kesulitan mengirim bahan kebutuhan tambang, termasuk bahan bakar.

Sejak 2024 hingga saat ini, rata-rata pendapatan SQMI sekitar Rp1 miliar - Rp2 miliar. Jika tidak berproduksi, dari mana hasil penjualan SQMI tersebut?

Jawabannya dari persediaan. Jadi hingga Juni 2026, SQMI masih ada beberapa persediaan seperti Emas Dore senilai Rp782 juta. Nilai itu turun dibandingkan dengan akhir 2025 yang senilai Rp908 juta.

Nah, SQMI terus menggunakan persediaan emas dore dari persediaan untuk pendapatan. Selisih penurunan persediaan dengan pendapatan terjadi karena harga jual sudah lebih tinggi dari harga produksi di persediaan.

Sehingga, bisa dibilang napas penjualan SQMI hanya akan bergantung dari persediaan emas dore senilai Rp782 juta.

Sebenarnya, SQMI masih punya persediaan bijih dan barang dalam proses masing-masing senilai Rp1,85 miliar dan Rp1,32 miliar. Tapi, kedua persediaan itu tidak berkurang yang diindikasi ada gangguan produksi pengolahan.

Di sisi lain, meski rugi dari 2017, SQMI tidak memiliki tingkat utang berbunga yang signifikan. Namun, perseroan memiliki beberapa kewajiban utang dengan jaminan saham.

Anak usaha perseroan PT Wilton Wahana Indonesia memiliki utang dengan jaminan saham SQMI secara total sebanyak 950 juta lembar saham kepada PT Wilzlindo Mining Indonesia senilai Rp25 miliar.

Utang pertama dijamin 200 juta lembar saham SQMI di harga Rp53 per saham senilai Rp10,6 miliar. Lalu, utang kedua senilai Rp15 miliar yang dijamin dengan 750 juta lembar saham di harga Rp20 per saham.

Dalam skema penyelesaiannya, sebelum utang dilunasi, SQMI bisa meminta proof of redemption kepada WIlzilindo. Jika proof of redemption tidak diberikan, jumlah utang dapat diselesai dengan pengalihan saham jaminan tersebut.

Namun, selama periode penjaminan, seluruh hak dan kewajiban melekat kepada pengendali SQMI, yakni Wilton Resources Holding.

Untuk utang tersebut, SQMI sudah mendapatkan perpanjangan untuk utang yang menjaminkan 750 juta lembar saham yang harusnya dibayar pada Mei 2026 menjadi diundur ke 5 Februari 2027.

Namun, hal yang masih misteri adalah utang dengan jaminan 200 juta lembar saham SQMI yang jatuh tempo pada 20 Juni 2026. Sampai laporan kuartal II/2026 belum ada kabar lebih detail terkait pelunasan atau perpanjangan tenor.

Lalu, jika Wizilindo Mining Indonesia eksekusi 200 juta lembar saham SQMI yang menjadi jaminan apakah akan ada pergantian pengendali?

Jawabannya belum karena 200 juta lembar itu baru setara 1 persen kepemilikan SQMI. Namun, sejauh ini belum tercatat nama Wizlindo sebagai pemegang saham di atas 1 persen SQMI.

Adu Saham Pemilik Backbone Fiber Optik dan Data Center Skala Jumbo TLKM vs ISAT
Saham ISAT dan TLKM menjadi dua proxy saham data center AI paling lengkap. Keduanya, punya data center skala hyperscale hingga fiber optik backbone. Tapi, siapa yang terbaik?

Rumor Diakuisisi Perusahaan China dan Prospek SQMI

Dalam berita Kontan pada 13 Juli 2026 berjudul Saham SQMI Volatil Ditopang Rumor Investor China Masuk, disebutkan jika emiten tambang emas itu akan kedatangan investor asal China untuk mendanai pengembangan Ciemas Gold Project.

Calon investor disebut konglomerat tambang asal China yang dikenal agresif mengakuisisi aset emas berkadar tinggi di Asia Tenggara.

Manajemen SQMI hanya menjawab jika selama ini sudah ada beberapa pihak yang melakukan pendekatan dan negosiasi. Namun, sampai saat ini, pihak SQMI mengaku masih mencari partner yang tertarik.

Pertanyaannya, seberapa menarik aset saham SQMI ini?

Secara skala tambang, SQMI cukup rendah dibandingkan dengan PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), PT J Resources Tbk. (PSAB), PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI), PT United Tractors Tbk. (UNTR), hingga PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS). Tapi, kelebihannya, kadar emas di SQMI ini cukup tinggi mencapai 7,7 gram per ton.

Kami melakukan simulasi prospek SQMI dengan data-data yang tersedia ditambah asumsi harga emas seperti:

  • Cadangan bijih: 3,26 juta ton
  • Grade rata-rata 7,7 gram emas per ton
  • Kapasitas processing sekitar 250 ton per hari
  • Asumsi harga emas moderat 3.500 - 4.000 dolar AS per troy ounce

Dengan kapasitas produksi pengolahan itu, SQMI bisa memproduksi sekitar 91.250 ton bijih per tahun sehingga life of miningnya bisa mencapai 35,7 tahun.

Dengan asumsi rentang metallurgical recovery sekitar (yang mengurangi porsi emas yang dihasilkan dari total asumsi kapasitas 100 persen) berada di rentang 80-90 persen. Berarti, rentang produksi emas SQMI per tahun sekitar 18.072 ounce hingga 20.331 ounce per tahun.

Dengan rentang harga jual emas di 3.500 sampai 4.000 dolar AS per troy ounce, potensi pendapatan sekitar 63,3 juta dolar AS hingga 81,3 juta dolar AS. Jika dirupiahkan dengan kurs Rp17.500 per dolar AS berarti sekitar Rp1,1 triliun hingga Rp1,4 triliun.

Dengan asumsi net profit margin sekitar 20 persen, berarti potensi laba bersih sekitar Rp220 miliar sampai Rp280 miliar.

Cara Pasang Trailing Stop di Ajaib | Mikirduit
Trailing stop menjadi cara untuk bisa menjaga floating profit tetap cuan saat ada risiko koreksi. Begini cara menggunakannya di aplikasi Ajaib.

Dengan asumsi laba bersih itu, serta harga SQMI berada di Rp103 per saham, berarti tingkat PE masih ada di 5-7 kali.

Jika asumsi PE wajar moderat yang mengacu ke ARCI sekitar 12-13 kali, berarti harga wajar SQMI jika operasionalnya kembali berjalan bisa sekitar Rp168 - Rp234 per saham.

Tapi, apakah harga saham SQMI akan sampai ke angka itu? jawabannya belum tentu karena ada beberapa masalah yang terjadi.

Masalah yang Harus Dihadapi oleh SQMI

Realita manis yang kami sebutkan di atas itu bis terjadi jika operasional tambang dan pengolahan berjalan lancar, sedangkan realitanya sampai saat ini belum ada titik terang nasib operasional tambang dan pengolahan. Di sisi lain, harga saham sudah bervolatilitas cukup tinggi, serta ada biaya konversi utang di harga Rp20 sampai Rp53 per saham.

Selain itu, kapasitas pengolahan hanya 250 ton per hari ini juga menjadi masalah karena kapasitas monetisasi asetnya kecil yang membuat life of mine-nya menjadi sangat panjang. Lalu, kondisi monetisasi yang kecil itu bisa membuat margin keuntungan mungkin bisa di bawah 20 persen.

Adapun, jika ingin meningkatkan kapasitas pengolahan, SQMI akan membutuhkan modal besar. Jika benar adanya investor strategis bisa menyediakan pendanaan, itu akan menjadi hal positif untuk SQMI.

Ditambah, data-data yang digunakan perhitungan ini adalah data dari 2018 yang belum ada update terbaru, termasuk soal kualitas terbaru. Jika ada perubahan kualitas hingga faktor biaya tambang yang lebih tinggi, hal itu bisa membuat prospek saham SQMI bisa mengalami perubahan.

Mau Diskusi Saham Langsung dengan Founder Mikirduit?

Join Mikirsaham sekarang dan dapatkan benefit:

  • Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
  • Tools Trading Plan by Sistem (minimal join Mikirsaham Super dan masih tahap Beta)
  • Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
  • Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
  • Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
  • Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
  • Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
  • Hingga konsultasi private dengan founder kami

Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini

Investasi Crypto di PINTU sekarang