Mengukur Saham Bank Menengah yang Paling Cepat Mencapai KBMI IV
Saham bank menengah lagi banyak melakukan aksi korporasi. Aksi tersebut bisa mempercepat langkah mereka untuk naik kelas menjadi bank KBMI IV. Lalu, siapa yang paling terdekat?
Mikirduit – Hampir beberapa dekade, posisi 4 bank besar tidak tergoyahkan. Belum ada anggota ke-5 yang berpotensi naik kelas ke KBMI IV (dulu BUKU IV). Kira-kira, siapa bank menengah yang siap menyusul ke KBMI IV?
Sebenarnya, dulu ketika masih berstatus BUKU IV dengan modal inti minimal Rp30 triliun, BDMN, PNBN, NISP, hingga BNLI sudah mencapai-nya. Namun, kebijakan berubah mengganti ketentuan BUKU menjadi KBMI. Bank skala tertinggi minimal harus punya modal inti di atas Rp70 triliun.
Sementara itu, deretan saham bank menengah mulai agresif melakukan akuisisi. Mulai dari BDMN diisukan merger dengan MUFG Indonesia (kantor cabang Indonesia) yang punya portofolio kredit korporasi yang cukup kuat. NISP mau akuisisi bisnis segmen consumer HSBC, BBTN mau akuisisi kreedit senilai Rp15 triliun. Hingga, BRIS yang sudah mengumumkan ingin naik kelas menjadi KBMI IV.
Untuk itu, kami membuat simulasi secara organik maupun anorganik yang sudah ada news-nya untuk menghitung siapa bank menengah yang paling cepat naik kelas?
Perhitungan ini akan menggunakan asumsi:
- Proyeksi kinerja tahunan yang moderat
- Pengurangan laba ditahan sesuai tingkat dividend payout rasio secara historis
Bank Menengah Mana yang Paling Cepat Naik ke KBMI IV?
Kali ini modal awal memakai angka Modal Inti / Tier 1 dari laporan publikasi. Simulasi menghitung kapan modal inti bisa menembus Rp70 triliun lewat laba ditahan, dengan opsi aksi korporasi khusus untuk BDMN, BBTN, dan NISP.
Kesimpulan
Tanpa aksi korporasi yang belum selesai, BRIS terlihat paling cepat secara organik. Namun, kalau skenario BDMN dikombinasikan dengan MUFG Indonesia benar-benar terjadi, BDMN bisa langsung melewati batas Rp70 triliun secara proforma.
BRIS paling cepat secara organik
Dengan modal inti FY2025 sekitar Rp48,1T dan laba bersih FY2025 sekitar Rp7,6T, BRIS punya ruang laba ditahan yang besar. Dalam simulasi ini, BRIS berpotensi menembus Rp70T sekitar 2029.
Simulasi race ke Rp70 triliun
Aktifkan toggle untuk melihat dampak aksi korporasi. BDMN tetap satu baris, BBTN tetap satu baris, dan NISP tetap satu baris agar pembacaan tidak membingungkan.
Kenapa BBTN tidak langsung naik jauh?
Akuisisi kredit berbeda dengan setoran modal. Kredit Rp15,43T menambah aset produktif dan potensi pendapatan bunga, tetapi juga bisa menambah kebutuhan ATMR. Jadi dampaknya ke modal inti lebih masuk akal lewat tambahan laba bertahap.
BBTN: kredit masuk, modal tidak otomatis naik
Simulasi memakai tambahan laba bersih tahunan sekitar Rp0,3T–Rp0,4T dari portofolio kredit Rp15,43T, bukan menambahkan Rp15,43T ke modal.
BDMN: M&A bisa jadi jalan pintas
Jika digabung dengan MUFG Indonesia, modal proforma BDMN bisa langsung melewati Rp70T. Tetapi ini sangat tergantung struktur transaksi dan persetujuan regulator.
NISP: HSBC lebih kuat ke profit engine
Akuisisi HSBC IWPB menambah AUM, deposit, kartu kredit, dan fee income. Dampak ke modal inti baru muncul bertahap melalui laba ditahan setelah integrasi.
Detail asumsi
Bagian ini menjelaskan logika agar pembaca tahu angka di atas adalah simulasi, bukan guidance resmi.
1. Data modal awal
Modal awal menggunakan Modal Inti / Tier 1 dari laporan publikasi terbaru yang tersedia: BRIS FY2025, serta NISP, BDMN, BNGA, BNLI, PNBN, dan BBTN Q1/2026. Angka dibulatkan ke triliun rupiah.
2. Rumus tahun tembus Rp70T
Tahun tembus dihitung dari: modal inti awal + akumulasi laba ditahan tahunan. Laba ditahan tahunan dihitung dari estimasi laba bersih tahunan dikali 1 dikurangi payout ratio.
3. Perlakuan BBTN akuisisi kredit Rp15,43T
Akuisisi kredit tidak ditambahkan sebagai modal. Dalam mode aksi korporasi, BBTN hanya mendapat tambahan estimasi laba ditahan sekitar Rp0,35T per tahun dari portofolio kredit baru. Simulasi ini memakai asumsi konservatif setelah biaya dana, risiko kredit, dan pajak.
4. Perlakuan BDMN + MUFG
Dalam mode aksi korporasi, modal inti BDMN dibuat proforma dengan menambahkan ekuitas MUFG Indonesia 2025 sebagai pendekatan kasar. Ini hanya simulasi analitis, bukan kepastian struktur transaksi.
5. Perlakuan NISP + HSBC
Tambahan HSBC IWPB tidak dihitung sebagai modal langsung. Dalam mode aksi korporasi, NISP hanya mendapat tambahan laba ditahan bertahap dari fee wealth management dan manfaat funding setelah integrasi.
Jika dibandingkan secara valuasi PBV, ada 5 saham bank menengah yang berada di bawah PBV 1 kali, yakni BDMN, bNGA, NISP, PNBN, dan BBTN. Namun, jika dibandingkan dengan tingkat ROE, 4 saham bank menengah yang memiliki ROE di atas 10 persen antara lain, BNGA, NISP, BRIS, dan BBTN.
Lalu, mana yang paling menarik?
Dapatkan Insight Lengkap dari Data Fundamental hingga Strategi Action dengan Join Mikirsaham
Dapatkan Analisis dan Diskusi Komprehensif, serta Screeningan Saham yang Menarik untuk Trading hingga Jangka Panjang
Kamu bisa dapatkan semuanya di Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:
- Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
- Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
- Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
- Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
- Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
- Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
- Hingga konsultasi private dengan founder kami
Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini