GOTO Meraih Laba Bersih Pertama Kalinya, Begini Peluang Harga Saham Dekati Harga IPO

Akhirnya, saham GOTO mampu mencatatkan laba bersih pertama kalinya dalam seumur hidupnya. Lalu, bagaimana peluang saham GOTO kembali ke harga IPO?

Share
saham GOTO

Mikirduit – Pasang surut Gojek dan Tokopedia (yang merger ketika berencaan IPO menjadi GOTO) hingga ke bursa saham dan mencapai laba bersih penuh dengan tantangan. Lalu, apakah saham GOTO bisa bangkit mendekati harga IPO?

Kami masih ingat masa sebelum Covid-19, narasi startup masih sangat indah. Semua di market bertanya, kapan Gojek dan Tokopedia IPO? karena mereka ingin membeli-nya dan berekspektasi harga sahamnya bisa meroket seperti saham-saham teknologi di AS.

Meski, UBER menjadi salah satu startup ride-hailing perdana yang listing mengalami pasang surut di pasar saham. Bahkan, menggunakan metriks EBITDA adjusted sebagai gambaran keuntungan dianggap lelucon terlucu di Wall Street kala itu. Tapi, antusias masyarakat bertanya bagaimana cara berinvestasi di Gojek dan Tokopedia tidak surut.

Sampai Covid-19 tiba, booming startup mulai mencapai puncaknya. BUKA (a.k.a Bukalapak) menjadi perusahaan teknologi Indonesia dari status Unicorn yang IPO lebih dulu. Antusias yang luar biasa dibalas dengan fakta pahit ternyata daleman perusahaan teknologi tidak sebagus itu.

Narasi ingin menjadi perusahaan SaaS hingga menjadi konsorsium yang mengakuisisi BBHI tidak mampu mendorong BUKA kembali ke harga IPO, yakni di Rp850 per saham.

Dalam perkembangannya kini, saham teknologi tersebut malah sudah melepas bisnis marketplace-nya dan fokus di bisnis produk digital dan keuangan. Bahkan, bisnis online to offline yang dibangga-banggakan juga tidak berkembang signifikan selaras dengan persaingan yang ketat, seperti dengan SRC.

Lagi-lagi, meski fakta saham BUKA yang gagal total dalam IPO (bahkan dana IPO masih banyak yang belum digunakan dan mengendap di deposito), ketika GOTO berencana IPO tetap heboh. Dengan skema merger terlebih dulu antara Gojek dengan Tokopedia sehingga melahirkan GOTO, saham IPO dengan jumlah lembar terbanyak ini tetap antusias diterima pasar.

Namun, ya kondisi supply lembar saham yang signifikan itu juga membuat saham GOTO pasca IPO malah terjun bebas. Bahkan, beberapa kali sempat di Rp51 per saham (dari harga IPO Rp338 per saham).

Dalam perkembangannya, kisah GOTO juga tidak lebih baik dari BUKA. Sampai akhirnya, GOTO melepas bisnis Tokopedia ke TikTok pada Januari 2024. Hal itu membuat laba bersih GOTO secara catatan akuntansi rugi besar hingga Rp80 triliun karena pembalikkan atau dekonsolidasi goodwill Tokopedia yang jumbo.

Namun, langkah GOTO melepas Tokopedia bisa dibilang cukup tepat untuk mengarah keprofitabilitas. Setelahnya, langkah GOTO cukup ringan hingga akhirnya mencapai catatan laba bersih pertama kalinya di kuartal I/2026.

GOTO: Dari Rugi Rp24 Triliun ke Laba Perdana
Analisis Keuangan · PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) · IPO 2022 — Q1 2026

Dari rugi Rp24 triliun ke laba perdana — perjalanan 4 tahun GOTO

Data kuartalan dan tahunan: pendapatan, laba usaha, EBITDA proxy, dan kinerja tiga segmen utama. Semua angka dalam miliar rupiah kecuali dinyatakan lain.

Snapshot kinerja — Q1 2026
Pendapatan bersih
Rp5,3 T
+26% vs Q1 2025
Laba usaha
+Rp418 M
vs rugi Rp942 M (Q1 '24)
Laba bersih
+Rp171 M
Pertama kali dalam sejarah
Margin laba usaha
+7,8%
vs -28,3% Q1 2024
Tren pendapatan bersih per kuartal (Rp miliar)
Warna ungu = era Tokopedia masih dikonsolidasi penuh. Hijau = era pasca-divestasi ke TikTok. *Q1 2022 adalah estimasi dari data prospektus IPO.
Sebelum divestasi Tokopedia
Setelah divestasi Tokopedia
Pasca-divestasi, pendapatan terlihat lebih kecil karena e-commerce tak lagi dikonsolidasi penuh — namun kualitas pendapatan melonjak: hampir seluruh revenue kini menghasilkan margin positif. Pendapatan Rp5,3 T di Q1 2026 adalah yang tertinggi pasca-restrukturisasi, didorong pertumbuhan organik on-demand dan ledakan segmen pinjaman fintech (+72% YoY).
Perjalanan laba/(rugi) usaha per kuartal (Rp miliar)
Efisiensi biaya dan restrukturisasi segmen mendorong perbaikan dari rugi Rp4 T (Q1 2023) ke laba Rp418 M (Q1 2026) — perbaikan senilai Rp4,5 T dalam 3 tahun.
Rugi/laba bersih & EBITDA proxy per kuartal (Rp miliar)
EBITDA proxy = laba usaha + D&A + kompensasi berbasis saham. GOTO tidak menerbitkan adjusted EBITDA resmi di laporan interim; ini adalah pendekatan terbaik dari data yang tersedia.
Laba/rugi bersih
EBITDA proxy
D&A Q1 2026 = Rp195 M (turun dari Rp340 M Q1 2024 pasca-impairmen goodwill Tokopedia). SBC Q1 2026 = Rp193 M. EBITDA proxy Q1 2026 ≈ Rp806 M — jauh di atas laba usaha Rp418 M, sinyal perusahaan yang kini operationally healthy.
Kinerja per segmen — pendapatan bersih (Rp miliar)
Evolusi tiga segmen dari Q1 2023 hingga Q1 2026, termasuk dampak dramatis divestasi Tokopedia pada segmen e-commerce.
📌 Drama divestasi Tokopedia → TikTok Shop
Q1 2023: e-commerce menyedot rugi Rp889 M dengan beban insentif pelanggan Rp888 M/kuartal (hampir 1:1 rasio subsidi). Pasca-deal (Q1 2024): GOTO hanya terima imbalan jasa Rp790 M dari TOKO, tanpa beban insentif besar, dan justru menghasilkan laba Rp533 M. Q1 2026: e-commerce fee Rp288 M dengan margin operasional 89%. Transformasi dari mesin pembakar uang menjadi sumber keuntungan bersih.
Laba/(rugi) usaha per segmen — transformasi tiga tahun
Detail tren per segmen — Q1 2023 hingga Q1 2026
🛵
On-demand services
GoRide, GoCar, GoFood, GoSend, GoPlay
💳
Financial technology
GoPay, GoPayLater, pinjaman, asuransi
🛒
E-commerce (Tokopedia → TOKO/TikTok Shop)
Full konsolidasi (2022–2023) → model imbalan jasa dari TOKO (2024–2026)
Efisiensi biaya operasional: Q1 2023 vs Q1 2026 (Rp miliar)
Pemotongan biaya masif di hampir semua lini — G&A -50%, beban penjualan & pemasaran -54%, D&A -72%.
Total biaya dipangkas dari Rp7,4 T (Q1 2023) ke Rp4,9 T (Q1 2026), turun 33%. COGS justru naik — tanda sehat karena lebih banyak transaksi, bukan untuk menutup kerugian. D&A turun 72% karena impairmen goodwill Tokopedia sudah selesai dicatat.
Komposisi pendapatan Q1 2026 — dari mana asal Rp5,3 T?
Pinjaman/lending kini 25% dari total revenue dan tumbuh +72% YoY — GOTO sedang bertransformasi menjadi perusahaan fintech yang serius.
GoSend (jasa pengiriman) dan imbalan jasa on-demand masih mendominasi. Namun momentum ada di pinjaman (GoPayLater + kredit): Rp1,32 T di Q1 2026 vs Rp763 M di Q1 2025, tumbuh 72% dalam setahun. Segmen fintech kini menyumbang 33% total pendapatan GOTO.
Evolusi pemegang saham utama: Pre-IPO → IPO → Kini (Feb 2026)
Perubahan persentase kepemilikan pemegang saham strategis dari sebelum IPO hingga data terbaru BEI Februari 2026. Angka "Pre-IPO" berdasarkan prospektus IPO April 2022; "IPO" adalah komposisi setelah seluruh saham ditawarkan.
Pemegang Saham
Pre-IPO
IPO '22
Feb '26
Komposisi kepemilikan Feb 2026 — pemegang di atas 1%
Data: BEI / IDX via CSV. Total yang tercatat: 48,78% — sisanya ~51% tersebar di publik (masing-masing di bawah 1%).
Apa yang berubah sejak IPO: SoftBank (SVF) dan Alibaba (Taobao) bertahan sebagai dua pemegang terbesar, meski kepemilikan keduanya menciut dari ~9% ke ~7,5% akibat dilusi dan sebagian penjualan. Yang menarik: Google (2,48%), Tencent (2,48%), dan Telkomsel (1,99%) masih bertahan — mereka adalah investor strategis Gojek jauh sebelum merger. William Tanuwijaya (co-founder Tokopedia) justru masih tercatat 1,25% — mengejutkan mengingat Tokopedia sudah dijual ke TikTok. Peak XV Partners (eks-Sequoia India, 2,47%+1,53%) dan Warburg Pincus (WP Investments, 1,46%) menunjukkan GOTO tetap diminati modal ventura global. Publik kini mendominasi dengan lebih dari 51% saham beredar tersebar di tangan investor ritel dan institusi kecil.

Perbandingan PE GOTO dengan Perusahaan Ride Hailing Lainnya

GOTO menjadi saham dari bisnis ride-hailing periode terlama yang mulai mencatatkan laba bersih. Sebelumnya, tetangga GOTO, yakni Grab sudah mencatatkan laba bersih sejak 2025.

Selain GOTO dan Grab, ada beberapa perusahaan ride-hailing jumbo lainnya seperti UBER, Didi, dan Lyft. Lalu, jika dibandingkan dengan keempat saham ride hailing tersebut, di mana posisi GOTO?

Secara skala aset, GOTO menjadi yang paling mini dibandingkan dengan 4 saham ride hailing lainnya. Secara valuasi yang mengacu ke profitabilitas seperti PE dan EV/Ebitda, GOTO juga paling mahal karena baru mencatatkan laba bersih pertama kali. Namun, secara PBV, GOTO masih lebih murah dari UBER, meski skala bisnisnya jauh berbeda.

Mitos atau Fakta, Dapat Cuan dari Capital Gain dan Dividen Secara Bersamaan di Satu Periode
Siapa yang nggak pengen dapat dividen dan juga capital gain bersamaan? ternyata memungkinkan lho. Simak penjelasan tentang strategi saham dividen di sini

Apakah Saham GOTO bisa Kembali ke Harga IPO?

Tantangan terbesar GOTO adalah tingkat lembar sahamnya sangat jumbo mencapai 1,19 triliun lembar saham. GOTO menjadi saham di Indonesia dengan jumlah lembar saham terbesar bersama GIAA, BUMI, DSSA, dan BBKP di 5 besar-nya.

Dari total lembar saham tersebut, sebanyak 51 persen dimiliki oleh pemegang saham di bawah 1 persen. Artinya, ada 500 miliar lembar yang dimiliki oleh ritel atau investor pre-IPO GOTO yang bisa melakukan jual-beli kapanpun.

Sehingga tantangan dari saham GOTO kembali ke harga IPO bukan sekadar bisnisnya sudah kembali laba, tapi bagaimana caranya meningkatkan demand saham GOTO menjadi sangat jumbo untuk mendorong harga sahamnya.

Kami menilai, saham GOTO ke area Rp100 - Rp130 per saham masih mungkin, tapi kalau kembali ke Rp338 per saham, itu butuh dorongan dari pemilik dana besar yang membuat perebutan supply lembar saham dengan kepemilikan di bawah 1 persen menjadi lebih sengit.

Dapatkan Analisis dan Diskusi Komprehensif, serta Screeningan Saham yang Menarik untuk Trading hingga Jangka Panjang

Kamu bisa dapatkan semuanya di Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:

  • Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
  • Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
  • Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
  • Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US,
  • Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
  • Hingga konsultasi private dengan founder kami

Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini

💡
Dapatkan Tools Analisis Saham Paling Cocok Untuk Investor Ritel serta Pilihan Saham Indonesia hingga AS dengan AI bersama Investing Pro. Dapatkan Promo Spesial Dari Mikirduit dengan Klik di sini