6 Saham Ini Ganti Pengendali, Bagaimana Prospek Selanjutnya?

Ada enam emiten masuk radar kami mengubah pengendali-nya pada tahun ini. Kira-kira siapa saja mereka dan bagaimana skemanya? 

Share
saham ganti pengendali

Mikirduit - Kami mencatat ada enam emiten yang mengubah pengendalinya pada tahun ini. Mereka adalah PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Pinago Utama Tbk (PNGO), PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk (BIKE), PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) dan PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ).

Menariknya, prosesnya tidak selalu sama. Ada yang melalui akuisisi langsung, block trade, merger, hingga negosiasi pengambilalihan yang masih berjalan.

Bagi investor, perubahan pengendali biasanya menjadi salah satu corporate action yang paling diperhatikan karena sering kali membawa arah bisnis baru, restrukturisasi, ekspansi, bahkan potensi tender offer wajib (MTO).

Namun di sisi lain, perubahan ini juga tetap menyimpan risiko apabila ekspektasi pasar tidak sesuai realisasi. Mari kita ulas satu per satu: 

Saham MAPI 

MAPI resmi mengalami pergantian pengendali setelah Pacific Universal Investments Pte. Ltd. (PUI) asal Singapura yang didukung CVC Capital Partners mengambil alih 51 persen saham MAPI dari PT Satya Mulia Gema Gemilang pada 8 Mei 2026.

Dalam transaksi crossing jumbo di pasar negosiasi tersebut, PUI membeli sekitar 8,46 miliar saham di harga Rp1.395 per saham dengan total nilai transaksi mencapai Rp11,81 triliun, menjadikannya salah satu aksi korporasi terbesar di sektor ritel Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Masuknya investor global ini ditujukan untuk mempercepat ekspansi regional MAPI di Asia Tenggara, khususnya memperkuat bisnis retail olahraga dan gaya hidup MAP Active di Filipina. 

Selain itu, MAPI juga mendapat akses lebih luas ke jaringan dan ekosistem ritel global milik CVC Capital Partners.

Sebagai konsekuensi pergantian pengendali, PUI wajib melakukan Mandatory Tender Offer (MTO) di harga Rp1.550 per saham. Harga ini berada sekitar 11 persen di atas harga akuisisi awal dan sekitar 6,5 persen lebih tinggi dibanding harga pasar saat pengumuman transaksi dirilis.

Menariknya, aksi akuisisi ini juga terjadi di tengah performa fundamental MAPI yang sedang kuat. Pada Kuartal I-2026, laba bersih MAPI tercatat naik 34,5 persen YoY menjadi Rp762 miliar dengan pendapatan mencapai Rp12,3 triliun.

BACA JUGA: Ini Sosok Pengendali MAPI yang Baru dan Strategi Cuan di Saham MAPI

Saham DPUM

DPUM juga resmi mengalami pergantian pengendali setelah PT Rama Indonesia mengambil alih 59,24 persen saham atau sekitar 2,47 miliar lembar saham milik PT Pandawa Putra Investama melalui transaksi pasar negosiasi di BEI pada 11 Mei 2026.

Masuknya PT Rama Indonesia dipandang sebagai langkah turnaround strategy bagi DPUM yang selama beberapa tahun terakhir menghadapi tekanan finansial akibat lemahnya volume ekspor dan tingginya beban operasional. 

Menilik kinerja tahun lalu, DPUM menderita kerugian sebanyak Rp27 miliar, sehingga akumulasi kerugian sejak 2019 mencapai Rp779 miliar. Kas yang tersisa pun hanya Rp11 miliar, setara dengan utang pajak jangka pendeknya. Artinya, aksi ganti pengendali ini jadi strategi yang paling masuk akal. 

Fokus awal pengendali baru akan diarahkan pada restrukturisasi modal, perbaikan rasio solvabilitas, hingga pelunasan utang jangka pendek perusahaan.

Selain itu, manajemen baru juga diproyeksikan akan mengaktifkan kembali utilitas fasilitas cold storage dan pengolahan ikan milik DPUM, sekaligus memperkuat rantai pasok bahan baku dari nelayan lokal untuk mengejar kembali pasar ekspor Asia dan Eropa.

Sebagai konsekuensi pengambilalihan di atas 50 persen, PT Rama Indonesia juga wajib melaksanakan Mandatory Tender Offer (MTO) terhadap sekitar 40,76 persen saham publik yang masih beredar sesuai POJK No. 9/2018. 

Harga pelaksanaan MTO nantinya akan mengacu pada rata-rata harga perdagangan tertinggi dalam 90 hari sebelum pengambilalihan diumumkan.

Bagi investor, pergantian pengendali ini membuka peluang transformasi bisnis apabila restrukturisasi berjalan sukses dan perusahaan mampu mendapatkan kontrak offtaker baru di sektor perikanan. 

Namun pasar juga tetap akan mencermati efektivitas eksekusi strategi baru dari manajemen dalam memulihkan fundamental DPUM.

Saham PNGO

Berikutnya ada PNGO yang mengalami perubahan besar setelah keluarga pendiri perusahaan melepas seluruh kepemilikannya kepada AEP Nusantara Holdings Limited asal Hong Kong melalui transaksi block sale di pasar negosiasi BEI pada 4  Mei 2026. 

Dalam transaksi tersebut, AEP Nusantara mengambil alih sekitar 766,42 juta lembar saham atau setara 98,26 persen saham PNGO dengan nilai transaksi mencapai Rp2,8 triliun di harga Rp3.584 per saham. Aksi ini menandai founder exit penuh dari Wilson Sutantio, Charles Sutantio, dan pemegang saham pengendali terafiliasi lainnya. 

Masuknya AEP Nusantara bertujuan memperluas portofolio agribisnis sawit dan karet mereka di Asia Tenggara. Fokus awal pengendali baru diarahkan pada program replanting lahan sawit dan karet, peningkatan efisiensi pabrik kelapa sawit (PKS), serta optimalisasi fasilitas pengolahan crumb rubber untuk meningkatkan kapasitas ekspor perusahaan. 

Pasca-akuisisi, AEP Nusantara juga wajib melaksanakan Mandatory Tender Offer (MTO) kepada sisa pemegang saham publik dengan harga minimal Rp3.584 per saham sesuai harga transaksi pengambilalihan awal. 

Saat ini kepemilikan publik tersisa hanya sekitar 1,74 persen, sehingga pasar mulai menyoroti isu free float karena berada jauh di bawah ketentuan minimal bursa sebesar 7,5 persen. 

Ke depan, terdapat dua opsi yang kemungkinan diambil pengendali baru. 

Pertama, melakukan refloating dengan melepas kembali sebagian saham ke publik agar tetap memenuhi syarat sebagai perusahaan tercatat. 

Kedua, mengajukan voluntary delisting dan membawa PNGO menjadi perusahaan tertutup apabila ingin melakukan restrukturisasi penuh tanpa status perusahaan publik. 

Detail arah bisnis dan perubahan manajemen lebih lanjut rencananya akan dibahas dalam RUPS Tahunan pada 25 Juni 2026 mendatang.

Menghitung Probabilitas Kebangkitan IHSG dari Kondisi Awal Tahun Terburuk Sejak 1998
IHSG mencatatkan penurunan bulanan 5 bulan berturut-turut sepanjang Mei 2026. Jika dilihat secara historis sejak 1998, ini adalah kondisi pasar terburuk. Lalu, kapan pulihnya?

Saham BIKE

BIKE resmi mengalami pergantian pengendali setelah PT Penajam Makmur Jaya (PMJ) mengambil alih 921,5 juta lembar saham atau setara 71,22 persen saham perusahaan dari keluarga pendiri Mulyadi melalui transaksi block trade di pasar negosiasi BEI pada 15 April 2026.

Aksi ini menandai keluarnya keluarga pendiri dari struktur pengendalian langsung perusahaan dan masuknya PMJ sebagai pengendali baru. PMJ sendiri dikenal sebagai pemegang saham pengendali emiten teknologi dan solusi IoT transportasi, PT Menara Asia Global Tbk (MENN).

Masuknya PMJ dinilai sebagai langkah strategis untuk membangun ekosistem mobilitas mikro berbasis teknologi di Indonesia. Distribusi sepeda dan kendaraan listrik ringan milik BIKE nantinya akan diintegrasikan dengan teknologi IoT dan sistem pelacakan armada milik MENN, menyasar pasar komersial, penyewaan B2B, hingga konsumen retail.

Karena pengambilalihan saham melebihi ambang batas pengendalian sesuai POJK No. 9/2018, PMJ juga wajib melaksanakan Mandatory Tender Offer (MTO) terhadap sekitar 28,78 persen saham publik yang masih beredar. 

Harga pelaksanaan MTO masih akan ditentukan berdasarkan rata-rata harga tertinggi perdagangan saham BIKE selama 90 hari sebelum pengambilalihan diumumkan atau harga transaksi yang akan diambil yang tertinggi.

Dari sisi pasar, posisi free float BIKE masih tergolong aman karena porsi saham publik pasca-akuisisi masih cukup besar. Hal ini membuat BIKE diperkirakan tetap mampu menjaga status pencatatan di bursa selama proses transformasi bisnis di bawah pengendali baru. Hanya saja, rekam jejak pengendali MENN yang melakukan backdoor listing ke saham itu bisa dibilang kurang menarik dalam memberikan peluang keuntungan dari capital gain.

Saham MORA

MORA mengalami pergantian pengendali melalui skema merger antara PT Mora Telematika Indonesia Tbk (Moratelindo) dan PT Eka Mas Republik (MyRepublic Indonesia). 

Penggabungan usaha ini disetujui dalam RUPSLB pada 26 Maret 2026 dan efektif berjalan per 22 April 2026, dengan entitas hasil merger resmi menggunakan nama PT Ekamas Mora Republik Tbk.

Pasca merger, kendali perusahaan berpindah ke PT Innovate Mas Utama yang berada di bawah Grup Sinar Mas melalui DSSA. Perubahan kepemilikan terjadi melalui konversi saham sesuai rasio merger, bukan lewat transaksi jual beli saham langsung di pasar.

Merger ini dilakukan untuk menyatukan kekuatan infrastruktur backbone serat optik milik Moratelindo dengan bisnis retail internet rumah tangga (FTTH) milik MyRepublic. 

Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi biaya sewa infrastruktur pihak ketiga, sekaligus memperluas penetrasi jaringan broadband ke berbagai wilayah Indonesia.

Catatannya, sebenarnya MORA juga dikendalikan oleh Grup Sinarmas melalui IBST (sebelum diakuisisi TOWR) dan juga FREN yang digantikan EXCL pasca merger. Dari transaksi ini, Grup Sinarmas ingin memperkuat posisi bisnis layanan internet dengan infrastrukturnya.

Karena pergantian pengendali terjadi melalui merger yang telah disetujui pemegang saham dalam RUPSLB, pengendali baru dikecualikan dari kewajiban Mandatory Tender Offer (MTO) sesuai POJK No. 9/2018. 

Sebagai perlindungan investor minoritas, pemegang saham yang tidak menyetujui merger diberikan hak untuk meminta buyback saham dengan harga wajar yang telah ditentukan penilai independen.

Dari sisi pasar, merger ini menyebabkan dilusi proporsional terhadap kepemilikan investor publik lama akibat penerbitan saham baru hasil penggabungan usaha. 

Saham NAYZ

Terakhir ada NAYZ yang saat ini masih berada dalam tahap negosiasi pergantian pengendali. 

Saiko Consultancy Pte. Ltd. asal Singapura dikabarkan sedang dalam pembicaraan intensif untuk mengambil alih sekitar 1,05 miliar lembar saham atau setara 41,18 persen saham milik PT Asia Intrainvesta selaku pemegang saham pengendali saat ini.

Proses transaksi masih berada di tahap penjajakan menuju penandatanganan Conditional Share Purchase Agreement (CSPA) sebelum nantinya dieksekusi melalui pasar negosiasi BEI. Jika transaksi resmi rampung, Saiko Consultancy akan menjadi pengendali baru NAYZ.

Rencana masuknya investor baru ini muncul setelah beberapa pemegang saham awal sebelumnya mulai melakukan divestasi bertahap di pasar. 

Di sisi lain, manajemen memastikan operasional bisnis tetap berjalan normal, termasuk produksi makanan bayi, bubur organik, dan MPASI merek Nayz yang masih beroperasi tanpa gangguan distribusi maupun pasokan bahan baku.

Masuknya Saiko Consultancy juga diproyeksikan membawa tambahan modal kerja untuk memperluas kapasitas pabrik, memperkuat inovasi produk, serta memperluas penetrasi pasar ke jaringan ritel modern.

Karena porsi saham yang dinegosiasikan berada di atas ambang batas pengendalian 30 persen sesuai POJK No. 9/2018, maka setelah transaksi final selesai, Saiko Consultancy juga wajib melaksanakan Mandatory Tender Offer (MTO) kepada pemegang saham publik. 

Harga pelaksanaan nantinya akan mengacu pada rata-rata harga tertinggi perdagangan saham selama 90 hari sebelum pengumuman resmi transaksi.

Saat ini investor masih cenderung wait and see menunggu kepastian finalisasi transaksi dan harga akuisisi. Namun dari sisi struktur kepemilikan, free float NAYZ diperkirakan masih tetap terjaga sehingga statusnya di bursa akan aman. 

Gimana, dari enam emiten ini kalian mengikuti yang mana?

Mau tanya langsung saham yang murah menurut founder Mikirduit saat ini, serta menunggu rilis resmi saham Dividen Mikirduit 2026?

Dapatkan semua benefit Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:

  • Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
  • Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
  • Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
  • Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
  • Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
  • Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
  • Hingga konsultasi private dengan founder kami

Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini