Bongkar Isi Portofolio Saham 5 Dana Pensiun Jumbo di Indonesia dan Malaysia
Berikut ini kondisi portofolio 5 dana pensiun yang punya saham Indonesia, termasuk dana pensiun milik Malaysia. Apa saja isi sahamnya?
Mikirduit – Pasar saham menjadi salah satu aset pilihan dalam pengelolaan dana pensiun. Dalam pasar saham Indonesia, ada beberapa dana pensiun asing dan lokal, kira-kira bagaimana perbedaan pilihan sahamnya?
Ada lima dana pensiun yang akan kami bedah sahamnya, yakni:
- Asabri
- Taspen
- Dana Jaminan Sosial (DJS) Ketenagakerjaan Jaminan Hari Tua
- DJS Ketenagakerjaan Jaminan Pensiun
- Employee Provident Fund (Malaysia)
Selain ini, ada juga California Public Employees Retirement System dan Utah State Retirement Systems yang ada di pasar saham Indonesia. Namun, porto sahamnya di Indodnesia hanya 1 saham.
California Public Employees Retirement System memiliki JPFA, sedangkan Utah State Retirement Systems memiliki INDF.
Lalu, bagaimana perbandingan portofolio saham-saham milik dana pensiun tersebut?
Saham Kelolaan Asabri dengan Porsi di atas 1 persen
Sepanjang Februari - Juni 2026, Asabri tidak terlalu aktif memperdagangkan saham dengan porsi kepemilikan di atas 1 persen-nya.
Asabri memiliki 33 saham di portofolio-nya. Jika menggunakan harga per 9 Juli 2026, total nilai porto-nya mencapai Rp1,7 triliun. Rata-rata, saham-saham secondliner. Jika kami urutkan, 5 saham yang dimiliki Asabri dengan urutan market cap terbesar antara lain:
- BJBR dengan porsi 429 juta lembar dengan nilai pasar terakhir sekitar Rp328 miliar atau setara 19,22 persen dari total nilai portofolio Asabri
- KRAS dengan porsi 252 juta lembar dengan nilai pasar sekitar Rp53 miliar atau setara 3,14 persen dari total portofolio
- KAEF dengan porsi 111 juta lembar dengan nilai pasar Rp111 miliar atau setara 6,52 persen dari portofooio
- SMBR dengan porsi 472 juta lembar dengan nilai pasar RP71 miliar ata etara 4,17 persen dari total portofolio
- PPRO dengan porsi 4,55 miliar lembar dengan nilai pasar Rp60 miliar atau setara 3,52 persen dari total portofolio
Masalahnya adalah porto saham Asabri kebanyakan saham yang lagi disuspensi karena terkait kasus seperti ARMY, HOME, IIKP, NUSA, POSA hingga RIMO. Selain itu, ada juga saham lainnya yang lagi disuspensi seperti, LCGP, MABA, POOL, SIMA, TRAM, INAF, dan MTPS.
Total porto dari saham yang disuspensi itu mencapai 69,55 persen dari total nilai aset sesuai harga pasar per 9 Juli 2026 atau setara Rp1,18 triliun.
Selain 5 saham dengan market cap terbesar dan saham yang suspensi, beberapa saham yang dimiliki Asabri lainnya antara lain:
- BTEK dengan porsi 4,55 miliar lembar senilai Rp45 miliar atau setara 2,67 persen dari total porto
- NIKL dengan porsi 260 juta lembar dengan nilai pasar Rp46 miliar atau 2,72 persen dari total porto
- MTFN dengan porsi 351 juta lembar senilai Rp4,56 miliar atau setara 0,27 persen dari total porto
- DPUM dengan porsi 53 juta lembar senilai Rp5,17 miliar dengan porsi 0,3 persen
- NASA dengan porsi 258 juta lembar senilai Rp7,76 miliar atau setara 0,45 persen dari total porto
- TARA dengan porsi 551 juta lembar senilai Rp16,54 miliar atau setara 0,97 persen
- POLA dengan porsi 257 juta lembar senilai Rp15,16 miliar atau setara 0,9 persen dari total porto
- ASJT dengan porsi 28 juta lembar senilai Rp4,58 miliar dengan porsi 0,27 persen dari total porto
- SDMU dengan porsi 205 juta lembar senilai Rp16,6 miliar atau setara 0,99 persen dari total porto
- RBMS dengan porsi 123 juta lembar senilai Rp7 miliar atau setara 0,41 persen dari total porto
- FIRE dengan porsi 348 juta lembar senilai Rp35 miliar atau setara dengan 2,1 persen dari total portofolio
- ICON dengan porsi 54 juta lembar senilai Rp5,6 miliar atau setara 0,33 persen dari portofolio
- BCIP dengan porsi 18 juta lembar senilai Rp1 miliar dengan porsi 0,06 persen dari porto
- PCAR dengan porsi 305 juta lembar senilai Rp11,9 miliar atau setara 0,7 persen dari total porto
Dari 33 saham itu, kinerja saham portofolio Asabri yang mencatatkan kenaikan sepanjang tahun berjalan 2026 (Januari-9 Juli 2026) hanya, ICON (naik 36 persen dengan porsi 0,33 persen), RBMS (naik 36 persen dengan porsi 0,41 persen), dan POLA (Naik 20 persen dengan porsi 0,9 persen). Sisanya, saham-saham Asabri disuspensi atau mengalami penurunan sepanjang tahun ini.
Saham Kelolaan Taspen dengan Porsi Kepemilikan di Atas 1 persen
Taspen mencatatkan total 15 saham yang dimilikinya. Sepanjang Februari - Juni 2026, salah satu yang dilakukan Taspen adalah menambah porsi di saham BBNI.
Taspen menambah porsi di saham BBNI pada Maret 2026 sebanyak 45,5 juta lembar. Dari situ, total kepemilikan Taspen di BBNI naik menjadi 482,63 juta lembar. Lalu, Taspen sempat menambah lagi kepemilikan saham BBNI pada Juni 2026 sebanyak 100.000 lembar sehingga total kepemilikan menjadi 482,73 juta lembar.
BBNI juga menjadi salah satu portofolio terbesar Taspen yang mencapai 37,59 persen dari total saham dengan porsi kepemilikan di atas 1 persen milik perseroan. Nilai pasar dari total porto Taspen di BBNI mencapai Rp1,62 triliun.
Selain itu, Taspen tidak melakukan transaksi di saham dengan porsi kepemilikan di atas 1 persen.
Jika dilihat, Taspen memiliki porsi investasi di beberapa sektor utama:
Pertama, sektor bank memiliki BBNI (37,59 persen dari total porto), BBTN (18,93 persen dari total porto), BJBR (3,58 persen dari total porto), dan BJTM (4,9 persen dari total porto).
Kedua, saham sektor CPO seperti, BWPT (1,14 persen dari total porto), dan LSIP (6,76 persen dari total porto).
Ketiga, saham sektor properti seperti, BSDE (2,96 persen dari total porto), DMAS (2,73 persen dari total porto).
Ketiga, saham sektor semen seperti, INTP (3,64 persen dari total porto), dan SMGR (2,65 persen dari total porto).
Keempat, infrastruktur seperti IPCM (0,42 persen dari total porto) dan JSMR (13,63 persen dari total porto).
Kelima, saham terkait BUMN karya seperti, PPRE (0,51 persen dari total porto), PTPP (0,36 persen dari total porto), dan WTON (0,2 persen dari total porto).
Jika dihitung, saham paling cuan di porto Taspen sepanjang Januari-9 Juli 2026 antara lain, DMAS (naik 6,98 persen), LSIP (naik 5,02 persen), dan BBTN (naik 1,29 persen). Selain itu, portofolio Taspen juga dihuni saham-saham dividen seperti DMAS, BJBR, BJTM, IPCM, BBNI, INTP, dan SMGR.
Saham Kelolaan Dana Jaminan Sosial (DJS) Ketenagakerjaan Jaminan Hari Tua
DJS Ketenagakerjaan Jaminan Hari Tua memiliki 31 saham dengan porsi kepemilikan di atas 1 persen. Total dana kelolaan dengan porsi kepemilikan di atas 1 persen itu mencapai Rp41 triliun.
Dari total saham itu, salah satu aksi transaksi jumbo-nya hanya melepas 433.400 lembar saham LSIP pada Maret 2026. Hal itu membuat porsi saham LSIP di porto DJS Ketenagakerjaan Jaminan Hari Tua turun menjadi 300 juta lembar senilai Rp378 miliar atau setara 0,92 persen dari total portofolio.
Selain itu, DJS Ketenagakerjaan tidak melakukan transaksi jual-beli lagi di saham dengan porsi kepemilikan di atas 1 persen.
Adapun, jika dirunut, sektor saham yang dimiliki DJS Ketenagakerjaan antara lain:
Pertama, perbankan dengan porsi saham di BBRI (11,1 persen dari total portofolio), BMRI (12,1 persen dari total portofolio), BBNI (10,7 persen dari total portofolio), BBTN (1,11 persen dari total portofolio).
Kedua, infrastruktur telekomunikasi seperti, TLKM (14,44 persen dari total portofolio), TOWR (0,97 persen dari total portofolio).
Ketiga, grup konglomerasi di saham ASII dengan porsi 12,89 persen dari total portofolio.
Keempat, sektor terkait tambang batu bara seperti, UNTR (porsi 6,31 persen), PTBA (porsi 1,01 persen), ITMG (porsi 0,66 persen), HRUM (porsi 0,27 persen)
Kelima, consumer goods (termasuk consumer goods untuk produk kesehatan) seperti, ICBP (Porsi 3,5 persen), UNVR (porsi 1,69 persen), INDF (porsi 5,3 persen), KLBF (porsi 1,66 persen).
Keenam, saham tambang logam (emas dan logam industri) seperti, MDKA (porsi 3,31 persen), INCO (porsi 2,65 persen), TINS (porsi 1,02 persen).
Ketujuh, infrastruktur gas seperti PGAS dengan porsi 2,07 persen dari total saham.
Kedelapan, infrastruktur jalan tol dan terkait BUMN karya seperti, JSMR (porsi 1,63 persen), WSKT (porsi 0,21 persen), PTPP (porsi 0,1 persen), WTON (porsi 0,04 persen).
Kesembilan, semen seperti, INTP (porsi 1,1 persen), SMGR (porsi 0,8 persen).
Kesepuluh, CPO seperti, AALIL sebesar 0,63 persen, serta LSIP sebesar 0,92 persen.
Kesebelas, sektor properti seperti, BSDE (0,77 persen), CTRA (0,37 persen), SMRA (0,3persen).
Keduabelas, ritel sekunder seperti ERAA dengan porsi 0,34 persen dari total porto.
Dari 31 saham tersebut, kinerja saham DJS Ketenagakerjaan Jaminan Hari Tua yang secara year to date hingga 9 Juli 2026 lagi floating profit antara lain:
- MDKA naik 10,73 persen
- TINS naik 7,64 persen
- LSIP naik 5,44 persen
- ITMG naik 4,31 persen
- BBTN naik 1,29 persen
- PTBA naik 0,86 persen
Saham Kelolaan Dana Jaminan Sosial (DJS) Ketenagakerjaan Jaminan Pensiun
DJS Ketenagakerjaan Jaminan Pensiun memiliki 7 saham dengan porsi kepemilikan di atas 1 persen. Total dana kelolaan dengan porsi kepemilikan di atas 1 persen itu mencapai Rp2,79 triliun.
Sepanjang Februari - Juni 2026, DJS Ketenagakerjaan Jaminan Pensiun melakukan aksi jual di saham MDKA pada April 2026. Sehingga, MDKA sudah keluar dari portofolio DJS Ketenagakerjaan sejak April 2026.
Jika dirunut, komposisi portofolio DJS Ketenagakerjaan Jaminan Pensiun antara lain:
Pertama, sektor pakan ternak, yakni CPIN (porsi 14,44 persen).
Kedua, sektor ritel sekunder, yakni ERAA (porsi 2,17 persen) dan MAPI (porsi 17,03 persen).
Ketiga, sektor batu bara, yakni HRUM (porsi 2,53 persen dari total porto).
Keempat, sektor migas, yakni MEDC (porsi 5,36 persen) dan PGAS (porsi 8,25 persen dari porto).
Kelima, sektor kontraktor BUMN karya, PTPP (porsi 0,22 persen).
Dari 7 saham milik DJS Ketenagakerjaan Jaminan Pensiun tersebut, hanya 1 saham yang mencatatkan kenaikan sepanjang 2026 hingga 9 juli 2026. Kedua saham itu antara lain MAPI naik 29,24 persen.

Saham Kelolaan Employee Provident Fund (Malaysia)
Employee Provident Fund dimiliki oleh Pemerintah Malaysia memiliki 18 saham Indonesia di kelolaannya. Dari total saham itu, nilai portofolio lembaga pengelolaan dana pensiun Negeri Jiran punya aset Rp27,29 triliun.
Berbeda dengan lembaga pensiun Indonesia yang cenderung pasif, Employee Provident Fund ini cukupa aktif bertransaksi di saham Indonesia.
Dari Februari sampai Juni 2026, ada beberapa transaksi yang dilakukan oleh Employee Provident Fund, yang mayoritasnya aksi jual. Beberapa aksi itu antara lain:
- Jual saham TOWR senilai 1,01 miliar lembar
- Jual saham PWON 1,1 miliar lembar
- Jual saham INTP 65 juta lembar
- Jual saham DRMA 99 juta lembar
- Jual saham BUKA 2,3 miliar lembar
Lalu, ada beberapa penjualan sebagian seperti:
melakukan penjualan bersih (ada aksi jual dan beli dengan lebih banyak penjualan) di saham TLKM sebanyak 28 juta lembar
- melakukan penjualan bersih di SIDO sebanyak 18,5 juta lembar
- melakukan penjualan bersih di MAPI sebanyak 18,2 juta lembar
- melakukan penjualan bersih di JSMR sebanyak 11,65 juta lembar
- Melakukan penjualan bersih di saham ICBP sebanyak25,77 juta lembar
- Melakukan penjualan bersih di saham BRIS sebesar 43,41 juta lembar
- Melakukan penjualan bersih di saham BMRI sebanyak 2,3 juta lembar
- Melakukan penjualan bersih di saham ASII sebanyak 26 juta lembar
- Melakukan penjualan bersih di saham ARNA sebanyak 18 juta lembar
- Melakukan penjualan bersih 193 juta lembar di saham AMRT
Selain aksi jual bersih, Employee Provident Fund juga melakukan beberapa pembelian:
- ANTM dibeli dalam 5 bulan berturut-turut dengan total pembelian 552 juta lembar
- BBNI dibeli pada Juni 2026 sebanyak 107 juta lembar
- BBRI mencatatkan pembelian bersih sebanyak 58 juta lembar dengan periode pembelian di April dan Juni, serta ada penjualan di Mei.
- INCO mencatatkan pembelian bertahap sejak Februari sampai, Maret hingga Mei dengan total 61 juta lembar.
- ISAT mencatatkan pembelian di Mei sekitar 25,6 juta lembar
- UNTR mencatatkan pembelian di April dan Mei sebanyak 7,75 juta lembar
Selain jual-beli, ada satu saham yang di-hold dan tidak ada transaksi jual-beli sepanjang Februari - Juni 2026 oleh Employee Provident Fund, yakni AKRA. HIngga data terakhir, lembaga dana pensiun Malaysia itu masih pegang 647,5 juta lembar saham AKRA.
Secara peforma harga saham sepanjang 2026 (Januari-9 Juli 2026), Employee Provident Fund hanya mencatatkan 2 saham yang mencatatkan kenaikan, yakni MAPI naik 29 persen, dan AKRA naik 1,56 persen.
Kamu Butuh Insight dan Ide Saham Jangka Menengah-panjang hingga Swing Trading dengan Biaya Mulai dari Rp1.600 per hari?
Dapatkan semua benefit Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:
- Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
- Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
- Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
- Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
- Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
- Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
- Hingga konsultasi private dengan founder kami
Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini
