Blackrock Sudah Jualan, Tanda Kiamat Saham Batu bara?

Blackrock menjual sebagian saham batu bara yang ada di portofolionya pada September 2023. Apakah ini tanda kiamat untuk saham batu bara?

Blackrock Sudah Jualan, Tanda Kiamat Saham Batu bara?

Mikirduit – Blackrock, salah satu big fund besar asal Amerika Serikat, dikabarkan mulai menjual saham-saham batu baranya sepanjang September 2023. Apakah artinya prospek saham batu bara di Indonesia mulai suram?

Dalam pemberitaan di Bisnis.com pada 3 Oktober 2023, Blackrock disebut menjual sekitar 3.366 saham PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) dan 2.229 saham di PT Harum Energy Tbk. (HRUM).

Menariknya, Blackrock justru menambah 1,05 juta lembar saham di PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) dan 18.610 saham di PT Indika Energy Tbk. (INDY). Jadi, apa sebenarnya strategi dari Blackrock ini?

Jika merinci pemberitaan Bisnis.com tentang Blackrock dalam sebulan terakhir, sebenarnya perusahaan asal Amerika Serikat itu telah melakukan beberapa aksi jual saham selain batu bara.

Beberapa Portofolio Blackrock Sepanjang September 2023

Harga YTD% PBV Saat ini Rata-rata PBV 5 tahun PER Saat ini Rata-rata PER 5 tahun
ADRO -31.69% 0.87 0.94 2.48 9.35
AKRA 1.07% 2.59 1.94 11.46 14.60
ANTM -11.84% 1.78 1.85 10.05 30.05
BBYB -52.25% 01.06 4.61 -7.35 197.53
BRMS 22.64% 1.58 0.80 115.44 133.01
BUMI -17.39% 02.04 1.95 7.13 06.01
CPIN -3.54% 3.23 4.30 47.28 27.11
EXCL 10.75% 1.21 1.40 27.17 29.02
FREN -15.15% 1.23 2.25 40.27 96.76
GOTO -7.69% 0.82 2.96 -2.97 -
HRUM 2.47% 1.69 1.98 4.68 14.01
INDY -25.64% 0.58 0.71 1.95 7.69
ISAT 64.78% 2.92 1.80 24.39 44.05
ITMG -29.66% 1.15 1.38 1.88 7.35
JPFA 0.39% 1.24 1.66 39.08 12.98
MEDC 43.84% 1.47 0.87 06.07 33.36
PTBA -26.83% 1.70 1.80 3.39 6.94
TLKM 0.80% 03.02 3.54 18.54 18.08
UNTR 1.44% 1.37 1.43 4.51 8.57

Tiga besar aksi jual terbesar Blackrock di kuartal III/2023 ada di saham PT Telkom (Persero) Tbk. senilai Rp49 miliar. Lalu, PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) senilai Rp31 miliar, serta PT Medco Energy Tbk. (MEDC) senilai Rp25 miliar.

Sementara itu, dari penjualan jumbo tersebut, Blackrock juga memborong BUMI senilai Rp51 miliar, BRMS Rp20 miliar, dan yang terbesar GOTO senilai Rp182 miliar.

nilai yang dicantumkan menggunakan perhitungan harga hari ini hanya untuk melihat seberapa besar daya transaksinya.

BACA JUGA: Berpotensi Dapat Berkah dari Elnino, Saham Batu Bara Bisa Kembali Meroket?

Jadi, apa arti dari transaksi ini?

Pertama, Blackrock melakukan transaksi jual saham batu bara bukan karena untuk menghindari saham-saham tersebut, melainkan sekadar untuk rebalancing aset. Buktinya, mereka malah masuk ke saham batu bara lain seperti BUMI. Serta, bisa jadi menukar ke saham di belahan negara lainnya.

Kedua, Blackrock masuk ke BUMI dan BRMS kemungkinan ada motif karena kedua saham itu masuk ke FTSE Global Small Market Cap yang diumumkan sejak Agustus 2023. Untuk itu, ada transaksi yang lumayan besar di September 2023.

Ketiga, paling menarik adalah ketika Blackrock memutuskan untuk masuk ke GOTO dan FREN. Meski, untuk FREN nominalnya sangat kecil bagi mereka, yakni sekitar Rp100 jutaan saja. Apakah formula dari Blackrock menunjukkan waktu yang tepat untuk memborong kedua saham yang lagi terpuruk itu?

Terkait saham FREN dan GOTO, ketika melihat Blackrock borong kedua saham tersebut, bukan berarti kita sebagai ritel bisa langsung all in di kedua saham tersebut. Dari sisi Blackrock sudah mengukur risiko masuk ke saham tersebut dengan porsi modal yang terukur. Meski, untuk GOTO masih cukup besar karena bobot saham teknologi terbesar Indonesia itu punya bobot besar juga ke IHSG.  

Di sini, jika ingin coba masuk ke FREN dan GOTO, kita harus mengukur kesiapan untuk menghadapi risikonya seperti, saham FREN tidur lama di gocap atau saham GOTO yang tidak tembus Rp100 per saham, tapi malah turun ke Rp70 per saham. Jika siap, masuk saja dengan alokasi modal kecil dan diingatkan dalam kepala ini saham yang risikonya sangat tinggi.

Melirik ke Aksi Vanguard

Berbeda dengan Blackrock yang banyak melakukan jual-beli. Vanguard, salah satu perusahaan investasi besar asal Amerika Serikat (AS), cenderung melakukan akumulasi di beberapa saham Indonesia.

Jika dihitung dengan harga 4 Oktober 2023, akumulasi terbesar Vanguard ada di saham ADRO senilai Rp444 miliar. Lalu, kedua ada PTBA senilai Rp348 miliar. Ketiga, ada CPIN senilai Rp239 miliar.

Seperti halnya Blackrock, Vanguard juga borong saham BRMS senilai Rp81 miliar. Lalu, menambah portofolionya di BUMI senilai Rp145 miliar. Indikasinya sama, penyebab mereka borong kedua saham itu ada kaitannya dengan masukknya ke indeks global FTSE. Tercatat, Vanguard hanya menjual BBYB senilai Rp3,57 miliar sepanjang kuartal III/2023.

Drama Blackrock dan Vanguard Ketika UNTR Bagi Interim

Awal Oktober 2023, UNTR mengumumkan pembagian dividen sekitar Rp701 per saham dengan tingkat dividen yield sekitar 2,5 persen. Sayangnya, setelah pembagian dividen harga sahamnya terus turun. Ditambah, ada berita dari Bisnis.com terkait Blackrock dan Vanguard ikuti arus JP Morgan. Apa maksudnya?

BACA JUGA: Cek Update serta Jadwal Dividen Interim di Sini

Sebenarnya, penurunan saham UNTR tidak ada kaitannya dengan berita tersebut. Toh, Blackrock dan Vanguard juga cenderung pasang posisi HOLD di saham tersebut. Bukan menjual besar-besaran.

Lalu, terkait riset JP Morgan yang pasang underweight untuk UNTR sudah terjadi sejak Juni 2023. Underweight adalah istilah dalam riset saham di mana saham yang mendapatkan rating tersebut diperkirakan mengalami penurunan harga saham.

JP Morgan pun memasang target price sekitar Rp23.000 per saham. Salah satu target price paling pesimistis dibandingkan dengan riset lainnya. Beberapa riset dari sekuritas lokal masih optimistis pasang target price di atas Rp30.000 per saham. Termasuk, dua riset asing seperti, UBS yang tetap pasang target BUY di harga Rp33.200 per saham, serta Macquarie pasang target price Rp31.250 per saham.

Sementara itu, dari segi bisnis, UNTR bakal menghadapi normalisasi permintaan sewa alat berat dalam beberapa waktu ke depan. Hal itu disebabkan permintaan alat berat dari penambang ikut mengalami normalisasi sesuai dengan tren harga batu bara. Padahal, 63 persen klien bisnis alat berat UNTR itu ada di sektor pertambangan.

Meski begitu, bisnis UNTR yang sangat terdiversifikasi ini yang sangat kami sukai. Jadi, ketika bisnis alat berat melambat, UNTR tetap mendapatkan pertumbuhan pendapatan dari bisnis kontraktor pertambangan. Saat harga batu bara turun, beberapa penambang batu bara justru meningkatkan aktivitas produksinya untuk menjaga skala keekonomian. Hal itu membuat bisnis kontraktor pertambangan masih punya prospek menarik meski harga batu bara turun.

Adapun, bisnis non-batu bara UNTR bisa jadi masa depan juga. Meski, untuk tambang emas Martabe-nya belum berkembang signifikan. Di luar itu, kini UNTR sudah punya aset di PT Arkora Hydro Tbk. (ARKO), investasi di saham nikel Nickel Industries Ltd., serta akuisisi perusahaan panas bumi di Sumatra Selatan, yang merupakan bagian dari Supreme Energy.

Untuk bisnis baru itu, kami perkirakan belum akan menghasilkan dalam jangka pendek, tapi bisa jadi penambah pundi-pundi cuan UNTR di masa depan.

Kesimpulan

Aksi jual yang dilakukan Blackrock tidak semata-mata bicara itu saham sektor apa, melainkan ada banyak faktor terkait formula investasinya. Seperti, strategi investor asing yang cenderung meninggalkan Indonesia terlebih dulu. Hal itu terlihat dari aksi jual bersih dalam sebulan terakhir yang hampir Rp4 triliun. Serta, terefleksi dari nilai tukar rupiah yang melemah hingga Rp15.600 per dolar AS.

Lalu, apa yang bisa dilakukan kita sebagai investor ritel lokal saat asing lagi banyak jualan begini?

Pertama, tenang dulu, hold saham-saham investasi jangka panjang. Jangan panik dan langsung jual. Lalu, cek saham-saham tradingan, apakah sudah masuk area cut loss  atau belum sesuai dengan trading plan yang sudah dibuat.

Kedua, cari peluang beli saham yang sudah murah saat pasar saham mengalami koreksi yang cukup parah.

Jadi, tetap santai dan agar psikologi tidak terpengaruh, jangan lihat aplikasi dulu ya. Semangat yuk.

Untuk kamu yang mau coba strategi dividen investing, kamu bisa baca step by stepnya di sini:

Mau dapat guideline saham dividen 2024?

Pas banget, Mikirduit baru saja meluncurkan Zinebook #Mikirdividen yang berisi review 20 saham dividen yang cocok untuk investasi jangka panjang lama banget.

Kalau kamu beli #Mikirdividen edisi pertama ini, kamu bisa mendapatkan:

  • Update review laporan keuangan hingga full year 2023 dalam bentuk rilis Mikirdividen edisi per kuartalan
  • Perencanaan investasi untuk masuk ke saham dividen
  • Grup Whatsapp support untuk tanya jawab materi Mikirdividen
  • Siap mendapatkan dividen sebelum diumumkan (kami sudah buatkan estimasinya)

Tertarik? langsung saja beli Zinebook #Mikirdividen dengan klik di sini

Referensi