Tujuan Haji Isam Akuisisi PACK, Sinyal Integrasi Aset Smelter dan Pabrik Ternary Precusor?
Hubungan Haji Isam dan CNGR sudah terjalin sejak 2022 sebelum perusahaan asal China itu akuisisi untuk backdoor listing saham PACK. Lalu, bagaimana prospek saham itu ke depannya?
Mikirduit – Saham PACK mencatatkan auto rejection atas (ARA) setelah Haji Isam memborong 6,8 miliar lembar saham perusahaan tambang nikel tersebut di harga Rp137 per saham pada 13 Mei 2026. Dengan pembelian itu, Haji Isam memiliki sekitar 20 persen saham PACK. Lalu, bagaimana prospek saham PACK setelah Haji Isam borong?
Transaksi Haji Isam membeli 20-an persen saham PACK itu lewat transaksi negosiasi. Hal itu tercatat dalam order book pada 13 Mei 2026, Haji Isam membeli Rp936 miliar saham PACK dengan broker SQ (BCA Sekuritas).
Untuk memahami bagaimana prospek saham PACK ke depannya, kami akan membahas dengan sudut pandang kondisi bisnis saham PACK terkini dan apa rencana Haji Isam?
Kondisi Saham PACK per Kuartal I/2026
PACK belum merilis kinerja kuartal I/2026 sehingga sebagai acuan, kami memberikan gambaran dari kinerja 2025 dan ekspektasi bisnis perseroan pasca right issue di awal 2026.
Jika dilihat, kinerja saham PACK 2025 mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang cukup fantastis sekitar 3.076 persen menjadi Rp28,57 miliar. Kenaikan laba bersih seolah-olah selaras dengan pertumbuhan pendapatan yang naik 299 persen menjadi Rp218 miliar.
Namun, kami mencatat pendorong kinerja laba bersih PACK bukan dari pertumbuhan pendapatannya. Pasalnya, dari bisnis utama yang tercatat sebagai pendapatan, PACK mencatatkan pendapatan Rp218 miliar dari bisnis bijih nikel. Meski nilai pendapatan besar, tapi margin keuntungannya sangat tipis. Gross profit margin PACK cuma 2,02 persen, sedangkan operating margin PACK sekitar 1,59 persen. Kami menduga hal ini berhubungan dengan skema bisnis PACK sebagai pedagang atau trader belum mencatatkan diri sebagai penambang nikel secara langsung.
Lalu, dari mana laba bersih PACK? laba bersih PACK berasal dari dua entitas asosiasi-nya, yakni PT Karyatama Konawe Utara dan PT Konatara Sejati. Sampai akhir 2025, PACK memiliki saham kedua entitas tersebut sekitar 34,5 persen dan 30 persen. Dari dua entitas itu, PACK mendapatkan bagian atas laba bersih sekitar Rp35 miliar. Hal ini yang membuat laba bersih PACK terlihat tumbuh signifikan. Kedua entitas asosiasi itu memiliki bisnis tambang bijih nikel.
Bagaimana dengan prospek PACK setelah right issue? Ini yang menjadi titik kurang menariknya saham PACK. Jadi, PACK melakukan right issue jumbo dengan dilusi luar biasa untuk mendapatkan dana segar Rp3,2 triliun. Nah, Rp2,8 triliun dari dana right issue disalurkan ke anak usaha untuk melunasi pembayaran akuisisi dua entitas asosiasi perseroan tersebut.
Sehingga, pasca right issue, tidak ada fundamental PACK yang berubah. Dua entitas yang diakuisisi-nya itu tetap menjadi entitas asosiasi perseroan dengan porsi yang sama seperti realisasi yang terjadi di 2025. Jika kinerja kedua entitas asosiasi itu bertumbuh agresif, PACK akan dapat bagian sesuai dengan porsi kepemilikannya.

Nasib PACK Setelah Haji Isam Masuk
Jika dikaitkan dengan bisnis nikel, Haji Isam memang punya portofolio bisnis di hilirisasi nikel. Grup Jhonlin milik Haji Isam bekerja sama dengan investor China, yakni CNGR telah membangun smelter nikel sejak 2022.
Selain itu, Haji Isam bersama CNGR juga bakal memproduksi ternary precusor berbasis nikel untuk industri baterai Lithium. Nantinya, pabrik itu memiliki kapasitas produksi sekitar 20.000 ton per tahun.
Ternary precusor adalah bahan perantara dalam produksi material katoda baterai lithium yang menjadi rantai pasok dalam pembuatan baterai kendaraan listrik hingga sistem penyimpanan energi.
Sementara itu, CNGR yang menjadi mitra Haji Isam juga merupakan pengendali saham PACK (yang di-backdoor listing pada 2024-2025).
Dengan masuknya Haji Isam ke PACK, ada beberapa potensi yang terjadi:
- PACK berpotensi menerima aset terkait smelter dan produsen ternary precusor secara entitas asosiasi maupun sepenuhnya
- PACK hanya menjadi penyupplai bijih nikel lewat kepemilikan minoritas di dua tambang bijih nikel entitas asosiasinya tersebut.
Jika PACK cuma menjadi supplier bijih nikel ke smelternya, posisi PACK sangat kurang menarik.
Jejak Saham yang Diakuisisi Haji Isam
Dalam setahun terakhir, nama haji Isam memang cukup tenar melalui beberapa saham andalannya related biodiesel seperti, JARR dan PGUN. Sampai akhirya, cerita Haji Isam melebar dari keluarganya ada yang membeli saham FAST hingga akuisisi TEBE.
Haji Isam membeli saham TEBE senilai Rp252 miliar melalui PT Dua Samudera Perkasa pada 18 Maret 2025. Kala itu, Haji Isam membeli saham TEBE di harga Rp500 per saham.
Gara-gara aksi korporasi tersebut, saham TEBE (yang terkenal sebagai saham dividen) melonjak sebesar 587 persen dalam periode 28 Februari 2025 hingga 8 Oktober 2025 hingga tembus RP4.550 per saham. Meski, setelahnya, harga saham TEBE turun 73 persen menjadi sekitar Rp1.180 per saham saat ini.
Dari segi bisnis, kami belum melihat dampak secara signifikan dari aksi Haji Isam dalam mengakuisisi TEBE. Awalnya, ada ekspektasi TEBE merambah bisnis baru seperti distribusi non-batu bara misalnya Solar biodiesel. Tapi, dalam penjelasan manajemen pada akhir 2025, TEBE belum ada rencana ekspansi bisnis baru dan masih fokus di sektor kepelabuhan.
Selain TEBE, Haji Isam melalui PT Shankara Fortuna Nusantara juga mengakuisisi anak usaha FAST, yakni PT Jagonya Ayam Indonesia sejak Juni 2025. Dalam transaksi yang dilakukan bertahap, perusahaan terafiliasi Haji Isam memiliki 15 persen dari total saham PT Jagonya Ayam Indonesia.
PT Jagonya Ayam Indonesia adalah bisnis peternakan ayam terpadu di Banyuwangi Jawa Timur milik FAST. Meski tidak mengakuisisi FAST secara langsung, tapi efek-nya ke saham milik kongsi-an Grup Salim dan Gelael itu juga cukup signifikan.
Dalam periode 6 Mei 2025 hingga 15 Oktober 2025, harga saham FAST naik 476 persen menjadi Rp870 per saham. Namun, setelahnya, harga saham FAST mencatatkan penurunan hingga 66 persen menjadi Rp288 per saham per 14 Mei 2026.
Kesimpulan
Keberadaan Haji Isam bisa menjadi pendorong tingkat daya beli yang masif apalagi untuk saham-saham yang likuiditas-nya terbatas. Lalu, apakah saham PACK bia terbang di atas Rp1.000 per saham?
Kami memberikan beberapa pertimbangan terkait risiko mengejar saham PACK saat ini:
- Saham PACK secara riil punya 10,6 miliar lembar saham free float yang terhitung jumlah yang cukup besar. Jumlah tersebut juga cukup besar jika dibandingkan dengan TEBE yang memiliki 300 juta lembar free float, dan FAST sebanyak 948 juta lembar free float
- Saham PACK masih berada di kategori saham akselerasi yang berarti ARA dan ARB hanya 10 persen. Jika ingin di atas Rp1.000 per saham, PACK minimal harus ARA 14 kali berturut-turut. Namun, ini bukan berarti dua minggu bisa tercapai, angka 14 kali berturut-turut di luar periode suspensi yang berarti bisa berbulan-bulan.
- Jika ada kesulitan masuk ke saham ini dalam seminggu ke depan atau sampai mentok Rp500 per saham, berarti lebih baik skip saja. Pasalnya, saat bid mulai terbuka, di situ menjadi risiko harga saham mulai koreksi. Kecuali, mau spekulatif cuan bungkus, tidak mengharapkan keuntungan yang besar.
Kamu Butuh Insight dan Ide Saham Jangka Menengah-panjang hingga Swing Trading?
Dapatkan semua benefit Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:
- Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
- Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
- Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
- Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
- Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
- Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
- Hingga konsultasi private dengan founder kami
Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini
