Cara Mencari Cuan di Saham Aksi Korporasi Ketika Market Lagi Demam
Saham-saham aksi korporasi tidak bergerak agresif seperti sebelumnya, termasuk NAYZ. Jadi, apa saja yang harus diperhatikan jika sebuah saham mau melakukan aksi korporasi?
Mikirduit – Saham aksi korporasi memang menjadi sentimen yang menarik. Meski, tidak selamanya aksi akuisisi itu berdampak positif terhadap harga saham, melainkan juga negatif. Lalu, bagaimana strategi saat ada saham yang diakuisisi?
Sejak kenaikan harga saham yang cukup signifikan di saham PANI pada 2021-2022 dengan tanda-tanda ada akuisisi mayoritas dan berganti pengendalian, serta right issue jumbo sebagai jalur pemindahan aset untuk backdoor listing. Banyak yang memburu saham-saham yang akan aksi korporasi.
Bisa dibilang puncaknya makin meningkat di 2024-2025. Deretan saham yang backdoor listing meningkat drastis. Begitu juga dengan aksi right issue jumbo, yang masih ada sisa-sisa aksi korporasinya, meski tidak dengan volatilitas harga sahamnya.
Pertanyaannya, kenapa harga saham yang mau diakuisisi atau pihak mengakuisisi bisa tiba-tiba naik? apakah ada faktor fundamental? kami bisa bilang faktor utamanya lebih ke likuiditas yang biasanya kering, tiba-tiba mencatatkan kenaikan permintaan yang signifikan. Kenaikan permintaan itu terjadi karena ekspektasi yang cukup tinggi dari aksi akuisisi tersebut.
Di sisi lain, faktor ekspektasi ini mulai terpecah pada semester II/2025. Banyak aksi backdoor listing yang tidak direspons maksimal. Kenaikan harga pun mulai cenderung terbatas.
Bahkan, di 2026, aksi akuisisi pun tidak menjadi pendorong harga saham bisa lebih agresif. Hal itu disebabkan banyak pihak investor ritel masih nyangkut perkara kebijakan MSCI untuk pasar saham Indonesia. Hingga kekhawatiran risiko ekonomi dan tren penurunan indeks yang signifikan. Hal itu membuat banyak investor mulai berhati-hati atau tidak segila dulu memborong saham-saham backdoor listing.
Misalnya, hal ini terjadi di saham NAYZ. Emiten tersebut mengumumkan jika pengendali-nya tengah bernegosiasi dengan Saiko Consultancy Pte. Ltd dari Singapura untuk akuisisi 41,18 persen saham perseroan pada 24 April 2026.
Namun, saat pengumuman rencana tersebut, harga sahamnya malah terjun bebas sekitar 31 persen hingga 13 Mei 2026. Apakah ini sell on news? bisa jadi sell on news, tapi perilaku pergerakan harga sahamnya agak berbeda karena penurunan harga saham langsung signifikan di hari pertama pengumuman.
Apakah aksi korporasi NAYZ ini bukan sesuatu yang seksi? hal ini bisa jadi. Jika dibandingkan dengan PACK yang diakuisisi oleh Haji Isam langsung mencatatkan auto rejection atas (ARA), aksi akuisisi NAYZ masih cukup misterius. Apalagi, Saiko pernah membatalkan rencana akuisisi SPRE sebelumnya.
Prospek Saham NAYZ Saat Lagi Negosiasi Akuisisi dengan Taipan Thailand
Ditambah, ada satu pertanyaan besar terkait aksi akuisisi Saiko terhadap NAYZ. Aksi akuisisi hanya 41 persen dari saham yang dimiliki oleh PT Asia Intrainvesta. Artinya, Asia Intrainvesta masih punya sekitar 16 persen saham. Walaupun, hal ini wajar dan dari keterangan meski hanya mengakuisisi 41 persen, tapi NAYZ tetap mengalami perubahan pengendali.
Sebenarnya bukan cuma NAYZ saja, beberapa saham yang lagi proses aksi akuisisi sepanjang 2025 dan mulai ada perkembangan di 2026 juga tidak mencatatkan kenaikan signifikan. Buktinya, FITT, KOKA, hingga KDTN pergerakan harga sahamnya cenderung sideways dan koreksi.
Artinya, ada behaviour likuiditas di pasar saham yang juga melorot tajam terutama untuk memburu saham-saham aksi korporasi karena faktor, jumlah saham yang aksi korporasi cukup banyak hingga tekanan pasar sejak awal tahun membuat investor dan trader lebih berhati-hati atau banyak juga yang nyangkut.
Melihat Efek Rumor Aksi Akuisisi di Pasar Saham AS
Sementara itu, jika melirik pasar saham AS, respons pasar atas aksi korporasi cenderung melihat detail secara keseluruhan efeknya. Jadi, ketika sebuah saham mengumumkan rencana akuisisi, harga sahamnya belum tentu langsung meroket. Malah bisa mengalami koreksi terlebih dulu.
Misalnya, saham NFLX sempat turun 43 persen sejak Agustus 2025 hingga Februari 2026. Jadi, di semester II/2025, NFLX sempat mengumumkan rencana akuisisi dan merger bisnis dengan Warner Bross (WBD).
NFLX sudah hampir selangkah lagi mengakuisisi WBD senilai 82,7 miliar dolar AS, yang mana 72 miliar dolar AS dalam bentuk nilai ekuitas. Dalam transaksi itu, NFLX bakal membayar 23,25 dolar AS per saham WBD secara tunai, sedangkan sisanya 4,5 dolar AS per saham dalam bentuk saham.
Dalam rencana aksi akuisisi itu, NFLX sudah menyiapkan pinjaman jangka pendek senilai 59 miliar dolar AS dari beberapa bank besar. Nantinya, pinjaman itu akan di-refinancing dengan obligasi, pinjaman berjangka, dan sumber kredit lainnya.

Namun, dari aksi korporasi tersebut, banyak dinilai negatif untuk saham NFLX dengan alasan:
- Adanya tumpang tindih antara pelanggan Netflix dengan HBO yang dimiliki WBD. Artinya, jika keduanya akuuisisi-merger malah bisa menurunkan penjualan langganan (yang tadinya langganan dua menjadi cukup langganan 1)
- Rencana aksi akuisisi merger NFLX dan WBD memang memberikan dampak positif jangka panjang. Pasalnya, NFLX akan mendapatkan hak atas IP yang dimiliki oleh WBD. Namun, dalam jangka menengah pendek bisa berisiko karena beban utang WBD yang cukup besar.
Rencana besar NFLX itu berakhir gagal setelah NFLX menolak menaikkan tawaran yang setara dengan Paramount, yang menjadi pesaing dalam rencana akuisisi tersebut. Menariknya, setelah rencana itu gagal, harga saham NFLX langsung naik 43 persen hanya dalam sebulan.
Di sisi lain, saham WBD yang menjadi target aksi akuisis malah mencatatkan kenaikan hingga 164 persen dalam periode sama saat saham NFLX turun. Bagi WBD, rencana aksi akuisisi (entah dengan siapa nantinya antara NFLX atau Paramount) tetap jadi sentimen menarik bagi perseroan. Meski, kini harga sahamnya mulai sideways di level 25-27 dolar AS per saham.
Kisah aksi akuisisi juga datang di saham Gamestop (GME). Saham tersebut langsung terjun bebas turun 18 persen sejak mengumumkan rencana akuisisi eBay pada 4 Mei 2026.
Pada periode tersebut, GME mengumumkan rencana akuisisi eBay untuk bersaing dengan AMZN di ritel Online. GME disebut menawarkan nilai akuisisi hingga 56 miliar dolar AS dalam bentuk tunai dan saham. Jika dihitung, harga penawaran sekitar 125 dolar AS per saham, angka yang cukup premium dibandingkan dengan harga saham Ebay saat ini.
GME mengungkapkan mereka berencana membangun platform Marketplace dengan mengoptimalkan sekitar 1.600 toko GME di AS sebagai pusat distribusi dan logistik. Lalu, nantinya setiap jaringan toko GME juga akan melakukan penjualan langsung dengan menampilkan produk-produk yang ada di eBay.
Namun, harga saham GME malah turun dalam karena aksi akuisisi itu dinilai berisiko dari segi biaya. Apalagi, transformasi bisnis yang dikejar juga memiliki tingkat risiko yang sangat tinggi.
Di saat yang sama, saham EBAY malah mencatatkan kenaikan 11 persen sejak rencana GME akuisisi perseroan mencuat. Hal ini juga ada kaitannya dengan nilai penawaran yang cukup premium sekitar 125 dolar AS per saham. (Padahal, harga saham Ebay saat pengumuman masih di bawah 110 dolar AS per saham)
Akhir dari drama rencana aksi korporasi itu adalah EBAY menolak tawaran GME. Apalagi, skala bisnis GME jauh lebih kecil dibandingkan dengan EBAY. Artinya, dari rencana transaksi itu ada risiko yang cukup tinggi. Bahkan, beberapa menyebutkan rencana tawaran akuisisi itu tidak kredibel dan menarik.
Namun, sejak tawaran tersebut ditolak, harga saham GME juga belum bangkit. Baru pada 15 Mei 2026, saham GME sempat bangkit ke 22 dolar AS per saham, sebelum ditutup turun ke 21 dolar AS per saham lagi.
Mau mulai investasi saham US dan langsung dapat bonus saham GRAB? Join XTB sekarang juga dengan klik link ini serta gunakan kode MIKIRDUIT
Kesimpulan
Dalam aksi korporasi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan:
- Siapa yang mengakuisisi (untuk menggambarkan seberapa kredibel dan prospeknya aksi akuisisi tersebut)
- Bagaimana rencana MTO dan setelahnya (seperti pengalihan aset). Apakah ada angka-angka yang menarik?
- Khusus di saham Indonesia, perhatikan faktor supply lembar saham sebagai gambaran prospek kenaikan harga bisa signifikan atau tidak
- Jika aksi akuisisi dilakukan perusahaan terbuka terhadap perusahaan terbuka, fokus di saham yang akan diakuisisi (bukan pengakuisisi-nya)
- Jika berita sudah muncul dan harga saham masih lanjut naik, plan untuk beli saham aksi korporasi itu adalah trading dalam jangka pendek (cuan bungkus) karena volatilitasnya berpotensi sangat tinggi.
Kamu Butuh Insight dan Ide Saham Jangka Menengah-panjang hingga Swing Trading?
Dapatkan semua benefit Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:
- Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
- Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
- Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
- Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
- Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
- Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
- Hingga konsultasi private dengan founder kami
Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini
