5 Fakta IPO Saham ANDA yang Jadi Kontraktor Proyek PTBA, PTRO, hingga HRUM
IPO ANDA menawarkan peluang dari bisnis kontraktor tambang dengan klien PTRO, PTBA, hingga HRUM. Namun, di balik lonjakan laba 216 persen, ada risiko utang, pelemahan arus kas, dan valuasi premium. Apakah saham IPO ini menarik?
Mikirduit – PT Andalan Artha Primanusa Tbk. (ANDA) menjadi saham IPO ke-9 pada 2026. Berikut 5 fakta IPO ANDA ini.
Key Takeaways
- ANDA menjadi saham IPO ke-9 pada 2026 dengan bisnis utama kontraktor pertambangan. Perseroan memiliki kontrak dengan sejumlah perusahaan besar yang terhubung dengan PTBA, PTRO, hingga HRUM. Namun, sekitar 65 persen dana IPO digunakan untuk modal kerja, sedangkan sebagian lainnya untuk melunasi utang.
- Laba bersih ANDA melonjak 216 persen, tetapi kualitas pertumbuhannya masih dipertanyakan. Pendapatan semester I/2026 justru turun 8,7 persen, sementara kenaikan laba turut ditopang pendapatan non-operasional. Arus kas operasi juga melemah 54,7 persen dan perseroan menghadapi risiko ketidakpatuhan terhadap sejumlah financial covenant perbankan.
- Valuasi IPO ANDA tergolong premium di tengah risiko keuangan yang masih membayangi. Dengan PE sekitar 44,8–53,6 kali dan PBV 2,1–2,3 kali, valuasi ANDA relatif tinggi dibandingkan beberapa emiten kontraktor tambang lainnya. Investor perlu mencermati prospek kontrak, kemampuan menghasilkan arus kas, serta perbaikan struktur utang setelah IPO.
- Cek pilihan saham investasi dengan perhitungan yang jelas antara peluang dan risiko, join Mikirsaham dengan klik link di sini
ANDA melepas 1,67 miliar lembar saham baru ke publik dengan harga pelaksanaan sekitar Rp158 - Rp189 per saham. Dari IPO ini, sebanyak-banyaknya ANDA mendapatkan Rp316 miliar.
ANDA akan menggunakan mayoritas dana IPO setara 65 persen dari total dana untuk modal kerja, sedangkan sisanya senilai Rp107 miliar akan digunakan untuk pelunasan utang ke Radana Bhaskara Finance dan Rp42 miliar ke PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
ANDA juga membagikan waran dengan rasio 7:1, yakni 7 saham biasa IPO akan mendapatkan 1 waran. Nantinya waran ini bisa dieksekusi di harga Rp695 per saham. Jika ingin mendapatkan 1 lot warannya (bukan odd lot) harus bisa mendapatkan jatah IPO minimal 7 lot.
Underwriter IPO ini adalah Henan Putihrai Sekuritas, yang menjadi salah satu pihak yang kena denda terkait kasus IPO PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN).
Lalu, apa saja fakta terkait saham IPO ini?
ANDA Memiliki Bisnis Kontraktor Tambang Batu Bara dan Garap Proyek PTBA, HRUM, hingga PTRO
ANDA memiliki bisnis sebagai kontraktor pertambangan dengan 87,7 persen pendapatan dari bisnis kontraktor tersebut, sedangkan 12,3 persen sisanya dari bisnis sewa alat berat.
Jika dilihat, beberapa klien besar ANDA antara lain:
- PT Budi Gema Gempita untuk jasa tambang batu bara di Lahat, Sumatra Selatan sejak 2018
- PT Petrosea Tbk. (PTRO) dengan pekerjaan sebagai subkontraktor batu bara, Murung Raya, Kalimantan Tengah dengan nilai kontrak Rp991 miliar sampai 2029
- PT Satria Bahana Sarana, yang merupakan afiliasi dari PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) untuk menambang, pengangkutan, dan alat berat di Tanjung Enim dengan nilai kontrak Rp208 miliar
- PT Position milik PT Harum Energy Tbk. (HRUM) untuk mengelola tambang nikel di Halmahera Timur selama 4 tahun sejak 4 April 2026
- PT Intan Bumi Persada, anak usaha PTRO untuk mengelola tambang batu bara di Kapuas hingga 2030
- PT Arkara Prathama Energi dari Grup Arkara yang terafiliasi dengan perseroan. Pekerjaannya untuk menambang batu bara di Kutai Timur dengan kontrak hingga 2030
Laba Bersih ANDA Meroket, tapi Pendapatan Turun
Jika melihat prospektus ANDA, laba bersih hingga semester I/2026 memang naik 216 persen menjadi Rp11,7 miliar. Namun, kenaikan laba bersih itu tidak didorong dari pendapatan yang malah turun 8,7 persen menjadi Rp200 miliar.
Adapun, kenaikan laba bersih ANDA didorong oleh beberapa faktor seperti:
- Penurunan beban pokok pendapatan yang lebih dalam dari pendapatan mencapai 15,7 persen menjadi Rp148 miliar. Hal itu membuat laba kotor ANDA malah naik 20 persen menjadi Rp51,81 miliar.
- ANDA mencatatkan pendapatan dari denda penalti, klaim asuransi, hingga pemulihan kerugian penurunan nilai piutang yang totalnya mencapai Rp7,13 miliar
- Dari sini, kualitas pertumbuhan laba bersih ANDA bisa dipertanyakan. Apalagi arus kas operasi malah turun 54,7 persen menjadi Rp26,41 miliar.
Lalu, komposisi penerimaan kas dari pelanggan malah turun 42 persen menjadi Rp124,99 miliar, meski muncul aset kontrak senilai Rp79,8 miliar pada Juni 2026.
ANDA Mencatatkan Risiko Finansial Convenant untuk Pinjaman Bank Mandiri, BCA, BRI, dan BNI
ANDA juga mencatatkan risiko finansial convenant setelah ada utang dari BMRI yang syaratnya menjaga Debt/Ebitda kurang dari 2 kali, tapi realitanya per Juni 2026 sudah emncapai 2,69 kali. Lalu, ada juga utang dari BMRI dengan syarat utang Berbunga dibandingkan dengan ekuitas kurang atau sama dengan 2 kali, tapi realitanya sudah 2,04 kali.
Selain dari BMRI, ANDA juga tidak memenuhi syarat utang dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. yang memiliki syarat DSCR lebih atau sama dengan 1,1 kali, sedangkan realitanya baru 0,86 kali.
Perseroan juga tidak memenuhi syarat utang dari PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) yang minimal current rasio sama atau lebih dari 1 kali, tapi realitanya malah di level 0,7 kali.
Manajemen mengungkapkan untuk fasilitas utang dengan BMRI sudah memberikan waiver (pengecualian) untuk pembatasan tertentu. Lalu, untuk BBRI dan BBCA memiliki persetujuan ketentuan serta jadwal evaluasi.
Untuk BBNI, perseroan belum mendapatkan waiver, tapi prospektus menjelaskan kewajiban convenant baru dilakukan berdasarkan laporan tahunan Desember 2026, sehingga kondisi Juni 2026 belum dianggap pelanggaran yang memerlukan waiver.
Jawaban dari risiko utang ini adalah dana dari IPO, yang senilai Rp107 miliar akan digunakan untuk bayar utang, salah satunya ke Bank Mandiri.

ANDA Terafiliasi dengan Grup Arkara
ANDA dimiliki dan dikendalikan oleh Billy Threristine Lim secara langsung (sebesar 30 persen sebelum IPO). dan melalui PT Bumi Artha Caraka sebesar 25 persen, dan PT Tambang Lancar Indonesia sebesar 5 persen.
Namun, ANDA ini terhubung dengan Grup Arkara. Hal itu terlihat dari PT Bumi Artha Caraka yang menjadi pemegang saham ANDA juga ada sosok Ivan Victor. Bahkan, Ivan Victor juga punya 99 persen saham di PT Arkara Danatama Nusantara. Apalagi, Grup Arkara juga menjadi salah satu klien dari Anda.
Di luar itu, ada nama Arief Ramon yang memegang 5 persen saham perseroan sebelum IPO. Arief Ramon juga tercatat sebagai pemegang saham PT Vastland Indonesia Tbk. (VAST) dengan porsi 2,06 persen. Rotasi sektoral saham AS berpotensi ke sektor ini
Valuasi ANDA Cukup Premium
Secara valuasi, saham ANDA cukup mahal. PE dan PBV setelah IPO antara lain, untuk PE berkisar 44,8 kali - 53,6 kali, sedangkan PBV sebesar 2,1 - 2,3 kali.
Kenapa itu mahal?
Jika dibandingkan dengan DEWA dan MINE, posisi valuasi ANDA sangat tinggi. Kecuali, ANDA dikaitkan dengan PTRO yang secara valuasi juga sudah tinggi.
Butuh Konsultasi Real Time Bersama Komunitas Saham yang Sehat?
Join Mikirsaham sekarang dan dapatkan benefit:
- Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
- Tools Trading Plan by Sistem (minimal join Mikirsaham Super dan masih tahap Beta)
- Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
- Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
- Event Online Rutin bulanan
- Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
- Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
- Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
- Hingga konsultasi private dengan founder kami
Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini
