3 Fakta yang Bikin Kinerja Saham BRMS Jeblok, Begini Hitungan Peluang Turnaround-nya

Harga emas semakin nanjak dan sedikit lagi bisa kembali ke US$ 4.500/oz, tapi ada salah satu emiten emas di RI, yakni BRMS malah mencatat kerugian di kuartal II/2026, kira-kira apa penyebabnya? apakah hanya sementara atau masih rawan?

Share
saham BRMS

 Mikirduit - Emiten emas Grup Bakrie, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), mencatat kerugian sebesar US$4,7 juta atau sekitar Rp81 miliar pada kuartal II/2026. Padahal, pada kuartal sebelumnya BRMS masih membukukan laba sekitar Rp296 miliar. 

Keytakeaways:

  • Kerugian BRMS di Q2/2026 lebih bersifat sementara, dipicu turunnya produksi akibat pushback River Reef, lemahnya penyerapan emas domestik, dan penurunan ASP.
  • Prospek semester II/2026 mulai membaik karena pushback sudah selesai, harga emas kembali menguat, dan kerja sama dengan ANTM berpotensi membantu penyerapan produksi.
  • Q3–Q4 2026 menjadi periode pembuktian BRMS, karena kunci pemulihan laba bukan cuma harga emas tinggi, tetapi kemampuan menaikkan produksi dan menjualnya secara optimal.
  • Mikirduit Masterclass 2026, Wealthverse: Cara Menumbuhkan Kekayaan dari Multi Aset. Belajar dari 0 manajemen aset hingga praktek dan komposisi aset yang pas untuk menghadapi peluang dan tantangan 2026-2027 selama 2 Hari secara Online. Early Bird cuma Rp250.000 (Hanya untuk 50 pendaftar pertama) dengan klik link di sini

Hal ini memicu pertanyaan, kenapa bisa terjadi kerugian? padahal harga emas masih di level tinggi, bahkan dalam seminggu terakhir sudah nanjak lagi mau ke US$ 4.500/oz.  Ada tiga alasan besar yang membuat BRMS merugi pada kuartal II/2026 : 

Pertama, penurunan produksi karena pushback di Tambang River Reef.

Produksi BRMS turun karena perusahaan sedang melakukan pushback di area tambang River Reef, Poboya, Palu.

Sederhananya, pushback adalah proses menggali dan memindahkan material di area tambang untuk membuka akses menuju cadangan bijih yang berada lebih dalam.

Sebenarnya, kondisi ini bukan kejutan. BRMS sudah menginformasikan rencana tersebut kepada publik sejak 2025.

Yang perlu dicatat, River Reef merupakan salah satu kontributor produksi penting bagi BRMS. Jadi, ketika aktivitas tambang di area ini masuk fase pushback, volume produksi dan kadar emas yang dihasilkan memang ikut tertekan.

Kabar baiknya, proses pushback ini sifatnya one-off dan sudah selesai.

BRMS juga sudah mulai menambang di bukaan baru sejak semester II/2026. Artinya, ada peluang produksi emas mulai kembali meningkat pada paruh kedua tahun ini.

Jadi, untuk masalah produksi, tekanan di kuartal II/2026 lebih terlihat sebagai gangguan sementara dalam proses pengembangan tambang, bukan masalah yang terus-menerus.

Kedua, pasar domestik kebanjiran pasokan emas 

BRMS juga menghadapi masalah di sisi penjualan. Pasar emas domestik sedang kelebihan pasokan karena banyak eksportir memilih menjual emasnya di dalam negeri. 

Akibatnya, pembeli lokal mulai meminta harga yang lebih murah atau diskon. Kami melihat, pada kuartal II/2026 pelaku pasar punya cukup banyak pilihan investasi di berbagai aset yang sedang berada di harga menarik. Jadi, bukan hanya emas, pasar saham juga menjadi alternatif yang ikut bersaing dalam menarik minat investor. 

Alhasil, emas BRMS tidak terserap pasar. Buktinya, persediaan emas jadi di semester I/2026 naik 28 kali lipat, dari US$ 3.011 jadi US$ 3,09 juta. 

Sumber: Laporan keuangan BRMS, Juni 2026

Pada kuartal II/2026. BRMS hanya mampu menjual sekitar 70 persen dari produksi emasnya ke pasar domestik. Penjualan pun anjlok signifikan, dari 460 kg pada kuartal I menjadi hanya 196 kg pada kuartal II/2026. 

Tapi ada kabar positif. Anak usaha BRMS, Citra Palu Minerals, sudah menandatangani kerja sama dengan ANTM untuk menjual sebagian besar produksi emasnya dengan harga yang cukup kompetitif. Kerja sama ini berlaku sampai Juni 2028.

Ketiga, harga rata-rata emas (ASP) turun di kuartal II/2026. 

Selain produksi dan penjualan, harga jual rata-rata emas BRMS juga turun. Pada kuartal I/2026, rata-rata harga jual berada di sekitar US$4.512/oz, kemudian turun menjadi US$4.138/oz pada kuartal II/2026.

Sumber: Press release BRMS

Jadi, BRMS kena tekanan dari dua arah sekaligus. Produksinya turun, sementara harga jual rata-ratanya juga lebih rendah. Ditambah lagi, tidak semua emas yang diproduksi berhasil terserap pasar.

Makanya, tidak heran kalau laba BRMS ikut tertekan meskipun secara umum harga emas masih berada di level yang tinggi.

Jadi, Ruginya Cuma Sementara atau Masih Rawan? 

Kami menilai, kerugian BRMS cuma sementara saja. Dari tiga masalah tadi, perlahan sudah mulai membaik 

Dari sisi produksi, pushback di River Reef sudah selesai dan BRMS mulai masuk ke area tambang baru. Artinya, produksi emas di semester II/2026 punya peluang untuk kembali naik.

Dari sisi harga juga mulai rebound. Harga emas global kembali nanjak dan sekarang sudah mendekati US$4.500/oz. Yang masih jadi pekerjaan rumah adalah penjualannya.

Soalnya, produksi yang naik belum tentu otomatis jadi pendapatan kalau emasnya tidak berhasil terjual. Ini yang perlu kita lihat di semester II/2026. Apakah produksi BRMS yang mulai naik bisa benar-benar diserap pasar?

Untungnya, BRMS sudah punya pegangan baru lewat kerja sama Citra Palu Minerals dengan ANTM. Sebagian besar produksi emas akan dijual ke ANTM dengan harga yang cukup kompetitif sampai Juni 2028. 

Jadi, setidaknya masalah penyerapan pasar yang terjadi di kuartal II/2026 punya solusi yang mulai terlihat.

Artinya, semester II/2026 bakal jadi periode penting buat BRMS. Kalau produksi kembali naik, penjualan mulai normal, dan harga emas tetap tinggi, kinerja BRMS punya peluang untuk ikut membaik. Nah, dari sini kita masuk ke satu hal yang juga penting, ke mana arah harga emas selanjutnya?

3 Saham Melakukan Penghapusan Saldo Laba Defisit, Pertanda Apa Nih?
Ada tiga emiten melakukan kuasi reorganiasi untuk menghapus saldo rugi yang sudah menahun di neraca. Ada siapa saja mereka dan gimana prospeknya?

Prospek Harga Emas di 2026

Sejauh ini, harga emas masih menunjukkan momentum positif. Pada perdagangan Selasa (11/8/2026), harga emas dalam sepekan terakhir sudah rebound lebih dari 8 persen ke sekitar US$4.410 per troy oz, mendekati level tertinggi dalam dua bulan terakhir.

Salah satu pendorongnya adalah hasil data ketenagakerjaan AS terbaru yang lebih lemah dari perkiraan, sehingga pasar melihat peluang The Fed untuk tidak terlalu agresif mempertahankan suku bunga tinggi.

Permintaan emas dari China juga masih kuat. Investor institusi terus menambah kepemilikan emas, sementara Bank Sentral China pada Juli menambah cadangan emas sekitar 20 ton, setelah sebelumnya naik 15 ton pada Juni.

Pasar juga masih menunggu data inflasi AS pekan ini yang bisa memberikan petunjuk baru soal arah suku bunga The Fed.

Mengacu polling reuters terbaru, berdasarkan rata-rata sejumlah lembaga keuangan masih melihat ruang kenaikan harga emas hingga akhir 2026 ke kisaran US$4.746/oz.

Tapi tentu saja, angka tersebut bukan berarti harga emas pasti akan mencapai level tersebut. Pergerakan emas masih sangat bergantung pada arah suku bunga AS, inflasi, dolar AS, geopolitik, dan permintaan global.

Buat BRMS, harga emas yang tinggi tentu menjadi kabar baik. Tapi ada satu hal yang perlu diingat, harga emas naik saja belum cukup.

BRMS harus bisa mengubah harga emas yang tinggi tersebut menjadi produksi yang lebih besar, penjualan yang lebih tinggi, dan akhirnya laba yang lebih besar.

Valuasi dan Teknikal Saham BRMS 

Nah, setelah melihat prospek bisnisnya, sekarang kita masuk ke sahamnya.

Per hari ini, saham BRMS berada di level Rp615 per saham, dengan valuasi sekitar 3,87 kali PBV. Kalau melihat historis lima tahun terakhir, level tersebut belum bisa dibilang murah.

Dibandingkan beberapa saham emas lainnya, valuasi BRMS juga masih lebih mahal dibandingkan ANTM dan HRTA. Namun, BRMS masih lebih murah dibandingkan ARCI dan EMAS. Mau dapat stockpick dari AI untuk saham AS dan Indonesia, kamu bisa klaim diskon spesial untuk Investing Pro, Langsung langganan di sini sekarang!

Jadi, secara valuasi, BRMS bisa dibilang berada di area cukup wajar. Tidak murah banget, tetapi juga belum bisa dibilang terlalu mahal.

Secara teknikal, saham BRMS saat ini masih berada dalam fase konsolidasi.

Tapi ada satu hal yang cukup menarik, yaitu mulai terbentuk higher low. Pola ini menunjukkan bahwa setelah sempat tertekan cukup dalam sejak awal tahun, tekanan jual mulai mereda dan mulai muncul indikasi akumulasi.

Sebelumnya, saham BRMS memang sempat turun lebih dari 40 persen dari awal tahun. Jadi, munculnya higher low ini cukup menarik untuk diperhatikan.

Tapi bukan berarti saham BRMS otomatis akan langsung kembali naik. Saham BRMS termasuk cukup volatile, sehingga pergerakannya bisa jauh lebih agresif dibandingkan beberapa saham emas lainnya.

Selain itu, sebagai bagian dari Grup Bakrie, sentimen terhadap grup juga bisa ikut memengaruhi pergerakan sahamnya.

Kesimpulan

Kalau disimpulkan, cerita BRMS saat ini sebenarnya cukup menarik, tapi belum bisa dibilang tanpa risiko.

Sisi positifnya, masalah pushback sudah selesai, produksi berpotensi kembali naik, harga emas global sedang menguat, dan BRMS sudah punya kerja sama dengan ANTM untuk membantu penyerapan produksi.

Sisi risikonya, BRMS masih harus membuktikan bahwa produksi yang meningkat benar-benar bisa dijual dengan harga yang menarik dan terserap pasar secara optimal, sehingga laba yang dihasilkan juga meningkat.

Jadi, menurut kami, Q3 dan Q4 2026 bakal menjadi periode pembuktian BRMS. Kalau produksi naik, penjualan kembali normal, dan harga emas tetap tinggi, kerugian di kuartal II bisa saja hanya menjadi cerita sementara.

Tapi kalau masalah penjualan kembali muncul, ceritanya tentu akan berbeda. Pada akhirnya, BRMS bukan cuma cerita soal harga emas naik. Pertanyaan besarnya adalah:

“Seberapa besar kenaikan harga emas itu bisa benar-benar masuk ke kantong BRMS?”

Dan jawabannya akan sangat bergantung pada produksi, penjualan, harga jual, dan biaya produksi perusahaan di semester II/2026.

Gimana, menurut kalian optimis BRMS akan bangkit di paruh kedua tahun ini? atau masih wait and see dulu?

Dapatkan Insight dan Belajar Saham dengan Praktek Langsung Bersama Founder Mikirduit

Dapatkan semua benefit Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:

  • Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
  • Tools Trading Plan by Sistem (minimal join Mikirsaham Super dan masih tahap Beta)
  • Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
  • Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
  • Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
  • Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
  • Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
  • Hingga konsultasi private dengan founder kami

Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini

Investasi Crypto di PINTU sekarang