Waktu Terbaik Taking Profit Saham Big Bank

Ada pertanyaan menarik, kalau pegang saham big bank di harga bawah, kapan waktu taking profitnya?

Waktu Terbaik  Taking Profit Saham Big Bank

Mikirduit – Jika bicara saham big bank seperti, BBCA, BBRI, dan BMRI, banyak yang bilang ini saham long term jangka panjang. Pertanyaannya, apakah jika pegang saham ini berarti tidak perlu di-taking profit ? Sampai kapan hold-nya?  Kalau nanti market crash bagaimana?

Untuk menjawab pertanyaan itu, kami akan menjelaskan mulai dari kenapa jika kamu ingin berinvestasi jangka panjang di saham, salah satu portofoliomu wajib minimal ada satu saham big bank. 

Jawabannya, pertumbuhan ekonomi Indonesia didorong oleh pertumbuhan kredit. Jadi, jika pertumbuhan kredit di Indonesia agresif, berarti ekonomi lagi tumbuh tinggi juga. Kenapa begitu? 

Alasannya, perusahaan skala mikro hingga besar di Indonesia mayoritas menggunakan dana perbankan untuk ekspansi bisnis atau untuk memenuhi kebutuhan modal kerja. Dengan kata lain dari segi produk, layanan bank ini sangat dibutuhkan untuk memutar roda ekonomi.  Di mana, ketika kredit investasi dari segmen produktif meningkat berarti menjadi pertanda roda ekonomi lagi berjalan secara lebih cepat. Begitu juga sebaliknya, jika kredit investasi turun berarti ekonomi menunjukkan perlambatan.

Data pertumbuhan kredit di Indonesia dalam 10 tahun terakhir.
Data pertumbuhan kredit di Indonesia dalam 10 tahun terakhir.
data pertumbuhan ekonomi Indonesia
Data pertumbuhan ekonomi Indonesia 10 tahun terakhir. Meski terlihat lebih fluktuatif pertumbuhan kredit, tapi hal itu lebih disebabkan oleh data pertumbuhan kredit bulanan, sedangkan pertumbuhan ekonomi 3 bulanan. Meski begtu, jika dilihat polanya terlihat sama, hanya saja, tren pertumbuhan kredit menunjukkan data yang lebih dulu dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi.

Misalnya, dari data uang beredar Bank Indonesia yang terbaru pada November 2023, tingkat pertumbuhan kredit investasi bergerak lebih lambat setelah hanya tumbuh 9,4 persen dibandingkan dengan 11,6 persen pada periode sama tahun sebelumnya. Artinya, ada potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2023 akan berada di level lebih rendah dibandingkan dengan 2022. Hal itu akan melanjutkan tren di kuartal III/2023 di mana pertumbuhan ekonomi sudah berada di level 4,94 persen dibandingkan 5,73 persen pada periode yang sama di tahun sebelumnya. 

Dengan kondisi ini, saham bank akan cenderung merespons lebih dulu perlambatan ekonomi ini karena data pertumbuhan kredit lebih leading atau cepat dibandingkan dengan data pertumbuhan ekonomi. Begitu juga ketika ada pergerakan positif dari pertumbuhan kredit investasi, saham bank akan merespons naik karena ada potensi ekonomi naik lebih tinggi.

5 Cara Memilih Saham Dividen yang Mengutungkan Jangka Panjang
5 cara memilih saham dividen yang menguntungkan jangka panjang ini jadi jalan kamu untuk bangun pendapatan pasif dari nol. Berikut ini tips untung dalam investasi saham dividen.

Di luar dari informasi prospek ekonomi yang lebih dulu didapatkan dari data pertumbuhan kredit, tingkat net interest margin perbankan di Indonesia masih tinggi sekitar 4-7 persen untuk skala bank menengah besar.  Artinya, dengan tingkat layanan yang sangat dibutuhkan dan margin keuntungannya masih tinggi, prospek pertumbuhan bisnis bank masih cukup konsisten ke depannya. 

Setelah mengetahui dua faktor itu, kita bisa mencari bank yang memiliki pangsa pasar terbesar di Indonesia. Bayangkan, dengan prospek industri bisnis sangat dibutuhkan dan margin keuntungan tinggi, berarti pemimpin pasarnya bakal memiliki pertumbuhan yang lebih oke dibandingkan bisnis bank yang skalanya lebih kecil. Soalnya, ekspansi bisnis bank ini berbeda dengan bisnis lainnya, di mana jika ingin ekspansi kredit lebih kencang, permodalan yang dimiliki harus lebih kuat untuk menjaga keamanan sistem moneter dari risiko kredit. 

Artinya, bank yang bisa menghasilkan laba bersih signifikan setiap tahunnya di mana sebagian besar diputar lagi sebagai modal akan memiliki ruang ekspansi bisnis yang lebih besar dibandingkan dengan bank skala menengah kecil. 

Lalu, siapa pemimpin pangsa pasarnya? jika melihat berdasarkan nominal kredit per September 2023. Bank yang berada di kelompok KBMI IV, yakni BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI ini punya kontribusi penyaluran kredit sebesar 51 persen dari total kredit industri bank. Berarti 49 persen kredit industri sisanya menjadi rebutan sekitar 100 bank yang ada di Indonesia. 

Untuk itu, skala bisnis keempat big bank, terutama BBCA, BBRI, dan BMRI, akan sulit dilampaui oleh bank menengah sekalipun, bahkan BBNI. Skala bisnis BBNI memiliki gap yang lumayan jauh juga dengan ketiga bank besar tersebut. 

Lalu, bagaimana strategi jangka panjang di saham big bank ini? apakah hold terus tidak lepas-lepas? bagaimana jika ada market crash?

Peran Dividen Dalam Portofolio Investasi Jangka Panjang
Siapa yang masih ragu untuk mulai bangun aset dengan saham dividen? baca peran dividen dalam portofolio investasi jangka panjang di sini.

Strategi Investasi di Saham Bank Besar

Artikel ini berasal dari pertanyaan salah satu member Mikirdividen, pertanyaannya jika pegang saham bank besar apakah akan hold selamanya nggak akan taking profit serta kalau market crash apakah nggak sayang floating profit yang sudah didapatkan sebelumnya. 

Jawabannya, dalam investasi saham bagi individu, ada beberapa faktor yang membuat kita harus taking profit sebuah saham. 

  • Harga saham sudah mencapai target harga jangka panjang yang sudah ditentukan sejak sebelum membeli saham tersebut. (misalnya, target harga bisa ke Rp21.000 dari Rp6.000 dalam 5 tahun. Ternyata dalam 4 tahun tercapai, ya berarti taking profit atau evaluasi ulang mau lanjut atau sesuai rencana)
  • Taking profit dilakukan karena sudah mencapai periode waktu dari tujuan keuangan yang ditargetkan. (misalnya, untuk biaya kuliah anak 10 tahun, jadi harus dihold selama 10 tahun. Setelah mencapai waktu itu, uang dicairkan untuk biaya kuliah anak). 
  • Ada perubahan fundamental yang mendadak dan signifikan dalam posisi floating profit. (Misalnya, kamu hold saham HMSP saat masih floating profit cukup besar, ternyata ada perubahan kinerja setelah tertekan biaya cukai. Kamu bisa taking profit untuk masuk ke saham potensial lainnya). 

Namun, bukan tidak mungkin juga seorang investor hold selamanya saham yang dianggap punya prospek bagus dalam jangka super panjang salah satunya saham bank besar ini. Dengan target, dia bisa hidup dari pendapatan dividen saham bank besar yang konsisten meski tidak besar-besar banget. Dengan begitu, asetnya bisa terus bertumbuh, dan dia bisa mendapatkan pendapatan pasif untuk kebutuhan hidupnya.

Saham BBCA Mahal Banget, tapi Jadi Idaman Banyak Investor?
Saham BBCA menjadi salah satu primadona untuk investasi jangka panjang, meski harga sahamnya cukup mahal. Pertanyaannya, seberapa menarik saham ini hingga oke untuk dibeli saat harga mahal?

Jadi, jawabannya akan tergantung dengan perencanaan dari masing-masing investor. Kapan taking profitnya, ya sesuai rencana tersebut. 

Lalu, bagaimana jika terjadi market crash, saham bank besar juga pasti terkena imbasnya kan? nanti floating profit yang sudah terkumpul menjadi sia-sia dong.

Balik lagi, market crash terjadi jika ada krisis yang menekan perekonomian. Jika ekonomi lesu ya jelas saham termasuk saham banking juga jatuh. Namun, ketika ekonomi pulih, saham juga bangkit. Seperti ketika pandemi Covid-19 2020, saham BBCA sempat anjlok 35 persen, tapi dalam kurang dari setahun, harga sahamnya sudah melampaui posisi tertinggi sebelum market crash. Artinya, meski dalam jangka pendek bakal terasa penurunan floating profit hingga alami floating loss, tapi keuntungan akan kembali pulih dalam rentang kurang dari satu tahun sesuai dengan tingkat keparahan dampak dari krisisnya. 

Sehingga untuk yang punya timeframe jangka panjang tidak akan terlalu peduli dengan market crash yang sementara tersebut. Kecuali jika masuk di saham gorengan, itu menjadi cerita lain.

Kesimpulan

Ketika masuk saham, banyak pemula yang ngiler dengan cuan di saham BREN, PANI, CUAN, dan sebagainya. Soalnya, mereka melihat dari sudut pandang dalam waktu singkat bisa cuan sangat besar. 

Di sisi lain, kenaikan harga BREN, PANI, dan CUAN itu terlihat dalam periode lagging atau tertunda. Jadi, ketika naik baru terlihat wah bisa kenceng ya ternyata naiknya. Masalahnya, masuk di harga atas berarti risikonya juga tinggi. Bayangkan, kamu masuk BREN di Rp8.000 atau PANI di Rp5.000, bukan cuan yang didapatkan, tapi malah jadi floating loss. 

Kalau begitu, masuknya dari bawah aja? pertanyaannya, jika masuk di bawah tingkat spekulasinya juga cukup tinggi. Seperti, apakah bakal beneran di bawa tinggi atau malah balik turun. Sehingga risikonya juga besar. 

Dalam poin ini, kami ingin mengingatkan tentang alokasi aset. Jika ingin untung besar di saham potensial naik tinggi seperti di BREN, PANI, CUAN, masuk dengan alokasi di mana kamu nothing to lose. Dalam artinya, jika saham itu turun, kamu tidak mempermasalahkan kerugianmu. 

Untuk mengamankan aset utama, bisa masuk ke saham yang lebih stabil seperti Big bank. Untuk porsi kombinasinya antara risiko tinggi dan moderat bisa disesuaikan dengan profil risiko masing-masing. Misalnya, kamu punya uang Rp1 miliar, kamu rela kehilangan Rp500 juta. Berarti porsinya bisa 50 persen di saham kayak BREN, PANI, CUAN dan sisanya di saham seperti BBCA dan lainnya. 

Beda lagi, jika kamu punya uang Rp1 miliar, tapi kamu cuma rela kehilangan Rp100 juta. Berarti untuk saham spekulasi di BREN, PANI, CUAN 10 persen aja, sisanya di saham yang stabil atau aset yang risikonya lebih rendah. 

Dan jangan merasa gengsi megang saham big bank, malah jadi kebanggan kalau kamu bisa masuk ke saham big bank di harga murah. Di mana, periode harga murah saham big bank itu bisa dibilang jarang terjadi. Kecuali kasus khusus seperti krisis ekonomi atau kenaikan suku bunga tinggi yang agresif seperti saat ini. 

Jadi, saham big bank apa saja yang sudah ada di portofoliomu?

Mau dapat guideline saham dividen 2024?

Pas banget, Mikirduit baru saja meluncurkan Zinebook #Mikirdividen yang berisi review 20 saham dividen yang cocok untuk investasi jangka panjang lama banget.

Kalau kamu beli #Mikirdividen edisi pertama ini, kamu bisa mendapatkan:

  • Update review laporan keuangan hingga full year 2023 dalam bentuk rilis Mikirdividen edisi per kuartalan
  • Perencanaan investasi untuk masuk ke saham dividen
  • Grup Whatsapp support untuk tanya jawab materi Mikirdividen
  • Siap mendapatkan dividen sebelum diumumkan (kami sudah buatkan estimasinya)

Tertarik? langsung saja beli Zinebook #Mikirdividen dengan klik di sini