Strategi Keluar dari High Shareholding Concentrate, Begini Aksi 9 Saham HSC Sejak April-Mei 2026
Masalah dari saham high shareholding concentrate adalah tidak bisa masuk indeks saham lokal dan global yang membuatnya semakin kering. Lalu, apa yang bisa dilakukan agar lepas dari status tersebut?
Mikirduit – Ada 51 saham yang masuk high shareholding concentration di IDX. Lalu, apa yang bisa dilakukan agar saham tersebut terlepas dari list tersebut dan implikasinya ke investor ritel?
Saham yang tergolong high shareholding concentration memiliki beberapa dampak seperti:
Pertama, saham yang tergolong high shareholding concentration tidak bisa masuk indeks lokal dan asing seperti LQ45, IDX30, IDX80, MSCI, dan FTSE. Jika sudah ada di dalam indeks tersebut, berarti saham itu berpotensi didepak, tapi jika belum berarti peluang masuk indeks menjadi lebih kecil.
Adapun, kecilnya peluang masuk indeks saham berarti potensi saham tersebut diburu oleh fund manager yang mengacu ke indeks saham tertentu sangat rendah. Peluang kenaikan harga saham hanya mengandalkan investor dan trader aktif yang ingin memanfaatkan kekeringan Supply saham di emiten tersebut.
Kedua, Dari kondisi tersebut, risiko bagi investor ritel adalah saham tersebut memiliki volatilitas yang tinggi dan likuiditas cenderung terbatas. Artinya, sebagus apapun fundamentalnya, harga sahamnya bisa bergerak liar sesuai dengan action dari investor dan trader aktif di saham tersebut.
Lalu, apa yang bisa dilakukan emiten untuk bisa keluar dari status high shareholding concentration tersebut?
Hal yang bisa dilakukan adalah melepas atau divestasi saham yang dimilikinya dengan beberapa cara:
- Stock split untuk membuat saham lebih likuid sehingga jika ingin divestasi bisa lebih mudah
- Right issue untuk meningkatkan porsi free float
- Divestasi langsung di reguler market
- Private placement kepada investor non-afiliasi untuk mengambil porsi kepemilikan saham tertentu
Dari strategi itu, rata-rata adalah cara untuk meningkatkan riil free float sehingga saham lebih likuid dan tidak terkonsentrasi. Hanya saja, yang menjadi catatan, sekuat apa nantinya likuiditas market di bursa untuk menampung saham baru untuk keluar dari status high shareholding concentrate.
Untuk itu, IDX juga membuka dialog dan diskusi bersama emiten yang sahamnya masuk ke high shareholding concentration tersebut.
Deretan Aksi yang Sudah Dilakukan untuk Melepas Status High Shareholding Concentrate
Kami mulai bahas dari perkembangan saham-saham yang sudah masuk Shareholder sepanjang April-Mei 2026, yakni ROCK, IFSH, SOTS, AGII, BREN, MGLV, DSSA, RLCO, dan WBSA .
Saham ROCK
Secara kasat mata, tingkat free float saham ROCK sebesar 20 persen. Sisanya, saham ini dimiliki oleh Luciana sebesar 27 persen, Po Sun Kok sebesar 27 persen, dan POLI sebesar 26 persen.
Namun, dalam catatan IDX per Mei 2026, saham ROCK disebut dimiliki sejumlah saham tertentu yang secara agregat menguasai sekitar 99,85 persen saham perseroan. Hal itu bisa terlihat dari tingkat transaksi bid-offer saham ROCK yang sangat tipis hanya sekitar di bawah 15 lot per lantai harga.
Jika dilihat perubahan komposisi pemegang saham di atas 1 persen saham ROCK per akhir Juni 2026 jika dibandingkan dengan April 2026 ada sedikit perubahan. Total akumulasi pemegang saham di atas 1 persen berkurang sekitar 3 persen menjadi 96,05 persen.
Penurunan itu terjadi karena adanya aksi jual dari PT Karimun Jawa Pratama sebesar 3,75 persen dari total lembar saham.
Selain itu, ada aksi tukar barang, PT Golden Flower Global Resources melepas 4,35 persen saham ROCK dan ditampung oleh LGT Bank AG.
Selain itu, belum ada perubahan signifikan dalam komposisi pemegang saham perseroan.
Saham IFSH
Saham IFSH juga masuk list saham high shareholder concentrate atau HSC karena sejumlah pemegang saham tertentu secara agregat memiliki sekitar 99,77 persen saham perseroan.
Saat ini, saham IFSH juga lagi masuk papan pemantauan khusus.
Adapun, sejak masuk high shareholding concentration, saham IFSH belum melakukan perubahan berarti. Perseroan hanya melepas sedikit saham treasury sebesar 0,1 persen sehingga porsi kepemilikannya menjadi 9,49 persen.
Selain itu, pemegang saham di atas 1 persen masih belum ada perubahan kepemilikan.
Saham IFSH dimiliki oleh beberapa pihak seperti:
- PT Fajar Mining Resources dengan porsi kepemilikan 40,8 persen
- PT Wahana Trilintas Mining dengan porsi kepemilikan 39,2 persen
- PT Fajar Jaya Investama dengan porsi kepemilikan sebesar 4,93 persen
- PT Global Investasi Makmur dengan porsi kepemilikan sebesar 4,73 persen

Saham SOTS
Saham SOTS masuk ke kelompok saham high shareholding concentration juga disebabkan porsi kepemilikan oleh jumlah pemegang saham tertentu tembus 98,35 persen.
Jika dilihat implikasi dari saham yang porsi kepemilikannya terkonsentrasi dari saham IFSH adalah dari segi bid offernya rata-rata di bawah 100 lot per lantai harga. Dengan frekuensi transaksi di bawah 10 kali masing-masing lantai harga.
Dari segi perubahan kepemilikan hingga akhir Juni 2026, pemegang saham utama SOTS belum melakukan aksi apapun. Sempat ada perubahan tipis dari 99,2 persen menjadi 98,27 persen, tapi itu pun trjadi di Februari 2026 jauh sebelum status high shareholding concentration ini disematkan ke SOTS.
Pemegang saham SOTS di atas 1 persen antara lain:
- Herman Herry Adranacus dengan porsi kepemilikan 26 persen
- Stevano Rizki Adranacus dengan porsi kepemilikan 24,8 persen
- Indjun dengan porsi kepemilikan sebesar 14,19 persen
- Vonny Kristiani dengan porsi kepemilikan 9,9 persen
- PT Pandita Inti Perkasa dengan porsi kepemilikan sebesar 4,93 persen
- PT Perak Sedaya Grup dengan porsi kepemilikan sebesar 4,93 persen
- Jon Fieris dengan porsi kepemilikan 4,88 persen
- PT Kanawa Rizki Investama dengan porsi kepemilikan sekitar 4,83 persen
- PT Mahapa Mitra Persada dengan porsi kepemilikan 3,81 persen
Saham AGII
Saham AGII juga termasuk ke kelompok high shareholding concentration setelah 97,75 persen saham perseroan dimiliki oleh sejumlah pemegang saham tertentu.
Seperti, ROCK dan SOTS, rata-rata bid-offer setiap lantai harga AGII berada di bawah 100 lot dengan frekuensi rata-rata di bawah 10 kali di setiap lantai harga.
Seperti SOTS, AGII belum melakukan perubahan komposisi pemegang saham yang signifikan. Dari posisi pemegang saham di atas 1 persen, total kepemilikan tembus 95,41 persen.
Pemegang saham AGII di atas 1 persen antara lain:
- Zico Trust dengan porsi kepemilikan 2,99 persen
- PT Samator dengan porsi kepemilikan sebesar 35,24 persen
- Matrix Company Limited dengan porsi kepemilikan 32,18 persen
- PT Aneka Mega Energi dengan porsi kepemilikan 15 persen
- SRTG dengan porsi kepemilikan 10 persen

Saham BREN
Saham BREN juga termasuk saham high shareholding concentration per April 2026 setelah 97,31 persen sahamnya dimiliki oleh sejumlah pemegang saham tertentu. Hal itu yang membuat BREN didepak dari indeks MSCI dalam periode rebalancing Mei 2026.
Berbeda dengan ROCK, SOTS, dan AGII, untuk bid-offer BREN sebenarnya cukup ramai. Rata-rata sekitar 2.000-an lot per lantai harga dan rata-rata frekuensi sekitar 80-100 kali setiap lantai harga.
Hanya saja memang sebagian besar saham dimiliki sejumlah pemegang saham tertentu.
BREN sudah melakukan perubahan komposisi pemegang saham di atas 1 persen dengan penurunan porsi sekitar 0,56 persen menjadi 93,52 persen.
Beberapa pemegang saham yang melakukan aksi jual antara lain:
- Zhaocai VCC - Prime Hill Fund menjual 3,16 persen. Tapi riil transaksi mungkin lebih kecil karena Prime Hill Fund juga beli 3 persen saham BREN. Sehingga transaksi bersih sekitar 0,16 persen
- Green Era Energi Pte, Ltd lepas 0,26 persen saham BREN
- Jupiter Tiger Holdings lepas 0,11 persen saham BREN
Sisanya, pemegang saham eksisting BREN ada BRPT dengan porsi kepemilikan tembus 64 persen. Meski begitu, jika membandingkan porsi pemegang saham perorangan domestik saham BREN masih sangat kecil, yakni baru 0,37 persen dari total lembar saham perseroan. Posisi itu sudah naik dibandingkan dengan Maret 2026 yang masih 0,26 persen. Tapi, secara skala masih cukup kecil.
Saham MGLV
Saham MGLV juga masuk sebagai saham high shareholding concentration setelah porsi kepemilikan saham oleh pemegang saham tertentu mencapai 95,94 persen.
Jika dilihat, posisi bid-offer MGLV ini seperti ROCK, SOTS, dan AGII, yakni bid-offer per lantai harga di bawah 50 lot serta frekuensi transaksi di bawah 10 kali per lantai harga.
MGLV juga belum melakukan perubahan komposisi pemegang saham di atas 1 persen. Saat ini, total pemegang saham di atas 1 persen MGLV mencapai 93,52 persen.
Pemegang saham di atas 1 persen MGLV antara lain:
- Citibank N.A memiliki komposisi kepemilikan 1,76 persen
- Andromeda Technology Investama memiliki porsi kepemilikan 2,52 persen. Sebenarnya Androme menjual 0,13 persen saham MGLV-nya, tapi kepada pihak pemegang saham di atas 1 persen lainnya, yaki PT Mandala Timur Invesrindo
- PT Mandala Timur Invesrindo memiliki porsi kepemilikan 1,68 persen
- PT Nextier Datamate Center memiliki porsi kepemulikan 78,74 persen
- PT Trinugraha Thohir Harmoni dengan porsi kepemilikan 4,86 persen
- PT Celera Makmoer Indonesia dengan porsi kepemilikan 2,2 persen
- Bank of Singapore Ltd dengan porsi kepemilikan 1,76 persen
Saham DSSA
DSSA masuk ke saham high shareholding concentration setelah 95,76 persen saham dimiliki oleh sejumlah pemegang saham tertentu.
Posisi bid-offer DSSA mirip dengan BREN, bahkan jumlahnya lebih besar hingga rata-rata sekitar 100.000 lot per lantai harga. Lalu, frekuensi bisa mencapai rata-rata 300 kali per lantai harga.
Catatannya, hal ini bisa terjadi karena DSSA sudah melakukan stock split 2 kali. Apalagi, stock split dilakukan dengan rasio jumbo seperti 1:10 pada 2024 dan 1:25 pada 2025.
Setelah masuk High shareholding concentrate, DSSA mengalami perubahan struktur pemegang saham. Aksi jual dilakukan oleh Citibank Hong Kong sebesar 0,41 persen sehingga kepemilikannya menjadi 2,97 persen, serta Fitzgerald & Wilkinson Investment yang menjual 0,23 persen saham sehingga porsi kepemilikan menjadi 3,45 persen.
Beberapa pemegang saham di atas 1 persen DSSA lainnya antara lain:
- UOB Kay Hian sebesar 3,74 persen. Sebenarnya ada aksi jual UOB Kay hian untuk tukar barang dengan hasil bersih transaksi kepemilikannya turun 0,02 persen.
- PT Sinar Mas Tunggal dengan porsi kepemilikan 59,9 persen
- PT Dian Swastatika Sentosa dengan porsi kepemilikan 19,68 persen
Saham RLCO
Saham RLCO yang baru IPO pada 2025 juga masuk ke kategori high shareholding concentration di 2026. Hal itu disebabkan 95,35 persen saham perseroan dimiliki oleh sejumlah pemegang saham.
Dari segi bid-offer, saham RLCO juga lumayan kering. Rata-rata volume transaksi di bawah 50 lot per lantai harga, sedangkan frekuensi di bawah 15 per lantai harga.
RLCO juga tidak melakukan transaksi kepemilikan saham yang signifikan. Bahkan, porsi saham dari pemegang saham di atas 1 persen malah naik menjadi 94,54 persen dari sebelumnya 95,48 persen.
Sebenarnya, ada beberapa transaksi di saham RLCO sepanjang Februari - Juni 2026. Misalnya:
- PT Samuel Tumbuh Bersama jual 2,47 persen saham dan keluar dari pemegang saham di atas 1 persen.
- Eunice M Satyono juga jual 1,65 persen saham dan keluar dari pemegang saham di atas 1 persen
- PT Cakra Wijaya Kapital jual 0,01 persen sehingga porsi kepemilikan tinggal 2,71 persen.
Selain itu, ada beberapa pemegang saham yang melakukan aksi beli seperti:
- Indo Alam Resources Pte. Ltd dengan kenaikan porsi 2,68 persen dari total lembar saham, sehingga porsi kepemilikannya naik menjadi 3,97 persen dibandingkan dengan 1,29 persen pada periode sebelumnya
- PT Samuel Sekuritas Indonesia yang merupakan afiliasi PT Samuel Tumbuh Bersama beli 1,51 persen saham sehingga porsinya naikmenjadi 5,94 persen
- PT Cakra Wijaya Kapital menjual 0,01 per saham dengan porsi kepemilikan 2,71 persen.
Selain itu, ada beberapa pemegang saham yang porsinya tetap seperti:
- PT Realco Omega Investama dengan porsi 77,6 persen
- Edwin Pranata dengan porsi 2,32 persen
- PT Dhana Pratama Investama dengan porsi 2 persen
Saham WBSA
WBSA yang juga baru IPO per April 2026 masuk sebagai saham high shareholding concentration setelah 95,82 persen sahamnya dimiliki oleh sejumlah pemegang saham tertentu.
Meski, kalau lihat bid-offer cukup ramai. Rata-rata sekitar 4.000 lot per lantai harga dengan frekuensi hingga 90-100 kali per lantai harga. Catatan yang harus diperhatikan ada potensi pemegang saham di bawah 5 persen saat pre-IPO melepas porsi kepemilikannya setelah lock-up dibuka.
Jika melihat komposisi pemegang saham hingga Juni 2026, ada aksi jual-beli di ranah pemegang saham di atas 1 persen.
Salah satu yang melakukan aksi jual adalah Zico Trust Ltd. sebesar 3,74 persen dari total sahamnya. Namun, Zico Trust membeli lagi saham WBSA sebesar 1,03 persen
Adapun, ada juga aksi beli yang dilakukan seperti:
- CLSA Global Market beli 1,37 persen (sebagai pemegang saham baru)
- CGS Internasional Securities Singapore beli 1,19 persen
Selain itu, ada pemegang saham yang tidak berubah kepemilikannya seperti:
- Tiga Beruang Kalifornia sebesar 79,01 persen
- Caerdydd Investment Pte. Ltd sebesar 4,87 persen
- Lion Trust Ltd Singapore sebesar 4,11 persen
Mau Dapat Insight Saham Apapun yang Kamu Tanya untuk Membantu Conviction hingga Action Mulai dari Rp50 ribu per Bulan?
Dapatkan semua benefit Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:
- Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
- Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
- Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
- Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
- Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
- Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
- Hingga konsultasi private dengan founder kami
Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini
