Memahami Strategi Berburu Saham Corporate Action di Indonesia dan Amerika Serikat

Aksi korporasi bisa memicu euforia, tetapi investor perlu menilai dilusi, utang, dan potensi pertumbuhan sebelum ikut memburu sahamnya.

Share
investasi saham

Mikirduit – Ada respons yang berbeda antara investor AS dan Indonesia dalam melihat aksi akuisisi. Biasanya, investor Indonesia bakal memburu saham yang diakuisisi karena harapan bisa multibagger, sedangkan investor di Amerika Serikat akan mencermati apakah ada efek dilusi atau tidak. Sehingga pola untuk masuk ke saham aksi korporasi di Indonesia dan Amerika Serikat akan sedikit berbeda.

Key Takeaways

  • Investor Indonesia cenderung memburu cerita akuisisi dan potensi multibagger, sedangkan investor AS lebih cepat menilai risiko dilusi, utang, dan struktur pembiayaannya.
  • PACK, NFLX, NBIS, dan CRCL menunjukkan bahwa aksi korporasi bisa menjadi peluang atau justru tekanan tergantung apakah manfaat bisnisnya mampu mengimbangi dilusi dan beban finansial.
  • Investor tidak harus masuk pada hari pengumuman, karena periode 1–14 hari setelah aksi korporasi bisa digunakan untuk menilai apakah retracement layak dibeli atau justru risikonya terlalu besar.
  • Mikirduit Masterclass 2026, Wealthverse: Dapatkan bocoran aset paling menarik untuk 2026-2027. Early Bird cuma Rp250.000 (kuota terbatas, amankan seat-mu sekarang juga) dengan klik link di sini

Salah satu contoh nyata adalah saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk. (PACK). Saham ini diakuisisi oleh CNGR, perusahaan terkait baterai kendaraan listrik asal China pada 2024.

Harga saham PACK melejit tinggi (selain juga karena menjadi pembicaraan di beberapa komunitas saham multibagger) serta ekspektasi berubah bisnis dari bisnis produksi kemasan menjadi terkait ekosistem baterai kendaraan listrik. 

Sampai akhirnya, PACK mengumumkan rencana right issue pada 2025, semua menyambut dengan antusias. Berharap, PACK ini bisa menjadi next PT Pantai Indah Kapuk II Tbk. (PANI).

Masalahnya adalah ketika banyak investor yang memburu saham ini saat sudah di pucuk (kala itu harganya sempat tembus Rp4.000-an per saham sebelum penyesuaian right issue).

Adu Saham Pemilik Backbone Fiber Optik dan Data Center Skala Jumbo TLKM vs ISAT
Saham ISAT dan TLKM menjadi dua proxy saham data center AI paling lengkap. Keduanya, punya data center skala hyperscale hingga fiber optik backbone. Tapi, siapa yang terbaik?

Namun, petaka muncul ketika rasio right issue yang muncul terlalu besar mencapai 5:102 (artinya 5 pemegang saham lama mendapatkan hak 102 pemegang saham baru). 

Beberapa investor ritel masuk ke saham PACK tanpa mempersiapkan dana untuk menebus right issuenya. Harga teoritisnya pun mengalami penyesuaian signifikan dari Rp2.000-an per saham menjadi Rp200-an per saham.

Sebenarnya, jika punya modal menebus right issue-nya tidak masalah. Soalnya, bisa ikut tebus dan harga rata-rata akan menyesuaikan sesuai harga teoritisnya. Peluang keluar cuan masih terbuka.

Masalahnya adalah jika tidak punya modal untuk tebus right issuenya. Berarti harga rata-rata akan tetap berada di level ribuan rupiah, sedangkan harga pasar turun ke ratusan rupiah. 

Peluang balik ke angka ribuan rupiah juga cukup tipis kecuali ada faktor pendukung yang signifikan.

Pola Investor di pasar saham Amerika Serikat Menilai Aksi Korporasi

Berbeda dengan investor Indonesia, Investor di pasar saham AS melihat aksi korporasi bukan sekadar nilai akuisisi besar hingga akuisisi dilakukan oleh perusahaan besar saja, tapi juga beberapa faktor lainnya seperti, potensi dampak dari hasil akuisisi hingga pembayaran akuisisi menggunakan skema apa.

Saya masih ingat ketika Netflix Inc. (NASDAQ: NFLX) berencana mengakuisisi Warner Bross Discovery Inc. (WBD). Rumor rencana aksi korporasi itu sudah muncu sejak September 2025, tapi baru muncul resmi pada 5 Desember 2025.

Hasilnya, harga saham NFLX turun 39,7 persen dari 10 September 2025 sampai 12 Februari 2026.

Kenapa harga saham NFLX turun? karena investor menilai aksi akuisisi merger NFLX dengan WBD ini sangat berisiko. Alasannya, NFLX akan membutuhkan pembiayaan yang sangat besar untuk akuisisi tersebut. Kala itu disebut potensi menerbitkan 50 miliar dolar AS. Hal itu dinilai bisa berdampak terhadap neraca keuangan NFLX hingga risiko tekanan margin karena beban keuangan meningkat drastis.

Cara Trading Saham Lebih Praktis dengan Fitur Fast Trade Ajaib
Salah satu kunci trader bisa memanfaatkan momen adalah kemudahan dalam melakukan analisis dan transaksi jual-beli dengan cepat. Ajaib menyediakan itu dalam fitur Fast Trade-nya. Apa itu? ini penjelasannya

Ditambah, WBD bukan perusahaan yang cukup sehat. Perusahaan yang memegang beberapa IP populer itu punya utang bersih sekitar 10,7 miliar dolar AS. Jika NFLX akuisisi WBD, hal itu akan menjadi kewajiban perseroan juga.

Namun, NFLX mengangkat bendera putih untuk akuisisi WBD setelah Paramount Skydance (PSKY) menawar dengan nilai lebih tinggi sekitar 110 miliar dolar AS. (NFLX menawar sekitar 82,7 miliar dolar AS)

Menariknya, setelah rencana transaksi akuisisi WBD batal, harga saham NFLX naik 40,15 persen dari level terendahnya. 

Pola berbeda terjadi di saham Nebius Group N.V (NASDAQ: NBIS). Jadi, NBIS mendapatkan kontrak senilai 17,4 miliar dolar AS dalam 5 tahun dengan opsi nilai kontrak naik menjadi 19,4 miliar dolar AS dari Microsoft (NASDAQ: MSFT). Dalam kontrak itu, NBIS akan menyediakan GPU khusus untuk menangani beban kerja kecerdasan buatan milik MSFT.

Kabar itu keluar pada 8 September 2025, tapi respons market baru terjadi di 9 September 2025. Harga saham NBIS langsung naik 47 persen dalam sehari. 

Namun, kontrak jumbo dari MSFT ini membuat NBIS harus mengeluarkan belanja modal yang cukup jumbo untuk eksekusi. Akhirnya, NBIS mengumumkan rencana pendanaan senilai 3 miliar dolar AS yang terdiri dari 1 miliar dolar AS dari penerbitan saham baru dan 2 miliar dolar AS dari convertible notes. 

Akhirnya, setelah kenaikan tinggi terjadi tekanan dengan penurunan harga saham sekitar 13 persen dari level tertinggi pada 10 September 2026 hingga level terendah pada 12 September 2026.

Namun, tren harga saham mulai naik setelah ada kejelasan jika dilusi yang terjadi selaras dengan produktivitas yang didapatkan. Setelahnya, harga saham NBIS terus naik hingga 13 Oktober 2025. 

Salah satu yang terbaru adalah rencana Circle Internet Group Inc. (NYSE: CRCL) mengakuisisi Tazapay senilai 400 juta dolar AS. Harga saham mengalami penurunan 5,75 persen pada 8 September 2026. Begini detail aksi akuisisi saham CRCL

Hal ini yang memicu tekanan jual di saham CRCL pada 8 September 2026 setelah aksi akuisisi ini diumumkan. Pasalnya, dari aksi akuisisi ini ada potensi dilusi yang cukup signifikan. Masalahnya, kalau sharga saham CRCL terus mengalami penurunan, tingkat dilusi juga bisa menjadi lebih tinggi karena jumlah lembar saham yang diterbitkan berpotensi lebih besar.

Mau mulai investasi saham AS dan ETF? Kamu bisa pilih gunakan 5 aplikasi ini:

  • XTB Indonesia bisa mendapatkan bonus maksimal 25 Dolar AS, daftar dengan kode MIKIRDUIT dari link ini
  • Pluang bisa berpeluang mendapatkan hadiah hingga Rp1 juta dengan klik link ini
  • Ajaib dapatkan hadiah jika join dengan klik link ini
  • Nanovest dapatkan bonus Rp40.000 jika join dengan klik link ini
  • Gotrade Indonesia berkesempatan untuk dapat hadiah 120 dolar AS dengan klik link ini

 Kesimpulan

Ada satu kesamaan dari setiap saham aksi korporasi di Indonesia dan AS jika melihat investor di negara terkait meresponsnya, yakni ada peluang masuk meski tidak di hari H saat informasi muncul.

Kamu bisa punya sekitar 1-14 hari untuk menilai apakah aksi korporasi itu menarik atau tidak. Jika di Indonesia, ada saham-saham yang tidak likuid naik tiba-tiba karena diakuisisi. Mengejar saat informasi sudah keluar cukup sulit karena likuiditas terbatas dan demand meningkat. Salah satu caranya adalah masuk setelah konsolidasi terjadi dan aksi korporasi tetap berjalan sebagai mana mestinya.

Dari situ, kamu bisa memanfaatkan peluang cuan dari periode retracement hingga untung, meski mungkin masih cukup sulit untuk multibagger. Masalahnya, masuk sebelum naik hanya bisa dilakukan dengan spekulatif dan mengacu kepada keberuntungan. Informasi A1 pun tidak menjamin harga saham naik sesuai ekspektasi dalam waktu yang singkat.

Bagaimana dengan di AS? yaps, hampir sama, investor punya 1-14 hari untuk menilai tekanan yang terjadi saat ada aksi korporasi bisa dikejar atau kenaikan harga bisa ditunggu retracement-nya. Intinya, dampak aksi korporasi harus menghasilkan kinerja yang jauh lebih baik dari sebelum aksi korporasi.

Mau Diskusi Saham Langsung dengan Founder Mikirduit?

Join Mikirsaham sekarang dan dapatkan benefit:

  • Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
  • Tools Trading Plan by Sistem (minimal join Mikirsaham Super dan masih tahap Beta)
  • Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
  • Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
  • Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
  • Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
  • Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
  • Hingga konsultasi private dengan founder kami

Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini

Investasi Crypto di PINTU sekarang