Saham APEX Bereskan Utang Masa Lalu dengan Private Placement di Harga Tinggi, Begini Prospeknya

APEX mengonversi sebagian utang sindikasi menjadi saham di harga Rp325. Di tengah restrukturisasi utang, bagaimana prospek bisnis dan risiko sahamnya?

Share
saham APEX

Mikirduit – PT Apexindo Pratama Duta Tbk. (APEX) bakal melakukan private placement untuk konversi utang sindikasi karena perseroan tidak punya cash yang cukup untuk membayar seluruhnya setelah jatuh tempo pada 18 Mei 2026. Lalu, dari aksi ini, bagaimana peluang dan risiko saham APEX?

Key Takeaways

  • APEX restrukturisasi kewajiban sindikasi 36,25 juta dolar AS, dengan sekitar 4,11 juta dolar AS dikonversi menjadi saham melalui private placement di harga Rp325 per saham, sementara sekitar 8,67 juta dolar AS memperoleh perpanjangan tenor.
  • Harga konversi Rp325 berada hampir 80% di atas harga pasar Rp180-an, sehingga jumlah saham baru dan potensi dilusi menjadi lebih kecil dibandingkan jika konversi dilakukan di sekitar harga pasar.
  • Operasional APEX masih relatif terjaga dengan backlog semester II/2026 sekitar 75 juta dolar AS sebelum kontrak APG Westkampar, potensi pendapatan 2026 di atas 100 juta dolar AS, serta operating cash flow positif. Namun, kewajiban jangka panjang tetap menjadi risiko yang perlu dipantau.
  • Cek pilihan saham investasi dengan perhitungan yang jelas antara peluang dan risiko, join Mikirsaham dengan klik link di sini

APEX memiliki fasilitas pinjaman sindikasi luar negeri dengan nilai awal sekitar 35 juta dolar AS. Fasilitas ini merupakan bagian dari restrukturisasi utang melalui proses PKPU pada 2019. Kemudian pada 2022, perseroan menandatangani Amendment and Restatement Deed atas fasilitas tersebut.

Pinjaman ini tidak seluruhnya dibayar pada akhir tenor. Sebagian pokok dicicil selama masa pinjaman, sedangkan sisa kewajiban harus diselesaikan ketika fasilitas mencapai final maturity pada Mei 2026.

Namun, ketika jatuh tempo tiba, APEX belum menyelesaikan seluruh kewajibannya. Perseroan kemudian memperoleh beberapa kali perpanjangan tenggat pembayaran hingga akhirnya menyepakati skema restrukturisasi baru dengan kreditur.

Hal yang perlu diperhatikan, total kewajiban APEX kepada Kreditur Sindikasi Luar Negeri yang harus diselesaikan pada 2026 mencapai sekitar 36,25 juta dolar AS. Angka ini bukan sekadar saldo pokok Tranche 1B.

Per Juni 2026, principal Tranche 1B sendiri tercatat hanya sekitar 13,91 juta dolar AS. Namun, fasilitas offshore tersebut juga memiliki kewajiban lain, termasuk additional premium hingga 15 juta dolar AS serta accrued interest yang per Juni 2026 tercatat sekitar 7,07 juta dolar AS. Jika ketiganya dijumlahkan, nilainya sudah mendekati total kewajiban 36,25 juta dolar AS.

Dengan demikian, skema restrukturisasi 2026 pada dasarnya dilakukan terhadap keseluruhan kewajiban terkait fasilitas tersebut, bukan hanya principal Tranche 1B.

Dari total sekitar 36,25 juta dolar AS, APEX akan mengonversi sekitar 4,11 juta dolar AS kewajiban menjadi saham. Setelah restrukturisasi, perseroan masih memiliki kewajiban sekitar 8,67 juta dolar AS kepada Kreditur Sindikasi Luar Negeri yang memperoleh perpanjangan tenor pembayaran.

Artinya, sekitar 23,47 juta dolar AS kewajiban telah diselesaikan dalam rangkaian restrukturisasi tersebut. 

Hal menarik lainnya adalah harga konversi Rp325 per saham berada hampir 80 persen di atas harga pasar APEX sekitar Rp180-an pada 23 September 2026. Dari sisi pemegang saham lama, harga konversi yang tinggi mengurangi jumlah saham baru yang harus diterbitkan dibandingkan jika konversi dilakukan mendekati harga pasar.

Dengan ada kejadian APEX kesulitan pembayaran utang dengan rencana private placement di atas harga pasar, bagaimana prospek saham APEX?

Menakar Prospek Saham APEX

APEX adalah emiten yang menyewakan rig untuk pengeboran hulu migas secara onshore maupun Offshore. Dalam perkembangannya, rig milik APEX juga bisa digunakan untuk pengeboran panas bumi.

Dalam bisnis APEX, hal terpenting adalah bagaimana utilisasi rig yang dimiliki cukup optimal. Pasalnya, jika ada rig yang menganggur akan membuat biaya membengkak. 

Sampai 30 Juni 2026, APEX masih memiliki beberapa kontrak utama, seperti dari PT Pertamina Hulu Mahakam dengan rig Yani memiliki nilai kontrak 18,22 juta dolar AS dengan periode 9 bulan 10 hari. Lalu, Pertamina Hulu Mahakam juga menyewa rig Tasha dengan periode 42 bulan senilai 119 juta dolar AS. Terakhir, PT  APG Westkampar Indonesia menyewa rig 14 sesuai dengan jumlah sumur dengan nilai kontrak Rp142 miliar.

💡
Diskon Spesial Investing Pro untuk Pembaca Mikirduit, agar analisis saham langsung menggunakan tools paling lengkap, Langganan sekarang dengan klik di sini

Dari pengerjaan kontrak yang punya durasi waktu dan dibagi rata per bulan, sisa backlog pendapatan APEX di semester II/2026 mencapai 75 juta dolar AS sebelum tambahan kontrak APG Westkampar Indonesia.

Jika semuanya terealisasi, APEX berpotensi mencatatkan pendapatan di atas 100 juta dolar AS sepanjang 2026.

Di sisi lain, jika melihat permintaan, rig jenis Offshore mendominasi pertumbuhan bisnis. Hal itu disebabkan kontrak jumbo dengan Pertamina Hulu Mahakam yang mengerjakan proyek offshores.

Strategi Saham FORU Setelah Right Issue Jumbo: Tebus atau Jual FORU-R?
Right issue jumbo FORU membuka tiga pilihan bagi holder lama dan peluang spekulatif bagi investor baru. Simak simulasi risiko, average price, dan FORU-R.

Pertanyaannya, dengan sempat tidak bisa membayar seluruh pokok utang dalam kredit sindikasi hingga melakukan private placement, apakah kinerja keuangan APEX baik-baik saja?

Bicara risiko keuangan APEX, kondisi terkini. Kondisi APEX tidak buruk. Bisnis perseroan masih menghasilkan net operating cash flow sekitar 13,21 juta dolar AS. Dari jumlah itu total pembayaran cicilan 10,2 juta, dengan posisi cash per Juni 2026 masih ada 28,03 juta dolar AS.

Dari segi utang eksisting mengalami penurunan 8 persen menjadi 98,82 juta dolar AS. Lalu, interest coverage rasio masih cukup tinggi sebesar 4,35 kali dengan menggunakan acuan laporan keuangan per Juni 2026. Jika dihitung secara twelve trailing month menjadi 2,65 kali.

Biaya beban bunga juga turun 34 persen menjadi 1,25 juta dolar AS.  Secara umum, dari kondisi keuangan terkini masih cukup aman. Tantangan APEX adalah menjelang 2034 dan 2039 terkait penyelesaian kewajibannya di masa lalu.

Mau Ikut Ngopdar Online Edisi September 2026 dan Dapat Insight Saham yang Belum Naik?

Join Mikirsaham sekarang dan dapatkan benefit:

  • Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
  • Tools Trading Plan by Sistem (minimal join Mikirsaham Super dan masih tahap Beta)
  • Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
  • Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
  • Event Online Rutin bulanan
  • Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
  • Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
  • Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
  • Hingga konsultasi private dengan founder kami

Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini

Investasi Crypto di PINTU sekarang