Rekap Transaksi di Atas 1 Persen per April 2026, Pemerintah Norwegia dan Dana Pensiun Malaysia Mulai Borong Saham Big Bank
Update bulanan pemegang saham di atas 1 persen kembali rilis. Menariknya, pemerintah Norwegia dan Dana Pensiun Malaysia mulai masuk ke big bank. Apakah ini jadi pertanda positif?
Mikirduit – Pergerakan investor dengan kepemilikan di atas 1 persen mulai menarik. Lembaga dana pensiun global hingga SWF mulai masuk ke saham big bank, sedangkan ETF Van Eck Gold Miner mulai mengurangi porsi di saham Indonesia. Lalu, seberapa drastis perubahan pemegang saham di atas 1 persen periode sampai akhir April 2026?
Kami coba memantau perkembangan saham-saham dengan tingkat free float market cap terbesar di IDX per 7 Mei 2026. Berikut deretan perubahan pemegang saham di atas 1 persen.
Government Norway Beli Saham BBCA
Saham BBCA dengan free float market cap Rp326 triliun mencatatkan satu pemegang saham baru, yakni Government of Norway yang membeli 1,27 miliarlembar saham perseroan atau sekitar Rp8,13 triliun. Sehingga, Pemerintah Norwegia itu memiliki 1,03 persen saham BBCA.
Selain itu, pemerintah Norwegia juga menambah porsi kepemilikan di beberapa saham seperti:
- AKRA baru saja menambah 11,09 juta lembar dengan total kepemilikan 2,88 persen dengan perkiraan nilai Rp16 miliar
- ESSA menambah kepemilikan sebesar 73,29 juta lembar saham sehingga kepemilikannya menjadi 1,57 persen dengan perkiraan Rp59 miliar
- MYOR menambah kepemilikan sebesar 650.000 lembar sehingga kepemilikannya menjadi 1,55 persen dengan perkiraan nilai Rp1,2 miliar
- ARCI baru ditambah 63,74 juta lembar saham menjadi 1,31 persen dengan perkiraan nilai Rp99 miliar
- BKSL menambah 49,4 juta lembar menjadi 1,19 persen senilai Rp5,5 miliar
- TINS menambah 4,5 juta lembar menjadi 1,17 persen senilai Rp16,78 miliar
- INCO baru beli 143.800 menjadi 1,09 persen senilai Rp927 juta
Sehingga total nilai transaksi beli sekitar Government of Norway sepanjang April 2026 di saham Indonesia sekitar Rp8,33 triliun.
Selain itu, Government of Norway juga melepas beberapa saham seperti:
- MIKA dijual 1,9 juta lembar sehingga kepemilikannya menjadi 2,34 persen dengan perkiraan nilai Rp3,94 miliar
- WMPP dijual 335 juta lembar sehingga sekarang tidak punya lagi dengan perkiraan nilai Rp14,38 miliar
Dengan begitu, total aksi jual Government of Norway sepanjang April 2026 ekitar Rp18 miliar.
Selain itu, Government of Norway masih HOLD beberapa saham seperti BTPS,ERAA, CTRA, ASSA, WIFI, ARNA, MSTI, SMRA, BSDE, PNLF, KIJA, KLBF, MIDI, dan MPMX.
Employees Provident Fund Board Membeli BMRI dan BBRI
Employees Provident Fund Board merupakan dana pensiun milik negara Malaysia. Sepanjang April 2026, secara frekuensi transaksi, Employees Provident Fund Board lebih condong melakukan aksi jual ketimbang beli.
Beberapa saham yang dibeli antara lain:
- Menambah porsi di BMRI sekitar 2,03 juta lembar dengan kepemilikan menjadi 1,26 persen sekitar Rp9,3 miliar
- Menambah porsi BBRI sekitar 2,02 juta lembar dengan kepemilikan menjadi 1,14 persen sekitar Rp6,6 miliar
- Menambah porsi INCO sebanyak 37,36 juta lembar menjadi 2,11 persen sekitar Rp241 miliar
- Menambah porsi ANTM sebanyak 66,2 juta lembar menjadi 1,43 persen sekitar Rp256 miliar
- Menambah porsi UNTR menjadi 6,11 juta lembar menjadi 1,34 persen sekitar Rp189 miliar
Sehingga total transaksi beli Employees Provident Fund Board sepanjang April 2026 sekitar Rp703 miliar.
Lalu, beberapa saham yang dijual antara lain:
- menjual PWON sebanyak 20 juta lembar menjadi 2,25 persen sekitar Rp6,8 miliar
- menjual MAPI 10 juta lembar menjadi 2,18 persen sekitar Rp12 miliar
- menjual DRMA sebanyak 95 juta lembar hingga tidak ada porsi tersisa dengan nilai perkiraan transaksi Rp95 miliar
- menjual TLKM 4,8 juta lembar menjadi 1,83 persen sekitar Rp14 miliar
- menjual ARNA 18,69 juta lembar menjadi 1,69 persen sekitar Rp9 miliar
- menjual AMRT 31,76 juta lembar menjadi 1,67 persen sekitar Rp46 miliar
- menjual SIDO 25,91 juta lembar menjadi 1,63 persen sekitar Rp13 miliar
- menjual ICBP 1,46 juta lembar menjadi 1,21 persen sekitar Rp10 miliar
- menjual BRIS 41 juta lembar menjadi 1,16 persen sekitar Rp82 miliar
Sehingga total transaksi jual Employees Provident Fund Board sepanjang April 2026 sekitar Rp292 miliar.
Selain itu, Employees Provident Fund Board masih HOLD beberapa saham seperti ASII, AKRA, BUKA, TOWR, ISAT,dan BBNI.

The Bank of New York Mellon Borong Saham TLKM
The Bank of New York Mellon mencatatkan pembelian saham TLKM sepanjang April 2026 sebanyak 2,88 miliar lembar. Dengan begitu, porsi kepemilikan-nya di saham tersebut naik menjadi 5,94 persen.
Jika dihitung dengan rata-rata harga TLKM sepanjang April 2026, nilai transaksi The Bank of New York Mellon mencapai Rp8,75 triliun. The Bank of New York Mellon tidak memiliki saham Indonesia apapun selain TLKM.
Perubahan Komposisi Saham MORA Selaras Akuisis-Merger dengan Myrepublic
MORA juga mencatatkan perubahan komposisi pemegang saham yang cukup signifikan. Namun, hal ini terjadi karena ada aksi korporasi akuisisi-merger untuk konsolidasi dengan bisnis Myrepublic milik DSSA.
Dari sini, ada perubahan transaksi seperti PT Innovate Mas Utama masuk menjadi pemegang saham dengan porsi 48 persen. Lalu, PT Innovate Mas Indonesia juga baru masuk dengan porsi kepemilikan 1,17 persen.
Pemegang saham lainnya seperti:
- PT Gema Lintas Buana mencatatkan penurunan porsi menjadi 14,94 persen
- PT Candrakarya Multikreasi turun menjadi 17,81 persen
- UOB Kayhian Private Ltd turun menjadi 2,46 persen
- Oakwell Worldwide Inc turun menjadi 2,44 persen
- Boquette turun menjadi 2,41 persen
- Citibank hong Kong turun menjadi 2,39 persen
- Cascaden Investment Ltd turun menjadi 2,39 persen
- Artemis Worldwide Inc turun menjadi 1,28 persen
- Morning Bright Investment turun menjadi 1,15 persen
- Fitzgerald & Wilkinson Investment menjadi di bawah 1 persen
ASII Realisasi Buyback
ASII tidak mencatatkan perubahan komposisi yang cukup signifikan dalam pemegang saham di atas 1 persen. Hanya Citibank New York S/A Orbis Sicav yang jual 5,6 juta lembar saham dengan perkiraan nilai Rp34 miliar. Jika ditelusuri, akun tersebut hanya punya saham ASII.
Selain itu, ASII juga melakukan buyback sekitar 14,95 juta lembar sepanjang April 2026. Jika dihitung dengan rata-rata harga saham ASII di April 2026 sekitar Rp92 miliar.
Perubahan Komposisi Pemegang Saham BREN dan DSSA Belum Mengeluarkannya dari Status High Concentration Shareholder
BREN memang mencatatkan beberapa perubahan komposisi pemegang saham seperti:
- Green Era Energi Pte. Ltd menjuak 350 juta lembar saham sehingga porsi kepemilikannya menjadi 22,67 persen
- Jupiter Tiger Holdings menjual 86,12 juta lembar dengan porsi kepemilikannya menjadi 3,26 persen
- Zhaicai VCC - Prime Hill Fund menjual 90 juta lembar dengan porsi kepemilikannya menjadi 3,09 persen
Sementara itu, BRPT masih menambah porsi kepemilikan di saham BREN sebanyak 671 juta lembar menjadi 64 persen. Sehingga konsentrasi 4 pemegang saham ini masih di atas 90 persen kepemilikan.
Di sisi lain, nasib serupa juga terjadi di DSSA. Malah komposisi pemegang saham di atas 1 persen terus meningkatkan porsi kepemilikan. Seperti:
- PT Sinar Mas Tunggal menambah 110 juta lembar saham
- DSSA melakukan buyback 36 juta lembar saham
- UOB Kay Hian menambah 6,92 juta lembar saham
- Fitzgerald & Wilkinson Investment Ltd menambah 6,68 juta lembar
- Citibank Hong Kong PBG Clients HK menambah 6,08 juta lembar
Dengan begitu, 5 pihak pemegang saham tersebut masih pegang lebih dari 90 persen saham DSSA.
Dua Pemegang Saham yang Terhubung dengan Grup Salim Borong AMMN
AMMN juga mencatatkan beberapa aksi jual-beli di saham-nya tersebut. Beberapa aksi beli dilakukan oleh:
Pertama, PT AP Investment membeli sekitar 190 juta lembar sehingga porsi kepemilikannya menjadi 15,45 persen. Catatannya, AP Investment ini juga pemegang saham BRMS dengan porsi sekitar 1,2 persen. (AP Investment dikaitkan dengan Agus Projo)
Kedua, 21 Internasional Venture SPC memborong 404 juta lembar saham AMMN sehingga kepemilikannya menjadi 2,49 persen. Adapun, jika dilihat 21 Internasional Venture SPC ini juga memiliki saham BINA dengan porsi 2,31 persen.
Kedua pemegang saham yang melakukan transaksi di AMMN ini punya korelasi dengan Grup Salim yang memang punya porsi di BRMS maupun BINA.
Sementara itu, aksi jual dilakukan oleh dua pihak, yakni:
Pertama, PT Pesona Sukses Cemerlang yang menjual 71 juta lembar saham sehingga porsi kepemilikannya menjadi 6,1 persen. Tercatat, Pesona Sukses hanya punya saham di AMMN.
Kedua, Sajir 9 LLC yang menjual 169 juta lembar saham AMMN sehingga porsi kepemilikannya menjadi 5,1 persen. Sajir juga tercatat hanya memiliki saham AMMN di pasar saham Indonesia.
Saham BRPT Diborong Standard Chartered Bank Ltd.
Saham BRPT milik Prajogo Pangestu tercatat diborong Standard Chartered (Singapore) Ltd sebanyak 1,04 miliar lembar. Dengan begitu, bank tersebut memiliki 1,11 persen saham BRPT.
Sepanjang April 2026, Standard Chartered (Singapore) melakukan transaksi jual-beli di dua saham Prajogo. Selain beli saham BRPT, Standard Chartered juga menjual 1,14 miliar lembar saham CUAN. Dari situ, posisi Standard Chartered keluar dari pemegang saham di atas 1 persen.
Sementara itu, selain Standard Chartered, ada aksi jual yang dilakukan BOS Ltd. S/A Anbo Holding Ltd. yang menjual 134 juta lembar saham BRPT. Dari situ, porsi kepemilikan BOS Ltd. turun menjadi 1,31 persen.
Saham BRMS Diborong Maybank Sekuritas Indonesia
Saham BRMS mencatatkan beberapa transaksi jual beli yang cukup signifikan.
Beberapa pihak di atas 1 persen yang mencatatkan transaksi beli antara lain:
Pertama, CGS Internasional Sekuritas Indonesia menambah 58.527 lembar saham sehingga kepemilikannya menjadi 5,25 persen.
Jika dilihat, sepanjang April 2026, CGS Internasional Sekuritas Indonesia hanya melakukan pembelian saham BRMS (untuk yang dimiliki di atas 1 persen).
Selain itu, CGS Internasional Sekuritas melakukan aksi jual di saham HILL sebanyak 83,47 juta lembar. Jika dihitung dengan harga rata-rata HILL sepanjang April 2026 sekitar Rp1,82 miliar, serta menjual saham ENRG sebanyak 8.000 lembar dengan nilai Rp13,98 juta.
Selain itu, saham yang di-hold CGS Internasional Sekuritas antara lain, DILD, DEWA, ARCI, INPP, dan TCPI.
Kedua, CGS Internasional Securities Mauritius Ltd. menambah 6,23 miliar lembar saham BRMS dengan porsi kepemilikan 4,28 persen.
CGS Internasional Securities Mauritius melakukan dua aksi beli sepanjang April 2026. Selain BRMS, mereka juga membeli BIPI sebanyak 8,1 miliar lembar atau setara dengan kepemilikan mencapai 12,71 persen.
Ketiga, PT Maybank Sekuritas Indonesia - Registrar menambah 1,03 miliar lembar saham BRMS dengan kepemilikan 3,96 persen. Jika menggunakan rata-rata harga saham BRMS di April 2026, berarti perkiraan nilaitransaksi tembus Rp859 miliar.
Selain itu, Maybank Sekuritas juga membeli beberapa saham lagi seperti:
- ASRI menambah 366 juta lembar setara Rp49 miliar
- ENRG menambah 82 juta lembar setara Rp143 miliar
- DEWA baru beli sebanyak 564 juta lembar atau setara Rp292 miliar
Lalu, Maybank Sekuritas Indonesia -Registrar juga melepas 735 juta lembar saham WMPP senilai Rp31,57 miliar.
Sementara itu, aksi jual dilakukan oleh CGS Internasional Securities Singapore Pte. Ltd sebesar 5,35 miliar lembar saham yang membuat porsi kepemilikan saham di BRMS hilang.
Dapatkan Pilihan Saham Dividen Mikirduit 2026 yang akan dirilis Akhir Mei 2026
Dapatkan semua benefit Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:
- Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
- Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
- Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
- Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
- Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
- Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
- Hingga konsultasi private dengan founder kami
Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini