Prospek Saham BFIN di Tengah Isu Divestasi Pengendali hingga Merger dengan ARTO

BFIN kembali diramaikan rumor divestasi. Kini, ceritanya adalah wacana merger dengan ARTO. Namun, di luar itu masih ada opsi lainnya. Lalu, bagaimana prospeknya?

Share
saham BFIN dan ARTO

Mikirduit – BFIN menjadi salah satu pilihan saham Mikirduit yang memiliki peforma di atas rata-rata sejak jadi pilihan dari awal 2026. Lalu, bagaimana prospeknya?

Kami memberikan idea stock BFIN sejak awal 2026 dengan alasan sederhana, saham ini masuk dalam perhitungan kalkulator value investing dari kami.  Beberapa Alasannya, antara lain:

  • Posisi valuasi saham masih cukup murah secara historis
  • Kala itu, tren suku bunga lagi mengalami penurunan (sepanjang 2025) yang menjadi implikasi positif untuk saham Multifinance seperti BFIN. Meski, kebijakan bank sentral kembali berubah menjadi pengetatan moneter di 2026.
  • Saham ini juga memiliki historis dividen yang konsisten dengan tingkat yield yang menarik pada posisi awal tahun. Lalu, BFIN pun masuk ke saham pilihan dividen kami untuk 2026

Kami memberikan guidance harga beli BFIN sekitar Rp590 - Rp740 per saham sejak awal tahun. Target harga kami di sekitar Rp1.115 per saham. Dengan risiko harga terburuk yang possible dalam jangka dekat di Rp510 per saham.

Harga saham BFIN pun bervolatilitas sejak Februari 2026 dengan puncak tertinggi di Rp965 per saham pada 17 April 2026. Terakhir, di 9 Juli 2026, saham BFIN sempat naik hingga tembus Rp830 per saham. 

Dalam perkembangannya, saham BFIN mendapatkan sentimen dari rencana pengendali-nya melakukan divestasi. Isu ini muncul dari Mergermarket yang mengungkapkan kalau Trinugraha Capital (dengan pengendali akhir Jerry Ng dan Boy Thohir) yang memegang 51,12 persen berencana untuk divestasi kepemilikannya ke investor asing pada 15 Mei 2026.  Salah satu investor asing yang disebut adalah MUFG, yang juga punya konglomerasi bisnis di BDMN dan ADMF di Indonesia.

Sebelumnya, Trinugraha mengakuisisi BFIN pada 2022 dengan harga Rp1.200 per saham. Kini, harga sahamnya berada di bawah tersebut. Adapun, book value per share BFIN sekitar Rp728 per saham.

Adapun, Trinugraha yang mengakuisisi BFIN sejak Juni 2022 sudah mendapatkan dividen sekitar Rp255 per saham. Sehingga, jika ingin dijual dengan posisi untung harus di atas Rp945 per saham. 

Opsi Akuisisi Merger ARTO dengan BFIN

Lalu, perkembangan rencana divestasi BFIN itu kembali mencuat pada 9 Juli 2026. Kali ini, ada rumor pengendali ARTO dan BFIN lagi mengkaji sejumlah opsi strategis atas kepemilikan kedua perusahaan tersebut.

Sebagai catatan, pengendali akhir dari BFIN dan ARTO memiliki kesamaan di sosok Jerry Ng, salah satu bankir senior di BDMN dan BTPN.

Selain itu, terbuka juga opsi lainnya terkait lembaga keuangan asing yang tertarik dengan BFIN dan ARTO selaras dengan rencana ekspansi bisnis ke Indonesia. 

Dalam pembahasan itu, sudah ada Goldman Sachs yang mendampingi para investor dalam melakukan proses kajian. Salah satu opsi yang mencuat ARTO dan BFIN melakukan merger.

Namun, ini belum sampai tahap yang lebih matang. Baru sampai tahap pembahasan tahap awal.

BFIN dan ARTO memiliki hubungan yang kuat karena berada di bawah penerima manfaat akhir yang sama, yakni Trinugraha Capital & Co. SCA dengan Jerry Ng. melalui Bravo Investment Limted, dan Boy Thohir. Lalu, Jerry Ng juga menjadi Komisaris Utama dan memiliki keterkaitan dengan pengendali akhir di ARTO. 

Selain hubungan kepemilikan saham, keduanya juga terlibat struktur joint-financing antara ARTO dengan BFIN.

Kerja sama dimulai dari fasilitas awal senilai Rp150 miliar pada Agustus 2021, lalu naik menjadi Rp300 miliar pada Maret 2022. Kini (per Januari 2025), plafon fasilitas naik menjadi Rp5 triliun. Fasilitas joint financing ini berlaku hingga 5 Agustus 2027.

Dalam joint financing itu, ARTO berkontribusi sebesar 99 persen dari total pembiayaan, sedangkan BFIN anya 1 persen.

Kerja sama joint financing antara BFIN dan ARTO ini menguntungkan BFIN karena mendapatkan funding yang murah, dengan menekan kebutuhan leverage pendanaan BFIN sebagai perusahaan Multifinance.

Apakah ini merugikan bagi ARTO? jawabannya tidak juga. Bagi ARTO Joint financing ini juga menguntungkan karena funding yang dikumpulkannya bisa disalurkan untuk menghasilkan margin keuntungan.

Adu Kinerja Saham Big Bank hingga Mei 2026, Begini Nasibnya dan Prospek Ke Depan
Empat bank besar RI sudah merilis kinerja sampai Mei 2026. Hasilnya, laba bersih tumbuh positif semua, tetapi tantangan makro tetap membayangi, kira-kira siapa yang paling kuat menghadapi badai?

Tantangan ARTO

Di sisi lain, opsi merger BFIN dan ARTO akan menjadi pilihan menarik jika Gojek atau GOTO jadi di-caplok oleh Grab. Kami membayangkan skema akuisisi dengan cara Gojek akan akuisisi Grab Indonesia, dan Grab induknya akan akuisisi kepemilikan saham GOTO atau Gojek.

Masalahnya, dalam skema ini, jika nantinya Gojek diambil alih Grab, ekosistem keuangannya bisa berubah juga ke OVO dan SUPA. Jika Grab hanya ambil Gojek, berarti Gopay sudah terlepas atau hanya jadi salah satu opsi pembayaran. Sehingga bisa ada penurunan intensitas transaksi yang signifikan.

Terlebih jika nantinya Grab mengakuisisi GOTO secara utuh yang membuat ada potensi Gopay divestasi saham di ARTO. Ini menjadi skenario terburuk bagi ARTO.

Namun, jika ARTO bisa akuisisi merger dengan BFIN, hal itu bisa menjaga prospek ARTO tetap menarik. Meski, terlepas dari ekosistem Gojek, ARTO masih mendapatkan ekposure pertumbuhan bisnis dari ekosistem BFIN.

Namun, ini hanya skenario dari kami, yang belum tentu terjadi.

Kami sudah Memberikan Strategi Detail untuk Saham BFIN dan ARTO dengan Tingkat Ketidakpastiannya Saat Ini di Mikirsaham

Dapatkan semua benefit Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:

  • Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
  • Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
  • Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
  • Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
  • Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
  • Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
  • Hingga konsultasi private dengan founder kami

Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini

💡
PROMO SPESIAL dari Investing Pro, DISKON 60% + 15% untuk pembaca Mikirduit. Dapatkan tools analisis saham dan mencari Idea hingga tools AI yang berbasis data lengkap dari Investing dengan Klik di sini
join mikirsaham sekarang