Prospek dan Strategi Saham ENRG Jelang Periode Right Issue di Oktober 2026
Rights issue ENRG membuka peluang ekspansi produksi migas. Simak proyeksi laba 2026–2027, estimasi valuasi, serta pertimbangan menebus atau menjual ENRG-R.
Mikirduit – PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) sudah memasuki periode ex-right right issue-nya yang membuat harga teoritis menjadi Rp1.063 per saham. Lalu, bagaimana strategi untuk saham ENRG?
Key Takeaways
- ENRG menghimpun Rp4,12 triliun melalui rights issue untuk mendukung pengembangan aset migas. Bentu menerima alokasi terbesar, sedangkan peningkatan produksi di Bentu dan Malacca Strait menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan penggunaan dana.
- Potensi pertumbuhan laba perlu diimbangi dengan pengawasan utang dan arus kas. Dalam skenario dasar Mikirduit, laba bersih ENRG diproyeksikan mencapai US$102,8 juta pada 2026 dan US$142 juta pada 2027. Realisasinya bergantung pada produksi, harga jual migas, beban keuangan, dan pajak.
- Harga pelaksanaan Rp310 tidak otomatis membuat pembelian ENRG murah. Investor perlu menghitung harga ENRG-R ditambah biaya penebusan, lalu membandingkannya dengan harga saham di pasar dan estimasi valuasi Rp627–Rp973 per saham berdasarkan skenario dasar 2026–2027.
- Cek pilihan saham investasi dengan perhitungan yang jelas antara peluang dan risiko, join Mikirsaham dengan klik link di sini
ENRG melakukan right issue dengan menerbitkan 13,28 miliar lembar saham baru di harga Rp310 per saham. Rasio right issue-nya cukup skala menengah sebesar 2:1, yakni pemilik 2 saham lama mendapatkan 1 saham baru.
Dari aksi right issue ini, ENRG akan mendapatkan dana segar Rp4,12 triliun. Dana itu akan digunakan untuk pinjaman kepada anak usaha seperti:
- EMP Bentu mendapatkan Rp2,25 triliun
- ITA Malacca Strait mendapatkan Rp555 miliar
- EMP Inc. Kangean mendapatkan Rp664 miliar
- EMP ER Kampar mendapatkan Rp221 miliar
- EMP EG Siak mendapatkan Rp109 miliar
- BSSL FSO Gandini mendapatkan Rp218 miliar
- ENI Fasilitas CNG mendapatkan senilai Rp91 miliar
Dalam penyertaan tersebut, Bentu mendapatkan exposure dana terbesar karena memang secara kontribusi produksi menjadi yang terbesar. Meski, per kuartal I/2026, aktivitas produksi gas Bentu mengalami penurunan sebesar 18,46 persen.
Dana besar di Bentu disebut untuk menjaga tingkat produksi dan meningkatkan kapasitas produksi di sana yang mengalami penurunan.
Dari beberapa riset Samuel Sekuritas dan Verdhana memperkirakan produksi Bentu bisa naik sebesar 10-15 persen menjadi 86 - 90 juta Standar Kaki Kubik per Hari (MMSCFD) pada 2026. Jumlah itu jika dikonversi ke BBTUD menjadi sekitar 81,7 - 94,5 Billion British Thermal Unit per day (BBTUD). (Faktor konversi MMSCFD ke BBUTD akan disesuaikan dengan kalori rata-rata gas tersebut, kami menggunakan rentang asumsi faktor konversi 0,95 - 1,05 BBTUD)
Namun, realisasinya hingga kuartal I/2026, produksi Bentu malah turun 18,5 persen menjadi 63,6 BBTUD.
Dengan menggunakan asumsi rentang pemulihan produksi Bentu pulih ke 78 BBTUD - 90 BBTUD, berarti ENRG berpotensi mencatatkan kenaikan produksi gas sekitar 7,9 persen - 14,5 persen.
Selain di Bentu, salah satu yang lagi dikejar pertumbuhan kinerjanya ada di Blok Malacca Strait. ENRG menyebutkan pihaknya menemukan potensi tambahan produksi sekitar 1.000 - 1.500 barrel oil per day (BOPD) yang ditemukan enam sumur di Malacca Strait Block North West (MSTB-NW).
4 dari 6 sumur itu masuk dalam daftar yang akan menjadi penggunaan dana right issue perseroan tersebut.
Jika ENRG bisa mendorong pertumbuhan produksi minyak di Blok Malacca Strait hingga 1.000 - 1.500 barel per hari, berarti total produksi minyak bisa 5.621 - 6.121 barel per hari. Jumlah itu mendorong total produksi minyak ENRG secara keseluruhan 14-21 persen.
Selain dua proyek besar itu, ENRG tidak memberikan detail lebih jelas untuk penggunaan di proyek-proyek yang mendapatkan dana right issue lebih kecil lainnya.
ENRG Terbitkan Obligasi untuk Bertahan Hidup?
Selain right issue, ENRG juga rutin menerbitkan obligasi berkelanjuta. Total, ada 5 obligasi yang telah diterbitkan sepanjang 2026 dengan total nilai sekitar Rp2,9 triliun.
Menariknya, penggunaan obligasi ENRG sebagai strategi menjaga arus cashflow dengan penggunaan dana untuk modal kerja hingga refinancing utang sebelumnya. Sehingga, jika right issue untuk ekspansi, obligasi lebih untuk bertahan hidup.
Catatannya, dari penerbitan obligasi itu, ENRG mencatatkan kenaikan beban keuangan hingga 26,5 persen menjadi 22,13 juta dolar AS.
Lalu, bagaimana prospek laba bersih ENRG di 2026 dengan realisasi right issue dan penerbitan obligasi nantinya?
Kami membuat asumsi konservatif, dasar, dan optimistis.
Asumsi konservatif, kami memproyeksikan laba bersih turun 4 persen menjadi 87,3 juta dolar AS sepanjang 2026. Tapi, kinerja laba bersih ENRG berpotensi tumbuh 8,9 persen menjadi 95,1 juta dolar AS pada 2027.
Asumsi dasar, kami memproyeksikan laba bersih ENRG tumbuh 12,31 persen menjadi 102,8 juta dolar AS. Lalu, pada 2027 berpotensi tumbuh 38 persen menjadi 142 juta dolar AS.
Asumsi optimistis, kami memproyeksikan laba bersih ENRG tumbuh 27,93 persen menjadi 117,1 juta dolar AS. Lalu, di 2027 berpotensi tumbuh 55 persen menjadi 182,5 juta dolar AS.
Dengan menggunakan asumsi proyeksi tersebut, dan menggunakan asumsi EBITDA pada 2026 dan 2027, serta EV/Ebitda wajar sekitar 5-6 kali. Valuasi saham ENRG dari konservatif hingga optimistis bisa di area Rp627 - Rp973 per saham.

Strategi Saham ENRG Saat Right Issue
Dengan menggunakan asumsi wajar kami ada di Rp627 - Rp973 per saham, jika kamu punya saham ENRG di atas harga pelaksanaan right issue, kami sarankan eksekusi saham barunya saja karena bisa beli di harga Rp310 per saham. Dengan begitu, nantinya posisi harga rata-ratamu akan menyesuaikan dengan pembelian di bawah harga pasar.
Selain itu, kamu yang punya saham ENRG juga berpeluang cuan menjual hak saham baru yang didapatkan. Lalu, lebih cuan tebus saham baru atau jual hak saham baru?
Kami membuat simulasi jika kamu punya saham ENRG 200 lot di harga Rp1.400 per saham, berarti modal sekitar Rp28 juta. Dengan kondisi harga saham ENRG turun ke Rp1.000 per saham sesuai teoritisnya, berarti kamu mengalami floating loss 28,57 persen. Jika ingin tebus saham baru, kamu cukup mengeluarkan Rp3,1 juta per saham sehingga harga rata-rata bisa menyesuaikan ke Rp1.000-an per saham (sesuai harga teoritis dari harga rata-rata masing-masing saham yang dimiliki).
Lalu, jika ingin cuan dari hasil jual ENRG-R, berarti kamu harus menjual ENRG-R di harga Rp900 per hak saham baru. JIka berada di level Rp800 per hak saham baru posisinya baru balik modal dari floating loss atau cut loss posisi harga saham ENRG-nya.
Jika belum punya, kami memiliki beberapa skenario untuk bisa punya saham ENRG lebih menarik:
Pertama, jika ingin beli langsung, kamu bisa pantau harga saham ENRG ketika mengalami penurunan pasca periode perdagangan right issue pada 8-21 Oktober 2026. Jika turun ke area Rp800 - Rp900 per saham bisa dilirik.
Kedua, jika ingin beli di harga lebih murah bisa melakukan pembelian ENRG-R (hak saham baru right issue) saat periode perdagangan 8-21 Oktober 2026. Kami membuat batas aman dengan menargetkan modal keluar 30 persen di bawah asumsi wajar paling rendah (Rp627) berarti sekitar Rp439 per saham. Dengan begitu, harga maksimal pembelian ENRG-R ada di Rp129 per saham. (Ditambah biaya eksekusi saham baru Rp310 per saham sehingga modal awal menjadi Rp439).
Namun, jika harga ENRG-R bergerak agresif tinggi, kita bisa tetapkan batas maksimal pembelian ENRG-R dengan masuk di harga 30 persen asumsi wajar tertinggi sehingga posisi BUY ENRG-R maksimal ada di Rp372 per saham. Dengan tambahan modal eksekusi saham baru senilai Rp310 per saham, modal pembelian ENRG menjadi Rp682 per saham. (30 persen dari Rp973 per saham)
Jika posisi ENRG di atas Rp372 per saham berarti lebih baik skip saja pantau di harga pasar setelah right issue. Catatannya, tren harga R (hak saham baru) cenderung turun jelang right issue selesai.
Mau Dapat Insight Saham hingga Action-nya Sesuai dengan Kebutuhan?
Join Mikirsaham sekarang dan dapatkan benefit:
- Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
- Tools Trading Plan by Sistem (minimal join Mikirsaham Super dan masih tahap Beta)
- Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
- Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
- Event Online Rutin bulanan
- Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
- Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
- Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
- Hingga konsultasi private dengan founder kami
Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini
FAQ Prospek dan Strategi Saat Saham ENRG Melakukan Right Issue
Apa tujuan rights issue ENRG pada 2026?
PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) melakukan rights issue untuk menghimpun sekitar Rp4,12 triliun melalui penerbitan 13,28 miliar saham baru. Dana disalurkan sebagai pinjaman kepada anak usaha untuk pengembangan sumur, jaringan pipa, fasilitas produksi, pemeliharaan, dan kebutuhan modal kerja.
Berapa harga pelaksanaan dan rasio rights issue ENRG?
Harga pelaksanaan rights issue ENRG adalah Rp310 per saham dengan rasio 2:1. Artinya, pemegang dua saham lama yang memenuhi ketentuan memperoleh satu hak untuk membeli satu saham baru. Periode perdagangan dan pelaksanaan hak dijadwalkan pada 8–21 Oktober 2026.
Anak usaha mana yang menerima dana rights issue ENRG terbesar?
EMP Bentu memperoleh alokasi terbesar, sekitar Rp2,25 triliun. Dana tersebut direncanakan untuk mendukung pengembangan sumur dan jaringan pipa guna menjaga serta meningkatkan produksi gas. Besarnya dana yang dialokasikan belum menjadi jaminan kenaikan produksi karena hasilnya bergantung pada pelaksanaan proyek dan kemampuan sumur.
Apakah rights issue ENRG bisa meningkatkan produksi minyak dan gas?
Rights issue membuka peluang peningkatan produksi melalui pengembangan Bentu dan Malacca Strait. Dalam simulasi artikel, pemulihan produksi Bentu menjadi 78–90 BBTUD berpotensi meningkatkan total produksi gas ENRG sekitar 7,9%–14,5% terhadap basis yang digunakan. Tambahan produksi minyak Malacca Strait sebesar 1.000–1.500 barel per hari berpotensi meningkatkan total produksi minyak sekitar 14%–21%. Angka tersebut merupakan skenario, bukan kepastian hasil seluruh proyek yang didanai rights issue.
Bagaimana proyeksi laba bersih ENRG pada 2026 dan 2027?
Mikirduit memperkirakan laba bersih ENRG pada 2026 berada pada kisaran US$87,3 juta–US$117,1 juta, dengan skenario dasar US$102,8 juta. Untuk 2027, proyeksinya US$95,1 juta–US$182,5 juta, dengan skenario dasar sekitar US$142 juta. Proyeksi ini merupakan estimasi analisis, bukan target resmi perusahaan.
Berapa estimasi valuasi saham ENRG setelah rights issue?
Dengan proyeksi EBITDA skenario dasar dan asumsi EV/EBITDA 5–6 kali, Mikirduit menghitung valuasi indikatif ENRG sekitar Rp627–Rp790 berdasarkan kinerja 2026 dan Rp780–Rp973 berdasarkan kinerja 2027. Perhitungan menggunakan jumlah saham setelah rights issue dan asumsi utang bersih tertentu. Perubahan EBITDA, kurs, serta utang bersih dapat mengubah hasil valuasinya.
Lebih baik menebus rights issue ENRG atau menjual ENRG-R?
Pilihan bergantung pada ketersediaan dana, prospek ENRG, dan perbandingan harga saham dengan harga haknya. Menebus hak membutuhkan tambahan dana Rp310 untuk setiap saham baru dan mempertahankan proporsi kepemilikan apabila seluruh hak dilaksanakan. Menjual ENRG-R menghasilkan kas tanpa menambah modal, tetapi proporsi kepemilikan akan terdilusi. Penurunan harga rata-rata setelah penebusan tidak otomatis menghapus kerugian investasi.
Bagaimana menghitung biaya membeli ENRG melalui ENRG-R?
Biaya per saham adalah harga beli ENRG-R ditambah harga pelaksanaan Rp310 dan biaya transaksi atau administrasi yang berlaku. Jika ENRG-R dibeli Rp129, total biaya sebelum biaya lainnya menjadi Rp439 per saham. Jika dibeli Rp372, totalnya menjadi Rp682 per saham. Investor juga perlu memastikan hak dilaksanakan sebelum tenggat broker; hak yang tidak dijual atau dilaksanakan hingga kedaluwarsa tidak lagi dapat digunakan.
Apa risiko utama investasi ENRG setelah rights issue?
Risiko utamanya mencakup keterlambatan proyek, hasil produksi di bawah asumsi, penurunan harga migas, kebutuhan modal kerja, dan pembayaran utang. Jumlah saham juga meningkat 50% setelah rights issue penuh, sehingga pertumbuhan laba perusahaan belum tentu langsung meningkatkan laba per saham dibandingkan sebelum penerbitan saham baru.
