DOOH Mau Akuisisi INET di Harga Rp300 hingga Right Issue Jumbo, Begini Prospek Ke Depannya

DOOH menyiapkan akuisisi 29,88% saham INET dan rights issue jumbo untuk masuk ke infrastruktur AI. Simak peluang transformasi, risiko dilusi, dan kualitas labanya.

Share
saham DOOH

Mikirduit - Saham PT ERA Media Sejahtera Tbk (DOOH) loncat hampir 10 persen pada Jumat hari ini (02/10/2026) setelah mengumumkan serangkaian aksi korporasi untuk transformasi bisnisnya.  Dari akuisisi PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) di harga premium sampai mau rights issue jumbo. Seberapa menarik aksi korporasi ini? mari kita bedah satu per satu.

Key Takeaways

  • DOOH menyiapkan transformasi dari bisnis iklan menjadi holding infrastruktur AI. Langkah awalnya adalah rencana pembelian 29,88% saham INET senilai sekitar Rp2 triliun pada harga Rp300 per saham, sekitar 12,8% di atas harga pasar Rp266 yang menjadi acuan artikel.
  • Ekspansi membuka peluang pertumbuhan, tetapi membawa risiko pendanaan dan dilusi besar. DOOH menyiapkan pinjaman pengendali hingga Rp5 triliun serta rights issue maksimal 154,77 miliar saham baru. Potensi dilusi mencapai sekitar 95,24% bagi pemegang saham lama yang tidak berpartisipasi apabila penerbitan saham mencapai batas maksimal.
  • Lonjakan laba DOOH belum mencerminkan perbaikan bisnis utama. Laba semester I/2026 mencapai Rp67,71 miliar, tetapi ditopang pendapatan lain-lain, termasuk pengembalian dana vendor dan pemasok. Bisnis utamanya justru mencatat rugi usaha Rp12,64 miliar, sehingga keberhasilan transformasi perlu dibuktikan melalui kinerja operasional.
  • Cek pilihan saham investasi dengan perhitungan yang jelas antara peluang dan risiko, join Mikirsaham dengan klik link di sini

Rencana Akuisisi INET di Harga Premium 

DOOH lewat anak usahanya, PT Cakrawala Nexus Investama (CNI), berencana mengambil alih 29,88 persen saham INET dari PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara. Harga yang disiapkan Rp300 per saham, dengan nilai transaksi sekitar Rp2 triliun.

Sebagai catatan, harga yang dibidik itu cukup premium, mengingat harga pasar saham INET terkini hanya di Rp266 per lembar, artinya DOOH rela merogok kocek akuisisi ini lebih mahal 12,8 persen. 

Pertanyaannya, kenapa mau bayar lebih mahal?

Karena akuisisi ini bukan sekadar membeli saham INET. DOOH ingin mengintegrasikan kapabilitas INET ke dalam ekosistem bisnis barunya yang mencakup AI data center, high-speed connectivity, inland fiber optic backbone, submarine fiber optic backbone, hingga green energy melalui PLTS. 

Jadi, INET nantinya diposisikan sebagai salah satu bagian penting dari transformasi bisnis DOOH.

Aksi ini menjadi bagian dari rencana DOOH untuk mengubah bisnisnya menjadi holding company berbasis ekosistem AI dan infrastruktur digital. 

Nantinya, cakupannya bukan cuma internet, tapi juga data center AI, fiber optic, submarine cable, sampai PLTS.

Untuk mendanai akuisisi tersebut, pemegang saham pengendali baru DOOH, PT Sinergi Internasional Investama (SII), menyiapkan fasilitas shareholder loan hingga Rp5 triliun.

Pinjaman ini memiliki tenor 10 tahun dengan bunga 7,5 persen per tahun. Untuk tahap awal, sekitar Rp2 triliun akan digunakan untuk membiayai akuisisi INET.

Jadi sederhananya, DOOH tidak langsung mengandalkan kas operasional untuk membeli INET. Ada pendanaan dari pemegang saham pengendali yang disiapkan untuk menopang ekspansi tersebut.

Tapi, shareholder loan ini juga tidak berhenti di situ. Sebagian atau seluruh pinjaman tersebut nantinya dapat dikonversi menjadi ekuitas melalui mekanisme rights issue.

DOOH Mau Rights Issue

Selain itu, DOOH berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 154,77 miliar saham baru, yang juga akan disertai penerbitan Waran Seri II. 

Berdasarkan rencana yang disampaikan perseroan, aksi ini secara teoritis bisa menyebabkan dilusi yang sangat besar bagi pemegang saham lama, bahkan hingga sekitar 95,24 persen.

Artinya, investor lama perlu benar-benar memperhatikan berapa banyak saham baru yang akhirnya diterbitkan, siapa yang akan mengambilnya, serta bagaimana mekanisme konversi shareholder loan menjadi saham. Karena angka 154,77 miliar saham tersebut merupakan batas maksimal, dampak dilusi aktual nantinya tetap bergantung pada pelaksanaan rights issue.

Jika harga pelaksanaan right issue DOOH di Rp100 per saham dan jumlah lembar saham yang diterbitkan tetap 154 miliar lembar, berarti DOOH bakal menghimpun dana sekitar Rp15 triliun.

Sehingga kemungkinannya ada dua, harga pelaksanaan di bawah Rp100 per saham atau realisasi jumlah lembar saham barunya dikurangi.

Peluang harga pelaksanaan right issue di bawah Rp100 per saham juga sangat mungkin karena harga nominal saham baru Rp10 per saham, jadi harga pelaksanaan bisa di atas Rp10 per saham. Apalagi, kini tidak ada batas minimal harga saham Rp50 per saham lagi.

Jika harga pelaksanaan di Rp20 per saham, DOOH bisa menghimpun dana right issue hingga Rp3 triliun. Ini menjadi lebih realistis ketimbang harga Rp100 per saham. Namun, jika harga pelaksanaan jauh di bawah Rp100 per saham, berarti bisa menjadi risiko saham DOOH dalam jangka pendek.

Perubahan Penggunaan Dana IPO DOOH

Selain itu, DOOH juga berencana mengalihkan sisa dana IPO sekitar Rp120 miliar menjadi setoran modal kepada CNI untuk membantu pendanaan akuisisi INET.

Jadi kalau dirangkum, pendanaan transformasi DOOH datang dari beberapa sumber sekaligus yaitu shareholder loan, sisa dana IPO, dan nantinya rights issue. 

Semua agenda itu sifatnya baru rencana, masih perlu mendapat persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB pada 9 November 2026. 

Kalau nanti sudah disetujui, prospek rights issue ini perlu dipantau lebih lanjut, seperti berapa harga pelaksanaan yang disetujui, risiko harga penyesuaian atau teoritis bisa sampai berapa, sampai siapa yang bersedia jadi standby buyer untuk memuluskan aksi ini.

Aturan Kontraktor Tambang: Risiko ADRO, Peluang DOID?
Aturan kontraktor tambang afiliasi mengubah peta persaingan. Simak risiko bagi ADRO hingga ITMG serta peluang PTRO, DOID, MYOH, dan UNTR.

DOOH Nantinya Mau Jadi Perusahaan Apa? 

Sederhananya, DOOH sedang melakukan transformasi besar-besaran. Dari yang awalnya dikenal sebagai pemain digital advertising, DOOH ingin berubah menjadi holding company infrastruktur AI dengan INET sebagai salah satu aset strategisnya.

Akuisisi INET menjadi langkah awal untuk mendapatkan eksposur ke jaringan internet dan fiber optic. Setelah itu, DOOH menyiapkan modal yang jauh lebih besar melalui shareholder loan dan rights issue untuk membangun bisnis data center, konektivitas, submarine cable, fiber optic, sampai PLTS.

Menariknya memang ada cerita pertumbuhan yang besar, tapi konsekuensinya juga besar, kebutuhan modal sangat tinggi dan potensi dilusi pemegang saham lama juga tidak kecil.

Jadi, menurut kami kunci DOOH sekarang bukan lagi sekadar mau caplok INET untuk naik kelas, tapi apakah transformasi besar ini nantinya benar-benar bisa menghasilkan bisnis dan laba yang sebanding dengan modal yang dikeluarkan.

Sekilas, kalau melihat soal INET yang sudah pernah kami ulas pada 28 September 2026 lalu, kami melihat masih butuh 2-3 tahun bahkan lebih untuk menerima kontribusi optimal dari setiap ekspansi yang lagi digencarkan seperti data center sampai infrastruktur kabel bawah laut. 

Sementara saat ini, cuan INET yang terlihat tumbuh eksponensial terjadi berkat konsolidasi setelah akuisisi PADA, emiten jasa alih daya (outsourcing) awal tahun ini. 

Menurut kami, aksi korporasi DOOH, ini secara tidak langsung justru bisa jadi katalis INET lagi, karena katalis dari momentum grup Sinar Mas masuk sudah selesai, rights issue juga sudah rampung, kinerja semester I/2026 yang keluar juga tumbuh melejit. Sayangnya, sederet katalis itu sudah priced in oleh market. 

Sisanya, harapan terletak pada progress aksi korporasi DOOH ini yang menyasar beli INET di harga premium. 

Beralih ke DOOH lagi, jika nantinya INET jadi anak usahanya, prospek konsolidasi juga terbuka yang nantinya bisa mendongkrak pertumbuhan laba. Karena laba INET saja sampai paruh pertama sudah mencatat laba Rp34 miliar, namun untuk konsolidasi akhirnya dengan DOOH tentu tidak semua laba INET didapatkan, tergantung nanti berapa persentase kepemilikan yang akan didapatkan. 

Adapun, laba DOOH sampai paruh pertama ini yang dihasilkan mencapai Rp67,71 miliar, terbang 978,18 persen secara tahunan (YoY). 

Namun, perlu dipahami, lonjakan laba itu datangnya dari pendapatan lain-lain yang terbang dari Rp4 juta jadi Rp93,64 miliar. Sebagian besar dari nilai itu juga sifatnya one-off atau sekali saja karena dari hasil pengembalian dana vendor dan pemasok sebesar Rp79,02 miliar, termasuk Rp6,08 miliar dari PT Laksana Bumi Hijau terkait perjanjian layanan cloud dan internet. 

Secara operasional utama, DOOH sebenarnya masih mencatat rugi usaha sebesar Rp12,64 miliar. Berbalik arah dari periode semester I/2025 yang mencatat laba operasi Rp8,32 miliar. 

Hal itu terjadi karena pertumbuhan pendapatan tidak bisa mengimbangi beban yang melambung lebih banyak. 

Lihat saja, pendapatan DOOH tumbuhnya 14,7 persen setahun, dari Rp73,48 miliar menjadi Rp84,26 miliar. Namun, beban pokok pendapatan terbang 57 persen setahun menjadi Rp73,47 miliar, masih ditambah beban administrasi lagi sampai Rp23,44 miliar. 

Menurut kami, dengan kinerja keuangan DOOH saat ini, potensi paling cepat konsolidasi INET bisa terjadi pada akhir tahun, yang kemungkinan tercermin pada laba kuartal IV/2026 atau kalau molor bisa ke kuartal I/2027. 

Sementara untuk kuartal III/2026, menurut kami kinerja keuangan DOOH kemungkinan bisa kontraksi lebih dulu, lantaran sudah tidak ada efek one-off refund dari pemasok lagi, sementara beban yang tinggi masih membayangi meskipun pendapatan dari iklan masih tumbuh. 

Gimana, menarik lirik DOOH lagi atau masih wait and see?

Mau Dapat Insight Saham hingga Action-nya Sesuai dengan Kebutuhan?

Join Mikirsaham sekarang dan dapatkan benefit:

  • Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
  • Tools Trading Plan by Sistem (minimal join Mikirsaham Super dan masih tahap Beta)
  • Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
  • Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
  • Event Online Rutin bulanan
  • Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
  • Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
  • Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
  • Hingga konsultasi private dengan founder kami

Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini

FAQ Rencana Aksi DOOH Akuisisi INET hingga Right Issue

Mengapa DOOH berencana membeli saham INET?

PT ERA Media Sejahtera Tbk (DOOH) berencana membeli saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) untuk mendukung transformasi dari perusahaan periklanan digital menjadi holding infrastruktur AI dan digital. INET diposisikan sebagai aset strategis untuk mengembangkan konektivitas internet dan jaringan fiber optic dalam ekosistem yang juga direncanakan mencakup pusat data AI, kabel bawah laut, dan PLTS.

Berapa harga dan nilai rencana akuisisi INET oleh DOOH?

Melalui PT Cakrawala Nexus Investama (CNI), DOOH berencana membeli 29,88% saham INET dari PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara pada harga Rp300 per saham. Nilai transaksinya sekitar Rp2 triliun. Harga tersebut sekitar 12,8% lebih tinggi daripada harga pasar INET Rp266 yang menjadi acuan artikel. Harga akuisisi ini bukan jaminan harga saham INET di pasar akan mencapai Rp300.

Dari mana sumber pendanaan akuisisi INET oleh DOOH?

Pengendali baru DOOH, PT Sinergi Internasional Investama (SII), menyiapkan fasilitas pinjaman pemegang saham hingga Rp5 triliun dengan tenor 10 tahun dan bunga 7,5% per tahun. Sekitar Rp2 triliun direncanakan untuk tahap awal akuisisi INET. DOOH juga berencana mengalihkan sisa dana IPO sekitar Rp120 miliar menjadi setoran modal kepada CNI untuk mendukung transaksi tersebut.

Berapa jumlah saham baru dan potensi dilusi rights issue DOOH?

DOOH merencanakan penerbitan maksimal 154,77 miliar saham baru disertai Waran Seri II. Apabila seluruh batas maksimal saham baru diterbitkan, potensi dilusi bagi pemegang saham lama yang tidak berpartisipasi mencapai sekitar 95,24%. Dampak aktualnya bergantung pada jumlah saham yang diterbitkan dan partisipasi pemegang saham dalam rights issue.

Apakah harga pelaksanaan rights issue DOOH sudah ditetapkan?

Berdasarkan informasi dalam artikel per 2 Oktober 2026, harga pelaksanaan rights issue DOOH belum ditetapkan. Harga Rp20 maupun Rp100 per saham yang dibahas merupakan simulasi, bukan harga resmi. Dengan penerbitan maksimal 154,77 miliar saham, nilai penerbitannya secara teoritis sekitar Rp3,10 triliun pada harga Rp20 atau Rp15,48 triliun pada harga Rp100. Nilai tersebut belum tentu seluruhnya berupa kas baru karena sebagian atau seluruh pinjaman pengendali direncanakan dapat dikonversi menjadi ekuitas.

Mengapa laba DOOH naik tajam pada semester I/2026, tetapi bisnis utamanya masih rugi?

DOOH mencatat laba Rp67,71 miliar pada semester I/2026, naik 978,18% secara tahunan. Namun, kenaikan tersebut ditopang pendapatan lain-lain Rp93,64 miliar, termasuk pengembalian dana vendor dan pemasok Rp79,02 miliar yang bersifat sekali saja. Sementara itu, pendapatan utama sebesar Rp84,26 miliar belum mampu menutup beban pokok dan administrasi, sehingga perseroan mencatat rugi usaha Rp12,64 miliar.

Kapan rencana aksi korporasi DOOH akan dibahas pemegang saham?

Rencana aksi korporasi DOOH dijadwalkan untuk dimintakan persetujuan dalam RUPSLB pada 9 November 2026. Per 2 Oktober 2026, agenda tersebut masih berupa rencana. Investor perlu mencermati hasil RUPSLB, ketentuan final rights issue, mekanisme konversi pinjaman, serta perkembangan penyelesaian akuisisi INET.

Apa risiko utama transformasi bisnis DOOH?

Risiko utama transformasi DOOH meliputi potensi dilusi besar, beban bunga pinjaman, kebutuhan modal tinggi, dan waktu pengembangan infrastruktur yang panjang. Selain itu, laba semester I/2026 banyak ditopang pendapatan yang tidak berulang. Prospek jangka panjang bergantung pada kemampuan perseroan mengubah investasi tersebut menjadi pendapatan, laba operasional, dan arus kas yang berkelanjutan.

Investasi Crypto di PINTU sekarang