MPMX Bagi Dividen 160 Persen dari Laba, Begini Strategi Investasi Saham Dividen
Tren saham dividen di 2026 memang agak lesu dibandingkan dengan periode 2022-2025. Namun, ada juga beberapa saham yang nekat bagi dividen besar. Jadi, bagaimana strategi investasi di saham dividen?
Mikirduit – Saat masuk musim saham dividen dan pasar saham sedang diskon, apakah bisa mencari saham murah dengan potensi dividen menarik? Kami akan ulas strategi yang bisa digunakan saat musim dividen pada Mei-Juni saat ini.
Kami akan kembali mengulang metriks untuk melihat saham dividen:
- Dividend payout ratio: berapa jumlah laba bersih yang dijadikan dividen
- Dividend per share: jumlah dividen yang didapatkan untuk setiap sahamnya
- Dividend Yield: berapa total keuntungan dari dividen dibandingkan dengan modal yang dimiliki (dividen per saham dibagi dengan harga saham rata-rata yang dimiliki)
- Pertumbuhan dividen per share: untuk melihat tren pertumbuhan dividen per saham yang dibagikan
- Tren Dividend Payout Ratio: untuk melihat rata-rata payout ratio yang dijadikan dividen dari total laba bersih
Salah satu tantangan saham dividen adalah ketika kinerja keuangan emiten mengalami tekanan karena kondisi ekonomi. Artinya, ada risiko penurunan tingkat dividend per share jika dividend payout ratio tetap sama. Namun, tren dividend per share dan yield bisa terjaga jika dibantu kenaikan payout ratio dan penurunan harga saham.
Dari sini, berarti ada beberapa yang harus dipantau untuk mengetahui kualitas dividen yang diberikan:
- Tren pertumbuhan laba bersih emiten yang membagikan dividen
- Tren payout ratio emiten tersebut
- Tren pergerakan harga saham
Jika emiten berani tetap mempertahankan tingkat dividend payout ratio sehingga dividend per share, itu justru bagus. Artinya, emiten tetap menjaga sisa laba ada yang masuk ke saldo laba ditahan yang bisa digunakan untuk ekspansi dan sebagainya.
Namun, jika emiten berani menaikkan payout ratio hingga di atas 100 persen bisa jadi pertanda cash-nya memang tebal, tapi bisa jadi risiko penurunan dividen yang signifikan di masa depan jika ternyata cash-nya di periode selanjutnya tidak setebal saat ini.
Lalu, jika emiten dalam kondisi laba turun dengan payout ratio tidak berubah tetap memberikan tingkat dividend yield yang menarik. Berarti harga saham emiten tersebut sudah turun signifikan. Sehingga bisa dibilang sudah terdiskon. Nantinya, jika ingin investasi jangka menengah di saham tersebut bisa mencari lebih detail apa risiko penyebab penurunan harga saham yang cukup drastis tersebut.
Kisah MPMX dan ROTI yang Royal Dividend
MPMX baru saja membagikan dividen senilai Rp170 per saham dari tahun buku 2025. Total dividen yang dibagikan senilai Rp750 miliar. Jika dilihat secara historis, dividen per saham MPMX dari tahun buku 2025 naik 41 persen dibandingkan dengan tahun buku 2024. Padahal, dari segi laba bersih lagi turun 19,2 persen menjadi Rp462 miliar.
Hal yang membuat dividen sangat besar adalah tingkat payout rasio yang meningkat menjadi 160 persen dibandingkan dengan 91 persen pada tahun sebelumnya.
Dari segi posisi kas dan setara kas MPMX memang cukup tebal senilai Rp1,59 triliun. Namun, jika dihitung free cash flow dalam 12 bulan sejak laporan keuangan terakhir hanya Rp104 miliar.
Sehingga, dividen dari MPMX ini memang terlihat menggiurkan dari segi dividend yield dan pertumbuhan dividend per share. Namun, keberlanjutannya akan dipertanyakan jika pada tahun depan tren laba bersih MPMX kembali menurun, dengan cash yang kian tergerus.
Nah, konsekuensi dari strategi dividen MPMX ini adalah tren harga saham cenderung bergerak stagnan. Alasannya, seluruh dividen dan tingkat book value per share cenderung tergerus. Akhirnya, harga saham MPMX cenderung hanya bergerak di sekitar Rp800 - Rp1300 per saham.
Hal serupa juga terjadi di saham ROTI. Emiten yang punya brand Sari Roti itu mencatatkan pertumbuhan dividend per saham sebesar 1 persen menjadi Rp80 per saham. Padahal, dari segi laba bersih lagi turun 28 persen menjadi Rp259 miliar.
Dividen ROTI terlihat bertumbuh karena manajemen meningkatkan payout rasio hingga tembus 191 persen dari total laba bersih. Posisi payout rasio itu naik dibandingkan dengan 2024 yang sebesar 135 persen.
Jika dibandingkan dengan MPMX, posisi cash ROTI masih lebih baik untuk menutup pembagian dividen. Secara kas setara kas memang Rp345 miliar, tapi dari segi free cash flow ada Rp495 miliar.
Namun balik lagi, ada problem krusial dari saham ROTI, yakni terkait tren kinerja yang terus turun. Ditambah, daya beli masyarakat menurun dan persaingan bisnis roti meningkat. Sehingga dengan faktor yang negatif bagi fundamental emiten tersebut, tren saham ROTI juga terus mengalami penurunan. Pasalnya, tidak ada alasan daya tarik kenapa mengejar saham ROTI saat ini selain dividennya yang terlihat besar.

Saham TPMA dan KLBF yang hemat Dividen
Dalam kondisi berbeda, saham TPMA dan KLBF justru memberikan tingkat payout ratio yang lebih moderat dibandingkan dengan sebelumnya. Hal itu membuat dividend yield mengalami penurunan, tapi justru menarik jika nantinya kinerja keduanya bertumbuh dan dividen payout ratio kembali di-normalkan lagi. Dengan harga saham saat ini sudah terdiskon, ada potensi upside dari dividen dan capital gain.
TPMA memutuskan bagikan dividen payout rasio sebesar 50 persen dari total laba bersih menjadi Rp42 per saham. Tingkat dividen per saham itu turun 47 persen dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya.
Hal itu disebabkan laba bersih TPMA di tahun buku 2025 memang lagi turun 26 persen menjadi Rp83 per saham. Ditambah, payout ratio juga turun menjadi 50 persen dibandingkan dengan 70 persen pada periode sama tahun sebelumnya.
Aksi pembagian dividen yang lebih moderat ini dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi risiko bisnis sektoral yang dialami. Sektor kapal pengangkutan batu bara menghadapi potensi risiko volume pengangkutan yang lebih rendah karena pemangkasan RKAB hingga freight rate yang turun karena kenaikan harga BBM.
Sementara itu, KLBF juga mencatatkan penurunan dividen per saham sebesar 44 persen menjadi Rp20 per saham. Penurunan dividen itu terjadi ketika laba bersih KLBF di tahun buku 2025 naik 13 persen menjadi Rp78 per saham.
Namun, KLBF memang menurunkan payout ratio cukup signifikan sebesar 25 persen dibandingkan dengan 52 persen pada periode sama tahun sebelumnya. Hal itu membuat tingkat dividen per saham mengalami penurunan signifikan. Padahal, dari segi cash masih cukup tebal. kas dan setara kas KLBF tembus Rp4,39 triliun, sedangkan free cash flow-nya tembus Rp2,4 triliun.
Kami belum mengetahui tujuan KLBF menurunkan payout ratio. Namun, dari segi bisnis, risiko terbesar KLBF adalah risiko pelemahan rupiah. Dengan memperkuat posisi cashflow bisa jadi momentum perseroan untuk menjaga tingkat kinerja dalam posisi yang kurang bagus.
Strategi Saham Dividen Dalam Case 4 Saham Tersebut
Keempat saham tersebut bisa dibuat strategi yang menarik untuk mendulang cuan. Kami membuat dalam dua strategi khusus:
Pertama, untuk saham ROTI dan MPMX bisa menggunakan strategi cuan setara dividend yield tanpa perlu mengambil dividen. Misalnya, membeli saham ROTI pada 6 April di harga Rp745 per saham pada 6 April 2026. Lalu, menjualnya di Rp815 per saham pada 9 April 2026. Berarti total keuntungan sekitar 9,3 persen. Angka itu setara dengan tingkat dividend yield jika membeli pasca pengumuman.
Namun, tricky-nya dari saham ROTI, kita harus beli jelang pembagian dividen saat tren harga saham sudah turun signifikan.
Risiko terbesarnya ternyata dividennya tidak sebesar ekspektasi karena kinerja bisnis yang tertekan. Artinya, harga saham tidak akan naik sesuai perkiraan dan jadi bisa nyangkut cukup signifikan.
Berbeda dengan ROTI, MPMX yang kinerja keuangannya lebih stabil atau tidak dalam tren turun lebih bisa diprediksi. Seperti, rentang harga saham di Rp800 - Rp1.300 per saham.
Artinya, investor bisa mulai cicil jika harga saham MPMX ada di Rp800 per saham. Nanti periode hold hingga pembagian dividen selanjutnya yang diekspektasikan harga saham bisa ke Rp1.100 per saham hingga Rp1.300 per saham. Dari situ, keuntungan paling minimal sekitar 30 persen. Angka yang lebih besar daripada tingkat dividend yield yang di bawah 20 persen.
Namun, salah satu concern kami terkait saham MPMX adalah tingkat payout ratio yang sudah cukup tinggi sejak 2017. Dalam periode 2017-2026, MPMX memang mendapatkan banyak cash dari hasil perubahan bisnis. (Misalnya penjualan federal oil hingga sebagian saham MPM Finance)
Di sisi lain, dari segi bisnis, MPMX tidak menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Sehingga, kami memperkirakan akan ada satu momen MPMX menurunkan tingkat payout ratio-nya secara signifikan. Dalam guidance perseroan, tingkat dividen sekitar 40 persen dari laba bersih.
Kedua, karakter saham seperti TPMA dan KLBF yang melakukan normalisasi pembagian dividen saat kondisi bisnis lagi kurang bagus bisa jadi menarik. Pasalnya, tren penurunan dividen menjadi penanda kondisi siklus bisnis perseroan lagi di bawah. Jika ada faktor yang mendorong bisnis-nya kembali pulih (misalnya TPMA dari segi tren permintaan batu bara, dan KLBF dari segi penguatan rupiah), tren harga saham membaik, kinerja menguat dan investor bisa mendapatkan keuntungan capital gain yang optimal bersama tren pertumbuhan dividen jika membeli dari posisi lagi di bawah seperti saat ini. Hanya saja, risikonya harus siap tunggu lama.
Jika karakter emiten seperti ROTI dan MPMX cocoknya cuan bungkus tanpa ambil dividen, sedangkan untuk saham seperti TPMA dan KLBF bisa dilirik untuk cicil beli bertahap dalam kondisi saham lagi murah hingga potensi sektor bisnisnya kembali bertumbuh.
Ini cocok untuk kamu yang ingin berinvestasi dengan santai. Syaratnya, kamu harus rajin cek laporan keuangan kuartalan masing-masing emiten. Jika ada gejala yang tidak bagus seperti risiko perubahan fundamental dan potensi gagal bayar utang, bisa jadi alarm untuk keluar bahkan cut los.
Jadi, untuk saham MPMX dan ROTI bisa menarik untuk trading sambil mengambil momentum dividen, sedangkan KLBF dan TPMA bisa untuk jangka menengah panjang hingga perbaikan bisnis. Sambil menunggu gain, bisa mengakumulasi bertahap dan mengumpulkan keuntungan dividennya terlebih dulu.
Kami akan Membahas Strategi Saham Dividen untuk Tahun Buku 2027 dan Pilihannya dalam Ngopdar Online Bulanan Mikirsaham pada Sabtu, 30 Mei 2026
Kamu bisa ikutan jika tergabung di Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan benefit mulai dari::
- Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
- Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
- Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
- Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
- Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
- Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
- Hingga konsultasi private dengan founder kami
Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini