Mencari Saham Cuan dari Tren Positif EPS dan Dividen Yield

Mau tau dua metriks yang bisa bikin cari saham cuan, yakni EPS atau laba bersih per saham dan dividen yield. Jika tren dividen yield dan EPS positif, harga sahamnya juga akan menarik. Simak ulasannya di sini

Mencari Saham Cuan dari Tren Positif EPS dan Dividen Yield

Mikirduit – Dua metriks yang sering dihubungkan dengan pergerakan harga saham adalah laba bersih per saham dan dividen yield. Jika kedua metriks itu mencatatkan kenaikan, ada potensi harga saham juga naik, begitu juga sebaliknya. Namun, bagaimana cara melihat peluang kenaikan harga saham dari dua metriks tersebut. Berikut ini caranya. 

Untuk menganalisis prospek saham dengan kedua metriks itu bisa menggunakan proyeksi kinerja di tahun selanjutnya, karena sifat market itu adalah forward looking. Jadi, bukan menggunakan data saat ini. 

Misalnya, saham PT Surya Esa Perkasa Tbk. (ESSA) rilis laporan keuangan full year 2023 pada 5 Februari 2024. Sebenarnya, hasil akumulasi sepanjang tahun 2023 sih laba bersihnya turun 75,6 persen menjadi Rp533 miliar. Namun, jika dilihat secara kuartalan, laba bersih ESSA di kuartal IV/2023, laba bersihnya menjadi yang tertinggi dalam periode tiga bulan senilai Rp381 miliar dibandingkan dengan periode kuartal lainnya yang hanya di bawah Rp100 miliar. 

Di sini muncul pertanyaannya, kenapa kinerja ESSA anjlok dan mulai melejit di kuartal IV/2023. Jawabannya, sejak kuartal I/2023, ESSA melakukan penghentian produksi pabriknya terlebih dulu untuk maintenance rutin. Ditambah, harga ammonia juga turun sehingga kinerja perseroan tertekan. 

Dengan alasan itu, kita bisa berasumsi penurunan laba bersih ESSA yang cukup signifikan di kuartal III/2023 ini sudah cukup dalam. Artinya, bisa jadi ini adalah bottom dari kinerja perseroan. Sehingga di 2024 harusnya sudah mulai mencatatkan pertumbuhan lagi karena pabrik kembali beroperasi normal. Sehingga ada potensi pertumbuhan kinerja yang positif. 

Apalagi, hal itu sudah terkonfirmasi dengan kinerja kuartal IV/2023 di mana laba bersih cukup melejit. Setelah rilis laporan keuangan 2023 itu, harga saham ESSA sempat naik hampir 6 persen pada 5 Februari 2024. Apakah kenaikannya hanya sehari ? tentu saja belum, target selanjutnya adalah kinerja Q1/2024 di mana akan jadi pembuktian kalau kinerja di 2023 ini sudah bottom. Ketika laba bersih per saham atau EPS Q1/2024 meroket lebih tinggi dibandingkan dengan Q1/2023, berarti, peluang harga saham untuk naik semakin besar. 

Secara pribadi, kami pun sudah masuk ke ESSA sejak pertengahan 2023 dengan target hold bisa ke Rp1.000 di akhir 2024 atau awal 2025. Asumsinya karena kinerja ESSA berpotensi tumbuh lebih agresif setelah turun cukup dalam di 2023. Dengan begitu, laba bersih per saham ada potensi naik begitu juga harga sahamnya. 

Namun ingat, kami berani melakukan proyeksi ke depan juga setelah melihat fundamental bisnis. Di mana, setiap ammonia yang diproduksi oleh ESSA akan diserap oleh pihak terafiliasinya sehingga dari risiko bisnis cenderung lebih aman selama pabrik berjalan normal. 

Apalagi, secara valuasi dengan price to earning ratio, posisi ESSA cukup menarik dengan tingkat PE 17 kali. Di bawah rata-rata 5 tahunnya yang berada di angka 27 kali.

Cari Saham Potensial dengan Dividend Yield

Untuk dividend yield, kami memberikan contoh di saham PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA). Alasannya, kami proyeksikan AKRA bisa melanjutkan tren pembagian dividen lebih besar di 2024 dengan prospek bisnisnya. 

Sebenarnya, saham AKRA sangat menarik masuk di 2022, tapi di periode itu juga kami baru jualan saham AKRA hasil dari hold sejak akhir 2019. Padahal, saham ini punya potensi yang menarik karena bisnis kawasan industrinya mulai bertuah mendulang cuan. 

Sebenarnya, kinerja AKRA hingga kuartal III/2023 dari segi pendapatan turun 13 persen menjadi Rp29,97 triliun. Penurunan itu disebabkan oleh penurunan pendapatan dari bisnis perdagangan dan distribusi, sedangkan dari bisnis kawasan industri mulai meroket mendekati Rp1 triliun. 

Ditambah, dari segi beban pokok pendapatan turun 15 persen sehingga meski pendapatan turun, tapi laba kotor naik 6 persen menjadi Rp2,87 triliun. Belum lagi, pendapatan dari entitas asosiasi, selisih kurs, dan lainnya mendorong laba bersih tumbuh 9 persen menjadi Rp1,71 triliun. 

Dengan kinerja itu, sepanjang tahun buku 2023, AKRA sudah membagikan dua kali dividen interim, yakni Rp50 per saham pada 3 Agustus 2023 dengan tingkat dividen yield saat itu sekitar 3,48 persen, serta Rp25 per saham pada 3 November 2023 dengan tingkat yield sekitar 1,71 persen. Artinya, total AKRA sudah bagikan Rp75 per saham dengan tingkat yield sekitar 5 persen. 

Nah, posisi total dividen per saham untuk dua interim AKRA itu sudah setara dengan dividen per saham tahun sebelumnya. Artinya, jika AKRA membagikan dividen final lagi ada potensi dari segi dividen per saham dan yield-nya akan lebih besar. 

Dengan menggunakan proyeksi konsensus analis kalau laba bersih per saham AKRA di 2023 sekitar Rp131 per saham, serta dividen payout ratio tetap 65 persen dari laba bersih. Berarti potensi dividen final AKRA senilai Rp10 per saham. Jika dihitung dengan harga saham AKRA di 5 Februari 2024 pada level Rp1.605 per saham, tingkat yieldnya memang kecil sekitar 0,62 persen. Namun, secara akumulasi dalam setahun AKRA membagikan dividen senilai Rp85 per saham dengan akumulasi yield sekitar 5,81 persen. 

Dengan tren dividen AKRA yang setahun menjadi tiga kali itu, kami ekspektasikan ada potensi harga saham AKRA akan naik mengikuti tingkat dividen yield-nya setiap rilis dividen interim di 2024 dan final di 2025. 

Konsensus analis memproyeksikan laba bersih per saham AKRA di 2024 berpotensi tumbuh 12 persen menjadi Rp147 per saham. Dengan begitu, potensi total dividen yang dibagikan AKRA dari tahun buku 2024 senilai Rp95 per saham. Jika dihitung total, berarti tingka dividen yield dengan harga saat ini mencapai 5,95 persen. Artinya, ada potensi kenaikan dividen yield AKRA hingga tahun selanjutnya. 

Lalu, apakah harga sahamnya ikut naik? ya belum tentu. Namun, dengan tingkat dividen yield yang terus bertumbuh ada potensi saham ini bisa menarik minat beli lebih banyak lagi. 

Jika Harga Saham Malah Turun Terus Gimana?

Skema ini digunakan untuk hold dalam jangka menengah 1-3 tahun. Untuk itu, perlu juga untuk menyiapkan batasan penurunan yang bisa ditoleransi. Misalnya, dalam hal ini dipasang plan turun paling dalam 10 persen. Selama belum sampai segitu, akan terus hold karena ada ekspektasi dari kenaikan laba bersih per saham maupun dividen yield-nya. 

Sehingga kita bisa mengejar peluang yang ada sambil tetap manajemen risiko agar modal tidak tergerus makin dalam. Tapi masa diajarinnya stop loss? kan investasi? 

Seperti yang kami katakan, strategi ini untuk mengejar potensi kenaikan harga dengan masa hold jangka menengah 1-3 tahun. Sehingga dalam periode itu kita harus menjaga agar kerugian tidak dalam sehingga malah jadi kena psikologis untuk jual. Untuk itu tentukan persentase modal di mana kamu siap kehilangan itu jika ada kejadian tidak terduga. 

Hati-hati Jebakan Pertumbuhan EPS dan Dividen Yield

Seperti dalam artikel sebelumnya, kami menyebutkan ada beberapa kasus Dividend yield tinggi malah jadi jebakan betmen seperti di saham rokok. Pasalnya, tingkat dividend yield menjadi tinggi bukan karena dividen saham per saham yang meningkat, melainkan karena harga sahamnya turun lebih dalam daripada laba bersihnya.

Ada Jebakan di 6 Saham Dividen Jumbo Ini?
Jebakan dividen bukan cuma beli saham dividen jelang cum-dividen, tapi ada juga jebakan beli saham yang rutin dividen dan terlihat jumbo tapi itu semua semu. Begini penjelasannya

Begitu juga dengan EPS, jika ada saham yang tiba-tiba EPS-nya tumbuh signifikan perlu dicek apa yang mendorong laba bersihnya. Seperti, kejadian JSMR di mana laba bersihnya naik karena ada pengalihan reksa dana penyertaan terbatas yang dibubarkan. Sehingga ada pencatatan akutansi yang bikin laba bersih meroket.

Penyebab Saham JSMR Meroket dan PE Murah Sekali, Peluang atau Risiko?
Saham JSMR meroket hampir 50 persen dalam setahun terakhir, tapi PE JSMR malah susut jadi cuma 4,3 kali setelah rilis laporan keuangan Q3/2023. Jadi, apakah saham JSMR ini murah beneran atau murah jadi-jadian?

Kesimpulan

Dua metriks ini hanya membantu kita memilih saham yang menarik dibeli, tapi balik lagi untuk memastikan beli atau tidak disarankan pilih saham yang murah dengan kondisi fundamental yang baik. Fundamental yang baik artinya tidak ada risiko kredit, hukum, dan masalah lainnya yang bisa mempengaruhi minat orang untuk membeli saham tersebut. 

Kira-kira, apa nih saham yang punya tren pertumbuhan laba bersih per saham yang konsisten, serta tingkat dividen yield yang tinggi lainnya?

DISKON UNTUK PEMBURU SAHAM DIVIDEN DI BULAN PENUH CINTA

Kami berikan promo untuk member baru dengan potongan harga hingga Rp200.000 langsung hingga Akhir Februari 2024. (kuota promo terbatas siapa cepat dia dapat)

baru saja meluncurkan Zinebook #Mikirdividen yang berisi review 20 saham dividen yang cocok untuk investasi jangka panjang lama banget.

Kalau kamu beli #Mikirdividen edisi pertama ini, kamu bisa mendapatkan:

  • Update review laporan keuangan hingga full year 2023-2024 dalam bentuk rilis Mikirdividen edisi per kuartalan
  • Perencanaan investasi untuk masuk ke saham dividen
  • Grup Whatsapp support untuk tanya jawab materi Mikirdividen
  • Siap mendapatkan dividen sebelum diumumkan (kami sudah buatkan estimasinya)
  • Publikasi eksklusif bulanan untuk update saham mikirdividen dan kondisi market

Tertarik? langsung saja beli Zinebook #Mikirdividen dengan klik di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini