Menanti Kejutan BUKA Dalam Menggunakan Dana IPO Tersisa Rp4,2 triliun

Saham BUKA yang dulunya menjadi unicorn pertama yang IPO di IDX sejak 2021 masih belum menggunakan dana IPO sepenuhnya. Dana IPO jumbo itu pun tak menghasilkan kinerja yang positif, malah BUKA mengurangi porsi bisnisnya.

Share
saham BUKA

Mikirduit – Saham BUKA berada di level terendah sejak IPO. Salah satu momentum yang tersisa adalah bagaimana BUKA mampu mengoptimalkan dana IPO yang tersisa dengan tenggat waktu hingga Desember 2026. Lalu, apakah menarik?

BUKA mengumumkan telah menggunakan dana IPO sekitar Rp17,04 triliun hingga akhir Desember 2025. Sehingga, dana IPO BUKA tersisa sekitar Rp4,2 triliun lagi. Artinya, sepanjang 2025, BUKA telah menggunakan dana IPO sekitar Rp4,92 triliun.

Dalam keterbukaan pada 11 Februari 2026, BUKA menetapkan target waktu penyelesaian realisasi dana IPO hingga 31 Desember 2026. Nantinya, dana IPO akan digunakan tetap sesuai peruntukan sebelumnya.

Dalam RUPSLB pada 3 Desember 2024, ada beberapa perubahan penggunaan dana IPO yang disepakati, yakni:

  • Modal kerja BUKA: naik dari 33 persen menjadi 40 persen
  • Modal kerja PT Buka Mitra Indonesia turun menjadi 12 persen dibandingkan dengan 15 persen pada periode sebelumnya
  • modal kerja PT Buka Usaha Indonesia turun menjadi 0,1 persen dari 15 persen pada periode sebelumnya
  • Modal Kerja PT Buka Investasi bersama turun menjadi 0,5 persen dibandingkan dengan 1 persen pada periode sebelumnya
  • Modal kerja PT Buka Pengadaan Indonesia turun sekitar 0,2 persen dari 1 persen
  • Modal kerja Bukalapak Pte. Ltd. turun menjadi sebesar 0,05 persen dari 1 persen
  • Modal kerja PT Five Jack turun menjadi sekitar 0,5 persen dari 1 persen
  • Sisanya 46,65 persen akan digunakan untuk pertumbuhan atau pengembangan bisnis BUKA dan anak yang sudah ada maupun yang belum atau akan ada lewat pembelian aset, penyertaan saham pada satu atau lebih perusahaan dalam rangka perusahaan patungan, hingga modal kerja entitak anak.

Namun, realisasi penggunaan dana IPO BUKA ini menjadi abu-abu. Jika dilihat sepanjang 2025, penggunaan yang jelas adalah modal kerja untuk BUKA senilai Rp720 miliar. Sementara itu, dana IPO Rp4,2 triliun tidak ada rincian detail digunakan untuk apa.

Kini, dari akhir Desember 2025, BUKA masih pegang dana IPO sekitar Rp4,28 triliun. Seharusnya ini menjadi nilai yang besar untuk pengembangan bisnis.

Jika BUKA melakukan investasi ke bisnis yang menarik dan bisa membantu ruang pertumbuhan bisnis lebih menarik, itu bisa menjadi momentum saham besar BUKA yang harga sahamnya lagi terpuruk.

Tapi, jika hanya menjadi modal kerja bisnis BUKA yang sekarang mayoritas jual produk digital, artinya sisa dana IPO itu tidak akan menjadi daya tarik yang menarik untuk prospek saham BUKA.

Nasib Bisnis BUKA yang Margin-nya sangat Tipis

Hingga kuartal I/2026, BUKA mencatatkan kenaikan pendapatan yang signifikan sebesar 63 persen menjadi Rp2,37 triliun. Pendapatan itu didorong oleh segmen bisnis gaming yang mencatatkan pertumbuhan 90,3 persen menjadi Rp1,1 triliun.

Namun, kenaikan pendapatan itu tidak mendorong posisi bottom line-nya menjadi positif. Bahkan, di pos laba usaha masih mengalami rugi Rp39 miliar.

Pasalnya, meski pendapatan bisnis gaming naik signifikan, tapi margin keuntungannya sangat tipis hanya 1 persen. Laba segmen dari bisnis itu hanya Rp27,81 miliar.

Di sisi lain, segmen bisnis BUKA lainnya seperti Mitra Bukalapak mencatatkan penurunan bisnis. Pendapatan turun 31 persen menjadi Rp174 miliar, dan hasil segmen merugi Rp4,26 miliar.

Lalu, bisnis platform investasi di Bmoney dari segi pendapatan tumbuh 79 persen menjadi Rp20,98 miliar, tapi hasil segmen masih rugi Rp1,82 miliar.

Terakhir, segmen ritel yang kini fokus ke brand yang terkurasi dari apparel dan Office furniture mencatatkan penurunan pendapatan 10,5 persen menjadi Rp79,43 miliar. Lalu, hasil segmen masih rugi Rp12 miliar.

Ditambah, rugi bersih BUKA di kuartal I/2026 mencapai Rp425 miliar. Hal itu didorong oleh adanya floating loss sekitar Rp587 miliar. Kami menilai ini ada faktor penurunan harga saham BBHI yang cenderung turun sepanjang tahun ini.

11 Saham yang Terkait dengan Grup EMTK Setelah RANS dan JECX IPO, Begini Prospeknya
Ada 11 saham yang terkait dengan Grup EMTK setelah RANS dan JECX IPO. Kira-kira, apa saja saham-saham tersebut, dan bagaimana dengan prospeknya?

Kesimpulan

Dari sini, nasib prospek saham BUKA akan tergantung bagaimana cara emiten tersebut menghabiskan dana IPO senilai Rp4 triliun hingga akhir tahun. Jika berujung untuk membiayai modal kerja bisnis yang terus merugi dengan porsi pangsa pasar yang rendah, mungkin setelah Desember 2026, nasib BUKA menjadi kurang menarik. Pasalnya, BUKA akan kehilangan pendapatan keuangan dari dana IPO yang ditargetkan sudah habis di 2026, serta dana IPO dalam jumlah besar itu gagal dioptimalkan perseroan untuk mencari ruang pertumbuhan bisnis yang lebih menarik. Kecuali, BUKA merevisi target penggunaan dana IPO menjadi lebih lama untuk berpikir masuk ke bisnis yang lebih menarik.

Mau Dapat Insight Saham Apapun yang Kamu Tanya untuk Membantu Conviction hingga Action?

Dapatkan semua benefit Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:

  • Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
  • Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
  • Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
  • Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
  • Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
  • Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
  • Hingga konsultasi private dengan founder kami

Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini

💡
PROMO SPESIAL dari Investing Pro, DISKON 60% + 15% untuk pembaca Mikirduit. Dapatkan tools analisis saham dan mencari Idea hingga tools AI yang berbasis data lengkap dari Investing dengan Klik di sini
join mikirsaham sekarang