11 Saham yang Terkait dengan Grup EMTK Setelah RANS dan JECX IPO, Begini Prospeknya
Ada 11 saham yang terkait dengan Grup EMTK setelah RANS dan JECX IPO. Kira-kira, apa saja saham-saham tersebut, dan bagaimana dengan prospeknya?
Mikirduit – Ada 11 Saham yang berhubungan erat dengan grup EMTK. Dua nama perusahaan terbuka baru yang muncul di Grup EMTK ada JECX dan RANS. Lalu, apa saja perusahaan di bawah Grup EMTK lainnya, serta status dan gambaran korelasi ke bisnis utama EMTK?
Grup EMTK memiliki 5 pilar utama bisnisnya, yakni:
- Bisnis media dan digital yang tergambarkan dari kepemilikan EMTK di beberapa bisnis media seperti SCTV, Indosiar, MOJI, Mentari TV, Vidio, portal berita KLY seperti Liputan 6, Merdeka, Fimela, dan Bola.net, Sinemart, Screenplay, IEG, Samara Entertainment, Super Fantasi, dan Live and Go.
- Bisnis produk dan jasa digital yang condong terkait bisnis BUKA
- Layanan Kesehatan yang berada di bawah holding SAME. Emiten rumah sakit itu mengelola 8 rumah sakit dengan brand EMC HealthCare yang ada di Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan Bogor. Lalu, juga punya anak usaha seperti RSGK dan entitas asosiasi JECX yang menjadi rumah sakit spesialis mata
- Jasa Penunjang Penerbangan melalui CASS
- Teknologi, Infrastruktur Digital, dan Lainnya melalui PT Bahimata Citra Abadi, PT Tangara Mitrakom, PT Indosurya Menara Bersama, dan SUPA
Selain bisnis tersebut, EMTK juga memiliki beberapa investasi dan kemitraan strategis. Beberapa diantaranya:
- Grab Holding Ltd: EMTK memiliki 37,63 juta lembar saham Grab senilai Rp2,34 triliun per Maret 2026. Sebagian saham ini dijadikan jaminan untuk transaksi opsi dengan Bank of America.
- Investasi lancar di pasar saham Indonesia senilai Rp4,69 triliun. Namun, rinciannya tidak ada hanya dijelaskan sebagian besar dari aset yang dikelola ekosistem BUKA
- Kemitraan dengan RANS: SCMA bermitra dengan Raffi Ahmad dalam beberapa bisnis seperti, PT Rans Surya Aktivasi dengan kepemilikan SCMA sebesar 51 persen, PT RANS Pesona Indonesia dengan kepemilikan SCMA sebesar 49 persen dan investasi pada saham RANS yang baru IPO melalui IEG sebanyak 911 juta lembar saham atau setara 7,23 persen.
- Dana modal ventura dengan nilai dana kelolaan ekitar RP4,7 triliun per Maret 2026
- Kepemilikan saham TMPO melalui sub-grup SCMA. Hanya saja angka kepemilikannya tidak diketahui. Hanya saja, SCMA masuk ke saham TMPO melalui aksi right issue TMPO pada awal 2018. Kala itu, SCMA menggenggam sekitar 0,79 persen dari saham TMPO
- BBHI melalui kepemilikan oleh BUKA sebesar 2,5 miliar lembar setara 11,49 persen dari total lembar saham yang dimiliki bank di bawah Grup CT tersebut.
Sehingga, saham-saham yang ada di grup EMTK antara lain, SCMA, SAME, RSGK, CASS, BUKA, TMPO, BBHI, JECX, RANS, SUPA, dan Grab (saham di luar negeri).
Kontribusi Pertumbuhan Bisnis EMTK
Dari lima pilar bisnis EMTK tersebut, bisnis yang berdampak paling besar terhadap porsi laba operasional EMTK adalah bisnis Media, yakni SCMA yang juga termasuk platform OTT Vidio di dalamnya. Kontribusinya hingga 3 bulan di kuartal I/2026 senilai Rp394 miliar. Lalu, dilanjutkan bisnis jasa dukungan penerbangan dari CASS yang berkontribusi senilai Rp189 miliar, sedangkan layanan kesehatan berkontribusi terbesar ketiga senilai Rp17 miliar.
Sementara itu, bisnis EMTK dengan margin keuntungan terbaik adalah bisnis jasa dukungan penerbangan yang memiliki margin segmen sekitar 24 persen. Di bawahnya ada bisnis media dengan margin segmen sekitar 20 persen.
Sebenarnya, dari segi pendapatan, BUKA yang meng-generate pertumbuhan paling besar senilai Rp2,37 triliun. Namun, tingkat margin keuntungannya sangat tipis sehingga laba hasil segmennya hanya Rp5 miliar di kuartal I/2026.
Dari segi entitas asosiasi milik EMTK menyumbang ke pendapatan via pos bagi hasil laba bersih entitas asosiasi dan perusahaan patungan tembus Rp13,25 miliar di kuartal I/2026. Angka ini cukup bagus jika dibandingkan dengan kinerja periode sama tahun sebelumnya yang rugi Rp644 miliar.
Sementara itu, status BBHI di Grup EMTK adalah aset investasi milik BUKA. Sehingga bukan sebagai entitas asosiasi. Jika BBHI bagi dividen, BUKA akan mendapatkan dana segar dari situ.

Kondisi Cashflow Grup EMTK
Grup EMTK bisa dibilang memiliki cashflow yang cukup kuat. Kas dan setara kas Grup EMTK tembus RP19 triliun per 31 Maret 2026. Dari arus kas operasional per kuartal I/2026 juga masih positif Rp209 miliar.
SCMA juga mencatatkan total arus kas operasional positif Rp389,75 miliar. SAME mencatatkan arus kas operasional positif Rp16,71 miliar. CASS mencatatkan arus kas operasional positif Rp170 miliar.
Hanya BUKA yang mencatatkan arus kas operasional negatif Rp23 miliar.
Artinya, secara bisnis, mayoritas entitas anak usahanya mencatatkan bisnis yang mencatatkan keuntungan riil. Hanya BUKA yang masih mencatatkan kas operasional negatif.
Secara struktur permodalan juga cukup sehat, EMTK sebagai holding memiliki porsi permodalan dari ekuitas tembus 80 persen.
Risiko Bisnis EMTK
Ada beberapa risiko bisnis dari Grup EMTK yang harus diperhatikan:
Pertama, risiko volatilitas pasar modal yang cukup signifikan. Pasalnya EMTK memiliki aset investasi seperti BBHI melalui BUKA. Bahkan, dalam beberapa kesempatan jika saham BBHI mengalami penurunan dalam satu periode tertentu akan membuat tekanan beban floating loss tercatat dalam satu periode hingga membuat kinerja EMTK merugi.
Misalnya, hingga kuartal I/2026, EMTK mencatatkan rugi periode berjalan senilai Rp364 miliar. Hal itu disebabkan adanya penurunan nilai wajar investasi senilai Rp615 miliar, yang mayoritas berasal dari BUKA senilai Rp587 miliar.
Kedua, Risiko geopolitik Timur Tengah yang dinilai berdampak langsung terhadap bisnis CASS, lini bisnis pendukung penerbangan. Dalam catatan laporan keuangan CASS, akibat dari penutupan wilayah udara dan kenaikan premi asuransi perang hingga 109.000 dolar AS per penerbangan, telah memicu penurunan pendapatan harian hingga 30 persen pada unit bisnis seperti ground handling dan katering penerbangan.
Ketiga, risiko industri media terkait penurunan belanja iklan nasional. Hal itu bisa disebabkan pergeseran pola konsumsi audience ke platform digital global hingga kondisi ekonomi yang melambat sehingga banyak perusahaan melakukan efisiensi. Biasanya, anggaran yang pertama kali dipangkas adalah kebutuhan iklan.
Keempat, risiko bisnis layanan kesehatan terkait tekanan dari perusahaan asuransi swasta untuk meminta tambahan diskon klaim. Hal tersebut diperkirakan bisa menekan margin laba bersih bisnis rumah sakit.
Sekilas Posisi Pergerakan Saham Grup EMTK
Kami akan menilai secara volatilitas dan karakter saham:
- EMTK: secara posisi valuasi sudah agak diskon dengan PBV 0,84 kali, tapi kami melihat asumsi risiko di PBV standard deviasi -1 dengan posisi harga Rp408 atau di bawahnya bisa jadi area menarik untuk dilirik. Meski, secara volatilitas selama di bawah Rp550 juga sudah oke.
- SCMA: posisi memang tidak mahal, tapi juga belum murah. Jika di area Rp170-Rp190 bisa mulai menarik dilirik.
- CASS: secara posisi valuasi sudah agak diskon dengan PBV 2,35 kali secara historis dan perbandingan dengan GMFI (PBV 2,72 kali). Perhatikan area PBV standard deviasi -2 di Rp1.450 per saham. Secara teknis, di bawah Rp1.900 per saham menarik. Lalu, pahami ada risiko likuiditas di saham ini, jadi atur alokasi modal lebih rendah agar keluar-masuknya lebih mudah.
- SAME: posisi memang tidak mahal, tapi belum terlalu murah dengan secara teknis masih downtrend. Jika menyentuh area Rp273 per saham (posisi PBV standard deviasi -1) mungkin bisa mulai menarik dilirik sambil melihat perkembangan sektoral rumah sakit maupun internal Grup EMTK.
- BUKA: secara posisi sudah all time low sejak IPO. Hanya saja secara sentimen belum ada yang menarik. Untuk spekulasi modal kecil masih menarik dengan ekspektasi ada kejutan dari sisa penggunaan dana IPO yang masih belum digunakan. Saat ini ada sekitar Rp4 triliun dana IPO BUKA yang belum digunakan dengan target akan digunakan pada akhir Desember 2026. Risikonya, jika penggunaan dana IPO hanya untuk modal kerja akan membuat prospeknyamenjadi kurang menarik.
Catatanya, jika pun sudah murah bukan berarti harga saham langsung memiliki upside tak terbatas. Untuk itu, perhatikan money management dan perkuat tesis saat membeli-nya, serta sabar. Untuk RANS dan JECX tidak dibahas karena baru IPO sehingga butuh pembentukkan harga sesuai dengan supply and demand di market.
Mau Dapat Insight Saham Apapun yang Kamu Tanya untuk Membantu Conviction hingga Action?
Dapatkan semua benefit Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:
- Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
- Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
- Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
- Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
- Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
- Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
- Hingga konsultasi private dengan founder kami
Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini
