IDX Mau Buat ETF Emas, Begini Pekerjaan Rumah yang Harus Dibereskan Agar Bisa Mencapai Skala Global

IDX mau buat ETF emas, meski dalam proses pembuatannya agak terlambat karena harga emas sudah konsolidasi. Tapi, seberapa menarik ETF emas versi IDX nanti?

Share
ETF emas IDX

Mikirduit – IDX berencana menerbitkan Exchange Traded Fund emas pada 10 Agustus 2026. Jika diluncurkan, bisa menambah variasi alternatif investasi di pasar modal Indonesia. Namun, apakah produknya pasti menarik?

Catatannya, di Indonesia sudah ada beberapa ETF dengan based on indeks tertentu. 

Dari catatan kami, 6 ETF yang nilai transaksinya paling besar antara lain, XKIV (IDX Value 30), XBID (IDX30), XIIT (IDX30), LQ45X (LQ45), XIFE (FTSE Indonesia), dan XIHD (IDX High Dividend 20) yang punya rentang nilai Rp5,98 juta - Rp43,76 juta.

Namun, ada beberapa masalah dari ETF Indonesia ini seperti:

  • Likuiditas sangat rendah
  • Spread antara bid-offer terlalu lebar sehingga membuatnya jadi kurang menarik

Spread bid-offer di ETF Indonesia sangat lebar karena dealer partisipan menanggung hampir seluruh risiko likuiditas dengan kondisi pembeli dan penjual secara alaminya masih sangat sedikit.

Selain itu, hal tersebut juga disebabkan dealer partisipan yang masih sangat sedikit hanya 9 untuk seluruh ETF yang ada. Lalu, dari 9 dealer partisipan itu juga bertugas menjadi market maker.  

Untuk itu, jika IDX ingin mendorong likuiditas ETF dibutuhkan market market yang lebih banyak dalam 1 aset sehingga bisa menciptakan kondisi transaksi yang riil untuk bersaing. Misalnya, market maker diberikan insentif biaya transaksi yang lebih efisien agar lebih aktif dan berbagai hal yang mungkin lebih diketahui oleh pihak manajemen IDX.

Di luar itu, salah satu masalah lainnya adalah lingkup ETF yang dibuat oleh beberapa pihak hampir sama, yakni antara IDX30, LQ45, Saham dividen, ESG, Value, dan syariah.

Dengan kondisi investor ETF yang masih sedikit, akhirnya dana dan volume untuk 1 acuan ETF terpecah ke banyak produk bukan terkonsentrasi pada 1 atau 2 ETF unggulan.

Artinya, IDX punya pekerjaan rumah besar sebelum me-launching ETF yang mengacu ke pergearakan harga emas, yakni apakah spread bid-offernya terlalu lebar seperti saham sehingga peminatnya makin rendah. Jika tidak, IDX hanya akan menambah alternatif aset turunan yang sepi peminat.

Mau mulai investasi saham AS dan ETF? Kamu bisa pilih gunakan 5 aplikasi ini:

  • XTB Indonesia bisa mendapatkan bonus maksimal 25 Dolar AS, daftar dengan kode MIKIRDUIT dari link ini
  • Pluang bisa berpeluang mendapatkan hadiah hingga Rp1 juta dengan klik link ini
  • Ajaib dapatkan hadiah jika join dengan klik link ini
  • Nanovest dapatkan bonus Rp40.000 jika join dengan klik link ini
  • Gotrade Indonesia berkesempatan untuk dapat hadiah 120 dolar AS dengan klik link ini

Perbedaan dengan ETF di Luar Negeri

ETF di luar negeri bisa dibilang lebih beragam. Jika Warren Buffett bilang untuk investor pemula bisa pilih ETF berbasis indeks saham agar tidak pusing melakukan valuasi dan sebagainya. Tapi, secara realita, produk ETF di luar sana ada yang dari low-risk hingga high-risk karena underlying-nya option hingga aset short sell dengan leverage. 

💡
Butuh Tools dan Screener untuk analisis saham AS yang lengkap hingga AI yang sudah berbasis data yang kuat sehingga nggak halu? Tandanya kamu siap gas PROMO SPESIAL dari Investing Pro, DISKON 60% + 15% untuk pembaca Mikirduit, langsung coba sekarang dengan Klik di sini

Dari berbagai platform saham AS yang tersedia di Indonesia, kami menghimpun setidaknya ada 10 jenis ETF yang bisa jadi pilihan alternatif investasi. 

Ke-10 pilihan itu antara lain:

  • ETF berbasis indeks saham (mulai dari saham secara global, developed market, emerging market, dividen, pasar saham global selain AS, dan indeks saham AS)
  • ETF berbasis indeks negara atau regional (seperti ETF China, Asia Tenggara, India, Eropa, dan lainnya)
  • ETF sektor saham yang bisa mengacu ke pasar saham AS hingg dunia seperti, teknologi, semikonduktor, Energi, keuangan, dan lainnya
  • ETF saham secara tematik untuk di bidang-bidang tertentu misalnya AI, Cybersecurity, Uranium, EV, Pertahanan dan ruang angkasa, serta lainnya
  • ETF Obligasi yang mengacu ke obligasi negara seperti US Treasury hingga Obligasi korporasi
  • ETF komoditas yang mengacu ke harga komoditas tertentu seperti emas fisik, minyak, perak, dan lainnya
  • ETF aset kripto yang berbasis aset kripto yang diacunya seperti Bitcoin. (Sejauh ini baru ada Bitcoin di platform saham AS di Indonesia)
  • ETF dengan produk option. Ini adalah ETF yang cukup berisiko meski jika melihat keterangannya berpotensi memberikan dividend yield yang menarik. Tapi, risiko volatilitasnya juga cukup tinggi.
  • ETF menggunakan leverage ini juga berisiko tinggi. Apalagi, ada beberapa ETF leverage dengan strategi short sell. Jika menggunakan leverage disarankan untuk trading saat momentumnya berpotensi menang.
  • Multi aset dan mata uang dengan mengacu ke mata uang seperti dolar AS.

Dengan berbagai jenis ETF yang sangat beragam, investor juga bisa membuat komposisi yang tidak perlu pusing pilih saham satu-satu. Strategi paling sederhana antara lain:

  • Punya ETF saham global selain AS
  • Punya ETF saham AS secara keseluruhan (jangan sektoral)
  • Punya  ETF komoditas, misalnya emas
  • Punya ETF obligasi saat suku bunga di pucuk sebagai cadangan cash

Cukup dengan 4 jenis ETF ini saja, investor sudah melakukan strategi diversifikasi multi aset. Namun, jangan harapkan bisa cuan bagger, minimal kamu bisa cuan di atas rata-rata.

Walapun begitu, catatannya investasi ETF global via platform yang ada di Indonesia juga ada kelemahan, yakni dikenakan pajak progresif. Sehingga dari segi biaya pajak mungkin lebih besar, tapi asetnya lebih likuid.

Mau Dapat Strategi Lebih Detail untuk Saham AS dan Indonesia Hanya Mulai Rp80.000 per Bulan?

Kamu bisa dapatkan dengan harga yang lebih murah dengan kode promo GAJIANJULI , promo hanya tersisa untuk 8 pendaftar tercepat hingga 31 Juli 2026. Dapatkan semua benefit Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham Indonesia dan Amerika mulai dari Rp80.000 per bulan :

  • Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
  • Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
  • Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
  • Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
  • Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
  • Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
  • Hingga konsultasi private dengan founder kami

Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini

Investasi Crypto di PINTU sekarang