Geliat Prospek ADRO, ADMR, AADI dari Proyek Smelter Aluminium yang Mulai Berjalan

Grup Alam Tri (Dulunya Adaro) sudah merilis laporan keuangan kuartal II/2026. Hasilnya, ada catatan aktivitas smelter aluminium sudah muncul, tapi belum ada pendapatan. Lalu, bagaimana prospeknya?

Share
saham grup alam tri

Mikirduit – Saham Grup Alam Tri, PT Alam Tri Resources Indonesia Tbk. (ADRO), PT  Alam Tri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR), dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) telah merilis laporan keuangan kuartal II/2026. Hasilnya cukup positif secara bottom line. Lalu, bagaimana prospek saham ADRO, ADMR, dan AADI ke depannya?

Key Takeaways

  • ADMR jadi kunci katalis baru Grup Alam Tri dari smelter aluminium. Hingga semester I/2026, bisnis aluminium masih rugi US$45,5 juta dan belum mencatat pendapatan. Namun, ADMR sudah memiliki persediaan aluminium sekitar US$319 juta serta melakukan hedging 60.675 ton untuk Juli–September 2026.
  • ADRO mencatat pertumbuhan laba paling agresif, tetapi ekspansi mulai menekan cash flow. Laba bersih ADRO melonjak 76,8% menjadi US$309 juta, didukung efisiensi jasa pertambangan, kinerja ADMR, serta pendapatan dividen.
  • AADI mendapat manfaat tidak langsung dari smelter sekaligus punya katalis divestasi Kestrel. Bisnis listrik AADI mulai menghasilkan pendapatan US$44,21 juta dan laba sekitar US$22,6 juta, terutama dari penyediaan listrik bagi smelter ADMR.
  • Mikirduit Masterclass 2026, Wealthverse: Dapatkan bocoran aset paling menarik untuk 2026-2027. Early Bird cuma Rp250.000 (kuota terbatas, amankan seat-mu sekarang juga) dengan klik link di sini

Dari ketiganya, pertumbuhan ADRO menjadi yang cukup agresif secara bottom line, disusul dengan ADMR. Sementara itu, AADI tumbuh moderat. Namun, pendapatan dari smelter aluminium belum tercatat hingga semester I/2026. Sebelumnya, ada cerita kalau ADMR sudah mulai ekspor hasil aluminiumnya di Juni 2026, tapi kami menilai mungkin baru tercatat di kuartal III/2026.

Saham AADI: Peluang Dividen Dari Aksi Divestasi Kestrel

AADI mencatatkan pertumbuhan laba bersih 10,5 persen menjadi 473 juta dolar AS. Pertumbuhan laba bersih itu selaras dengan pendapatan yang tumbuh 6,1 persen menjadi 2,5 miliar dolar AS. 

Tingkat efisiensi di beban pokok pendapatan membuat gross profit margin naik menjadi 30,7 persen dibandingkan dengan 29 persen pada periode sama tahun sebelumnya. Laba kotor pun naik menjadi 12,5 persen.

Dari segmen pendapatan, kontributor terbesar tetap di pertambangan batu bara yang tumbuh 3,8 persen menjadi 2,38 miliar dolar AS. Menariknya, AADI juga mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang agresif di logistik dengan pertumbuhan 20,2 persen, serta bisnis penyewaan aset ketenagalistrikan dan jasa penunjangnya yang mencatatkan pendapatan perdana senilai 44,21 juta dolar AS. Bahkan bisnis listrik AADI mencatatkan laba sekitar 22,6 juta dolar AS dibandingkan dengan rugi 1,1 juta dolar AS pada periode sama tahun sebelumnya.

Adapun, bisnis listrik ini adalah PT Kaltara Power Indonesia yang mendapatkan transaksi dari PT Kalimantan Aluminium Industry yang mendukung smelter aluminium ADMR.

Salah satu katalis terbesar AADI adalah rencana pelepasan (divestasi) saham Kestrel kepada Yancoal Australia Ltd.

Transaksi ini memang masih diproses sehingga belum tercatat dalam laporan keuangan kuartal II/2026. Nantinya, dari data yang tersedia, AADI berpotensi mendapatkan catatan keuntungan hasil divestasi sekitar 152,3 juta dolar AS.

Hal itu dihitung dari nilai Kestrel dalam laporan keuangan AADI sekitar 735 juta dolar AS, serta transaksi divestasi Kestrel yang diterima AADI selaku pemilik 47,9 persen saham Kestrel menjadi sekitar 888 juta dolar AS. 

Lalu, apa dampaknya terhadap laba bersih AADI? 

Nilai potensi keuntungan dari hasil divestasi Kestrel sekitar 20 persen dari laba bersih AADI pada 2025. Misalnya, menggunakan asumsi laba bersih annualized (disetahunkan) dari realisasi semester I/2026, laba bersih AADI sepanjang 2026 sekitar 947,5 juta dolar AS. Dengan menggunakan asumsi hasil keuntungan penjualan aset sekitar 121 juta - 152 juta dolar AS, berarti total laba bersih AADI sekitar 1,06 miliar - 1,09 miliar dolar AS. 

Jika mengasumsikan dividen yang dibagikan setara 60 persen dari laba bersih (hampir sama seperti tahun buku 2025), berarti tingkat dividen berpotensi sekitar Rp1.215 per saham. (Asumsi kurs Rp17.757 per dolar AS)

Catatan, asumsi dividen ini dengan mengasumsikan transaksi divestasi Kestrel sudah selesai di semester II/2026.

Saham PGAS Diputus Bayar Rp2 triliun ke Gunvor, Begini Prospek Sahamnya
PGAS menghadapi tantangan setelah diresmikan kalah gugatan arbitrase oleh Gunvor Singapore. Kerugian ditaksir mencapai Rp2,3 triliun yang setara setengah kali laba-nya dalam setahun. Kira-kira gimana nasibnya? apakah masih menarik sahamnya?

Saham ADMR: Harga Batu Bara Metalurgi Lagi Bagus, Tantangan Ada di Biaya Smelter Aluminium

ADMR mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 24 persen menjadi 174 juta dolar AS di sepanjang semester I/2026. Pertumbuhan laba bersih itu ditopang oleh pertumbuhan pendapatan sebesar 31,5 persen menjadi 583 juta dolar AS.

Selain itu, hampir saham seperti AADI, pertumbuhan laba bersih ADMR juga ditopang efisiensi beban pokok pendapatan yang membuat gross profit margin naik menjadi 47,6 persen dibandingkan dengan 40,6 persen pada periode sama tahun sebelumnya. Laba kotor ADMR juga tumbuh hingga 54,2 persen menjadi 277,8 juta dolar AS. 

Kinerja ADMR masih ditopang oleh pertambangan batu bara metalurginya yang dari segi pendapatan tumbuh 31,7 persen menjadi 581 juta dolar AS, dengan laba segmen-nya tumbuh 45,5 persen menjadi 209,5 juta dolar AS. 

💡
Mau dapat stockpick dari AI untuk saham AS dan Indonesia, kamu bisa klaim diskon spesial untuk Investing Pro, Langsung langganan di sini sekarang!

Namun, beban ADMR tampak di bisnis smelter aluminium yang mencatatkan kerugian hingga 45,5 juta dolar AS hingga paruh pertama tahun ini. 

Peluang dari saham ADMR adalah jika di paruh kedua, bisnis smelter aluminiumnya sudah mencatatkan pendapatan. Hal itu bisa membuat segmen bisnis aluminiumnya mengurangi kerugian hingga berbalik menjadi laba.

Jika melihat di laporan keuangan kuartal II/2026, ADMR sudah mencatatkan persediaan aluminium sekitar 319 juta dolar AS dengan total alumunium yang sudah di hedging sekitar 60.675 ton untuk Juli-September 2026. 

Tinggal tunggu dari jumlah itu, berapa yang akan masuk ke pendapatan ADMR pada kuartal III//2026, serta bagaimana bottom line segmen aluminium tersebut.

Catatannya, dalam operasional smelter pada tahun pertama biasanya memang agak kurang efisien. Sehingga meski sudah ada pendapatan, ada peluang posisinya masih merugi.

Saham ADRO: Faktor Pendorong Laba Bersih Meroket

ADRO mencatatkan kinerja keuangan yang lebih fantastis dari entitas asosiasi (AADI) maupun anak usahanya (ADMR). ADRO mencatatkan pertumbuhan laba bersih tembus 76,8 persen menjadi 309 juta dolar AS. Apa faktor pendorongnya?

Dari segi pendapatan, ADRO mencatatkan pertumbuhan sebesar 16,5 persen menjadi 999,2 juta dolar AS. Pertumbuhan pendapatannya terlihat lebih moderat dibandingkan dengan laba bersihnya.

Salah satu yang mendorong pertumbuhan laba bersih ADRO antara lain adanya beban pokok pendapatan yang lebih efisien setelah laba kotornya naik 48,7 persen menjadi 422,7 juta dolar AS. Tingkat gross profit margin naik menjadi 42,3 persen dibandingkan dengan 33,1 persen pada periode sama tahun sebelumnya.

Efisiensi beban pokok pendapatan ADRO terjadi dari segi jasa pertambangan yang mencatatkan total beban pokok turun 10 persen menjadi 276 juta. Dari situ, total beban pokok pendapatan ADRO hanya naik 0,5 persen saat pendapatan naik 16 persen.

Adapun, pendorong kinerja ADRO antara lain adalah tambang metalurgi ADMR dengan pertumbuhan serupa sebesar 31,4 persen. Di luar itu, bisnis jasa pertambangan memang hanya mencatatkan pertumbuhan 3,3 persen menjadi 470,8 juta dolar AS. Tapi, laba segmen jasa tambang ini mampu naik 53,9 persen menjadi 92,6 juta dolar AS yang turut menjadi pendongkrak laba bersih perseroan.

Selain itu, pendorong laba bersih ADRO juga datang dari penghasilan dividen senilai 33,53 juta dolar AS yang tercatat di semester I/2026 dengan kondisi sebelumnya belum ada pendapatan tersebut. Hal itu membuat posisi pendapatan / beban lain-lain menjadi positif 17,42 juta dolar AS dibandingkan dengan negatif 20,6 juta dolar AS pada periode sama tahun sebelumnya.

Salah satu yang menjadi sorotan di saham ADRO adalah tingkat kas operasional-nya negatif 42,91 juta dolar AS dibandingkan dengan 333,2 juta pada periode sama tahun sebelumnya. 

Hal itu disebabkan adanya lonjakan pembayaran supplier atau kontraktor yang naik hingga menjadi 803 juta dolar AS dibandingkan dengan 339,9 juta dolar AS pada periode sama tahun sebelumnya. Hal ini ada indikasi karena ADRO mengonsolidasikan ekspansi smelter aluminium anak usahanya tersebut. Toh, posisi kas operasional ADMR juga negatif 173 juta dolar AS.

Catatan lainnya, utang bank ADRO naik sekitar 58 persen menjadi 1,18 miliar dolar AS. Hal yang paling mencolok liabilitas sewa yang naik 890 persen menjadi 755 juta dolar AS. Kenaikan itu terkait penyewaan pembangkit listrik ke PT Kaltara Power Indonesia, anak usaha AADI senilai 690,65 juta dolar AS. 

Saham NEE bakal Merger dengan Dominion Energy, Begini Peluang dan Risikonya
Saham NEE dan D terus berupaya melakukan akuisisi merger meski ada gugatan dari pemegang saham terkait informasi yang dianggap tidak lengkap. Lalu, bagaimana peluang dan risiko saham ini?

Kesimpulan

Investor perlu mencermati kinerja saham Grup ADRO di kuartal III/2026. Dari segi pendapatan, ada potensi lonjakan signifikan karena penjualan aluminium sudah dilakukan. Jika margin-nya cukup besar, akan menjadi pendorong kinerja ADRO dan ADMR, apalagi tren harga batu bara metalurgi juga lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya.

Lalu, AADI pun bisa dapat tambahan keuntungan dari sewa pembangkit listrik untuk smelter aluminium tersebut.

Tantangannya, karena ini baru mulai beroperasi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan terkait risiko smelter aluminium, mulai dari biaya operasional yang tinggi untuk tahun pertama hingga gangguan operasional yang membuat smelter harus berhenti beroperasi karena maintenance.

Apa yang Kamu Dapatkan Jika Join Mikirsaham?

  • Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
  • Tools Trading Plan by Sistem (minimal join Mikirsaham Super dan masih tahap Beta)
  • Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
  • Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
  • Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
  • Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
  • Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
  • Hingga konsultasi private dengan founder kami

Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini

Investasi Crypto di PINTU sekarang