Drama Investasi Felda di Saham BWPT, Bisa Imbas ke Saham Peter Sondakh Lainnya?

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim sampai minta bantuan Presiden Indonesia Prabowo Subianto untuk menyelesaikan sengketa antara Felda dengan Grup Rajawali. Apakah bisa terdampak ke saham-saham Grup Rajawali lainnya?

Share
saham BWPT

Mikirduit – Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim meminta bantuan Presiden Indonesia Prabowo Subianto terkait risiko kerugian Federal Land Consolidation and Rehabilitation Authority (Felda) senilai Rp11 triliun di saham PT Eagle High Plantations Tbk. (BWPT). Tapi, pihak BWPT mengatakan pemegang sahamnya secara langsung adalah FIC Properties Sdn Bhd (FICP) dan tidak berkomunikasi dengan Felda. Lalu, bagaimana nasib saham BWPT selanjutnya?

Key Takeaway

  • Sengketa Felda–Rajawali menjadi risiko utama di balik investasi 37% saham BWPT, setelah SIAC memerintahkan Grup Rajawali menjalankan put option, tetapi putusan tersebut dinyatakan non-eksekuatur oleh PN Jakarta Pusat dan kini berlanjut ke kasasi di MA.
  • Investasi Felda sejak awal dilakukan di valuasi yang cukup mahal, yakni sekitar Rp6,7 triliun atau Rp576 per saham pada 2016, padahal BWPT saat itu masih merugi dan harga sahamnya hanya berada di kisaran Rp190–Rp300.
  • BWPT secara korporasi relatif terpisah dari sengketa karena pemegang saham langsungnya adalah FICP, sehingga perhatian investor kini lebih tertuju pada kemampuan Grup Rajawali memenuhi potensi kewajibannya kepada Felda dan apakah aset lain seperti ARCI dapat menjadi sumber likuiditas.
  • Mikirduit Masterclass 2026, Wealthverse: Dapatkan bocoran aset paling menarik untuk 2026-2027. Early Bird cuma Rp250.000 (Tersisa hanya untuk 14 pendaftar lagi) dengan klik link di sini

Anwar Ibrahim menyebutkan investasi Felda di BWPT itu kini tersangkut proses hukum. Hal itu disebabkan Grup Rajawali yang merupakan mitra dan penjual saham BWPT kepada FELDA mengajukan keberatan atas putusan Arbitrase Singapore Internasional Arbitration Center (SIAC) pada Juni 2024. 

Dalam putusan SIAC, Grup Rajawali diminta untuk merealisasikan opsi jual atau put option dengan membeli kembali 37 persen saham BWPT milik FELDA. Lalu, apa yang sebenarnya terjadi antara Grup Rajawali milik Peter Sondakh, Felda, dan BWPT?

Jejak Awal Felda Akuisisi BWPT dari Rajawali

Semua itu berawal dari Felda melalui anak usahanya FIC Properties sepakat mengakuisisi 37 persen saham BWPT senilai 505,4 juta dolar AS atau Rp6,7 triliun dengan harga Rp576 per saham. 

Adapun, Felda membeli BWPT di harga yang cukup premium. Toh, harga saham BWPT pada periode 2016 bergerak kisaran Rp190 - Rp300 per saham.

Dalam kondisi, BWPT kala itu dalam tren mengalami kerugian selama dua tahun berturut-turut. Setelah rugi Rp181 miliar pada 2015, menjadi rugi Rp391 miliar pada 2016. Tren kerugian BWPT itu terjadi hingga 2021, artinya sejak diakuisisi Felda, BWPT telah merugi selama 6 tahun berturut-turut.

Kala itu, Felda membeli BWPT dengan posisi emiten tersebut punya 153.250 hektar lahan di Sumatra, Kalimantan, hingga Papua. Dengan rata-rata usia tanaman 6,4 tahun dan telah menghasilkan sebanyak 75 persen dari total lahan.

Proses transaksi pun tidak mudah, dibahas sejak 2015, transaksi baru terjadi pada akhir 2016. Bahkan, transaksi sempat hampir batal di pertengahan 2015. Jika menggunakan asumsi spesifikasi lahan tersebut, nilai transaksi Felda senilai Rp6,7 triliun juga tetap terhitung mahal. Toh, total aset lahan itu ditaksir sekitar Rp9,1 triliun. Dengan Felda ambil 37 persen kepemilikan, berarti nilai bagian Felda dari aset itu sekitar Rp3,3 triliun.

Tapi, Felda memang bukan membeli asetnya, melainkan membeli perusahaannya. Walaupun itu tetap di harga yang cukup tinggi. Padahal, dalam proses transaksi sudah memakan waktu lebih dari 1 tahun lebih hingga sempat hampir batal di pertengahan 2015, dan transaksi dijalankan di akhir 2016.

Felda sendiri mulai gerah dengan investasinya di BWPT sejak 2019. Kabar Felda mau keluar dari BWPT tersiar pada periode tersebut dan mengakhiri kemitraan dengan Grup Rajawali. 

💡
Mau dapat stockpick dari AI untuk saham AS dan Indonesia, kamu bisa klaim diskon spesial untuk Investing Pro, Langsung langganan di sini sekarang!

Bahkan, Felda meminta pengembalian dana lebih dari 500 juta dolar AS yang dikucurkan saat akuisisi. Dengan dalih, dalam kontrak ada put option yang memungkinkan investor Malaysia itu menjual kembali sahamnya. 

Felda mengajukan pelaksanaan opsi put itu karena BWPT dinilai gagal memenuhi kriteria penting dalam transaksi tersebut. Salah satunya adalah meraih sertifikat Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) sebelum akhir 2019.

Felda melalui FICP disebut melakukan eksekusi put option BWPT pada 11 Mei 2022. Berdasarkan ketentuan tersebut, Grup Rajawali harus mengembalikan nilai investasi awal ditambah bunga 6 persen sejak 11 Mei 2017 hingga pembayaran penuh.

Sayangnya, proses itu tidak berjalan mulus sampai akhirnya Felda membawanya ke Singapore Internasional Arbitration Center (SIAC). Pada 14 Juni 2024, SIAC mengeluarkan putusan agar Grup Rajawali menjalankan kewajibannya berdasarkan put option tersebut.

Namun, Pihak Rajawali mengajukan gugatan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk menolak putusan arbitrase tersebut. Sampai akhirnya, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memutuskan amanat Arbitrase Singapura itu tidak dapat dieksekusi atau non-eksekuatur.

Felda melalui FICP disebut juga mengajukan banding tingkat akhir ke MA. Kasasi itu sudah didaftarkan pada 21 Juli 2026. Saat ini, sengketa di MA masuk ke dalam penyerahan kontra memori kasasi pada 13 Agustus 2026.

Sampai di tahap inilah, Anwar Ibrahim hingga minta bantuan ke Presiden Indonesia.

5 Fitur Andalan Trader di Ajaib dan Stockbit, Mana yang Lebih Unggul?
Ada 5 fitur di Ajaib dan Stockbit yang sering digunakan trader saham untuk mencari saham menarik setiap harinya. Apa saja kelima fitur itu? simak selengkapnya di sini

Respons BWPT dan Dampaknya Terhadap Bisnis Grup Rajawali

Respons BWPT pun cukup normatif. Pihaknya menyebutkan kalau berhubungan dengan FICP, entitas anak Felda, sebagai pemegang saham. Lalu, perseroan mengaku tidak memiliki hubungan korporasi maupun hubungan kontraktual dengan FELDA sehubungan dengan kepemilikan saham perseroan. 

Hal itu memang benar karena hubungan FELDA lebih kepada Grup Rajawali yang melakukan penjualan saham BWPT ke pihak Malaysia tersebut. Intinya, pihak manajemen BWPT tidak tahu apa-apa.

Di sisi lain, kalau menilik ke belakang, Peter Sondakh memang rutin menjual aset-asetnya.

Beberapa aset ada yang dilepas karena bisnisnya tertekan, tapi ada juga yang cukup anomali. Beberapa perusahaan tbk Grup Rajawali yang dilepas mulai dari TAXI, FORU, hingga SMMT.

Untuk saham TAXI dan FORU, Peter Sondakh lepas di harga yang murah. PT Express Trasindo Utama Tbk. (TAXI) dilepas Rp3,9 per saham dengan hasil dana Rp4,26 miliar pada Januari 2023 dan PT Fortune Indonesia Tbk. (FORU) dilepas senilai Rp45,29 miliar pada Maret 2024.

Saham NEE bakal Merger dengan Dominion Energy, Begini Peluang dan Risikonya
Saham NEE dan D terus berupaya melakukan akuisisi merger meski ada gugatan dari pemegang saham terkait informasi yang dianggap tidak lengkap. Lalu, bagaimana peluang dan risiko saham ini?

Salah satu divestasi dengan nilai yang cukup jumbo adalah saham PT Golden Eagle Energy Tbk. (SMMT). Peter Sondakh melepas saham SMMT di harga Rp1.305 per saham dengan total nilai transaksi Rp3,4 triliun kepada PT Geo Energi Investama.

Lalu, Peter Sondakh juga sempat dirumorkan mau melepas saham PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) ke beberapa pihak pada pertengahan 2024. Tapi, kabar itu sunyi senyap tidak ada perkembangan terbaru. 

Adapun, salah satu aksinya untuk saham ARCI adalah memindahkan kepemilikan Rajawali Corpora kepada PT Rajawali Kapital Emas dalam bentuk saham Scripless pada Juni 2026.

Apakah ARCI menjadi kunci terakhir Grup Rajawali untuk bisa melunasi perkara dengan Felda? 

Apa yang Kamu Dapatkan Jika Join Mikirsaham?

  • Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
  • Tools Trading Plan by Sistem (minimal join Mikirsaham Super dan masih tahap Beta)
  • Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
  • Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
  • Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
  • Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
  • Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
  • Hingga konsultasi private dengan founder kami

Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini

Investasi Crypto di PINTU sekarang