Gara-gara Masuk Status Saham Konsentrasi Tinggi, ALII dan SILO Nyusul Didepak FTSE

FTSE mencoret saham ALII dan SILO karena terdeteksi HSC. Hasil ini menegaskan total 29 saham terdepak dari semi-annual review edisi September 2026. Kira-kira apa alasan dibaliknya? 

Share
saham ALII dan SILO

Mikirduit - Financial Times Stock Exchange (FTSE) kembali mencoret saham Indonesia dari review Semi-Annual Review yang sudah diumumkan sejak 21 Agustus 2026 lalu.

Key Takeaways

  • FTSE menegaskan ALII dan SILO keluar dari FTSE GEIS September 2026 karena gagal melewati Surveillance Stock Screen akibat konsentrasi kepemilikan yang sangat tinggi.
  • Secara keseluruhan ada 29 saham Indonesia yang keluar dari FTSE GEIS, sementara sejumlah saham lain seperti BSDE, BBYB, BJBR, BTPS, LPKR, LPPF, MNCN, PNLF, SMRA, dan SCMA hanya mengalami penurunan kelas kapitalisasi.
  • Rebalancing pada 18 September 2026 berpotensi memicu tekanan jual dan lonjakan volume, tetapi keluarnya saham dari FTSE bukan otomatis mencerminkan fundamental bisnis yang buruk.
  • Mikirduit Masterclass 2026, Wealthverse: Dapatkan bocoran aset paling menarik untuk 2026-2027. Early Bird cuma Rp250.000 (kuota terbatas, amankan seat-mu sekarang juga) dengan klik link di sini

Dalam tinjauan terbaru yang diumumkan Senin kemarin (14/9/2026), ada dua saham yang didepak, yaitu PT Ancara Logistik Indonesia Tbk. (ALII) dan PT Siloam Hospital Tbk. (SILO). Alasannya, kedua saham itu terdeteksi memiliki tingkat konsentrasi kepemilikan yang tinggi alias High Shareholding Concentration (HSC). Alhasil, dua saham itu gagal melewati Surveillance Stock Screen. 

Data BEI per Juli 2026 menunjukkan konsentrasi kepemilikan ALII mencapai 97,62 persen, sedangkan SILO mencapai 96,70 persen. Artinya, porsi saham yang benar-benar tersebar di publik menjadi sangat terbatas.

Buat FTSE, kondisi seperti ini penting karena indeks global bukan cuma melihat besar-kecilnya perusahaan, tetapi juga apakah saham tersebut cukup likuid dan bisa benar-benar diperdagangkan oleh investor publik. 

Semakin terkonsentrasi kepemilikannya, semakin kecil pula free float yang tersedia untuk investor.

Tapi perlu diluruskan, update 14 September ini bukan berarti FTSE baru mencoret ALII dan SILO sekarang. Keduanya sebenarnya sudah masuk dalam rangkaian Semi-Annual Review FTSE GEIS September 2026 yang diumumkan sejak 21 Agustus 2026.

Update terbaru ini lebih kepada penegasan mengenai alasan khusus di balik penghapusan ALII dan SILO melalui Surveillance Screen.

Jadi, kalau ditarik ke belakang, ceritanya dimulai pada 21 Agustus. Saat itu FTSE mengumumkan perubahan konstituen untuk Semi-Annual Review September 2026. Hasil awalnya cukup besar, ada 29 saham Indonesia akan benar-benar keluar dari FTSE GEIS, terdiri dari 28 saham Micro Cap dan satu saham Small Cap, yaitu SILO. Berikut rinciannya: 

Di luar 29 saham yang benar-benar keluar tersebut, masih ada saham yang hanya turun kelas. BSDE misalnya, turun dari Mid Cap ke Micro Cap. Sementara BBYB, BJBR, BTPS, LPKR, LPPF, MNCN, PNLF, SMRA dan SCMA turun dari Small Cap ke Micro Cap. 

Jadi, sembilan saham ini sebenarnya masih menjadi bagian dari FTSE, hanya kelas kapitalisasinya yang lebih rendah.

Jadwal Penting yang Perlu Dicermati Lagi

Setelah update terbaru pada Senin kemarin, hasil review FTSE untuk periode September 2026 sudah final dan tidak ada perubahan lagi sampai tanggal efektif 21 September 2026.

Tapi, bukan berarti dampaknya baru terasa pada tanggal tersebut. Eksekusi rebalancing akan dilakukan pada Jumat, 18 September 2026, tepat sebelum perubahan indeks resmi berlaku.

Biasanya, periode seperti ini bisa membuat volatilitas dan volume transaksi meningkat, terutama pada saham yang keluar dari indeks. 

Jadi, buat investor yang masih memegang saham-saham yang didepak FTSE, perlu lebih memperhatikan pergerakan harga menjelang penutupan 18 September karena potensi tekanan jual dari fund yang melakukan penyesuaian portofolio bisa lebih besar.

Setelah rebalancing selesai, barulah kita bisa melihat apakah tekanan jual tersebut benar-benar berlanjut atau justru mulai mereda.

GDX-GDXJ Rebalancing: BRMS-AMMN Inflow, EMAS Outflow
Hasil rebalancing indeks saham emas populer di dunia, GDX dan GDXJ tetap, tidak ada yang keluar dan masuk. Namun, prospek emas kini dihadapkan peluang kenaikan suku bunga the Fed yang semakin tinggi. Strategi apa yang bijak diambil investor? saatnya menghindar atau justru kesempatan masuk lagi?

Kesimpulan

Pada akhirnya, aksi rebalancing FTSE ini bukan berarti 29 saham yang dikeluarkan otomatis punya bisnis atau fundamental yang buruk. 

Penghapusan tersebut lebih berkaitan dengan penyesuaian terhadap kriteria indeks FTSE, mulai dari investable market cap, likuiditas, hingga surveillance screen seperti yang terjadi pada ALII dan SILO.

Jadi, keluarnya sebuah saham dari FTSE sebaiknya dilihat sebagai perubahan status indeks, bukan vonis terhadap kualitas bisnis perusahaan.

💡
Diskon Spesial Investing Pro untuk Pembaca Mikirduit, agar analisis saham langsung menggunakan tools paling lengkap, Langganan sekarang dengan klik di sini

Dampak yang paling terasa dalam jangka pendek justru bisa datang dari sisi teknikal, terutama potensi tekanan jual dari investor yang menyesuaikan portofolionya pada hari rebalancing.

Setelah tekanan tersebut selesai, pertanyaannya kembali ke fundamental masing-masing emiten, apakah bisnisnya masih punya prospek dan valuasinya masih menarik atau tidak? 

Karena bisa saja ada saham yang terkena tekanan jual hanya karena keluar dari indeks, tetapi setelahnya justru kembali bergerak mengikuti kinerja bisnisnya.

Jadi, dari 29 saham yang didepak FTSE, mana yang menurut kamu masih menarik dilirik setelah tekanan rebalancing selesai?

Mau Diskusi Saham Langsung dengan Founder Mikirduit?

Join Mikirsaham sekarang dan dapatkan benefit:

  • Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
  • Tools Trading Plan by Sistem (minimal join Mikirsaham Super dan masih tahap Beta)
  • Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
  • Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
  • Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
  • Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
  • Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
  • Hingga konsultasi private dengan founder kami

Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini

Investasi Crypto di PINTU sekarang