Prospek Saham BRMS dari Potensi Inflow GDX hingga Tambang Bawah Tanah
Saham BRMS lagi dapat dua katalis positif. Pertama, dari potensi inflow rebalancing GDX. Kedua, portal tambang emas bawah tanah di Palu sudah selesai, targetnya 2027 bisa siap operasi. Kira-kira gimana prospeknya? apakah saat ini masih menarik untuk diakumulasi?
Mikirduit - Saham PT Bumi Resources Mineral Tbk. (BRMS) masih mampu bertahan di zona positif, meskipun baru ada tekanan dari kenaikan suku bunga the Fed dan dalam tren penurunan harga emas. Lalu, apa yang menarik dari saham ini?
Key Takeaways
- Rebalancing GDX menjadi katalis jangka pendek BRMS, setelah free float factor naik dari 51% menjadi 60% dan berpotensi memicu inflow dana pasif sekitar US$37 juta.
- Tambang bawah tanah Palu menjadi katalis utama menuju 2027, dengan target operasi pertengahan 2027 dan kadar bijih di atas 3,2 g/t, jauh lebih tinggi dibandingkan open pit saat ini.
- Kinerja kuartal III/2026 berpeluang membaik, seiring berakhirnya gangguan pushback, kepastian penyerapan emas melalui kerja sama CPM–ANTM, dan harga emas yang masih relatif lebih tinggi dibandingkan rata-rata kuartal II.
- Mikirduit Masterclass 2026, Wealthverse: Dapatkan bocoran aset paling menarik untuk 2026-2027. Early Bird cuma Rp250.000 (kuota terbatas, amankan seat-mu sekarang juga) dengan klik link di sini
Harga emas turun sebesar 1 persen dalam sehari setelah the Fed menaikkan suku bunga, mengakumulasi penurunan dalam sebulan kisaran 2,31 persen ke bawah US$ 4.300 per troy ounce.
Menariknya, di tengah penurunan harga emas itu, saham BRMS justru masih naik, kalau ditarik sebulan sampai perdagangan Kamis hari ini (17/9/2026), saham emas milik grup Bakrie itu sudah terbang sekitar 16 persen ke posisi Rp725 per lembar.
Berikut dua faktor yang mendorong harga saham BRMS dalam jangka pendek:
Prospek Inflow dari Rebalancing GDX
Untuk BRMS, rebalancing GDX edisi September 2026 membawa katalis positif meski tidak ada perubahan konstituen. Free float factor BRMS naik cukup signifikan, dari 51 persen menjadi 60 persen, sehingga bobotnya di indeks ikut meningkat.
Dengan perubahan tersebut, BRMS diperkirakan berpotensi mendapat inflow dana pasif sekitar US$37 juta dari pengelola dana yang mengikuti GDX.
Dampaknya mulai terlihat, sejak diumumkan pada 11 September lalu, harga saham BRMS sudah merangkak lebih dari 10 persen.
Adapun perubahan bobot ini akan efektif pada besok Jumat (18/9/2026), oleh karena itu pergerakan pada hari ini termasuk cukup diperhatikan karena rebalancing biasanya dilakukan sehari sebelum tanggal efektif itu.
Namun, perlu dipahami, momentum rebalancing ini terjadi tepat setelah the Fed menaikkan suku bunga yang kemudian membuat harga emas acuan global turun. Menurut kami, wajar jika geraknya tidak akan terlalu atraktif sampai penutupan, mengingat sampai sesi I hari ini saham BRMS masih stagnan.
Target Operasional Tambang Emas Bawah Tanah Mulai 2027
Prospek menarik berikutnya yang menarik dicermati dari BRMS adalah progress tambang emas bawah tanah di Palu yang sudah kian dekat target operasi pada 2027 mendatang. Kabar terbaru, portal tambang itu sudah selesai.
Per 16 September 2026, BRMS melalui PT Citra Palu Minerals (CPM) telah menyelesaikan pembangunan portal tambang dan fasilitas ventilasi pertama.
Terowongan bawah tanah yang digali dari portal tersebut kini sudah mencapai lebih dari 975 meter dengan kedalaman sekitar 140 meter dari permukaan.
BRMS menargetkan tambang bawah tanah ini mulai beroperasi pada pertengahan 2027, dengan bijih yang memiliki kadar emas di atas 3,2 gram per ton (g/t), jauh lebih tinggi dibandingkan kadar bijih dari tambang terbuka Poboya yang saat ini sekitar 1,3–1,5 g/t.
Kenaikan kadar ini menjadi penting karena dapat mendorong peningkatan produksi tanpa harus menaikkan volume bijih secara proporsional. Sebagai gambaran, BRMS menargetkan produksi emas sekitar 70.000–75.000 ons pada 2026 dan 80.000 ons pada 2027, sebelum meningkat menjadi sekitar 150.000 ons pada 2028 dan lebih dari 200.000 ons pada 2029.
Di sisi pengolahan, kapasitas pabrik pertama juga sedang ditingkatkan dari 500 ton menjadi 2.000 ton bijih per hari, sehingga tambahan bijih dari tambang bawah tanah nantinya dapat ditopang oleh kapasitas pengolahan yang lebih besar.
Dengan begitu, perkembangan tambang bawah tanah ini menjadi salah satu katalis penting BRMS menuju 2027, karena bukan hanya menambah sumber produksi, tetapi juga membawa bijih dengan kadar emas yang lebih tinggi dibandingkan operasi open pit saat ini.

Review Kinerja Keuangan Terkini dan Prospek Kuartal III/2026
Beralih ke kinerja terbaru, BRMS sempat mencatat kerugian pada kuartal II/2026. Tekanan ini terutama disebabkan oleh gangguan produksi akibat proses pushback di Tambang River Reef yang sifatnya satu kali.
Di saat yang sama, kondisi diperberat oleh penurunan harga emas dan pasokan di pasar domestik yang berlebih, sehingga penjualan tidak dapat terserap secara optimal.
Tekanan harga emas pada periode tersebut juga cukup signifikan. Harga jual rata-rata emas turun dari US$4.512 per troy ounce menjadi US$4.138 per troy ounce, sementara volume penjualan anjlok dari 460 kg menjadi 196 kg. Kombinasi penurunan harga dan volume penjualan inilah yang kemudian memberikan tekanan cukup besar terhadap kinerja BRMS pada kuartal II/2026.

Namun, memasuki kuartal III/2026, cerita BRMS mulai berangsur membaik. Meski harga emas belakangan terkoreksi, levelnya masih berada di atas rata-rata kuartal II/2026. Bahkan, saat rebound bulan lalu, harga emas sempat menembus US$4.600 per troy ounce.
Dari sisi penjualan, BRMS juga sudah punya pegangan yang cukup kuat. Anak usahanya, Citra Palu Minerals (CPM), telah menjalin kerja sama dengan ANTM untuk menyerap sebagian besar produksi emas BRMS hingga Juni 2028. Kerja sama ini memberikan kepastian pasar bagi BRMS untuk menjual produksinya dalam beberapa tahun ke depan.
Di sisi operasional, gangguan akibat proses pushback juga sudah tidak lagi menjadi kendala.
Dengan kondisi tersebut, kinerja BRMS pada kuartal III/2026 berpeluang membaik dan bahkan berpotensi kembali mencatat laba. Jika terealisasi, ini akan menjadi tanda turnaround secara kuartalan setelah rugi pada kuartal II/2026.
Meski begitu, masih ada satu hal yang perlu diperhatikan, yaitu penjualannya harus bisa dioptimalkan. Karena berbagai faktor yang membuat BRMS merugi kuartal lalu, persediaan emas sampai Juni 2026 jadi melonjak sekitar 28 kali lipat, dari US$3.011 menjadi US$3,09 juta.
Artinya, kenaikan produksi belum tentu langsung berubah menjadi pendapatan jika emas yang dihasilkan belum terserap pasar. Karena itu, kemampuan BRMS mengonversi produksi menjadi penjualan pada sisa tahun ini akan menjadi salah satu hal penting yang perlu dipantau.

Review Teknikal Saham BRMS
Beralih ke teknikal saham BRMS, menurut kami posisinya masih menarik sebagai demand area dengan support yang diperhatikan sampai 680.
Menurut kami, secara tren BRMS ini sedang berusaha reversal dari sideways menuju naik, tren nya sudah pulih sejak turun tajam dari awal tahun. Ada pola akumulasi juga yang terbentuk seperti double bottom, dengan neckline yang sudah ditembus ke atas dan saat ini menjadi support terdekat.
Jika neckline masih bisa dipertahakan, potensi penguatan lanjutan bisa berlangsung menuju target resistance terdekat yang bisa dicermati bisa ke 840, berdekatan dengan garis MA200 daily.

Gimana, menurut kalian menarik akumulasi saham BRMS lagi? atau masih nawar lebih murah?
Mau Diskusi Saham Langsung dengan Founder Mikirduit?
Join Mikirsaham sekarang dan dapatkan benefit:
- Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
- Tools Trading Plan by Sistem (minimal join Mikirsaham Super dan masih tahap Beta)
- Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
- Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
- Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
- Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
- Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
- Hingga konsultasi private dengan founder kami
Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini
