5 Saham yang Lagi Proses Perubahan Pengendali hingga Rencana Akuisisi Perusahaan di ASEAN
Ada 3 saham yang lagi negosiasi hingga sudah tanda tangan CSPA untuk diakuisisi dan berganti pengendali. Lalu, ada 2 saham yang lagi proses akuisisi perusahaan Malaysia dan Filipina. Jadi, ada yang menarik?
Mikirduit – Ada 5 saham yang mencatatkan aksi korporasi diakuisisi maupun melakukan akuisisi sepanjang Juli 2026. Lalu, siapa saja mereka dan bagaimana prospeknya?
Sepanjang Juli 2026, ada 3 saham yang tengah bernegosiasi hingga tanda tangan CSPA untuk mengalami perubahan pengendali, sedangkan ada 2 saham yang melakukan akuisisi untuk pengembangan bisnisnya. Siapa saja mereka?
Saham MBSS
Pengendali MBSS, yakni PT Galley Adhika Arnawama yang merupakan bagian dari Grup Daidan telah menandatangani CSPA dengan PT Wibowo Group Capital untuk melepas 82,5 persen saham MBSS.
Pertanyaannya, siapa Wibowo Group Capital ini? kami menerawang beberapa informasi dan membuat dugaan ada potensi Wibowo Group Capital ini bagian dari Grup Gandasari yang didirikan oleh Andy Wibowo.
Grup Gandasari disebut punya beberapa bisnis tambang bauksit dan batu bara via PT Gandasari Resources dan PT Alfa Granitama. Lalu, dia juga punya bisnis perkapalan dari armada hingga galangan kapalnya.
Lalu, berapa kira-kira taksiran harga saham MBSS?
Jika melihat historisnya, Grup Daidan membeli 82 persen saham MBSS di harga Rp660 per saham. Komposisinya, Daidan membeli dari pengendali sebesar 76 persen, dan sisanya dari hasil MTO. Sehingga total modal yang dikeluarkan sekitar Rp952 miliar.
Sebelumnya, 51 persen saham MBSS juga dilepas oleh PT Patin Resources bersama Patricia Pratiwi Suwarti, dan Ingrid Ade Sundari ke Grup INDY dengan harga Rp1.630 per saham. Aksi akuisisi itu merupakan pelaksanaan opsi beli yang diimplementasikan INDY dari perjanjian pada 26 November 2010.
Saham AGAR
AGAR mengumumkan pemegang saham pengendali perseroan tengah bernegosiasi dengan Suprajitno Sutomo untuk menjual 51 persen saham perseroan.
Siapa Suprajitno ini? ada potensi, dia adalah pihak terkait PDP PT Pacific Dwiyasa Paint. Tercatat, Suprajitno juga Presiden Direktur dari PT Multipro Paint Indonesia.
Menariknya, Suprajitno menjadi sosok yang mengakuisisi PT Multipro Paint Indonesia dari AVIA pada 2025.
Adapun, bisnis PT Multipro Paint Indonesia adalah terkait manufaktur dan perdagangan besar cat pelindung serta cat kapal laut dengan merek Admiral. Sehingga, ada kemungkinan aksi Suprajitno akuisisi AGAR untuk menyuntikkan aset PT Multipro Paint Indonesia tersebut.
Saham ASPI
ASPI mengumumkan pengendali perseroan tengah melakukan negosiasi dengan PT GMP Group Investama untuk mengambil alih 51 persen saham perseroan.
Adapun, sebelumnya ASPI juga sempat akan diakuisisi oleh PT Hua Yan New Energi dengan porsi serupa. Namun, transaksi batal di semester I/2026. Pembatalan itu hasil dari kesepakatan bisnis bersama. Sampai akhirnya, PT GMP Group masuk untuk negosiasi akuisisi ASPI.
Menariknya, ketika kami telusuri PT GMP Group, mereka memiliki direktur bernama Desvriany Susilo. Lalu, setelah kami telusuri, sosok itu juga menjadi Financial Budget Controller di PT Gandasari Group Investama (perusahaan yang kami cek ada keterkaitan dengan transaksi akuisisi MBSS), yang berada di bawah Grup Gandasari. (dengan asumsi ini adalah orang yang sama dengan probabilitasnya harusnya cukup tinggi)
Jika ditelusuri, Grup Gandasari juga punya area bisnis di daerah banyuasin, Sumatra Selatan, yang menjadi alamat dari PT GMP Group Investama.
Di sana, Grup Gandasari punya anak usaha PT Gandasari Musi Perkasa dengan bisnis terkait fasilitas dermaga atau pelabuhan. Namun, ini perlu dikonfirmasi lebih jauh lagi terkait hubungan ini.

Saham BREN
Saham BREN juga mengumumkan rencana akuisisi perusahaan panas bumi di Filipina, yakni Energi Development Corp. dengan valuasi ditaksir sekitar 5 miliar dolar AS. Pihak BREN mengakui telah melakukan penawaran untuk aksi akuisisi tersebut.
Dari keterbukaan Energi Development Corp menjelaskan penawaran itu masih dalam tahap awal dan belum memiliki sifat yang mengikat.
Energi Development Corporation adalah perusahaan energi baru terbarukan terbesara di Filipina dengan fokus di panas bumi. Selain itu, mereka juga punya beberapa portofolio pembangkit energi baru terbarukan lainnya seperti tenaga air, angin, dan surya.
Perusahaan Filipina itu disebut punya skala pembangkit panas bumi hingga 1,3 GW di 16 site berbeda. Jumlah itu lebih besar dari BREN yang baru mencapai 926 MW.
Jika transaksi akuisisi benar-benar terjadi, BREN bisa menjadi salah satu perusahaan panas bumi besar di Asia Tenggara.
Namun, jika transaksi akuisisi benar-benar terjadi, investor juga perlu memperhatikan efek ke risiko keuangan BREN. Dengan nilai transaksi jumbo bagaimana dengan risiko utang BREN.
Catatannya, debt to Equity rasio BREN terakhir sudah tembus 3,04 kali. Namun, dari segi interest coverage rasio masih aman berada di 3,81 kali.
Di sisi lain, BREN juga baru memperoleh fasilitas pinjaman tambahan senilai 300 juta dolar AS dari Bangkok Bank. Dananya akan digunakan untuk proyek panas bumi baru di Suoh Sekincau di Sumatra dan Hamiding di Maluku. Utang itu memiliki tenor hingga 5 tahun ke depan dengan jaminan saham SEGPL, SEGNBV, dan saham DGA SEG.
Saham MAPA
Selain BREN, MAPA juga memperluas bisnisnya dengan mengakuisisi Direct Malaysia Sdn. Bhd senilai Rp2,5 triliun. Dengan akuisisi itu, MAPA melakukan ekspansi operasional toko dengan Sports Direct dan USC di luar Indonesia.
Dengan akuisisi ini, MAPA memperoleh hak untuk membuka dan mengoperasikan gerai Sports Direct dan USC di Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara lainnya. Dengan begitu, MAPA berpotensi menjaga ruang pertumbuhan kinerja keuangannya di tengah tantangan daya beli masyarakat di Indonesia yang melemah.
Di sisi lain, ada beberapa catatan dalam aksi akuisisi ini:
Pertama, MAPA membeli Direct Malaysia Sdn. Bhd. di harga premium. Jadi, dari pihak KJPP menetapkan nilai pasar sebesar 100 persen saham setara 511,65 juta ringgit, tapi nilai transaksi sekitar 605 juta ringgit.
Kedua, dalam simulasi pro-forma, dampak akuisisi ini tidak terlihat di kinerja MAPA. Tapi, jika dihitung berdasarkan kinerja Direct Malaysia, rata-rata tahunan mencatatkan laba bersih sekitar Rp200-an miliar. Artinya, potensi dorongan ke kinerja MAPA sekitar 10-11 persen pasca akuisisi ini.
Mau Belajar dan Praktek Swing Trading Sambil Menumbuhkan Aset Saham Investasi Sekaligus? Dapatkan Diskon Gajian* dengan Kode: PROMOGAJIAN (Kuota Diskon hanya 20 member baru dan hanya berlaku hingga 31 Juli 2026)
Dapatkan semua benefit Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:
- Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
- Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
- Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
- Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
- Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
- Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
- Hingga konsultasi private dengan founder kami
Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini
*Diskon hanya berlaku untuk paket Mikirsaham Super, Super Plus, dan ELITE
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini
