Saham Agresif Ekspansi dengan Risiko Utang Tinggi, DOID vs IMJS, Mana yang Menarik?
Ada saham yang punya rasio utang tinggi seperti DER bahkan di atas 5 kali, tapi secara anggaran belanja modal lagi agresif. Apakah saham tersebut menarik? kami ulas dua saham tersebut di sini
Mikirduit – Ada dua saham dengan tingkat risiko utang cukup tinggi, tapi bisa dibilang ekspansinya cukup agresif. Jika ekspansinya berhasil mendorong kinerja keuangan, kedua saham ini bisa saja mendapatkan sentimen turnaround. Lalu, apa dua saham ini? seberapa menarik mereka?
Highlight
- DOID dan IMJS tergolong saham berisiko tinggi karena utang besar, namun secara valuasi terlihat murah karena capex per share mencapai lebih dari 50 persen harga saham sehingga membuka peluang turnaround jika ekspansi berhasil.
- DOID memiliki potensi pemulihan kinerja seiring membaiknya produksi tambang dan tambahan sentimen dari kemenangan sengketa kontrak, tetapi tetap dibayangi risiko utang tinggi serta banyak kontrak yang segera berakhir.
- IMJS agresif berekspansi melalui belanja modal dan right issue untuk bisnis sewa kendaraan, namun penurunan laba, DER tinggi, dan volatilitas pasca right issue membuat saham ini lebih cocok untuk investor dengan toleransi risiko tinggi.
- Untuk diskusi saham secara lengkap, pilihan saham bulanan, dan insight komprehensif untuk member, kamu bisa join di Mikirsaham dengan klik link di sini.
Kami mencoba analisis dengan metriks capital expenditure (Capex) per share dan membandingkan dengan harga saham. Jika capex per share mencapai minimal 50 persen dari harga saham, kami menilai valuasinya cukup murah. Alasannya, saham tersebut lagi ekspansi, tapi harga sahamnya belum kemana-mana.
Namun, ada risikonya, jika ternyata ekspansi yang dilakukan tidak berhasil dalam jangka dekat, berarti capex yang dikeluarkan tidak efektif dan membuat sahamnya juga enggan dilirik investor maupun trader.
Di Mikirsaham, kami siapkan 10 saham terbaik dengan metriks ini (baru rilis yang part 1). Nah, dua diantaranya adalah DOID dan IMJS. Mana yang menurutmu paling menarik dari kedua ini?
Saham DOID
Jika menggunakan laporan keuangan kuartal III/2025, DOID telah mengeluarkan belanja modal kurang lebih 157,75 juta dolar AS. Jika menggunakan asumsi capex per share dari kinerja kuartal III/2025 (bukan yang disetahunkan atau twelve trailing month) itu sekitar Rp343 per saham. Jika dihitung dengan twelve trailing month berarti sekitar Rp466 per saham.
Dengan harga saham DOID per 9 Januari 2026 sekitar Rp330 per saham, posisi ini cukup murah mengingat ekspansi-nya yang cukup jumbo.
Jika menilik penggunaan dana belanja modal, 54 persen digunakan untuk menambah armada, sedangkan 46 persen diarahkan untuk ekspansi kapasitas di berbagai site utama di Indonesia.
Namun, ada yang menjadi perhatian, DOID bisa dibilang cukup ekspansif dengan akuisisi tambang batu bara Atransit di Amerika Serikat pada 2024. Namun, realisasi kinerja DOID hingga kuartal III/2025 masih merugi 72,66 juta dolar AS. Apakah berarti ekspansi DOID gagal bertumbuh?
Kami ada beberapa penjelasan yang menjadi gambaran peluang turnaround saham DOID.
Pertama, tekanan kinerja DOID terjadi pada kuartal I/2025. DOID mencatatkan penurunan pendapatan 13 persen menjadi Rp5,75 triliun, dengan posisi rugi bersih tembus Rp1 triliun. (setelah konversi ke rupiah)
Tingkat kerugian DOID meningkat disebabkan oleh adanya gangguan operasional seperti cuaca ekstrem, insiden keselamatan, dan pihak lain, serta penurunan aktivitas operasional oleh klien. Sehingga berdampak terhadap kinerja produksi perseroan.
Catatan manajemen di kuartal I/2025, volume overbuden removal turun 26 persen menjadi 101 juta BCM dan produksi batu bara turun 17 persen menjadi 18 juta ton.
Jika dilihat secara kuartalan, kondisi laba kinerja DOID mulai membaik bertahap dari kuartal II/2025 hingga kuartal III/2025. Meski catatan laba bersih tiga bulan kuartal III/2025 hanya Rp25 miliar dibandingkan dengan Rp199 miliar pada periode sama tahun sebelumnya.
Potensi turnaround DOID jika ada kenaikan aktivitas tambang sehingga kondisi kinerja keuangannya akan mengakumulasi hasil akuisisi bisnis tambang di Amerika Serikat.
Apalagi, dari data kuartal III/2025 mulai ada pemulihan produksi. Over burden removal naik 18 persen secara kuartalan menjadi 128 juta, sedangkan produksi batu bara naik 12 persen menjadi 22 juta ton.
Kedua, DOID memenangkan sengketa perjanjian kontrak pertambangan dengan Queensland Power Company. Nantinya, DOID diperkirakan menerima pembayaran atas tagihan terutang serta jumlah rekonsiliasi akhir kontrak sekitar Rp300-an miliar.
Meski, ada peluang turnaround, ada juga beberapa hal yang harus diperhatikan dari saham DOID.
Pertama, tingkat utang DOID yang lagi tinggi dengan kondisi bisnis merugi. DOID punya utang berbunga hampir sekitar Rp17 triliun dengan kondisi ekuitas hanya Rp1,6 triliun. Jika dilihat tingkat debt to Equity rasio (DER) tembus 10,94 kali.
Dengan utang jangka pendek sekitar Rp6,8 triliun dan cash Rp2,2 triliun, ada risiko jika hal tidak terduga terjadi (faktor cuaca dan lainnya) yang membuat kerugian DOID berlanjut di 2026, bisa membuatnya ke permasalahan terkait utang-utangnya tersebut.
Kedua, DOID bisa mendapatkan sentimen positif jika mendapatkan kontrak baru. Namun, akan jadi masalah jika kontrak eksisting kurang dari 1 tahun tidak di perpanjang.
Beberapa kontrak DOID yang habis dalam kurang dari 1 tahun (bahkan di akhir 2025):
1. PT Berau Coal di Binungan selesai Desember 2025
2. PT Tadjahan Antang Mineral selesai Agustus 2025
3. PT Angsana Jaya Energi selesai pada Desember 2025
4.PT Insani Baraperkasa selesai pada Desember 2025
5. Whitehaven Coal mining Ltd hingga Juni 2026
6. BM Alliance Coal Operation selesai pada September 2025
7. TEC Coal Pty. Ltd. hingga Juni 2026
Bowen Coking Coal Ltd hingga Juni 2025
Jika ingin spekulasi di DODI bisa manajemen risiko dari waktu masuk yang bertahap hingga alokasi tidak terlalu besar.

Saham IMJS
Ketiga, saham IMJS yang menggelontorkan belanja modal hingga kuartal III/2025 sekitar Rp1,5 triliun dibandingkan dengan Rp1 triliun.
Jika menggunakan angka kuartal III/2025 tanpa disetahunkan, nilai capex per share-nya sekitar Rp182 per saham. Sementara itu, jika dihitung secara twelve trailing month menjadi Rp196 per saham. Artinya, capex per share IMJS mencapai 75 persen dari harga saham.
Jika dilihat, belanja modal IMJS terbesar untuk penambahan aset tetap berupa kendaraan untuk disewakan.
Di saat yang sama, IMJS juga baru saja right issue di akhir tahun kemarin dengan menghimpun dana sekitar Rp504 miliar. Dana right issue itu digunakan mayoritas untuk anak usaha perseroan, yakni PT CSM Corporatama dengan tujuan penyediaan 1.650 unit kendaraan mobil penumpang city car, sport utility vehicle (SUV), MPV, pick-up, blindvan, dan sedan senilai Rp489 miliar. Sisanya digunakan untuk modal kerja operasional perseroan.
Sementara itu, kinerja laba bersih IMJS per kuartal III/2025 mengalami penurunan 3 persen menjadi Rp98 miliar. Bahkan, kinerja kuartal III/2025 mengalami kerugian Rp568 juta (untuk tiga bulan).
Catatannya, IMJS punya utang berbunga sekitar Rp24 triliun dengan ekuitas hanya Rp4,49 triliun. Dengan begitu, debt to Equity rasio (DER) tembus 5,63 kali. Meski, dari segi interest coverage rasio masih aman sekitar 1,16 kali. (asumsi paling minimal di atas 1 kali, yang ideal di atas 3 kali)
Lalu, harga saham IMJS juga baru saja berfluktuasi signifikan pasca right issue dan muncul rumor mau akuisisi TAXI. Meski realitanya IMAS dan TAXI bekerja sama untuk mengelola mobil dan bagi hasil kendaraan tersebut. Perjanjian berlaku hingga 9 November 2030.
Ulasan Lengkap 5 Saham Contrarian dengan Metriks Capex per Share dibandingkan Harga Saham Part 1 Sudah Rilis di Mikirsaham.com
Yuk join dengan Mikirsaham sekarang untuk bisa dapatkan benefit ini semua:
- Stockpick investing (dividend, value, growth, contrarian) yang di-update setiap bulan (terbarunya akan diseleksi terbaik maksimal 5 masing-masing strategi dengan analisis yang komprehensif)
- Stock Ideas (memberikan gambaran besar saham-saham yang menarik, tapi tidak termasuk stockpick)
- Stockpicking swing trade mingguan (khusus member mikirsaham elite jika kuota masih tersedia)
- Insight saham terkini serta action-nya
- Update porto founder
- IPO dan Corporate Action Digest
- Event online bulanan
- Grup Diskusi Saham
Join ke Member Mikirsaham Pro sekarang juga dengan klik link di sini
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini
