Purbaya Mau Suntik Insentif Galangan Kapal, Begini Efek ke Saham Kapal
Prospek galangan kapal tampaknya akan makin cerah berkat dorongan insentif yang sedang dikaji pemerintah. Hal ini juga akan merembet efeknya ke saham perkapalan lain, kira-kira saham kapal mana yang menarik dilirik?
Mikirduit - Industri galangan kapal akhirnya mulai mendapat perhatian dari pemerintah yang dikabarkan mau memberi insentif. Kira-kira gimana prospeknya nanti? menarik dilirik saham perkapalan?
Highlight
- Saham kapal mendapat katalis positif lagi, kali ini dari potensi insentif yang akan digulirkan untuk industri galangan.
- Sebelumnya, perkapalan sudah booming seiring dengan demand LNG yang naik.
- Untuk diskusi saham secara lengkap, pilihan saham bulanan, dan insight komprehensif untuk member, kamu bisa join di Mikirsaham dengan klik link di sini.
Rencana Insentif Industri Galangan Kapal
Sektor perkapalan kembali mendapat angin segar setelah Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan komitmen pemerintah untuk menyiapkan berbagai insentif bagi industri galangan kapal nasional.
Industri galangan dinilai memiliki peran strategis sebagai tulang punggung manufaktur maritim, terlebih Indonesia merupakan negara kepulauan dengan kebutuhan armada yang besar dan berkelanjutan.
Namun hingga saat ini, kapasitas galangan dalam negeri masih belum termanfaatkan secara optimal. Permintaan kapal sebenarnya tinggi, tetapi ruang pasar domestik belum sepenuhnya berpihak kepada pelaku usaha lokal.
Menurut Purbaya, tantangan utama bukan terletak pada kemampuan teknis maupun kualitas SDM, melainkan pada kebijakan yang belum sepenuhnya memberikan dukungan bagi industri nasional.
Ia menegaskan bahwa galangan lokal sebenarnya kompeten, tetapi kurang mendapatkan kesempatan di pasar sendiri. Pernyataan tersebut disampaikan dalam seminar Revitalisasi Galangan Kapal dan Pelayaran Indonesia bertema Mendorong Daya Saing dan Peningkatan Kapasitas Industri Nasional di Jakarta (10/2/2026).
Ia juga menyoroti praktik impor kapal bekas yang sudah mendekati akhir masa pakai. Kapal-kapal tersebut dibeli dengan harga murah dari luar negeri karena hampir menjadi barang scrap, namun masih dioperasikan di dalam negeri. Kondisi ini dinilai mengurangi potensi order bagi galangan lokal dan merugikan industri nasional.
Berdasarkan data Indonesia Shipowners Association, sekitar 2.491 kapal domestik telah berusia di atas 25 tahun dan memerlukan penggantian.
Sebagai respons atas tantangan tersebut, pemerintah tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis, antara lain:
- Penerapan bea masuk 0% untuk komponen kapal impor guna menekan biaya produksi,
- Pemberian insentif pembangunan kapal baru bagi galangan dalam negeri,
- Penyediaan skema pembiayaan jangka panjang dengan tenor 15–30 tahun.
Update Kondisi Industri Galangan Kapal Saat Ini
Industri Galangan Kapal di Indonesia sejak lama memiliki permintaan banyak, tetapi antrian memakan waktu bertahun-tahun baru dikerjakan. Backlog menumpuk dan hanya terkonsentrasi di Batam.
Ini menunjukkan bahwa kebutuhan kapal yang besar belum sepenuhnya diimbangi oleh kapasitas industri perkapalan nasional. Secara umum, industri ini masih tergolong terbatas, termasuk dari sisi kemampuan galangan kapal yang tersedia.
Berdasarkan data Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi, terdapat sekitar 250 galangan kapal yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Namun, kapasitas dan kapabilitas masing-masing galangan sangat bervariasi, baik dari sisi teknologi, ukuran fasilitas, maupun kemampuan produksi.
Saat ini, kawasan galangan terbesar berada di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, yang menjadi pusat aktivitas industri maritim nasional.

Melansir laman CNBC Indonesia, peningkatan permintaan produksi kapal juga tidak diikuti oleh fasilitas produksi. Kondisi ini membuat adanya backlog atau kekurangan jumlah produksi kapal yang diproduksi.
Asset Based Financing Deputy Division Head PT Bank JTrust Indonesia Tbk, Andris Fajar Bachtiar, mengatakan bahwa backlog yang terjadi di galangan Batam sudah mencapai dua tahun.
"Proses pembuatan kapal di Batam membutuhkan waktu sekitar dua tahun. Jadi kalau terdapat permintaan, kapal baru dapat dikerjakan dua tahun kemudian. Karena para pekerja kapal harus mengumpulkan bahan baku dan informasi yang diperlukan terlebih dahulu, di samping banyaknya permintaan pembuatan kapal. Kemungkinan kapal baru dapat mulai dikerjakan paling cepat 6 bulan hingga 1 tahun setelahnya," tutur Andris, kepada CNBC Indonesia.
Permasalahan ini terutama terjadi pada galangan kapal di Batam, di mana kapasitas produksi saat ini sudah terisi penuh akibat tingginya permintaan. Lonjakan order tersebut, ditambah dengan keterbatasan pasokan bahan baku, memicu antrean pekerjaan (backlog) di sejumlah galangan di wilayah tersebut.
Ketua Umum Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO), Anita Puji Utami, menyampaikan bahwa peluang pembangunan galangan kapal di wilayah lain Indonesia masih sangat terbuka. Terlebih dengan adanya program hilirisasi industri, kebutuhan transportasi logistik, khususnya untuk sektor pertambangan, diperkirakan meningkat, sehingga mendorong kebutuhan armada dan fasilitas pendukungnya.
Menurut Anita, pembangunan galangan di daerah yang berdekatan dengan kawasan smelter dinilai masuk akal secara bisnis. Selain untuk memenuhi kebutuhan angkutan yang terus bertambah, jarak yang lebih dekat juga memungkinkan proses distribusi menjadi lebih cepat dan efisien.
Meski demikian, dari sisi kesiapan infrastruktur, fasilitas galangan di Batam saat ini masih tergolong paling lengkap dan kompetitif secara ekonomis. Hal inilah yang membuat banyak pelaku industri tetap memilih Batam sebagai basis produksi.
Sementara itu, galangan di luar Batam masih memiliki kapasitas yang tersedia bagi investor atau pelaku usaha yang ingin memulai bisnis di sektor perkapalan.
Anita juga menyoroti bahwa salah satu kelemahan galangan di Batam adalah ketergantungan pada bahan baku impor.
Kondisi ini berbeda dengan sebagian galangan di Pulau Jawa yang sudah lebih banyak menggunakan material lokal, sehingga mampu memenuhi ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Insentif Menjadi Dorongan untuk Industri Galangan dan Perkapalan
Jadi, apabila kebijakan insentif terealisasi, dampaknya tidak hanya meningkatkan utilisasi galangan nasional, tetapi juga memperkuat rantai pasok industri maritim Indonesia secara keseluruhan.
Sejalan dengan rencana pemberian insentif fiskal serta regulasi yang lebih pro terhadap industri galangan kapal nasional, terdapat enam emiten sektor maritim yang berpotensi terdampak positif. Dampak tersebut bisa dibagi ke dalam dua kategori.
Pertama, dampak langsung bagi emiten yang memiliki lini usaha galangan kapal, sehingga berpotensi menikmati peningkatan order dan utilisasi.
Kedua, dampak tidak langsung bagi emiten pelayaran melalui potensi penurunan biaya investasi kapal baru serta efisiensi struktur biaya armada secara keseluruhan. Jika nanti realitanya setelah insentif, bikin kapal di domestik lebih murah dengan kualitas yang sama dibandingkan dengan galangan di luar negeri seperti China, Korea Selatan, dan Jepang.
Dalam konteks ini, SOCI dan SMDR dinilai memiliki potensi manfaat paling signifikan karena memiliki eksposur terhadap bisnis galangan. Sementara itu, BULL, LEAD, BBRM, dan HUMI berpotensi memperoleh sentimen positif lanjutan dari membaiknya struktur biaya dan iklim industri maritim secara umum.

Secara bisnis. berikut kami ulas satu per satu emiten-nya:
Saham SOCI
SOCI memiliki dua lini usaha utama yaitu galangan kapal dan pelayaran. Kontribusi terbesar pendapatan masih berasal dari segmen pelayaran, khususnya pengangkutan minyak dan gas, sementara lini galangan memberi kontribusi lebih kecil namun tetap strategis.
Apabila kebijakan bea masuk 0 persen untuk komponen kapal serta skema pembiayaan jangka panjang terealisasi, SOCI berpotensi memperoleh manfaat dari dua sisi. Dari galangan, biaya pembangunan kapal dapat menjadi lebih efisien dan utilisasi fasilitas meningkat. Dari pelayaran, efisiensi belanja modal dan percepatan peremajaan armada dapat memperkuat daya saing.
Saat ini SOCI mengoperasikan sekitar 31 kapal tanker termasuk tanker LNG, serta membentuk beberapa entitas baru di dalam dan luar negeri untuk memperluas jaringan bisnis pelayaran.
Saham SMDR
SMDR merupakan perusahaan pelayaran terdiversifikasi yang juga memiliki lini galangan melalui PT Galangan Samudera Madura. Mayoritas pendapatan tetap berasal dari pelayaran dan logistik, namun keberadaan galangan memberikan nilai tambah strategis di tengah kebijakan yang lebih berpihak pada industri domestik.
Insentif terhadap galangan lokal dapat meningkatkan peluang pembangunan kapal dalam negeri. Selain itu, biaya investasi kapal baru yang lebih rendah berpotensi mendukung ekspansi armada dan pertumbuhan volume angkutan.
Dampak Kebijakan Terhadap Saham Kapal non-Galangan
Bagi saham kapal yang menjadi konsumen galangan kapal bisa diuntungkan jika seluruh insentif (seperti bea masuk komponen impor 0 persen hingga potensi diskon PPN 100 persen atau menjadi 0 persen) bisa membuat biaya pembuatan kapal di dalam negeri menjadi lebih murah ketimbang membeli kapal bekas impor atau pembuatan galangan kapal di luar negeri dengan kualitas yang sama.
Namun catatannya, banyak alasan kenapa banyak pemain kapal di Indonesia membuat kapal di China, Korea Selatan, hingga Jepang. Alasannya mulai dari biaya yang kompetitif hingga teknologi yang lebih canggih.
Jika setelah insentif ternyata galangan kapal lokal tidak mampu bersaing, berarti insentif yang diberikan tidak memberikan dampak apapun ke pihak manapun.
Untuk kebutuhan kapal baru, sesuai aturan usia kapal maksimal di 25-30 tahun, meski dalam pelaksanaannya ada kapal-kapal yang berusia lebih dari 30 tahun dengan syarat maintenance tertentu.
Dari rekapan kami, rata-rata usia kapal tertua ada di MBSS yang rata-rata 14-17 tahun, GTSI 15-20 tahun, SOCI 16-20 tahun, LEAD 14-17 tahun, dan BBRM yang lebih dari 15 tahun.
Faktor usia kapal ini bisa jadi ada dua hal, pertama memang masih dalam masa pakai yang cukup lama, kedua karena membeli kapal impor tua seperti yang dilakukan BULL.
Namun, dari kebijakan pemerintah tersebut, impact ke emiten kapal cenderung lebih rendah dibandingkan dengan emiten galangan kapal.
Kami Sudah Rilis Ulasan dan Strategi untuk Saham SOCI dan SMDR di Mikirsaham
Yuk join dengan Mikirsaham sekarang untuk bisa dapatkan benefit ini semua:
- Stockpick investing (dividend, value, growth, contrarian) yang di-update setiap bulan (terbarunya akan diseleksi terbaik maksimal 5 masing-masing strategi dengan analisis yang komprehensif)
- Stock Ideas (memberikan gambaran besar saham-saham yang menarik, tapi tidak termasuk stockpick)
- Stockpicking swing trade mingguan (khusus member mikirsaham elite jika kuota masih tersedia)
- Insight saham terkini serta action-nya
- Update porto founder
- IPO dan Corporate Action Digest
- Event online bulanan
- Grup Diskusi Saham
Join ke Member Mikirsaham Pro sekarang juga dengan klik link di sini
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini
