Proyeksi Dividen 5 Saham Bank yang Rilis Laporan Keuangan 2025, Siapa yang Terbesar?

Kami mencatat sudah ada lima emiten perbankan yang merilis kinerja sepanjang 2025. Kira-kira siapa paling menarik dan punya prospek dividen ciamik?   

saham dividen

Mikirduit - Sampai 9 Februari 2026, kami memantau sudah ada lima emiten perbankan yang melaporkan kinerja keuangan sepanjang tahun lalu. Kira-kira siapa yang paling kuat dan punya prospek menarik?   

Highlight

  • Lima perusahaan bank sudah update laporan keuangan, mereka adalah BBCA, BMRI, BBNI, BRIS, dan NISP. 
  • Kinerja keuangan cenderung beragam, tetapi ada satu kesamaan yaiyu sama-sama fokus pada penguatan likuiditas dan kualitas neraca saat ini.
  • Sebagian saham bank juga menarik dilirik sebagai dividen play dengan potensi cuan masih bisa sampai 7 persen.
  • Untuk diskusi saham secara lengkap, pilihan saham bulanan, dan insight komprehensif untuk member, kamu bisa join di Mikirsaham dengan klik link di sini

Rekap Kinerja Keuangan 2025    

Menurut pantauan kami sampai 9 Februari 2026, sudah ada lima emiten perbankan yang merilis laporan keuangan sepanjang 2025 lalu, mereka adalah BBCA, BBRI, BBNI, BRIS, dan NISP.

Kinerja dari lima bank ini cukup beragam, ada yang laba masih tumbuh tetapi sebagian mencatat perlambatan kinerja. Berikut kami ulas satu per satu: 

Saham BBCA

BBCA tetap menjadi benchmark kualitas di sektor perbankan dengan kombinasi margin tertinggi dan struktur pendanaan paling efisien. NIM berada di level 5,7 persen dengan CASA ratio sangat dominan sebesar 84,6 persen, menjadikan biaya dana paling rendah di antara peers-nya. 

Laba bersih tumbuh 4,9 persen yoy menjadi Rp57,5 triliun meski pertumbuhan relatif moderat, seiring lonjakan provisi 67,7 persen yoy yang mencerminkan sikap konservatif manajemen. Kualitas aset tetap solid dengan NPL gross 1,7 persen dan permodalan sangat kuat dengan CAR 29,8 persen, membuat BBCA berada pada posisi paling defensif dan stabil. 

Saham BMRI 

BMRI menampilkan kinerja yang seimbang antara skala bisnis dan stabilitas, dengan net interest income terbesar di antara yang lain sebesar Rp106,2 triliun. Pertumbuhan laba bersih relatif datar di 0,9 persen yoy menjadi Rp56,3 triliun, dipengaruhi oleh tekanan margin dan penurunan CASA ke 68 persen. 

Meski demikian, kualitas aset sangat terjaga dengan NPL hanya 1,13 persen dan biaya provisi justru menurun 5,0 persen yoy, menunjukkan perbaikan risiko kredit. Dengan CAR 20,4 persen dan LDR 87,6 persen, BBRI berada pada posisi bank besar yang stabil, meski fleksibilitas likuiditas tidak selonggar BBCA atau NISP.

Saham BBNI 

BBNI berada dalam fase konsolidasi dengan fokus utama pada penguatan neraca dan kualitas aset. Tekanan margin terlihat dari penurunan NIM ke 3,8 persen dan NII yang turun tipis 0,4 persen yoy, sementara laba bersih terkoreksi 6,6 persen yoy menjadi Rp20,0 triliun akibat peningkatan provisi sebesar 18,4 persen yoy. 

Di sisi lain, likuiditas dan permodalan berada pada posisi sangat kuat dengan LDR 86,4 persen serta CAR 20,7 persen, sementara perbaikan LAR menunjukkan risiko kredit yang semakin terkendali. Strategi ini membuat upside laba jangka pendek terbatas, namun fondasi jangka menengah menjadi lebih sehat.

Peluang Saham Value Investing di Akhir Era Saham Konglo, Berikut Pilihannya
Kembali ke dasar, itu mungkin menjadi tema dari 2026. Setelah IHSG all time high berkali-kali ditopang saham booming, kini tekanan IHSG juga ada di saham booming. Untuk itu, strategi yang paling pas adalah dengan value investing. Begini pilihan sahamnya

Saham BRIS 

BRIS mencatatkan pertumbuhan paling agresif di antara peer dengan net margin income tumbuh 9,9 persen yoy dan laba bersih naik 8,0 persen yoy menjadi Rp7,57 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh ekspansi pembiayaan dan lonjakan pendapatan berbasis biaya, meski diiringi kenaikan provisi 24,5 persen yoy. 

Struktur pendanaan masih lebih mahal dibanding bank konvensional besar dengan CASA 61,6 persen, namun kualitas aset tetap terjaga dengan NPF gross 1,81 persen dan coverage tinggi. Dengan CAR 22,0 persen dan FDR 83,7 persen, BRIS berada pada jalur bank dengan profil pertumbuhan tinggi dan risiko yang lebih dinamis.

Saham NISP 

Terakhir ada bank swasta second liner, NISP menunjukkan karakter bank yang defensif dengan fokus pada efisiensi dan likuiditas. 

Meski net interest income turun 1,0 persen yoy dan NIM berada di level 3,9 persen, laba bersih tetap tumbuh 4,0 persen yoy menjadi Rp5,06 triliun berkat lonjakan pendapatan non-bunga dan perbaikan cost to income ratio ke 47,1 persen. 

Likuiditas sangat longgar dengan LDR hanya 70,4 persen, sementara permodalan kuat dengan CAR 24,5 persen. 

Namun, lonjakan provisi hingga 250 persen yoy menunjukkan kehati-hatian tinggi di tengah normalisasi kualitas kredit, membuat kinerja NISP lebih bersifat stabil daripada agresif.

Bagaimana prospek dividen-nya? 

Dari lima emiten bank yang telah merilis kinerja tahun buku 2025, kami menilai terdapat tiga saham yang relatif masih menarik untuk strategi dividen (dividend play), terutama dengan pendekatan asumsi pembagian dividen yang lebih konservatif.

Berdasarkan perhitungan tersebut, BBNI menempati posisi teratas dengan estimasi dividen sebesar Rp350 per saham dan potensi dividend yield sekitar 7,8 persen, mencerminkan kombinasi laba yang masih solid dan valuasi yang relatif menarik. 

Di posisi berikutnya, NISP menawarkan potensi yield sekitar 6,4 persen dengan asumsi dividen Rp100 per saham, didukung oleh profil permodalan yang kuat dan kebijakan dividen yang konsisten.

Selanjutnya, BMRI berada di urutan ketiga dengan estimasi yield sekitar 6,0 persen berdasarkan asumsi dividen Rp300 per saham, yang sudah memperhitungkan pembagian dividen interim. 

Meskipun yield-nya sedikit lebih rendah dibanding BBNI dan NISP, BMRI tetap menarik bagi investor yang mengincar kombinasi antara stabilitas laba, skala bisnis besar, dan arus dividen yang relatif berkelanjutan. 

Sementara itu, BBCA dan BRIS cenderung menawarkan dividend yield yang lebih rendah, masing-masing sekitar 2,7 persen dan di bawah 1 persen, sehingga lebih cocok diposisikan sebagai saham quality dan growth play ketimbang murni dividen. 

Kesimpulannya… 

Secara keseluruhan, kinerja lima emiten perbankan yang telah merilis laporan keuangan tahun buku 2025 menunjukkan dinamika yang cukup beragam, baik dari sisi profitabilitas, kualitas aset, maupun strategi pertumbuhan. 

BBCA tetap menjadi pilihan paling defensif dengan kualitas neraca dan efisiensi terbaik, namun upside dividen relatif terbatas. BMRI dan BBNI berada pada fase yang berbeda, di mana Mandiri lebih stabil dengan skala besar, sementara BBNI masih fokus konsolidasi untuk memperkuat fondasi jangka menengah.

Di sisi lain, BRIS tampil sebagai bank dengan profil pertumbuhan paling agresif, sedangkan NISP  menawarkan karakter defensif dengan likuiditas longgar dan efisiensi yang membaik.

Untuk strategi investasi, pilihan saham akan sangat bergantung pada tujuan masing-masing investor. Bagi yang mengincar dividend play, BBNI, NISP, dan BMRI relatif lebih menarik dengan potensi yield yang kompetitif. 

Sementara itu, bagi investor yang lebih berorientasi pada kualitas jangka panjang dan pertumbuhan, BBCA dan BRIS cenderung lebih sesuai meskipun yield dividen lebih rendah. 

Dengan kondisi tersebut, pendekatan selektif dan penyesuaian dengan profil risiko menjadi kunci dalam menyikapi sektor perbankan ke depan, terutama di tengah fase normalisasi margin dan likuiditas.

Dapatkan Insight Saham hingga Diskusi serta Konsultasi Bersama hampir 1.000 Investor Lainnya di Mikirsaham

Yuk join dengan Mikirsaham sekarang untuk bisa dapatkan benefit ini semua:

  • Stockpick investing (dividend, value, growth, contrarian) yang di-update setiap bulan (terbarunya akan diseleksi terbaik maksimal 5 masing-masing strategi dengan analisis yang komprehensif)
  • Stock Ideas (memberikan gambaran besar saham-saham yang menarik, tapi tidak termasuk stockpick)
  • Stockpicking swing trade mingguan (khusus member mikirsaham elite jika kuota masih tersedia)
  • Insight saham terkini serta action-nya
  • Update porto founder
  • IPO dan Corporate Action Digest
  • Event online bulanan
  • Grup Diskusi Saham

Join ke Member Mikirsaham Pro sekarang juga dengan klik link di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini

💡
Dapatkan Tools Analisis Saham Paling Cocok Untuk Investor Ritel serta Pilihan Saham Indonesia hingga AS dengan AI bersama Investing Pro. Dapatkan Promo Spesial Dari Mikirduit dengan Klik di sini