Prospek Saham Operator Seluler dari 2 Frekuensi Pengembangan 5G
Saham operator seluler akan mendapatkan sentimen menarik dari lelang frekuensi jaringan 5G, 700 Mhz dan 2,6 Ghz. Lalu, bagaimana efek ke kinerja fundamentalnya nanti?
Mikirduit – Pemerintah Indonesia akan melakukan dua lelang frekuensi 700 Mhz dan 2,6 GHz untuk Mobile Broadband. Dari lelang ini, akan tertuju kepada saham operator seluler dan menara telekomunikasi. Lalu, sebesar apa peluangnya?
Highlight
- Lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz pada 2026 berpotensi memperkuat ekspansi 5G karena 2,6 GHz ideal untuk meningkatkan kapasitas dan kecepatan, sedangkan 700 MHz mendukung perluasan jangkauan hingga pelosok.
- Berdasarkan pengalaman lelang 2,3 GHz (2021) dan 2,1 GHz (2022), tambahan frekuensi memang mendorong pertumbuhan pendapatan seperti di Telkom Indonesia, namun kenaikan beban frekuensi yang lebih tinggi bisa menekan margin jika ekspansi tidak efisien.
- Secara valuasi dan proyeksi 2026, Telkom Indonesia dinilai paling menarik dengan potensi pertumbuhan laba 8,36 persen dan EV/EBITDA sekitar 5 kali, sementara XL Axiata masih dalam fase pemulihan pascamerger dan Indosat Ooredoo Hutchison diproyeksikan mencatatkan sedikit penurunan laba.
- Untuk diskusi saham secara lengkap, pilihan saham bulanan, dan insight komprehensif untuk member, kamu bisa join di Mikirsaham dengan klik link di sini.
Dirjen Infrastruktur Digital Komdigi Wayan Toni menyebutkan pihaknya lagi menyiapkan kebijakan pelepasan spektrum frekuensi 700 Mhz dan 2,6 Ghz pada 2026. Namun, tidak dijelaskan kapan waktu detail-nya.
Adapun, jaringan frekuensi 2,6 GHz bisa dibilang salah satu frekuensi penting dalam pengembangan jaringan 5G di Indonesia. Adapun, jaringan frekuensi 2,6 GHz sudah memiliki ekosistem perangkat 4G dan 5G terbanyak kedua setelah 3,5 GHz. Untuk itu, pita frekuensi 2,6 GHz sangat ideal untuk memperluas cakupan dan meningkatkan kecepatan 5G di Indonesia.
Sementara itu, untuk jaringan frekuensi 700 Mhz akan membantu pemerataan jangkauan layanan yang lebih luas ke pelosok-pelosok.
Catatannya, dalam lelang frekuensi 700 Mhz dan 2,6 Ghz ini, pesertanya adalah operator seluler karena peruntukannya untuk mobile broadband. Sehingga, saham-saham internet yang sempat booming dari WIFI hingga MORA tidak akan ikut dalam lelang ini. Jika ikut, tujuannya belum jelas untuk digunakan apa frekuensinya karena ini diperuntukkan untuk mobile broadband.
Lalu, apa impact ke fundamental dari lelang frekuensi ini terhadap kinerja saham operator seluler dan menara telekomunikasi?
Prospek Saham Operator Seluler
Dua lelang frekuensi mobile broadband terakhir terjadi di 2021 dan 2022. Kala itu, pemerintah melakukan lelang frekuensi 2,3 GHz di 2021 dan 2,1 GHz di 2022.
Hasilnya, pemenang lelang untuk 2,3 GHz pada 2021 antara lain, Telkomsel (menang 2 blok) dan FREN (sekarang sudah merger dengan EXCL).
Harga penawaran masing-masing blok sekitar Rp176,9 miliar. Jadi, Telkomsel menawar Rp352 miliar, sedangkan FREN Rp176 miliar.
Lalu, lelang frekuensi 2,1 GHz pada 2022 dimenangkan oleh Telkomsel dengan nilai penawaran Rp605 miliar.
Apa efek ke kinerja keuangan TLKM (induk Telkomsel) dan FREN setelah menang lelang pada periode tersebut?
Jika merujuk ke kinerja pendapatan khusus operator seluler TLKM (Telkomsel) pada periode 2021-2024. Potensi kenaikan pendapatan terjadi dalam periode tahun pertama pasca menang lelang, setelahnya justru ada potensi perlambatan.
Dari catatan kinerja TLKM 2021-2024, TLKM mencatatkan kenaikan pendapatan dari Telkomsel sekitar 5,09 persen pada 2022 menjadi Rp86,4 triliun, serta kenaikan pendapatan 5,1 persen pada 2023 menjadi Rp90,82 triliun. Namun, mengalami perlambatan pada 2024 dengan hanya tumbuh 3,87 persen menjadi Rp94,33 triliun.
Meski pendapatan naik, tapi beban frekuensi mencatatkan kenaikan lebih tinggi. Pada 2022, TLKM mencatatkan kenaikan beban frekuensi sekitar 6,77 persen menjadi Rp6,5 triliun, serta di 2023 naik 13,86 persen menjadi Rp7,41 triliun. Baru di 2024, beban frekuensi hanya naik 3,71 persen menjadi Rp7,68 triliun.
Secara umum, keberadaan jaringan frekuensi baru bisa menjadi peluang operator seluler meningkatkan ARPU dengan menambah paket hingga perluasan area yang dijangkau. Namun, kondisi efek ke pertumbuhan kinerja secara umum akan tergantung seberapa besar biaya yang dikeluarkan untuk ekspansi menambah jangkauan tersebut.

Sementara itu, jika melihat proyeksi kinerja 2026 saham telekomunikasi dari konsensus analis, TLKM menjadi yang berpotensi mencatatkan turnaround di 2026. Meski, pendapatan TLKM diproyeksikan tumbuh paling tipis 3 persen menjadi Rp152 triliun (Faktor nilai yang sudah cukup besar juga), tapi dari segi laba bersih bisa bangkit jadi tumbuh 8,36 persen dibandingkan sebelumnya turun 7,09 persen.
Sementara itu, pendapatan yang diproyeksikan tumbuh paling agresif dari EXCL, tapi itu terjadi efek konsolidasi pasca merger dengan FREN. Pendapatan EXCL diproyeksikan naik 9,18 persen menjadi Rp46 triliun pada 2026, tapi dari segi bottom line masih rugi Rp402 miliar. Kerugian itu menyusut dari 2025 yang diperkirakan tembus Rp3,92 triliun.
Sementara itu, ISAT malah diproyeksikan mencatatkan penurunan laba bersih 1,71 persen menjadi Rp5,41 triliun pada 2026.
Dengan posisi ini, TLKM dengan EV/Ebitda 5 kali masih menjadi yang termurah, meski secara PBV cukup tinggi. Tapi, dengan ruang pertumbuhan laba hingga 8 persen bisa jadi sentimen jangka pendek.
Kami Sudah Ulas Prospek dan Strategi Saham Operator Seluler serta Menara Telekomunikasi Jelang Lelang 2 Frekuensi untuk 5G di Mikirsaham
Yuk join dengan Mikirsaham sekarang untuk bisa dapatkan benefit ini semua:
- Stockpick investing (dividend, value, growth, contrarian) yang di-update setiap bulan (terbarunya akan diseleksi terbaik maksimal 5 masing-masing strategi dengan analisis yang komprehensif)
- Stock Ideas (memberikan gambaran besar saham-saham yang menarik, tapi tidak termasuk stockpick)
- Stockpicking swing trade mingguan (khusus member mikirsaham elite jika kuota masih tersedia)
- Insight saham terkini serta action-nya
- Update porto founder
- IPO dan Corporate Action Digest
- Event online bulanan
- Grup Diskusi Saham
Join ke Member Mikirsaham Pro sekarang juga dengan klik link di sini
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini
