Siap-siap! Astra Tebar Dividen Jumbo Tertinggi Sejak 2008

Laba bersih ASII tetap melejit, meski rugi Rp1,5 triliun dari GOTO. Manajemen berniat tebar dividen jumbo. Siap borong nih?

Siap-siap! Astra Tebar Dividen Jumbo Tertinggi Sejak 2008

Mikir Duit – PT Astra International Tbk. atau ASII dikabarkan membagikan dividen besar senilai Rp552 per saham. Namun, ini masih angka asumsi dari dewan direksi yang belum disetujui oleh pemegang saham. Jika kita beli 1 lot setiap saham ASII, bisa dapat dividen berapa besar ya?

ASII adalah emiten yang bisnisnya konglomerasi, artinya perusahaan ini membawahi berbagai anak usaha lintas sektor, dari otomotif, pertambangan komoditas, perkebunan kelapa sawit, keuangan, infrastruktur, hingga teknologi.

Sepanjang 2022, ASII mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 43 persen menjadi Rp28 triliun. Laba bersih ASII ini menjadi yang terbesar sepanjang masa perseroan. Lonjakan keuntungan ASII itu pun sudah termasuk kerugian investasi di PT Goto Tbk. (GOTO) senilai Rp1,5 triliun.  Lalu, apa yang bikin kinerja ASII bisa melejit?

Pendorong Kinerja Laba Bersih ASII

Sektor alat berat, pertambangan, dan energi menjadi pendorong utama kinerja ASII. Anak usaha ASII di sektor itu adalah PT United Tractors Tbk.

Pendapatan sektor itu naik 35,71 persen menjadi Rp123,6 triliun. Lalu, laba bersihnya terbang 51,64 persen menjadi Rp12,67 triliun.

Sektor kedua pendorongnya adalah otomotif. Anak usaha ASII yang sudah listing di Bursa Efek Idnonesia di sektor otomatif adalah PT Astra Otoparts Tbk. (AUTO).

Sektor otomotif mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 20 persen menjadi Rp121,05 triliun. Lalu, laba bersihnya naik 24,54 persen.

Di sisi lain, sektor agribisnis justru lagi lesu. PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI), anak usaha ASII di bidang agribisnis mencatatkan penurunan pendapatan 11,47 persen menjadi Rp21,82 triliun. Lalu, laba bersihnya turun 14 persen menjadi Rp1,37 triliun.

Banjir Dividen Jumbo ASII

Kinerja ASII yang meroket itu membuat direksi mengusulkan pembagian dividen jumbo. Direksi ASII mengajukan pembagian dividen senilai Rp640 per saham yang sudah termasuk dividen interim Rp88 per saham pada akhir 2022.

Artinya, ASII akan membagikan dividen di semester I/2023 ini senilai Rp552 per saham. Tingkat dividen yield dengan asumsi harga ASII di 28 Februari 2023 menjadi 8,93 persen.

Tingkat dividen yield ASII itu mendekati level tertinggi pada 2008 yang sebesar 10,74 persen.

Bukan cuma ASII, UNTR sebagai kontributor kinerja ASII juga berencana bagi dividen jumbo. Direksi UNTR berencana bagikan dividen Rp7.003 per saham termasuk dividen interim senilai Rp818 per saham.

Artinya, dividen final UNTR tahun ini akan senilai Rp6.185 per saham. Tingkat dividen yield UNTR dengan harga penutupan 28 Februari 2023 menjadi 21,68 persen.

Tingkat dividen yield itu berpotensi menjadi yang terbesar sepanjang masa untuk UNTR.

Kesimpulan

Dividen jumbo ASII dan UNTR memang indah, tapi bagi yang belum punya justru malah berisiko terjebak dividen trap.Soalnya,era harga batu bara tinggi sudah lewat. Artinya, tingkat dividen tinggi saat ini belum tentu terulang di tahun depan. Harga sahamnya juga berpotensi turun setelah pembagian dividen.

Apalagi, jika harga batu bara makin turun membuat risiko laba bersih UNTR di 2023 tidak sebesar di 2022. Namun, jika ada sektor lainnya yang melejit seperti otomotif maupun minyak sawit, bisa menjadi penutup kinerja keuangan ASII tetap positif.


Disclaimer: Artikel ini tidak mengajak kamu membeli atau menjual salah satu saham. Artikel ini hanya memberikan informasi yang bisa jadi pertimbanganmu untuk membeli atau menjual sebuah saham. Investasi saham memiliki risiko yang harus ditanggung oleh diri sendiri.