Penyebab Saham CPIN dan JPFA Jeblok dan Prospek Kebangkitannya

Saham CPIN dan JPFA jeblok parah banget, kalau liat teknikalnya pasti agak serem ya. Nah, untuk itu, kami akan bongkar kenapa mereka jeblok dan bisa bangkit nggak ya?

Penyebab Saham CPIN dan JPFA Jeblok dan Prospek Kebangkitannya

Mikirduit – Dua saham pakan ternak terbesar, yakni PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) dan PT Japfa Comfeed Tbk. (JPFA) terus mencatatkan penurunan harga saham sejak awal semester II/2023 hingga Januari 2024. Apakah, kedua saham ini bisa bangkit di awal 2024 mengingat periode puasa Ramadan akan dimulai awal Maret 2024? 

Ada beberapa tantangan dari bisnis pakan ternak yang bisa mempengaruhi kinerjanya, yakni: 

  • Pergerakan harga jagung dan kedelai untuk bahan baku pakan
  • Pergerakan harga telur, days old chick, dan ayam
  • Produktivitas mitra peternak masing-masing perusahaan pakan ternak

Kedua faktor itu saja bisa membuat kinerja keuangan perusahaan pakan ternak naik turun. Adapun, dalam 6 bulan terakhir, dalam kondisi Elnino, harga pakan melejit tinggi. Sementara itu, harga ayam dan telur tidak ikut naik selaras dengan harga bahan baku pakannya. Kondisi itu mempengaruhi margin dari mitra peternak yang bisa mempengaruhi produktivitas sehingga berefek terhadap kinerja keuangan emiten pakan ternak. 

Masalah makin ditambah, dengan kondisi ekonomi yang mulai melambat membuat permintaan konsumsi ayam juga melambat. Padahal, ayam bisa dibilang sumber protein murah setelah daging. Beberapa pedagang menyebutkan, kondisi harga ayam di awal tahun ini tidak terlalu murah, tapi nggak mahal juga. Namun, memang daya beli masyarakat juga lagi turun sehingga permintaan ayam melambat. 

Lalu, apakah saham pakan ternak menjadi tidak dilirik? kami menilai kondisi sulit ini bisa menjadi posisi bagus untuk masuk ke saham pakan ternak. Pasalnya, jika nanti ekonomi mulai pulih, harga jagung normal, dan harga pakan kembali normal, kinerja keuangan saham pakan ternak bisa kembali pulih. 

Jika disuruh pilih dua pemain besar, mana yang terbaik, JPFA atau CPIN? 

Secara valuasi price to earning ratio  (PER), keduanya sudah berada di bawah rata-rata historis 5 tahunnya. Namun, secara angka, lebih murah JPFA dengan PE 10,51 kali, sedangkan CPIN 21,88 kali. 

Begitu juga secara price to book value (PBV) di mana, PBV JPFA lebih rendah dibandingkan dengan CPIN. Jadi, JPFA lebih bagus dong? belum tentu, kami akan ulas lebih mendetail dari segi kinerja keuangan dan bisnis.

Saham JPFA

Secara umum kinerja saham JPFA tertekan karena kondisi sektor bisnis yang kurang bagus. Hal itu tercermin dari pertumbuhan pendapatan per kuartal III/2023 yang hanya naik 2,64 persen menjadi Rp37,76 triliun. 

Jika dilihat dari sumber pendapatan, JPFA mencatatkan penurunan margin signifikan di segmen pembibitan unggas atau jual days old chick (DOC). Di sini, margin segmen pembibitan unggas turun menjadi 5,56 persen dibandingkan dengan 18,47 persen pada periode sama tahun lalu. 

Selain itu, segmen budidaya perairan juga mencatatkan penurunan margin keuntungan menjadi 3,77 persen dibandingkan dengan 6,15 persen. 

Lalu, segmen perdagangan lain-lain yang terdiri dari peternakan sapi, karung plastik, pengolahan bungkil kopra, pengangkutan, kesehatan hewan, peralatan peternakan, toko daging eceran, dan lainnya juga mencatatkan penurunan margin keuntungan menjadi 6,71 persen dibandingkan dengan 7,95 persen pada  periode sama tahun lalu. 

Sementara itu, peternakan komersial JPFA masih mencatatkan kerugian. Hasil segmen bisnis itu per kuartal III/2023 mencatatkan kerugian Rp232 miliar. 

Beberapa segmen yang mencatatkan kenaikan margin keuntungan antara lain, segmen pakan ternak yang naik menjadi 8,65 persen dibandingkan dengan 8,12 persen. Lalu, segmen pengolahan hasil peternakan juga naik menjadi 3,31 persen dibandingkan dengan 1,79 persen. 

Namun, kenaikan dua segmen itu sulit membantu memperbaiki kinerja perseroan, karena segmen bisnis terbesar kedua dari peternakan komersial masih merugi. 

Di tengah kondisi bisnis yang tertekan, kinerja JPFA makin ditekan dengan kenaikan biaya keuangan sebesar 23 persen menjadi Rp737 miliar. Di mana, biaya keuangan itu hampir seluruhnya adalah biaya cicilan utang perseroan. 

Hal itu yang membuat laba bersih JPFA turun sebesar 34 persen menjadi Rp937 miliar. Hal itu juga terepresentasi penurunan net profit margin menjadi 2,48 persen dibandingkan dengan 3,88 persen pada periode sama tahun lalu. 

Ditambah, JPFA mencatatkan kenaikan utang berbunga sebesar 3,85 persen menjadi Rp13,34 triliun. Dengan begitu, tingkat debt ot equity ratio-nya tembus 0,94 kali. 

Dari segi arus kas operasional memang positif Rp1,3 triliun, tetapi free cashflow perseroan negatif Rp343 miliar. Artinya, JPFA memiliki risiko kredit cukup tinggi karena DER yang hampir 1 kali, serta kondisi free cashflow yang negatif.

Dengan kondisi ini, wajar JPFA memiliki valuasi yang lebih murah dibandingkan dengan CPIN. Lalu, bagaimana dengan CPIN?

Cara Lapor Dividen Saham Agar Dapat Insentif Pajak 0 Persen
Banyak investor yang masih bingung bagaimana cara lapor pajak dividen saham agar dapat insentif pajak 0 persen. Simak caranya di sini

Saham CPIN

Sebenarnya, kondisi CPIN hampir 11-12 dengan JPFA. Seperti, pendapatan naik 8,48 persen menjadi Rp47,12 triliun. Namun, laba bersih anjlok 16 persen menjadi Rp2,67 triliun. 

Laba bersih CPIN anjlok karena kenaikan beban bunga 120 persen menjadi Rp473 miliar. Hal itu disebabkan adanya kenaikan utang bank sebesar 139 persen menjadi Rp8,73 triliun. 

Namun, secara risiko kredit, meski utang CPIN naik tinggi, CPIN memiliki tingkat free cashflow yang positif hingga Rp3 triliun. Jumlah free cashflow itu memang tidak menutup porsi utang jangka pendek, tapi tingkat risiko kredit lebih rendah dibandingkan dengan JPFA. 

Di sisi lain, meski sama-sama pakan ternak, JPFA dan CPIN memiliki perbedaan yang signifikan dari segi bisnis. JPFA memiliki lini bisnis yang cukup beragam, seperti budidaya perairan hingga peternakan sapi dan kopra. 

Sementara itu, CPIN fokus di bisnis peternakan ayam. Terlihat, dari segmennya terdiri dari pakan, ayam pedaging, DOC, ayam olahan, dan lain-lainnya yang terdiri dari bahan baku, telur komersil, hingga peralatan peternakan. 

Secara margin keuntungan, segmen bisnis CPI rata-rata masih di bawah 10 persen. Hingga kuartal III/2023, segmen ayam olahan memiliki margin keuntungan terbesar, yakni 9,84 persen. Namun, porsi ke pendapatan tidak terlalu besar. Segmen dengan margin keuntungan terbesar kedua di pakan ternak sebesar 8,78 persen dan juga kontributor pendapatan terbesar. 

Segmen lainnya cenderung negatif, seperti ayam pedaging hanya 0,49 persen, sedangkan DOC dan lain-lain -3,92 persen dan -1,18 persen. 

Jika dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya, segmen DOC memiliki margin tertinggi sebesar 9,62 persen. Namun, patut diakui segmen ayam olahan yang memiliki margin paling stabil sekitar 8-9 persen.

KPR Tenor 35 Tahun Jadi Solusi Beli Rumah? Yakin?
BBTN bersama Kementerian PUPR lagi mendiskusikan rencana KPR tenor 35 tahun. Kira-kira itu beneran bisa jadi solusi untuk beli rumah? simak kelebihan dan kekurangannya di sini

 Kesimpulan

Sebelum memilih mana yang terbaik, kami akan berikan deretan tantangan yang bisa bikin saham sektor pakan ternak bakal susah naik dalam jangka menengah pendek:

  • Kondisi industri bisnis masih kurang bagus. Ramadan bisa meningkatkan permintaan, tapi bisa jadi permintaan tidak setinggi tahun sebelumnya karena ada risiko perlambatan ekonomi. Apalagi, jika melihat trennya setelah ada kenaikan permintaan di periode Ramadan, harga ayam dan telur bisa jeblok setelahnya karena ada penyesuaian permintaan. Ini justru bisa jadi katalis kurang bagus untuk saham pakan ternak. 
  • Kenaikan utang yang cukup tinggi, ini juga jadi salah satu hal negatif dari kedua saham ini. Keduanya, mencatatkan kenaikan utang yang tinggi saat kondisi bisnis kurang bagus. 

Jika lihat konsensus analis dalam 12 bulan ke depan, harga saham CPIN dan JPFA masih diproyeksikan positif sih. CPIN diberikan target harga Rp6.625 per saham, sedangkan JPFA diberikan target harga Rp1.554 per saham. 

Namun, kami melihat dalam jangka pendek ada potensi mendekati level terendah pada awal 2023. Jika dilihat secara valuasi price to earning ratio (PER) dengan asumsi laba bersih per saham CPIN full year 2023 senilai Rp204 per saham. Harga CPIN bisa turun dulu ke kisaran Rp4.300 - Rp4.400 per saham. 

Lalu, harga saham JPFA dengan menggunakan asumsi laba bersih per saham Rp114, harganya berpotensi ke Rp1.012 - Rp1.038 per saham terlebih dulu sebelum rebound. 

Jadi, siapa yang menarik? di sini kami menilai CPIN lebih menarik dari segi risiko kredit, hingga estimasi laba bersih per saham. Meski, kedua saham ini berpotensi bangkit lagi di 2025 jika tidak ada masalah signifikan terkait bahan baku pakan dan harga ayam serta telur di pasar.

Konsensus analis memperkirakan, laba bersih per saham CPIN diperkirakan bisa naik sebesar 14 persen menjadi Rp204 per saham. Hal itu setelah melihat pencapaian laba bersih per saham 3 bulan kuartal III/2023 yang naik 68 persen menjadi Rp79 per saham. Ditambah, pada 3 bulan kuartal IV/2022, CPIN mencatatkan rugi bersih Rp16 per saham. Jika di tiga bulan kuartal IV/2023 positif, jelas jadi motor pendorong laba bersih perseroan. 

Berbeda dengan JPFA, laba bersih per sahamnya diperkirakan turun 5,78 persen menjadi Rp114 per saham sepanjang 2023. Hal itu disebabkan, JPFA mencatatkan rugi pada kuartal pertama 2023 senilai Rp21 per saham. Jadi, meski kinerja semester II/2023 bisa lebih oke, pencapaiannya tetap lebih rendah dibandingkan 2022.  

Kalau kamu, lebih tertarik CPIN atau JPFA?

Mau dapat guideline saham dividen 2024-2025?

Pas banget, Mikirduit baru saja meluncurkan Zinebook #Mikirdividen yang berisi review 20 saham dividen yang cocok untuk investasi jangka panjang lama banget.

Kalau kamu beli #Mikirdividen edisi pertama ini, kamu bisa mendapatkan:

  • Update review laporan keuangan hingga full year 2023-2024 dalam bentuk rilis Mikirdividen edisi per kuartalan
  • Perencanaan investasi untuk masuk ke saham dividen
  • Grup Whatsapp support untuk tanya jawab materi Mikirdividen
  • Siap mendapatkan dividen sebelum diumumkan (kami sudah buatkan estimasinya)
  • Publikasi eksklusif bulanan untuk update saham mikirdividen dan kondisi market

Tertarik? langsung saja beli Zinebook #Mikirdividen dengan klik di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini