Mimpi Besar OASA di Waste to Energy di 2029, Bisa Bikin Cuan atau Boncos?
Saham OASA memang berencana masuk ke bisnis EBT sejak diakuisisi Bobby Gafur pada 2021. Lalu, bagaimana mimpi OASA di bisnis waste to energy?
Mikirduit -- Harga saham OASA sempat terbang selaras dengan narasi waste to energi. Sejak diakuisisi oleh Bobby Gafur pada 2021, OASA memang memiliki rencana besar masuk ke bisnis energi baru terbarukan. Lalu, bagaimana prospeknya?
Highlight
- Meski narasi waste to energy sudah digaungkan sejak 2021, hingga kuartal III/2025 pendapatan OASA masih didominasi jasa konstruksi, sementara kontribusi energi baru terbarukan belum signifikan.
- Proyek PSEL berpotensi menjadi game changer, terutama PSEL Tangerang Selatan yang berpeluang memberikan kontribusi laba usaha sekitar Rp337 miliar per tahun, namun baru terealisasi penuh pada 2029.
- Dengan harga saham OASA yang sudah naik tajam dan masih adanya risiko pendanaan serta keterlambatan proyek, saham ini lebih rasional untuk masuk watchlist daripada dikejar saat ini.
- Untuk diskusi saham secara lengkap, pilihan saham bulanan, dan insight komprehensif untuk member, kamu bisa join di Mikirsaham dengan klik link di sini.
Menariknya, meski sudah sejak 2021, mimpi OASA masuk ke energi baru terbarukan belum berbuah ke pendapatannya. Narasi Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) yang sudah berkumandang sejak 2021-2022 lewat kerja sama dengan WIKA di Jakarta Barat tidak kunjung rampung.
Sampai, OASA mengungkapkan rencana proyek PSEL lainnya di Tangerang Selatan. Namun, sampai kuartal III/2025, mayoritas pendapatan perseroan masih berasal dari jasa konstruksi senilai Rp23,7 miliar. Mayoritas pendapatan itu didapatkan dari PT Hutama Karya Infrastruktur.
Sebenarnya, ada sih pendapatan dari Woodchip, tapi cuma senilai Rp6,9 miliar. Pendapatan Wood Chip OASA berasal dari pabrik yang dibangun pada 2023. Wood chip gunaka untuk co-firing pembangkit listrik PLN di Bangka Belitung. Mimpi besarnya, pabrik wood chip yang dibangun dengan investasi Rp200 miliar itu juga akan diekspor ke Jepang, Korea Selatan, dan China. Bahkan, targetnya bisa memproduksi 6.000 ton per bulan.
OASA juga sempat mengutarakan rencana pembangunan unit usaha sejenis di NTB dengan kapasitas 2.000 ton per bulan.
Secara kinerja keuangan, setelah diakuisisi oleh Bobby Gafur, pendapatan OASA memang naik dari rata-rata di bawah Rp5 miliar menjadi tembus rata-rata Rp40 miliar. Sayangnya, dari segi laba bersih masih inkonsisten merugi, terakhir laba bersih pun sekitar RP3 miliar sampai Rp5 miliar.
Jadi, bagaimana prospek OASA terkait pengembangan bisnis PSEL, apakah bisa jadi game changer?
Potensi Cuan OASA dari Bisnis PSEL
OASA memang memiliki dua proyek PSEL, yang sebenarnya tidak kaitannya dengan Danantara. Pasalnya, proyek ini sudah disebutkan sebelum Danantara didirikan.
Dua proyek PSEL ini ditargetkan akan mulai dibangun pada 2026-2027. Lalu, target operasi komersial bertahap pada 2028 dan beroperasi penuh pada 2029. Artinya, butuh waktu sekitar 2-3 tahun dari sekarang untuk merasakan efek pendapatan dari PSEL ini ke kinerja OASA.
Memang seberapa besar cuannya?
Kami menghitung peluang berdasarkan data yang diberikan oleh emiten. CATATAN, INI HITUNGAN SANGAT KASAR YANG BISA BERUBAH JIKA ADA FAKTOR TAK TERDUGA DALAM PROSES PEMBANGUNANNYA, BUKAN ANGKA PASTI!
PSEL Jakarta Barat dengan spesifikasi:
1. Kapasitas pengolahan 2.000 ton per hari
2. Kebutuhan air operasional: 600 ton per hari
3. Kapasitas listrik: 35,32 MW
4. Tarif listrik USD 0,1184 per kWh
5. Tipping fee: Rp595.000 per ton
6. Belanja modal (investasi pembangunan): Rp6,6 triliun
Dari angka-angka ini, potensi pendapatan dari PSEL Jakarta Barat sekitar Rp978 miliar per tahun dengan laba usaha Rp645 miliar. Meski terlihat besar, catatannya belanja modal senilai Rp6,6 triliun. Artinya, potensi balik modalnya bisa mencapai 10 tahun.
Sementara itu, untuk PSEL Tangerang Selatan dengan spesifikasi:
1. Kapasitas pengolahan sampah 1.100 per hari
2. Kapasitas listrik: 19,62 MW
3. Tarif listrik USD 0,135 per KWH
4. Tipping fee: Rp529.000 per ton
5. Belanja modal (investasi pembangunan): Rp2,3 triliun
Dari hitungan spesifikasi ini, pendapatan bisa mencapai Rp559 miliar per tahun, dengan laba usaha sekitar Rp444 miliar per tahun.
Balik modal di PSEL Tangerang selatan ini bisa dibilang lebih cepat karena dengan belanja modal Rp2,3 triliun, bisa mendapatkan laba usaha Rp444 miliar per tahun. Jadi, total periode balik modal hanya 5 tahun.
Lalu, apakah OASA akan mendapatkan tambahan pendapatan hingga Rp900 miliar? jawabannya tidak.

Kepemilikan OASA di proyek PSEL Jakarta Barat minoritas sehingga akan dimasukkan sebagai aset investasi atau entitas asosiasi (sesuai hitungan kepemilikannya). Di PSEL Jakarta Barat, OASA bergabung ke konsorsium bersama WIKA dan Jakpro.
Sementara itu, untuk PSEL Tangerang Selatan, OASA memiliki sekitar 76 persen saham, sedangkan 24 persen dimiliki oleh partnernya, yakni China Tianying. Sehingga yang berpotensi masuk konsolidasi kinerja OASA di 2029 adalah PSEL Tangerang Selatan dengan potensi pendapatan sekitar Rp559 miliar dan laba usaha Rp444 miliar. Namun, laba usahanya juga akan dibagi lagi dengan kontribusi ke entitas induk hanya sekitar Rp337 miliar per tahun.
Untuk angka laba usaha ini menggunakan asumsi general yang tingkat validitasnya sangat rendah. Namun, angka revenue dihitung sesuai dengan data-data tersedia jika kapasitas 100 persen optimal.
Kesimpulan
Lalu, apakah saham OASA menjadi menarik? ada beberapa yang harus diperhatikan:
- Catatan potensi laba usaha Rp337 miliar ini akan baru tercatat jika PSEL Tangerang Selatan sudah jadi. Tapi, saat ini baru proses pembangunan. Ada periode waktu pembangunan dalam 2-3 tahun yang bisa membuat harga OASA menjadi lebih murah untuk dilirik. Sementara itu, sejak Oktober 2025 sampai 7 Januari 2026, harga saham OASA sudah naik 71 persen. Artinya, volatilitas ke atasnya sudah cukup tinggi. Dengan timeframe 2-3 tahun, harga saham ini kurang oke untuk dikejar sekarang.
- Dalam proses pembangunan ada risiko berbagai hal yang tidak terduga bisa terjadi (termasuk molornya proyek). Untuk itu, mengejar harga bukan pilihan yang bijak.
Selain itu, potensi penggerak dari harga saham OASA jika nantinya mereka mengambil langkah mencari funding dari right issue, private placement, obligasi untuk bisa mengerjakan pembangunan PSEL di Tangerang Selatan. Hal itu juga bisa jadi sentimen hingga nantinya PSEL ini benar-benar rampung.
Sehingga pilihannya watchlist dulu saja, jika ada penurunan harga signifikan bisa watch, dengan catatan narasi turnaround kinerjanya baru terasa jika PSEL Tangerang Selatan rampung, yakni di 2029.
Dapatkan Insight Saham hingga Diskusi serta Konsultasi Bersama hampir 1.000 Investor Lainnya di Mikirsaham
Yuk join dengan Mikirsaham sekarang untuk bisa dapatkan benefit ini semua:
- Stockpick investing (dividend, value, growth, contrarian) yang di-update setiap bulan (terbarunya akan diseleksi terbaik maksimal 5 masing-masing strategi dengan analisis yang komprehensif)
- Stock Ideas (memberikan gambaran besar saham-saham yang menarik, tapi tidak termasuk stockpick)
- Stockpicking swing trade mingguan (khusus member mikirsaham elite jika kuota masih tersedia)
- Insight saham terkini serta action-nya
- Update porto founder
- IPO dan Corporate Action Digest
- Event online bulanan
- Grup Diskusi Saham
Join ke Member Mikirsaham Pro sekarang juga dengan klik link di sini
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini
