Mengulik Kinerja Saham 5 Investor Perorangan Terbesar IDX Sepanjang 2026
Setelah pembukaan data pemegang saham di atas 1 persen, terungkap beberapa fakta menarik. Salah satunya melihat jeroan isi porto para investor perorangan besar. bagaimana ya kinerja saham pilihan mereka sepanjang 2026?
Mikirduit – Kami mencatat ada 5 investor perorangan dengan modal terbesar. Kira-kira, apa saja isi sahamnya dan kinerja keseluruhan sahamnya dalam setahun terakhir?
Highlight
- Sepanjang 2026 (hingga 4 Maret), kinerja lima investor perorangan terbesar sangat bervariasi, dengan Haiyanto menjadi yang terbaik (+32,78%) ditopang ELSA, sementara Djoni terburuk (-25,02%) akibat tekanan besar di WIFI dan saham tidak likuid lainnya.
- Andry Hakim dan Djoni cenderung bermain di saham berkarakter aksi korporasi dan volatilitas tinggi sehingga portofolionya tertekan dua digit, sedangkan Surono dan LKH lebih fokus pada saham fundamental yang membuat penurunannya relatif lebih terjaga bahkan LKH masih mencatat kenaikan tipis (+1,88%).
- Perbedaan gaya investasi—mulai dari saham kering dan agresif hingga fundamental berkapitalisasi lebih besar—menunjukkan bahwa komposisi bobot dan likuiditas saham sangat menentukan daya tahan portofolio dalam kondisi pasar 2026 yang fluktuatif.
- Untuk diskusi saham secara lengkap, pilihan saham bulanan, dan insight komprehensif untuk member, kamu bisa join di Mikirsaham dengan klik link di sini.
Setelah OJK, BEI, dan KSEI merilis laporan kepemilikan saham di atas 1 persen, mulai terungkap mulai dari banyak emiten yang hanya dimiliki beberapa pihak saja, hingga nama-nama tertentu yang punya saham di atas 1 persen. Untuk itu, kami mengecek 5 investor perorangan dengan nilai aset terbesar, apa saja sahamnya, dan gimana kinerja saham pilihannya dalam setahun terakhir?
Kami memilih nama-nama ini berdasarkan dia bukan pengurus dan bukan pemilik emiten, termasuk direksi.
Andry Hakim
Andry Hakim menjadi investor perorangan kelima yang kami catat dengan nilai aset terbesar. Andry Hakim yang terkenal dengan narasi multibagger di saham ARTO dan PANI tersebut kini memegang 3 saham utamanya, yakni CBRE, SOTS, dan RMKO. Total nilai asetnya di tiga saham itu sekitar Rp230 miliar. Namun, ini yang tercatat dengan kepemilikan di atas 1 persen.
Jika diakumulasikan secara year to date (tanpa mengetahui kapan Andry hakim beli serta harga rata-ratanya), berarti total aset di tiga saham itu turun 13,62 persen sepanjang tahun ini (hingga 4 Maret 2026). Dengan kenaikan terbesar ada di RMKO sebesar 88 persen, tapi porsinya kecil.
Karakter saham yang di-hold Andry Hakim memang memiliki tingkat volatilitas cukup tinggi. Seperti CBRE sempat mencapai puncaknya di Oktober 2025, tapi setelahnya mengalami konsolidasi menunggu realisasi right issue dan kinerja pasca membeli kapal Hai Long. Sejak momen puncaknya di Oktober 2025 hingga saat ini, saham CBRE sudah turun 58 persen.
RMKO juga memiliki volatilitas yang cukup tinggi hingga akhir Januari 2026. Dari level tertinggi itu, RMKO telah mengalami penurunan 64 persen. Teranyar, RMKO lagi mau proses right issue untuk kebutuhan modal kerja.
Begitu juga dengan SOTS yang sempat meroket hingga akhir Januari 2026. Namun, kini harga sahamnya sudah turun 81 persen dari level tertinggi pada akhir Januari 2026 tersebut.
Haiyanto
Haiyanto bisa dibilang salah satu sosok legendaris di pasar saham yang cukup misterius. Jika LKH sering tampil, Haiyanto nyaris tidak ada yang tahu seperti apa sosoknya.
Jika dulu saat keterbukaan hanya hingga di atas 5 persen, Haiyanto dikenal pemilik MDLN, INAI, ELSA, RUIS, dan TELE. Kini, setelah keterbukaan informasi di atas 1 persen, Haiyanto memiliki beberapa saham lainnya seperti, BLTA, BMBL, CFIN, DUCK, ELTY, KBLM, dan PNIN.
Dari 12 saham tersebut, Haiyanto memiliki aset sekitar Rp738 miliar. Namun, catatannya ada beberapa saham yang statusnya lagi suspensi seperti, DUCK senilai Rp9 miliar, TELE senilai Rp5,2 miliar.
Jika dilihat, hasilnya, kinerja portofolio Haiyanto sepanjang tahun ini naik 32,78 persen (hingga 4 Maret 2026). Hal itu ditopang dari kinerja ELSA yang signifikan sehingga bisa menutupi kerugian di BMBL, MDLN, dan PNIN. Meski, kami tidak tahu berapa kerugian riil Haiyanto di DUCK dan TELE yang saat ini sedang disuspensi.
Jika melihat karakter saham Haiyanto ini mengincar saham-saham yang agak kering, kecuali ELSA yang menjadi salah satu bluechip miliknya, serta dengan porsi terbesar menyesuaikan likuiditas di saham tersebut.
Surono Subekti
Sosok ketiga ada Surono Subekti, yang dikenal sebagai penulis buku kiat Bermain Saham. Surono menjadi investor individu dengan aset saham dengan kepemilikan di atas 1 persen mencapai Rp1,11 triliun.
Total, Surono punya 17 saham dengan kepemilikan di atas 1 persen. Ke-17 saham itu antara lain, ADES, ASDM, ASRM, BOBA, CASS, CEKA, CFIN, CLEO, EKAD, GUNA, IGAR, INCI, JTPE, KMDS, MTDL, OBAT, dan SIDO.
Secara porsi nilai aset, 3 yang terbesar antara lain SIDO senilai Rp312 miliar, CASS senilai Rp237 miliar, dan MTDL senilai Rp200 miliar.
Dari kinerja porto-nya, kenaikan terbesar ada di saham ASDM sebesar 0,86 persen, sedangkan kerugian terbesar ada di saham CLEO yang mencapai 15,52 persen.
Jika dihitung, total pergerakan aset Surono sepanjang 2026 berjalan turun 7,13 persen. Penurunan terjadi karena ada tekanan di harga SIDO, CASS, dan MTDL yang memiliki bobot terbesar.

Djoni
Salah satu investor perorangan yang mengemuka saat era saham backdoor listing adalah Djoni. Strategi investor ini agak sulit diikuti ritel karena berani masuk agresif di saham tidak likuid dengan modal besar.
Jika dilihat, Djoni punya 11 saham dengan kepemilikan di atas 1 persen seperti, ANDI, DATA ELTY, FOLK, MENN, MINA, NINE, TRIN, TRUE, VIVA, dan WIFI. Kami tidak tahu berapa harga rata-rata yang dipegang secara detail, tapi rata-rata saham Djoni lagi terpuruk.
Tercatat hanya FOLK, ANDI, dan ELTY yang mencatatkan kenaikan. FOLK naik 18 persen, ANDI naik 7 persen, dan ELTY naik 2,5 persen.
Sementara itu, saham yang mencatatkan penurunan terdalam ada TRIN sebesar 40 persen, WIFI turun 34 persen dan MINA turun 26 persen. Lalu ada satu saham kena suspensi, yakni MENN.
Adapun, jika menghitung pergerakan aset Djoni sepanjang 2026 sudah mengalami penurunan 25,02 persen. Tekanan porto terbesar dari penurunan saham WIFI yang punya porsi paling besar.
LKH
LKH yang sering disebut Warren Buffett Indonesia memiliki 13 saham dengan porsi kepemilikan di atas 1 persen.
Ke-13 saham itu antara lain ABMM, ADMG, BEST, BMTR, CFIN, DILD, GJTL, LSIP, MAIN, PNIN, RALS, SIMP, dan SRIL. Dari 13 saham itu, ada satu saham yang lagi disuspensi dan terancam delisting, yakni SRIL. Total nilai aset LKH di ke-13 aset itu mencapai Rp1,54 triliun.
Dari sisi aset, saham RALS menjadi milik LKH yang naik paling kenceng sebesar 21,12 persen, sedangkan BMTR yang turun paling dalam sebesar 7,19 persen.
Jika diakumulasikan dengan pergerakan masing-masing harga saham sesuai bobotnya, aset LKH masih naik 1,88 persen sepanjang 2026 (hingga 4 Maret 2026).
Dorongan terbesar adalah dua saham dengan bobot terbesar mencatatkan kenaikan, yakni ABMM naik 7,14 persen dan SIMP naik 0,9 persen. RALS memang mencatatkan kenaikan terbesar 21 persen, tapi bobotnya tidak begitu besar.
Kesimpulan
Jika melihat dari karakter 5 investor perorangan ini, Andry Hakim dan Djoni masuk ke saham bertipe aksi korporasi yang agresif, sedangkan Haiyanto masuk ke saham fundamental dan juga beberapa saham kering likuiditas dan related booming termasuk ELTY, lalu Surono dan LKH cenderung saham-saham yang underlying fundamental-nya.
Dari sini, bisa dilihat kinerja Djoni paling terpuruk sepanjang 2026 (hingga 4 Maret 2026) dari segi pergerakan harga saham sejak awal tahun dengan penurunan 25 persen, sedangkan Andry Hakim terburuk kedua dengan penurunan 13 persen. Surono menyusul ketiga dengan penurunan 7 persen.
Sementara itu, Haiyanto menjadi winner dengan kenaikan 32 persen ditopang oleh saham ELSA. Lalu, LKH naik 1,88 persen didorong saham ABMM, SIMP, dan RALS.
Lalu, saham Surono Subekti mengalami penurunan karena tertekan di beberapa saham yang cukup besar dan pergerakan harganya lagi loyo sepanjang 2026, yakni SIDO dan CASS.
Nah, kalau kinerjamu sepanjang tahun ini lebih bagus atau buruk dari 5 investor perorangan terbesar ini?
Mikirduit Lagi Ada Diskon Mulai dari Rp200.000 untuk Join Mikirsaham Nih!
Benefitnya mencakup:
- Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
- Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
- Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
- Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US, Aksi korporasi, dan IPO
- Event online bulanan
- Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
- Hingga konsultasi private
Langsung langganan sekarang dengan klik di sini
Jangan lupa, Cek KODE PROMO-nya sesuai dengan plan yang kamu butuhkan dengan klik di sini
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini
