Menakar Peluang BULL dan NELY Jadi Diakuisisi, Nyata atau Hanya Narasi?

Dua saham kapal yang sempat heboh di awal tahun, yakni BULL dan NELY. Jadi, bagaimana perkembangan aksi korporasi keduanya?

saham kapal

Mikirduit – Booming saham perkapalan sempat heboh di akhir 2025 dan awal 2026. Banyak cerita dari spekulasi BULL diakuisisi Grup Sinarmas hingga NELY yang dirumorkan bakal diakuisisi senilai Rp2 triliun dari salah satu emiten di IDX. Namun, setelahnya saham kapal mulai konsolidasi. Jadi, apakah ada harapan saham-saham kapal yang ada aksi korporasi bisa bangkit?

Highlight
  • Booming saham perkapalan di akhir 2025–awal 2026 yang didorong rumor akuisisi BULL dan NELY mulai mereda, seiring saham-saham kapal masuk fase konsolidasi dan realisasi aksi korporasi belum terjadi.
  • BULL memiliki narasi transformasi kuat ke LNG, FSRU, dan FPSO yang selaras dengan tren global, tetapi potensi perubahan pengendali terbatas oleh ketatnya perjanjian utang US$106 juta kecuali lewat skema right issue atau pelunasan utang.
  • Rumor akuisisi NELY senilai Rp2 triliun telah dibantah manajemen, dengan fokus 2026 diarahkan pada ekspansi kapal secara selektif, diversifikasi armada, dan penjajakan kerja sama strategis yang masih tahap awal dan non-binding.
  • Untuk diskusi saham secara lengkap, pilihan saham bulanan, dan insight komprehensif untuk member, kamu bisa join di Mikirsaham dengan klik link di sini

Cerita BULL mengemuka setelah melakukan aksi private placement pada September-November 2025. Kala itu, BULL melakukan private placement dengan harga Rp180 per saham. Investor yang menyerap saham barunya adalah Fortune Street, perusahaan asal Hong Kong. Dari sini, banyak asumsi ada pihak strategis yang masuk ke BULL sampai muncul wacana Grup Sinarmas masuk ke saham perkapalan tanker tersebut.

Namun, manajemen menjelaskan jika Fortune Street Ltd itu adalah investor asal Hong Kong yang tidak bisa disebutkan ultimate beneficial owner-nya. Lalu, secara normatif, manajemen mengatakan hubungan BULL dengan Grup Sinarmas melalui Bank Sinarmas sebagai penyalur kredit sejak 2018.

Ditambah, BULL juga mengumumkan transformasi bisnis dengan merambah ke sektor LNG dan turunan migas. Dalam keterbukaan informasi pada Desember 2025, 4 bisnis baru yang dikejar BULL antara lain:

  • Transportasi LNG dengan asumsi adanya kenaikan jumlah pabrik pencairan LNG baru mulai 2026.
  • FSRU (floating storage and regasification unit) untuk menangkap peluang rencana pemerintah yang sedang ingin menambah FSRU LNG.
  • Produksi dan penyimpanan minyak mentah, serta gas alam lepas pantai
  • Transportasi minyak mentah dan produk minyak

Narasi itu selaras dengan booming permintaan LNG di seluruh dunia akibat Eropa mencari sumber gas alternatif dari LNG yang berasal dari Qatar. Sehingga harga sewa kapal LNG juga meningkat.

Lalu, BULL juga mengumumkan kedatangan kapal tanker LNG pertamanya dengan kapasitas 145.914 CBM pada 23 Desember 2025. Nantinya, kapal tanker itu akan berkontribusi terhadap pendapatan BULL di 2026.

Sementara itu, BULL mengaku tengah mengikuti 3 tender FPSO (Floating Production, Storage, and Offloading), fasilitas  terapung di kapal untuk mengolah dan menyalurkan minyak dan gas dari blok migas lepas pantai. 2 dari 3 kontrak akan ada keputusan di kuartal II/2026. Lalu, untuk kontrak ketiga masih menjalani proses. 

Sementara itu, BULL baru mendapatkan undangan untuk tender 1 FSRU dari perkiraan 5 FSRU sesuai RUPTL PLN. 

Jika dilihat, pemilik dari BULL adalah Grup Danatama yang digawangi oleh Halim Jusuf. Adapun, Grup Danatama memiliki beberapa saham selain BULL, seperti BIPI, sedangkan ITMA, OKAS, dan EURO dimiliki secara tidak langsung melalui perusahaan Danatama Kapital Investama, Danatama Makmur Sekuritas, dan Danatama Perkasa.

Lalu, apakah BULL eligible untuk berubah pengendali?

Jika dilihat, BULL punya ketentuan utang sekitar 106 juta dolar AS. Dari total utang itu ada beberapa perjanjian tanpa persetujuan tertulis dari kreditur antara lain:

  • BULL tidak boleh menerima pinjaman dari pihak lain yang bisa melanggar batasan rasio keuangan tertentu
  • BULL tidak boleh menjual, menyewakan, mentransfer sebagian atau seluruh harta (aset) perusahaan
  • Pemegang saham pengendali BULL tidak boleh menjaminkan saham perusahaan
  • BULL tidak boleh mengubah benedera kapal menjadi bendera negara asing
  • BULL tidak boleh membayarkan utang kepada pemegang saham atau penjamin pinjaman yang diperoleh dari pemegang saham
  • BULL tidak boleh melakukan ekspansi maupun penyempitan usaha yang bisa mempengaruhi pengembalian utang
  • BULL tidak boleh mengajukan diri untuk dinyatakan pailit hingga PKPU kepada pengadilan niaga
  • BULL tidak boleh mengubah struktur permodalan kecuali peningkatan modal berasal dari saldo laba atau pengeluaran saham baru atau setoran dari pemegang saham, atau mengeluarkan obligasi kecuali di dalam batas-batas rasio keuangan tertentu.

Dari kebijakan ini, sebenarnya BULL bisa saja diakuisisi jika menggunakan skema right issue, yang mana pengendali tidak jual saham, tapi akan dibiarkan terdilusi kepemilikannya. Namun, jika melakukannya dengan penjualan langsung akan melanggar ketentuan pinjaman karena adanya perubahan struktur permodalan yang dilarang dalam perjanjian pinjaman. Kecuali, pihak yang akuisisi mau melunasi langsung pinjaman sekitar 106 juta dolar AS tersebut.

4 Faktor Risiko yang Bisa Akhiri Rekor IHSG Naik 7 Bulan Tanpa Henti, Siap Konsolidasi?
IHSG bergerak volatil setelah menyentuh rekor 9000, bahkan sempat tiba-tiba turun 2% lebih dalam sekejap. Disinyalir karena kekhawatir tensi geopolitik yang memanas sampai risiko pelebaran defisit APBN 2026, akankah IHSG masih bisa bertahan atau ngerem dulu?

Rumor Akuisisi Saham NELY

Saham NELY tiba-tiba dikabarkan bakal diakuisisi dengan nilai jumbo Rp2 triliun oleh salah satu perusahaan yang listing di IDX. Nilai itu bisa dibilang 100 persen lebih tinggi dari market cap NELY saat ini yang hanya Rp1 triliun. 

Manajemen NELY telah membantah rumor tersebut. Namun, pihaknya mengaku sedang melakukan penjajakan atas berbagai peluang kerja sama strategis dengan beberapa pihak untuk pengembangan bisnis. Namun, tahapan pengembangan masih bersifat tahap awal dan non-binding. Serta, tidak ada kesepakatan, komitmen, maupun keputusan yang bersifat material.

Untuk 2026, NELY berencana menambah hingga 4 set kapal baru. Namun, wacana ekspansi ini akan dilakukan secara selektif menunggu perkembangan harga aset kapal yang lebih ideal di pasar.

Selain itu, NELY juga mulai diversifikasi dengan membeli kapal jenis self proller barge, yakni kapal kargo untuk jarak jauh. Nantinya, kapal tongkang dan tunda untuk jarak dekat, dan self proller barge untuk jarak jauh.

Lalu, NELY juga mendirikan Nelly Dwi Putra SG Pte. Ltd untuk menangkap peluang pelanggan dari luar negeri.

Perseroan juga memiliki peluang bisnis lainnya seperti trading, sebagai strategi untuk menyeimbangi kondisi penurunan harga angkutan komoditas. Namun, belum ada detail trading ini maksudnya trading komoditas atau hal lainnya.

Sejauh ini, NELY dimiliki oleh keluarga Sunarko, yang juga menjadi pengendali di saham FWCT.

Kami Sudah Merilis Laporan Analisis Sektor Kapal dari Tongkang, Bulk Carrier, hingga Tanker di Mikirsaham

Yuk join dengan Mikirsaham sekarang untuk bisa dapatkan benefit ini semua:

  • Stockpick investing (dividend, value, growth, contrarian) yang di-update setiap bulan (terbarunya akan diseleksi terbaik maksimal 5 masing-masing strategi dengan analisis yang komprehensif)
  • Stock Ideas (memberikan gambaran besar saham-saham yang menarik, tapi tidak termasuk stockpick)
  • Stockpicking swing trade mingguan (khusus member mikirsaham elite jika kuota masih tersedia)
  • Insight saham terkini serta action-nya
  • Update porto founder
  • IPO dan Corporate Action Digest
  • Event online bulanan
  • Grup Diskusi Saham

Join ke Member Mikirsaham Pro sekarang juga dengan klik link di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini

💡
Dapatkan Tools Analisis Saham Paling Cocok Untuk Investor Ritel serta Pilihan Saham Indonesia hingga AS dengan AI bersama Investing Pro. Dapatkan Promo Spesial Dari Mikirduit dengan Klik di sini