Formula Cuan dari Saham Backdoor Listing, Right Issue, dan Mandatory Tender Offer
Saham aksi korporasi menjadi salah satu yang diburu banyak investor ritel saat ini. Untuk itu, kami berikan strategi dan potensi risiko jika ingin masuk ke saham yang ada backdoor listing, right issue, dan mandatory tender offer
Mikirduit – Antusias investor terhadap saham-saham yang melakukan aksi korporasi masih cukup tinggi. Bukan sekadar saham backdoor listing, saham corporate action mulai dari right issue hingga private placement menjadi target inceran. Lalu, bagaimana memahami strategi masuk ke saham corporate action tersebut?
Highlight
- Saham corporate action seperti backdoor listing, right issue, dan private placement tetap menarik secara spekulatif, tetapi strategi masuknya harus menyesuaikan era tren, likuiditas, serta fase pengumuman hingga eksekusi aksi korporasi.
- Untuk right issue dan private placement non-backdoor, investor perlu fokus pada harga nominal saham baru, rasio right issue, pembeli siaga, perubahan kepemilikan, serta rencana penggunaan dana untuk mengukur potensi cuan dan risiko dilusi.
- Momentum mandatory tender offer (MTO) bisa dimanfaatkan dengan membandingkan harga pasar terhadap harga acuan MTO tertinggi, namun membutuhkan kesabaran dan disiplin exit karena risikonya ada pada durasi dan pasca-MTO.
- Untuk diskusi saham secara lengkap, pilihan saham bulanan, dan insight komprehensif untuk member, kamu bisa join di Mikirsaham dengan klik link di sini.
Saya masih ingat setelah PANI melakukan backdoor listing pada 2021 dan harga sahamnya terus naik hingga 2023, mulai banyak yang mencari saham-saham serupa dengan indikasi adanya right issue jumbo. Hingga, muncul PYFA yang berencana melakukan right issue jumbo.
Jujur, saya agak lupa berapa awalnya harga PYFA sebelum right issue, tapi seinget saya, harganya sempat naik dari Rp800 per saham hingga Rp1.000-an per saham. Ekspektasinya, “Jangan-jangan ini next-nya PANI” Meski pola transaksi berbeda. PANI ada backdoor listing, sedangkan PYFA hanya melakukan right issue jumbo dengan tujuan akuisisi perusahaan lain yang bukan untuk di-backdoor, yakni akuisisi Probiotec Australia.
Sejak itu, tren right issue cenderung mengerek harga saham secara signifikan hingga nantinya setelah data-data right issue lengkap, harga saham mulai berfluktuasi. Jadi, bagaimana cara cuan di saham corporate action atau backdoor listing?
Strategi Saham Backdoor Listing
Tren saham backdoor listing terus berubah-ubah dari era PANI dan MITI pada 2021, hingga memasuki booming kedua backdoor listing ketika saham-saham seperti KARW, FORU, BINO, LABA, FUTR, PACK, MENN hingga NINE pada 2024. Dalam periode kedua ini, strategi masuknya cukup sederhana, yakni mengejar saham yang lagi diakuisisi. Kala itu (selain PACK), masih punya ruang untuk masuk di-tengah-tengah saat dalam proses kenaikan. Risikonya, ada satu saham backdoor yang seperti jebakan, ketika transaksi diumumkan secara resmi, harga saham malah turun.
Lalu, era 2025, tren backdoor listing menggila cukup banyak mulai dari TGUK, PTMR, OLIV, KRYA, GPSO, MEJA, LAPD, dan banyak lagi. Strategi masuk di saham backdoor listing periode kedua juga cukup sulit. Pasalnya, bid saham sudah sangat ramai sehingga sulit mengejar masuk. Akhirnya, strategi masuk ada dua, yakni spekulasi saham tersebut calon diakuisisi, atau masuk setelah ada konsolidasi pasca pengumuman akuisisi dengan harapan adanya kenaikan dalam proses pemindahan aset pasca MTO via right issue.
Sejauh ini, untuk 2026, strategi yang bisa dijalankan adalah masuk ke saham-saham yang tengah proses right issue (entah baru rencana atau sudah mulai berjalan). Lalu, apa yang menarik dilirik? secara historis, yang memiliki potensi pemindahan aset secara triliunan bisa dilirik. Namun, jangan terlalu maruk dan jika cuan sudah cukup besar disarankan take profit. Jangan menunggu hingga pucuk karena ketika tren harga mengalami penurunan, semua orang mau jual sehingga tidak ada yang mencatatkan beli. Sehingga cukup sulit untuk keluar.
Meski, terlihat menggiurkan, tapi catatannya risiko masuk saham backdoor listing adalah jika saham tersebut masuk suspensi yang cukup lama karena faktor verifikasi data atau masalah internal lainnya. Hal ini pernah dialami oleh saham PTMR dan NINE.
Serta, jika berspekulasi di saham-saham yang masih tahap negosiasi akuisisi, ada risiko ternyata transaksi batal. Hal ini terjadi di saham IOTF. Lalu, hal-hal tidak terduga lainnya seperti kasus KRYA, LABA, dan OLIV yang ternyata komisaris utamanya ada masalah di negara asalnya.

Strategi Saham yang Melakukan Right Issue dan Private Placement
Perbedaan dari saham yang melakukan right issue dan private placement dengan backdoor listing adalah tujuan. Saham backdoor listing memang berpotensi melakukan right issue, tapi tidak semua saham yang melakukan right issue artinya backdoor listing.
Beberapa saham right issue dan private placement non-backdoor listing yang sempat mengalami kenaikan seperti IMJS dan VINS.
Untuk saham yang melakukan right issue dan private placement, ada beberapa hal yang perlu dilihat:
- Harga nominal saham baru (bukan harga pelaksanaan). Dari angka nominal saham ini, kita bisa mendapatkan gambaran potensi minimal harga pelaksanaan. Pasalnya, harga pelaksanaan tidak boleh di bawah harga nominal. Sehingga, dalam kasus IMJS, sebelum harga pelaksanaan right issue keluar, kami sudah bisa perkirakan ekspektasi harga pelaksanaan di atas Rp200 per saham (kala itu di mikirsaham kami prediksi Rp250 per saham, meski ternyata realisasi di Rp230 per saham).
- Rasio right issue. Untuk melihat seberapa besar aksi right issue dilakukan. Jika rasio right issue lebih dari 1:0,5 itu bisa dibilang jumbo. Artinya, jika tujuan awal mau hold saham jangka panjang, kita harus menyiapkan dana untuk eksekusi saham baru-nya sehingga tidak terkena efek penyesuaian harga teoritis.
- Status pembeli siaga, untuk melihat apakah right issue ini akan terserap sepenuhnya atau tidak. Sehingga rencana emiten menggunakan dana right issue ini bisa optimal. Namun, dalam beberapa kasus status pembeli siaga tidak perlu dikhawatirkan selama tujuan utamanya bukan menghimpun dana ritel. Seperti, GMFI atau PANI yang melakukan right issue dengan tujuan inbreng aset. Jadi, dana ritel dianggap sebagai bonus.
- Perubahan kepemilikan, jika ada pihak tertentu di luar pemegang saham yang berpotensi mengambil hak saham baru yang tidak dilaksanakan oleh pemegang saham mayoritas saat ini. Dari situ, kita bisa cekricek calon pemegang saham barunya tersebut.
- Rencana penggunaan dana, bisa dikombinasikan dengan melihat berapa jumlah lembar saham baru yang diterbitkan. Lalu, dihitung total porsi saham baru yang harus dieksekusi oleh pemegang saham mayoritas. Jika seluruh rencana penggunaan dana right issue yang memiliki persentase alokasi bisa dipenuhi dari eksekusi saham baru dari pemegang saham mayoritas, berarti right issue ini tidak terlalu butuh dana ritel (contoh alokasi dana right issue yang tidak direncanakan biasanya muncul dengan kalimat “Sisanya akan digunakan untuk modal kerja) . Namun, jika porsi dana ritel berdampak signifikan dari rencana penggunaan dana right issue, berarti perlu dilihat apakah ada pembeli siaga atau tidak untuk menyerap dana right issue sisanya.
Lalu, bagaimana cara mendapatkan keuntungan dari saham yang akan melakukan right issue? jika ada konsolidasi harga saham setelah pengumuman prospektus right issue pertama kali (sebelum RUPSLB minta persetujuan dan tidak ada harga pelaksanaan), kita bisa pantau ketika tekanan koreksi sudah berada di level sideways.
Nantinya, periode lepas bisa menunggu hingga right issue dilaksanakan sambil melakukan akumulasi secara bertahap. Jika right issue jumbo, disarankan jual saat cum-date, tapi jika kamu melihat peluang saham masih menarik pasca right issue (ada momentum yang bagus), bisa hold tapi harus siapkan alokasi modal untuk eksekusi saham baru jika harga pelaksanaan di bawah harga rata-rata yang kamu miliki.
Saham yang Diakuisisi Masuk Periode Mandatory Tender Offer
Salah satu momentum yang ditunggu lainnya adalah ketiak ada emiten yang diakuisisi hingga mengalami perubahan pengendali. Pasalnya, setelah ada perubahan pengendali, berarti pengendali baru harus melaksanakan mandatory tender offer. Tujuannya, agar pemegang saham ritel yang tidak setuju dengan perubahan pengendali bisa mendapatkan kepastian jalan keluar dari pengendali.
Adapun, untuk membuat harga pelaksanaan mandatory tender offer yang adil bagi pengendali baru maupun investor ritel, maka diciptakan dua skema formula harga pelaksanaan mandatory tender offer:
Pertama, harga pelaksanaan mandatory tender offer bisa mengacu ke rata-rata harga tertinggi dalam 90 hari perdagangan (tidak dihitung sabtu-minggu, tanggal merah, dan jika kena suspensi) sejak pengumuman resmi rencana akuisisi dalam tahap apapun yang penting pertama kali diumumkan (seperti pengumuman negosiasi atau langsung tanda tangan pengikatan jual-beli saham).
Kedua, harga pelaksanaan mandatory tender offer juga bisa mengacu kepada harga transaksi jual-beli pengendali baru dengan pengendali lama.
Nantinya, dalam memutuskan harga pelaksanaan mandatory tender offer akan diambil harga tertinggi antara dua formula tersebut.
Lalu, bagaimana belinya? jika kita mendapatkan informasi harga transaksi, berarti tinggal langsung bandingkan dengan harga rata-rata tertinggi 90 hari sejak pertama kali rilis pengumuman resmi pertama kali. Namun, jika kita tidak punya informasi harga transaksi, kita bisa mengukur hanya dari harga rata-rata tertinggi 90 hari. Jika dalam harga rata-rata tertinggi 90 hari posisinya masih di atas market, berarti saham mandatory tender offer ini menarik. Alasannya, mau harga beli rendah, berarti harga MTO akan diambil harga tertinggi tersebut.
Risiko dari strategi mengejar saham yang dalam tahap MTO ini adalah harus sabar sampai aksi MTO dilakukan. Lalu, setelah selesai pelaksanaan MTO dan harga meroket, bisa keluar segera mungkin. (jangan terlalu yakin dan berharap tinggi)
Dua saham sepanjang 2025 yang memberikan cuan dari MTO ada ANJT dan MMLP. Untuk tahun ini, kami lagi menunggu satu saham MTO yang potensi cuan lagi. (sudah dibahas di Mikirsaham, tapi kalau baru gabung atau gak sempet liat bisa tanya di grup diskusi).
Dengan Begitu, Bagaimana Strategi untuk Saham IRSX Jelang Right Issue di Maret 2026?
Yuk join dengan Mikirsaham sekarang untuk bisa dapatkan benefit ini semua:
- Stockpick investing (dividend, value, growth, contrarian) yang di-update setiap bulan (terbarunya akan diseleksi terbaik maksimal 5 masing-masing strategi dengan analisis yang komprehensif)
- Stock Ideas (memberikan gambaran besar saham-saham yang menarik, tapi tidak termasuk stockpick)
- Stockpicking swing trade mingguan (khusus member mikirsaham elite jika kuota masih tersedia)
- Insight saham terkini serta action-nya
- Update porto founder
- IPO dan Corporate Action Digest
- Event online bulanan
- Grup Diskusi Saham
Join ke Member Mikirsaham Pro sekarang juga dengan klik link di sini
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini
