Dividen Jumbo Saham PUDP, Jebakan atau Peluang?

dividen jumbo saham PUDP

Mikir Duit – Saham dividen jumbo sangat lekat dengan saham batu bara, terutama pada tahun ini. Namun, ternyata ada nih saham dividen jumbo yang bukan berasal dari sektor batu bara, melainkan properti. Bahkan, tingkat dividen yieldnya tembus di atas 20 persen. Kok bisa, saham apa nih?

Saham ini adalah PT Pudjiadi Prestige Tbk. atau saham PUDP. Saham properti yang punya sumber pendapatan dari penjualan dan sewa properti hingga hotel ini memang mencatatkan kinerja keuangan yang sensasional pada 2022.

PUDP mencatatkan turnaround story setelah mencatatkan laba bersih Rp279 miliar dibandingkan dengan sebelumnya rugi bersih Rp17 miliar. Kenaikan laba bersih itu ditopang oleh pertumbuhan pendapatan yang sebesar 749 persen menjadi Rp471 miliar.

Setelah mengalami turnaround story ini, PUDP pun memutuskan untuk membagikan 29 persen dari total laba bersih sebagai dividen. Degan begitu setiap pemegang sahamnya akan mendapatkan dividen Rp200 per saham. Padahal, harga saham PUDP cuma Rp875 per saham. Artinya, tingkat dividen yield-nya tembus 22 persen.

Lalu bagaimana prospek saham PUDP ini?

BACA JUGA: Cek Update Jadwal Dividen 2023 di Sini

Prospek Saham PUDP

Sebenarnya, PUDP ini menjadi salah satu saham yang rutin bagi dividen sejak 1995 lho. Tercatat dari 1995 hingga saat ini, PUDP hanya absen beberapa kali seperti pada 1999, 2001, 2006, 2021, dan 2022.

Namun, dividen besar kali ini murni kejadian luar biasa. Pendapatan PUDP melejit karena ada penjualan properti yang tembus Rp425 miliar. Padahal, di periode sama tahun sebelumnya cuma Rp1,45 miliar.

Nah, 90 persen penjualan PUDP itu berasal dari satu pihak, yakni PT Johnlin Marine Trans. Artinya, kinerja 2023 berpotensi turun drastis alias dividennya tidak sebesar sebelumnya.

Hal itu terlihat dari kinerja PUDP yang turun 18,9 persen menjadi Rp8,75 miliar. PUDP pun kembali mencatatkan kerugian sebesar RP2,39 miliar.

Namun, dari pencapaian laba bersih itu, PUDP punya modal Rp440 miliar untuk bisa diputar menjadi potensi keuntungan.

Hati-hati Dividen Trap

Masalahnya, dengan adanya dividen super jumbo dari PUDP ini, harga sahamnya terus naik. Bayangkan, pada 31 Mei 2023, tingkat dividen yieldnya masih 27 persen. Kini, per 5 Juni 2023 sudah tersisa 22 persen.

Kenaikan harga saham yang terlalu tinggi ini berisiko melahirkan dividen trap. Apalagi, jika PUDP mengalami kerugian di 2023, yang berarti harga saham berisiko turun drastis setelah periode pembagian dividen.

Jadi, jangan sama kena jebakan betmen saham PUDP ya.

Surya Rianto

Surya Rianto

Ex-Journalist Stock Market Enthusiast
Indonesia