Anak Usaha MDKA di Gunung Pani mau IPO, Boy Thohir Bisa Cetak Quattrick?

Anak usaha MDKA yang mengelola tambang emas di Gunung Pani dikabarkan mau IPO. Jika jadi IPO, ini akan jadi emiten ke-4 yang dibawa IPO oleh Boy Thohir secara berturut-turut. Lalu, bagaimana prospeknya?

Anak Usaha MDKA di Gunung Pani mau IPO, Boy Thohir Bisa Cetak Quattrick?

Mikirduit -- Anak usaha MDKA yang mengelola tambang emas Gunung Pani di Sulawesi Tengah diperkirakan bakal IPO bulan depan. Lalu, bagaimana prospek MDKA ke depannya?

Highlight
  • Tambang emas Pani milik MDKA diperkirakan memiliki cadangan lebih dari 7 juta ounces emas dan akan mulai produksi komersial pada awal 2026 dengan target jangka panjang hingga 500.000 ounces per tahun.
  • Proyek Pani Gold digadang-gadang menjadi pengganti tambang Tujuh Bukit yang produksinya terus menurun dan diperkirakan habis cadangan emasnya pada 2029.
  • Jika IPO benar terjadi, Pani Gold akan menjadi emiten keempat dalam 4 tahun terakhir di bawah Boy Thohir, namun kinerjanya masih perlu dicermati karena hasil IPO sebelumnya menunjukkan performa yang beragam.
  • Untuk diskusi saham secara lengkap, pilihan saham bulanan, dan insight komprehensif untuk member, kamu bisa join di Mikirsaham dengan klik link di sini

MDKA memiliki anak usaha bernama PT Pani Bersama Jaya yang 99,89 persen dimiliki perseroan. Anak usaha yang berstatus sebagai perusahaan induk untuk tambang emas di Pani itu memiliki aset per Maret 2025 senilai 668 juta dolar AS.

Proyek emas Pani milik MDKA ini diperkirakan memiliki kandungan lebih dari 7 juta ounces emas. Konon, cadangan emas di Pani ini memang salah satu terbesar di Indonesia. Sebagai gambaran, tambang emas batu hijau milik AMMN memiliki cadangan 9,19 juta ton per April 2025.

Dalam tahap awal pengembangan proyek emas Pani akan menggunakan metode pengolahan heap leach dengan kapasitas 7 juta ton bijih per tahun dengan target produksi 140.000 ounce emas per tahun.

Setelah fase pengolahan heap leach, fase berikutnya akan dibangun fasilitas carbon in leach berkapasitas awal 7,5 juta ton per tahun dan ditingkatkan menjadi 12 juta ton pada 2030. Nantinya, gabungan dari heap leach dan carbon in leach bisa memproduksi emas paling banyak 500.000 ounces per tahun.

Tambang emas Pani miliki MDKA ini belum beroperasi pada tahun ini. Proyeksinya, tambang emas tersebut akan mulai produksi komersial pada awal 2026. 

Lalu, bagaimana dampaknya terhadap kinerja MDKA?

Jika melihat perkiraan produksi emas di Pani dengan heap leach pada tahap awal sebesar 140.000 ounce per tahun, tingkat produksi itu hampir sama dengan target produksi tambang Tujuh Bukit pada 2025 sebesar 100.000 sampai 110.000 ounce.

Tambang Pani Gold ini memang dibangun untuk menggantikan tambang emas Tujuh bukit yang ekspektasinya sudah habis di 2029 (untuk emasnya).

Pasalnya, tambang emas tujuh bukit mulai mencatatkan penurunan produksi. Hal tersebut disebabkan sistem open pit yang digunakan sudah maksimal karena penggalian yang dilakukan akan semakin dalam.

Ditambah, adanya penurunan kadar emas dari hasil tambangnya juga menurun. Jika pada 2017 dari 1 ton bijih bisa mendapatkan 3-4 gram emas, kini rata-rata dari 1 ton bijih hanya mencapai 0,8 gram emas.

Sehingga kehadiran Pani Gold bisa jadi angin segar untuk perkembangan bisnis tambang emas MDKA.

Daya Tarik IPO Pani Gold Milik MDKA

Seberapa menarik jika entitas MDKA yang mengelola Pani Gold IPO? jika melihat Grup MDKA di bawah Boy Thohir dan kawan-kawan, ada beberapa emiten-nya yang IPO dalam 10 tahun terakhir, yakni MDKA, ADMR, MBMA, dan AADI.

MDKA melakukan IPO pada 2015 dengan menerbitkan 419 juta lembar saham baru. Dalam IPO MDKA, perseroan juga melaksanakan konversi beberapa mandatory convertible bond-nya. Seperti, pemegang mandatory convertible bond Willis mencapai 327 lembar saham, serta Emperor mencapai 461 juta lembar saham.

Dalam setahun pertama listing di BEI, harga saham MDKA turun 28 persen dari penutupan hari pertama pada 19 Juni 2015. Kala itu, penjamin emisi IPO-nya adalah Indopremier dan Bahana.

Sementara itu, ADMR melakukan IPO pada 2022 dengan menerbitkan 6,04 miliar lembar saham baru dengan tambahan saham baru (jika penjatahan terpusat mengalami kelebihan permintaan) sebanyak 558 juta lembar.

Dengan penjamin emisi dari Ciptadana Sekuritas, ADMR menjadi salah satu IPO fenomenal di Indonesia. Anak usaha ADRO itu mencatatkan kenaikan 2188 persen dalam 4 bulan pasca listing perdana di IDX. 

Lalu, MBMA melakukan IPO pada 2023 dengan menerbitkan 11 miliar lembar saham baru. Ketentuan IPO MBMA juga sama dengan ADMR, jika ada kelebihan permintaan dalam penjatahan terpusat, perseroan bisa menambahkan Supply sebanyak 1,1 miliar lembar.

Acara Tuwaga x Mikirduit
Daftar Sekarang dengan klik di sini

Dengan empat penjamin emisi mulai dari Indopremier, Trimegah, UBS, dan Macquarie, saham MBMA hanya naik kencang di hari pertama (itu pun mengalami penyusutan meski tetap ditutup dengan candle hijau). Setelah saham MBMA yang IPO pada Mei 2023 mengalami penurunan hingga September 2023. 

Terakhir, entitas Boy Thohir yang listing adalah AADI pada 2024. AADI IPO dengan kombinasi skema spin off dari ADRO. AADI memang hanya IPO dengan menerbitkan 778 juta lembar saham. Namun, dengan adanya PUPS, kinerja IPO AADI tidak mampu mengikuti peforma bagus dari ADMR.

AADI yang IPO dengan penjamin emisi dari Trimegah sempat ARA sebanyak 3 kali, tapi di hari keempat hanya naik dan ditutup dengan candle merah. Hari keempat IPO AADI bertepatan dengan eksekusi PUPS bagi holder ADRO sehingga banyak yang melakukan aksi jual setelah mendapatkan saham AADI di harga rendah.

ADRO Hapus 1 miliar Lembar Saham Treasuri, Begini Efek ke Harganya
ADRO memutuskan hapus 1 miliar lembar saham treasuri-nya, lalu apa efenya ke harga saham ADRO? simak penjelasannya di sini.

Kesimpulan

Jika Pani Gold milik MDKA jadi IPO, ini akan menjadi listing keempat berturut-turut emiten terafiliasi Boy Thohir dalam 4 tahun terakhir. Jika melihat hasilnya, ada kecenderungan cukup beragam. Saham boy thohir yang di bawah ADRO (AADI dan ADMR) bisa mencatatkan kinerja yang lebih menarik, sedangkan MDKA dan MBMA mencatatkan hasil yang kurang oke.

Untuk menilai seberapa menarik jika IPO anak usaha MDKA benar terjadi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan:

  • Jumlah lembar saham (secara historis jejak IPO saham terkait boy thohir, jumlah lembar saham di atas 10 miliar lembar bakal sulit naik lebih agresif)
  • Memperhatikan penjamin emisi
  • Skema IPO, apakah ada pelaksanaan mandatory convertible bond seperti MDKA atau momentum spin off seperti AADI

Lalu, apakah saham MDKA akan menarik dengan rencana IPO ini? jawabannya fluktuasi harga saham MDKA terkait kabar rencana IPO pengelola tambang pani gold hanya jangka pendek. Valuasi MDKA saat ini sudah tinggi dengan tren kinerja yang mengalami penurunan. 

Untuk detail potensi IPO-nya, kita perlu tunggu prospektus resminya untuk menentukan apakah menarik atau tidak.

Siap-siap Bakal Rilis Pilihan Saham Bulanan dan Digest untuk September 2025

Join mikirsaham untuk mendapatkan detail plan investasi saham. Kamu juga bisa diskusi saham real-time, insight saham yang menarik, hingga pilihan saham bulanan. Mau dapat list lengkapnya sekaligus konsultasi dengan Mikirduit? yuk join Mikirsaham sekarang juga dengan klik di sini dan dapatkan semua benefit ini:

  • Pilihan saham dividen, value, growth, dan contrarian
  • Kamu bisa tanya lebih detail alasan pemilihan saham tersebut
  • Curhat soal kondisi porto-mu
  • Update perkembangan market secara real-time
  • Konfirmasi isu yang kamu dapatkan dan impact-nya ke saham terkait

Semua itu bisa didapatkan dengan gabung Mikirsaham, Join sekarang dengan klik di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini

💡
Mau Fitur Propicks AI untuk Mendapatkan Stockpick Saham AS yang Menarik, serta data harga wajar saham di Indonesia hingga AS, kamu bisa dapatkan semua itu klik link di sini