7 Emiten yang Siap Meramaikan M&A di 2026, Cek Di sini!

Kami mencatat ada tujuh emiten akan bersiap melangsungkan aksi korporasi merger akuisisi pada awal tahun ini. Siapa saja mereka? apakah menarik dikoleksi saham-nya? 

saham akuisisi

Mikirduit - Baru awal tahun tetapi sudah ramai emiten melakukan aksi korporasi, termasuk merger dan akuisisi. Dalam pantau kami setidaknya ada tujuh, siapa saja mereka dan bagaimana update-nya? 

Highlight
  • Banyak saham yang berhasil melaju kencang karena tersengat isu aksi korporasi, termasuk merger dan akuisisi. 
  • Kami mencatat ada tujuh emiten yang siap melakukan merger, diakuisisi, atau mengakuisisi tahun ini, mereka adalah  NELY, MEJA, UNVR, AMMS, PSAB, RAJA, dan BABY. 
  • Untuk diskusi saham secara lengkap, pilihan saham bulanan, dan insight komprehensif untuk member, kamu bisa join di Mikirsaham dengan klik link di sini

Kabar aksi merger dan akuisisi (M&A) masih menjadi story hangat di kalangan pelaku pasar saat ini. Hal ini bahkan sampai memicu harga saham emiten yang tersengat isu ini sampai naik kencang, tak jarang yang sampai ratusan persen. 

Memasuki 2026, kami mencatat setidaknya ada tujuh emiten yang akan melaksanakan merger akuisisi. 

Mereka adalah PT Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk (NELY), PT  Harta Djaya Karya Tbk (MEJA), PT Unilver Indoensia Tbk (UNVR), PT Agung Menjangan Mas Tbk (AMMS), PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB), PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), dan PT Multitrend Indo Tbk (BABY), tak sedikit dari mereka harga saham-nya sudah melaju kencang. 

Seperti terlihat di atas, kebanyakan harga saham-nya sudah naik. Dalam sebulan terakhir, saham MEJA terpantau melaju paling kencang hampir 100%, AMMS menyusul dengan penguatan 34%, yang lain seperti NELY, PSAB, RAJA menguat dua digit, yang paling buncit PSAB dan UNVR naik single digit.

Berikut kami ulas satu per satu update dari perkembangan aksi merger akuisisi dari tujuh emiten itu : 

Saham NELY Dirumorkan Bakal Diakuisisi Rp2 Triliun 

Pertama, ada emiten kapal NELY yang mencuri perhatian pasar karena kabarnya mau diakuisisi dengan nilai jumbo mencapai Rp2 triliun. Sejauh ini belum diketahui siapa yang akan mengakuisisi, tetapi kabarnya merupakan perusahaan yang sudah listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga. 

Kenapa disebut jumbo? karena nilai akuisisi itu lebih tinggi hampir dua kali lipat dari kapitalisasi pasar NELY terkini per 8 Januari 2026 di Rp1,13 triliun. Kabar terbaru, penyelesaian transaksi ini ditargetkan bisa pada kuartal pertama 2026. 

Namun, kami belum tahu melalui skema seperti apa akuisisi ini, bisa saja tender offer, private placement, atau malah right issue. Informasi terkait akuisisi ini masih mentah, manajemen NELY juga membantah rumor tersebut pada 8 Januari 2026.

Manajemen menjelaskan jika perseroan memang tengah melanjutkan penjajakan terkait peluang kerja sama strategis dengan beberapa pihak. Tahapan pembicaraan potensi kerja sama itu masih tahap awal dan bersifat non-binding, serta belum ada kesepakatan apapun. 

Saham MEJA Mau Akuisisi PT Trimata Coal Perkasa 

Kedua, ada emiten konsultasi dan kontraktor desain interior, MEJA yang bersiap mengakuisisi PT Trimata Coal Perkasa (TCP). Langkah ini sudah dibuktikan dengan penandatanganan perjanjian bersyarat antara pemegang saham pengendali MEJA, PT Trimple Berkah Bersama dan pemegang pengendali TCP pada 22 Desember 2025 lalu. 

Berdasarkan kesepakatan itu, MEJA akan mengakuisisi 45% saham TCP dari pengendali senilai Rp1,6 triliun, realisasi-nya akan dilakukan secara bertahap sesuai ketentuan pasar modal. 

Sebagai informasi, Trimata Coal Perkasa memiliki konsesi tambang batubara seluas sekitar 11.640 hektare di Sumatera Selatan, dengan estimasi sumber daya tertambang sekitar 693,7 juta ton, serta izin produksi periode 2024–2026 dengan total volume 2,6 juta ton.

Tambang Doup PSAB Diakuisisi UNTR

Ketiga, ada emiten emas PSAB yang menjual tambang Doup-nya kepada UNTR. Sebenarnya kabar ini sudah dari tahun lalu dan rencananya dirampungkan 23 Desember 2025. 

Namun, mengacu ketentuan perjanjian jual beli bersyarat, para pihak sepakat memperpanjang batas waktu penyelesaian transaksi selama tiga bulan hingga paling lambat 23 Maret 2026. Perpanjangan ini dilakukan seiring masih berlangsungnya pemenuhan sejumlah persyaratan pendahuluan. 

Diketahui, UNTR menandatangani perjanjian jual beli bersyarat untuk mengakuisisi 99,99% saham PT Arafura Surya Alam (ASA) dari grup PSAB, dengan nilai transaksi yang mencakup enterprise value sebesar US$540 juta. Nantinya, catatan transaksi itu berpotensi tertulis di laporan keuangan PSAB pada kuartal I/2026.

RAJA mau akuisisi perusahaan perlayaran dan investasi di hilir migas

Berikutnya ada emiten dari grup Happy Hapsoro, RAJA yang mengungkapkan sedang menyelesaikan proses negosiasi dan uji tuntas dari sejumlah proyek strategis. 

Rencananya, mencakup dua perusahaan pelayaran yang memiliki aset operasional berupa dua unit Liquefied Natural Gas Carrier (LNGC) dan satu unit Very Large Gas Carrier (VLGC), lalu penjajakan investasi di infratruktur hilis migas di Indonesia Timunr. 

Selain itu, RAJA diketahui tengah menyelesaikan studi kelayakan pembangunan LNG Terminal di Banten dan LNG Plant di Kalimantan, lalu RAJA berencana melakukan uji tuntas atas rencana akuisisi pembangkit listrik tenaga air dan biomassa sebagai bagian dari pengembangan portofolio energi bersih (EBT). 

AMMS Berpotensi Berubah Bisnis Jadi Perusahaan Blockchain?

AMMS secara resmi sudah diambil alih oleh perusahaan asal Virgin Island, namanya Radiant Ruby Company Ltd pada 24 Desember 2025 lalu. 

Radian Ruby mengakuisisi 599.563.869 saham AMMS milik PT Mandara Mas Semesta dan 30.437.500 saham AMMS milik Hartono Limmantoro, totalnya menjadi  630.001.369 saham setara 51% dari total saham yang ditempatkan perseroan. 

Pengambialihan tersebut di harga Rp30 per lembar, sehingga total akuisisi mencapai Rp18,9 miliar. Terbilang harga yang sangat diskon karena harga pasar AMMS saja sudah di atas Rp500 per lembar saat ini. 

Manajemen menyampaikan bahwa Penawaran Tender Wajib (Mandatory Tender Offer) direncanakan berlangsung pada Januari 2026. Pasca akuisisi, AMMS akan diarahkan mengembangkan usaha baru di bidang edukasi, konsultasi manajemen, pelatihan korporasi (B2B), serta investasi produk finansial dan aset keuangan digital, termasuk digitalisasi atau representasi aset melalui skema berbasis token yang disesuaikan dengan regulasi yang berlaku.

Adapun, Radian Ruby Company dimiliki oleh Brian Limiardi dan David Viratama Batubara. AMMS disebut akan merambah bisnis pendidikan, konsultasi manajemen, pelatihan, dan investasi produk digital keuangan.

Brian Limiardi menjadi salah satu co-founder Copra Labs yang fokus pada teknologi blockchain dan Web3 di Indonesia.

Rencana perubahan kegiatan usaha tersebut akan dibahas dalam RUPS yang diperkirakan digelar pada kuartal II-2026. Sejalan dengan transformasi bisnis tersebut, perseroan juga berencana melakukan divestasi bisnis budidaya hasil laut, dengan target pelepasan aset rampung pada kuartal III-2026.

Mimpi Besar OASA di Waste to Energy di 2029, Bisa Bikin Cuan atau Boncos?
Saham OASA memang berencana masuk ke bisnis EBT sejak diakuisisi Bobby Gafur pada 2021. Lalu, bagaimana mimpi OASA di bisnis waste to energy?

Grup Djarum Akuisisi Sariwangi dari UNVR 

Berikutnya ada UNVR yang melakukan penjualan bisnis teh Sariwangi ke grup Djarum. Kesepatan ditandai dengan Perjanjian Pengalihan Bisnis terkait dengan Jual Beli Bisnis Sariwangi (BTA) pada tanggal 6 Januari 2026.

Pihak pembeli merupakan PT Savoria Kreasi Rasa, yang merupakan entitas bisnis terafiliasi Grup Djarum. Penyelesaian Transaksi direncanakan akan dilakukan pada 2 Maret 2026 mendatang atau pada tanggal lain sebagaimana disepakati secara tertulis oleh Perseroan dan Pembeli.

Nilai transaksi yang disepakati sebanyak Rp1,5 triliun, setara 45% dari ekuitas perseroan per akhir September 2025. 

Sifat transaksi ini merupakan pelepasan segmen operasi atau usaha milik UNVR. Kontribusi bisnis teh sariwangi ke UNVR sejauh ini terbilang tidak terlalu signifikan. Dari sisi laba sebanyak 3,1%, pendapatan 2,7%, sementara dari sisi aset 2,5%. 

Namun, jika kita menghitung secara nominal angka ini akan cukup besar secara kuartalan. Besaran laba UNVR secara kuartalan pada 2025 sekitar Rp1 triliunan. Jadi, penambahan divestasi aset bisnis teh sariwangi ini akan memberikan prospek pertumbuhan laba yang cukup signifikan, meski hanya catatan dari penjualan aset dan tidak berlanjut di tahun selanjutnya. 

BABY Akuisisi Perusahaan Distributor Mainan 

Terakhir ada perusahaan ritel Mothercare, BABY yang bersiap mengakuisisi perusahaan distributor produk anak dan mainan, namanya PT Emway Globalindo (EGI) senilai Rp269,99 miliar dengan skema invbreng. 

Rencananya, akuisisi itu bakal didanani melalui right issue senilai Rp140,75 miliar dan skema inbreng saham. Jadi, masih akan ada pembahasan melalui RUPSLB untuk meminta restu pemegang saham pada 26 Januari 2026. 

Adapun, aksi akuisisi ini terjadi selaras dengan perubahan pengendali sejak BABY diakuisisi oleh Investcorp dan Grup Kanmo. Sehingga bisa dibilang ini menjadi jalur keduanya memasukkan Emway Globalindo ke bisnis BABY yang statusnya sudah perusahaan terbuka.

Emway adalah distributor mainan asal Singapura untuk produk mainan seperti Emco, Beyblade, Hotwheels, hingga Fisher Price.

Dapatkan Insight Saham hingga Diskusi serta Konsultasi Bersama hampir 1.000 Investor Lainnya di Mikirsaham

Yuk join dengan Mikirsaham sekarang untuk bisa dapatkan benefit ini semua:

  • Stockpick investing (dividend, value, growth, contrarian) yang di-update setiap bulan (terbarunya akan diseleksi terbaik maksimal 5 masing-masing strategi dengan analisis yang komprehensif)
  • Stock Ideas (memberikan gambaran besar saham-saham yang menarik, tapi tidak termasuk stockpick)
  • Stockpicking swing trade mingguan (khusus member mikirsaham elite jika kuota masih tersedia)
  • Insight saham terkini serta action-nya
  • Update porto founder
  • IPO dan Corporate Action Digest
  • Event online bulanan
  • Grup Diskusi Saham

Join ke Member Mikirsaham Pro sekarang juga dengan klik link di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini