5 Fakta Saham IPO SWAP, Perusahaan Komersialisasi Hasil Riset UGM
Saham SWAP muncul jadi IPO ke-9 pada tahun ini. Menariknya, saham kesehatan ini adalah hasil komersialisasi riset UGM. Lalu, seberapa menarik saham ini?
Mikirduit – PT Swakarya Prakarsa Tbk. (SWAP), yang merupakan komersialisasi hasil riset Universitas Gajah Mada (UGM) yang didirikan pada 2012 melakukan IPO di IDX. Berikut 5 fakta saham IPO ini yang perlu kamu ketahui.
Key Takeaways
- SWAP mengincar dana IPO maksimal Rp45,22 miliar, dengan mayoritas dana digunakan untuk modal kerja dan belanja modal, sementara sekitar Rp12 miliar dialokasikan untuk melunasi utang kepada pemegang saham.
- Fundamental SWAP sedang menghadapi tekanan, terlihat dari pendapatan 2025 yang turun 30% dan laba bersih anjlok 58%, ditambah piutang bermasalah sekitar Rp11,9 miliar dari tiga entitas yang sebagian besar sudah dicadangkan.
- Risiko terbesar ada pada kualitas aset dan keberlanjutan permintaan, terutama persediaan yang mencapai Rp41,09 miliar akibat produk seperti Genose yang kehilangan momentum pasca-Covid, sehingga potensi impairment lanjutan bisa cukup material terhadap ekuitas perseroan.
- Mikirduit Masterclass 2026, Wealthverse: Dapatkan bocoran aset paling menarik untuk 2026-2027. Early Bird cuma Rp250.000 (Tersisa hanya untuk 14 pendaftar lagi) dengan klik link di sini
SWAP melakukan IPO dengan melepas 323 juta lembar saham baru ke publik. Harga penawaran sekitar Rp130 - Rp140 per saham dengan dana yang dihimpun maksimal Rp45,22 miliar.
Sebelum IPO, saham SWAP dimiliki oleh PT Gama Multi Usaha Mandiri, yang merupakan kendaraan investasi UGM dengan porsi kepemilikan 97,16 persen. Lalu, UGM memiliki 2,69 persen, PT Radio Swara Gadjah Mada sebesar 0,074 persen, serta Bondan Ardiningtyas sebesar 0,073 persen.
IPO ini juga digawangi oleh PT Sukadana Prima Sekuritas, yang dulunya OSO Sekuritas.
Mayoritas Dana IPO Digunakan untuk Modal Kerja
SWAP akan menggunakan dana IPO senilai Rp45 miliar untuk beberapa kebutuhan seperti:
- Modal kerja seperti membeli bahan baku, operasional, SDM, pemasaran, hingga R&D produk baru senilai Rp15,8 miliar
- Belanja modal untuk kebutuhan gedung baru dan kendaraan operasional senilai Rp12,2 miliar
- Pelunasan utang kepada pemegang saham senilai Rp12 miliar.
Tren Kinerja Keuangan SWAP Tengah Mengalami Penurunan
Dikutip dari prospektus, Pendapatan usaha tahunan sepanjang 2025 turun sebesar 30 persen menjadi Rp7,12 miliar. Jika dilihat penurunan pendapatan itu disebabkan oleh penurunan dari segmen penjualan Hepro Gama sebesar 42,8 persen menjadi Rp5,72 miliar. Hepro Gama menjadi segmen penjualan terbesar perseroan.
Penurunan pendapatan itu terjadi karena ada satu distributor yang mencatatkan penurunan transaksi sebesar 73,6 persen menjadi Rp1,35 miliar. Lalu, dari PEHA juga mencatatkan penurunan sebesar 13,4 persen menjadi Rp3,4 miliar. Hanya dari RSUP Fatmawati yang menjadi klien baru, tapi transaksinya hanya Rp91 juta.
Meski begitu, pelanggan lain dengan transaksi di bawah Rp10 persen mencatatkan kenaikan 98,2 persen menjadi Rp2,27 miliar.
Akibat dari penurunan penjualan customer besar tersebut, SWAP memang mencatatkan penurunan beban pokok pendapatan juga sehingga laba kotor hanya turun 26 persen menjadi Rp3,27 miliar.
Laba bersih sepanjang 2025 turun 58 persen menjadi Rp1,4 miliar. Penurunan laba bersih lebih dalam dari laba kotor karena disebabkan oleh beban usaha yang stagnan Rp5 miliar saat laba kotor turun 26 persen.
Ditambah, penghasilan lain-lain juga turun 22 persen sehingga meningkatkan tekanan di margin keuntungan bersihnya.

Ada Piutang Macet dari 3 Entitas
Salah satu risiko yang harus diperhatikan dari saham SWAP adalah piutang macet. Jadi, SWAP punya tiga entitas yang memiliki utang terhadap perseroan dan tidak terbayar.
Ketiga entitas itu adalah:
- PT Indofarma Global Medika (pailit)
- PT Rajawali Nusindo
- PT Farmalab Indoutama
Untuk dua nama terakhir lagi proses PKPU dan telah merestrukturisasi seluruh utangnya dalam homologasi di pengadilan niaga setempat.
Total piutangnya mencapai Rp11,9 miliar, dan sudah di-cadangkan Rp11,15 miliar sehingga sisa piutang tercatat senilai Rp752 miliar.

Ada Produk yang Permintaan Menurun dan Persediaannya Sulit Dipulihkan Karena Berakhirnya Momentum Covid-19
SWAP punya produk Genose yang permintaanya sangat tinggi ketika pandemi Covid-19. Namun, kini tren permintaan kian turun hingga persediaan Genose berpotensi sulit dipulihkan.
Tingkat persediaan itu mencapai Rp41,09 miliar dengan yang sudah dicadangkan sekitar Rp21 miliar. Sehingga sisa persediaan menjadi Rp19,59 miliar.
Risiko terburuk jika seluruh persediaan yang tersisa itu Rp19,59 miliar tidak bisa dipulihkan, berarti bisa membuat ekuitas (sebelum dana IPO masuk) bisa negatif. Pasalnya, ekuitas perseroan hanya Rp17,32 miliar.
Catatannya, bukan berarti persediaan Rp19 miliar itu semuanya adalah terkait produk Genose ya.
Setelah dana IPO masuk memang tercatat di ekuitas, tapi dana IPO itu punya berbagai penggunaan yang bukan digunakan sebagai buffer kerugian perseroan dari persediaan yang tidak bisa dipulihkan tersebut.

Rekam Jejak Penjamin Emisi, Bawa OBAT IPO
Penjamin emisi SWAP adalah PT Sukadana Prima Sekuritas. Dalam rekam jejaknya, ada 1 saham IPO yang dipimpin oleh sekuritas tersebut, yakni OBAT.
Jika dilihat historisnya, saham OBAT IPO dengan harga Rp350 per saham. Hari pertama mampu ARA tapi tidak begitu solid ke harga Rp436.
Lalu, hari kedua turun 7,34 persen menjadi Rp404 per saham, sedangkan harga ketiga naik 8,42 persen. Lalu, hari keempat naik 15,3 persen, dan hari kelima naik 17,82 persen.
Saham OBAT terus naik hingga hari ke-10 di harga Rp885 per saham. Setelah itu, saham OBAT mulai mengalami penurunan mendekati harga IPO di Rp380 per saham hanya dalam 3 hari pasca hari ke-10 tersebut. Sejauh ini, saham OBAT belum pernah lagi menyentuh level tertingginya. Bahkan, harga sahamnya kini berada di bawah harga IPO senilai Rp242 per saham.
Apa yang Kamu Dapatkan Jika Join Mikirsaham?
- Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
- Tools Trading Plan by Sistem (minimal join Mikirsaham Super dan masih tahap Beta)
- Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
- Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
- Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
- Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
- Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
- Hingga konsultasi private dengan founder kami
Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini

